Syair untuk Pahlawan

14

November 10, 2009 oleh sedjatee

bung-tomo

Kita berada pada suatu hari yang bersejarah bagi bangsa ini. 10 november adalah hari pahlawan, sesuatu yang oleh beberapa orang mungkin tidak pernah diingat kembali. Penetapan sebagai hari pahlawan terkait erat dengan pertempuran di Surabaya pada tahun 1945 yang lampau. Pertempuran yang menumpahkan korban 16 ribu pejuang indonesia dan 2000 tentara sekutu termasuk panglima mereka Brigjend AWS Malaby ini dicatat oleh sejarah sebagai salah satu perang kolosal di negeri ini. Bung Tomo, sosok yang memimpin perjuangan heroik itu, baru mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2008.

Menurut Undang-undang nomor 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Kehormatan, pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia yang berjuang melawan penjajagan di wilayah NKRI yang gugur membela bangsa dan negara dan seterusnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan didefinisikan sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Pahlawan, menurut kamus yang sama, bisa juga berarti pejuang yang gagah berani. Jadi, dalam pengertian ini tersirat bahwa pahlawan tidak mesti orang yang sudah meninggal.

Definisi lainnya, pahlawan adalah orang yang sangat gagah berani. “Pejuang yang gagah berani atau yang terkemuka”, demikian kata WJS. Purwodarminto mengartikan pahlawan dalam kamus bahasa Indonesia.

Dalam terminologi pahlawan nasional, hingga saat ini telah ada 144 orang yang mendapat gelar penghargaan sebagai Pahlawan Nasional. Dari jumlah tersebut, 113 orang diantaranya adalah warga sipil. Namun demikian status pahlawan bukanlah milik para pahlawan nasional semata. Fakta ini setidaknya dapat dilihat di Taman Makam Pahlawan Kalibata yang diisi hampir 9000 pusara pahlawan, 776 diantaranya adalah warga sipil dan 43 orang tak dikenal.

Dalam suatu jajak pendapat di salah satu koran nasional, pahlawan kemerdekaan yang paling dikagumi berturut-turut adalah Bung Karno, Panglima Besar Sudirman, RA Kartini, Dr. Sutomo, Muhammad Hatta, Pangeran Diponegoro dan Cut Nyak Dien. Dan di masa kini, sosok yang disebut pahlawan adalah dari kalangan keluarga (orang tua, suami/isteri), tokoh masyarakat dan profesi tertentu (guru, buruh, dll). Kriteria yang disepakati untuk disebut pahlawan adalah berjuang untuk kesejahteraan rakyat, berjiwa nasionalis dan berjuang menegakkan keadilan / kebenaran.

Keragaman mendefinisikan pahlawan acapkali menimbulkan polemik. Bung Tomo, seorang yang dedikasinya total dalam perjuangan bangsa, baru mendapat pengakuan kepahlawanan dari pemerintah pada tahun 2008. Sementara itu mantan ibu negara Ny Siti Hartinah Soeharto telah mendapatkan gelar itu pada 1996. Ada pahlawan nasional yang dinilai lebih berpihak kepada penjajah. Serta beberapa nama yang dihapus dari mata pelajaran sejarah di sekolah-sekolah. Kontroversi juga pernah muncul saat wacana pemberian gelar pahlawan nasional bagi Bapak Pembangunan Soeharto. Beberapa kalangan juga mengkritisi munculnya Soeharto dalam iklan Partai Keadilan Sejahtera menjelang pemilu 2009.

Kepahlawanan adalah sesuatu yang sangat terhormat. Ada banyak lagu yang lahir dari inspirasi seorang pahlawan. Ismail Marzuki menggubah lagu Sepasang Mata Bola, Selamat Datang Pahlawan Muda dan Gugur Bunga. Sedangkan T Prawit menciptakan lagu Mengheningkan Cipta. Sartono mengarang Hymne Guru atau Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Maladi menggubah lagu Rangkaian Melati.

