The Heavenly Wedding
76April 29, 2011 oleh sedjatee
“Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak“.
[Kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab 4]
Pada banyak undangan pernikahan selalu muncul kutipan diatas yang diyakini sebagai Doa Nabi Muhammad Shalallahu A’laihi Wa Sallam pada pernikahan Fatimah Az-Zahra dengan Ali bin Abi Thalib. Kendati hal itu masih dipolemikkan tentang keshahihannya, harus diakui bahwa pasangan Ali – Fatimah tetap dianggap sebagai salah satu pasangan paling dikagumi.
Sebuah tulisan mengutip As-Suyuthi pada kitab Tadhirul Khawas yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersada: “Jibril AS mengabarkan kepadaku bahwa: Allah SWT telah menikahkan Fatimah dengan Ali di langit, disaksikan 40.000 Malaikat dan bidadari menghiasi Fatimah dengan gaun pengantin dari permata dan memerintahkan kepadaku agar segera menikahkannya di bumi.”
Inilah pernikahan penuh berkah itu. Pernikahan yang mas kawinnya hanyalah sebuah baju besi. Inilah rumah tangga yang tinggal pada sebuah rumah teramat sederhana. Sebuah bangunan kecil yang ketika akan ditempati Ali harus meratakan batu-batu kasar yang menjadi lantainya, lalu menimbunnya dengan pasir. Yang dindingnya dipancangkan sebatang kayu untuk menggantungkan pakaian. Rumah yang didalamnya terdapat beberapa lembar kulit kambing sebagai alas duduk dan penghuninya tidur diatas bantal kulit berisi ijuk kurma.
Inilah keluarga yang mengisi rumah kehidupannya dengan dua buah kasur terbuat dari kain kasar Mesir; kain tabir tipis terbuat dari bulu; sebuah gilingan tepung; kantong kulit tempat air minum; sebuah wadah air untuk bersuci; sebuah kuali tembikar dan beberapa barang sederhana lainnya. Keluarga yang suami-isteri saling bahu-membahu dalam pekerjaan sehari-hari, mengisi rumah mereka dengan ibadah, tetap sabar dan tawakal ketika menghadapi kesulitan bersama.
Sebagaimana dikisahkan oleh Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah, inilah pernikahan yang kepala rumah tangganya adalah salah satu shahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga, sedangkan ibu rumah tangganya adalah salah satu wanita penghuni surga paling utama. Inilah pernikahan hanya dapat dipisahkan oleh kematian ketika Fatimah menghadap Allah enam bulan setelah wafatnya Rasulullah. Inilah pernikahan yang melahirkan dua orang pemuda hebat yang oleh Rasulullah dijuluki sebagai penghulu para pemuda penghuni surga.
Ada banyak pernikahan bertajuk the royal wedding, pernikahan abad ini, mariage of the year dan sebagainya. Julukan yang muncul disebabkan pernikahan itu karena alasan trah, alasan popularitas dan bahkan ada pernikahan yang oleh sebagian media disebut sebagai besanan politik. Bolehlah. Namun pernikahan Ali dan Fatimah tak sekadar pernikahan abad ini, mungkin inilah heavenly wedding, pernikahan surgawi, terminologi yang pantas terkonotasi pada mereka.
Satu riwayat mengisahkan bahwa pada suatu hari setelah pernikahan mereka Fatimah berkata kepada Ali, “wahai suamiku, sebelum menikah denganmu aku pernah mengagumi seorang pemuda, dan aku ingin sekali ia menjadi suamiku.”
Ali terkejut dan berkata, “Kalau demikian mengapa engkau tidak menikah dengannya?” Sambil tersenyum Fatimah berkata, “Hari ini aku telah memilikinya, karena pemuda itu adalah Engkau”
sumber gambar : blogpsot.com

huhuhuhu.. suka paragraf terakhir! romantis banget…
Ini dalam eangka pernikahannya Kate dan william ya?
itulah om sedjatee….memang susah sekali membedakan duniawi dan surgawi,….ngabur semua zaman sekarang…^_^
pernikahan dgn biaya berjuta2,milyar bahkan akan sia2 kl ga harmonis, apa lagi sampai meninggal gara2 di kejar paparazi, percuma kan ngehabisin uang milyaran
ya begitulah Fren..
terlalu banyak mudharat di sekitar kita
sedj
yang ini: “Satu riwayat mengisahkan bahwa pada suatu hari setelah pernikahan mereka Fatimah berkata kepada Ali, “wahai suamiku, sebelum menikah denganmu aku pernah mengagumi seorang pemuda, dan aku ingin sekali ia menjadi suamiku.”
Ali terkejut dan berkata, “Kalau demikian mengapa engkau tidak menikah dengannya?” Sambil tersenyum Fatimah berkata, “Hari ini aku telah memilikinya, karena pemuda itu adalah Engkau”
Romantis banget, Kang…
Wa, Pak Sedjatee ini memang jagonya bikin tulisan yang menyentuh. Apalagi di paragraf terakhir, romantis bangeeet…. T_T
salam
ora melu walimahan di pernikahane pangeran William Kang? hehehe. iku kan akal-akalane infotainment Kang, membesar-besarkan pernikahan orang. Padahal sih kalau dipikir opo sih bedane William ma Sedjatee.. podo mangan tempen kan hahaha.
Yupz sepakat pernikahan paling spektakuler dan legend adalah pernikahan antar Ali dan Fatimah..
Kang matur nuwun E-booknya yo
iyo Kang
rasanya dulu aku menikah juga gak lebay gitu,
hhuhu….
sedj
Pernikahan surgawi yang dialami oleh Fatimah dan Ali yang mulia, sebagai teladan bagi kita yg telah berumah tangga.
betapa kasih sayang, saling caring dan sharing,mengutamakan pengabdian pd Allah swt semata, adalah pernikahan yg membahagiakan di dunia dan akhirat .
Terimakasih banyak Mas utk tulisan indah yg sangat menyentuh dan bermanfaat ini.
salam
iya bund, pasangan hebat tak perlu harus dimulai dengan pesta yang berlebihan..
sedj
Wah benar-benar romantis… kita sebagai umat muslim mesti berpegang teguh ajaran Rasul…. bukankah hal berlebihan itu sangat tidak disukai Rasul…:)
semoga bisa meneladainya,,,
pernikahan atas dasar cinta karena Allah SWT…
subhanallah…..
sungguh indah ketika CINTA di landasi ketakwaan kepada ALLAH SWT…
yg mau saya tanyain, saling memakaikan cincin itu aslanya darimana ya?
asalnya dari penjual emas Kang
makanya supaya dagangan emasnya laku
dibuatlah budaya tukar cincin
(ngawur.com)
sedj
Kalau dari awal pernikahan sudah cara islam seperti contoh Sayyidina Ali RA,pasti sakinah wa rahmah. . Apalagi mendapatkan Istri semulia Sayyidatuna Fatimah RA
Salam Takzim
Aku sudah menikah kang tapi gak pakai undangan hehehe
Tafsir ibnu katsir bagus kang kupasannya bisa dicerna
Makasih ya kang sudah menshare, kunjungannya juga makasih
Salam Takzim Batavusqu
pernikahan bernilai surga ya pak…
Pernikahan yang barakah. Smoga juga dengan pernikahan kita. Pastinya kita juga menginginkan menjadi pasangan dunia akhirat dalam rangka ketakwaan, kan?
semoga pernikahan ibas dan alya bukan pernikahan politik , tp memang berasal dari niat suci keduanya untuk membina keluarga sakinah!
Assalaamu’alaikum. Salam kenal Mbak. Wah, baca tulisannya embak, saya langsung jatuh cinta Mbak walaupun masih beberapa aja saya baca. Maaf nih belum kenal udah lihat2 fotonya he..he..Anaknya lucu2 kayak keponakanku juga. Umurnya juga sepantaran kali…he..he..Jazakillah, tulisannya banyak memberikan hikmah dan motivasi buat saya.
membaca komen ini
aku langsung mencari cermin
sudah pantaskah aku dipanggil “mbak”?
hehehe.. iya Kang (sekalian aja disalahin)