Ada banyak kepahlawanan di sekitar kita. Ada predikat pahlawan nasional dan pahlawan revolusi. Ada julukan pahlawan tanpa tanda jasa, pahlawan devisa, pahlawan reformasi dan sebagainya. Yang paling tidak keren adalah pahlawan kesiangan, pahlawan kemalaman dan pahlawan tanpa tanda tangan.

Di hari yang bersejarah ini, rasanya tak terlambat bagi kita untuk mengenang kembali para pahlawan, setidaknya mereka-mereka yang telah banyak berjasa kepada diri kita. Di zaman sekarang, kita mungkin meraih pencapaian material yang lebih banyak dibandingkan para pahlawan yang telah tiada. Namun itu semua tidak menjadikan kita kehilangan rasa hormat, rasa bangga dan terima kasih atas perjuangan dan dedikasi kehidupan mereka.

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lobang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapan
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur, sayang

Wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi pandang senja
Dunia tambah beku
Di tengah derap dan suara menderu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 nopember, hujanpun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lobang peluru bundar didadanya
Senyum bekunya mau berkata, aku sangat muda

(Pahlawan Tak Dikenal – Toto Sudarto Bactiar, 1956)

About these ads

14 gagasan untuk “Syair untuk Pahlawan

  1. alamendah mengatakan:

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Selamat hari pahlawan. Semoga kita mampu menjadikan teladan

  2. sunflo mengatakan:

    weh…ini adalah salah satu puisi ‘nasional’ yg qsuka…he..he…sampe apal, kalo aq salut n bangga sama semua pahlawan bangsa yg telah berjuang demi eksisnya indonesia (secara sempit) dan mereka yg mewarisi jiwa2 kepahlawanan n diterapkan dlm kehidupan sehari-hari (secara luas)…salut buat mereka..^^

  3. Dangstars mengatakan:

    Selamat Hari Pahlawan…

  4. Kakaakin mengatakan:

    Jadi ingat jaman2 SD, waktu disuruh bu guru baca puisi di depan kelas… :)

  5. casrudi mengatakan:

    Menyentuh sekali puisi nya Kang, dulu aku pernah lombakan puisi ini tepat dihari pahlawan…

    Selamat hari pahlawan, semoga para arwah yang gugur di medan perang diterima disisi Alloh SWT… Amin

  6. kopral cepot mengatakan:

    Dia masih sangat muda
    …………………………..

  7. kuz09 mengatakan:

    Dengan semangat perjuangan mengebu-gebu yang dicontohkan para pahlawan, mari kita lanjutkan cita-cita mereka dalam bentuk yang lain..

    salam ngeblog..

  8. dwiewulan mengatakan:

    setidaknya kita bisa jadi pahlawan bagi keluarga….

  9. eLmubarok mengatakan:

    banayak hikmah yang bisa kita ambil dari sejarah para pahlawan.
    mari berjuang bersama sobat untuk negeri ini !!! jgn kecewakan pahlawan2 senior Qta.

    wih cakap kak puisinya.. hahahah
    sory el baru mampir lagi,lg sbuk bngt..
    salam persahabatan dari eL 4 all

  10. sunflo mengatakan:

    ayo misteeeeeeeeeerrrrr, apdeeeeeeeeeeeeeeeettttt!!!!!

  11. Batavusqu mengatakan:

    Salam Takzim
    Maap om baru sempat kemari, maklum kesibukan harian, menjelang tutup yahun om
    Yang penting sehat saja deh om, buat om terima kasih atas kehadirannya
    Salam Takzim Batavusqu

  12. demoffy mengatakan:

    semangat untuk indonesia…

    met taun baru… terus berkarya..

  13. cokil mengatakan:

    indonesia muda akan selalu seperti ini, jikalau para pemuda tidak peduli satu sama lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: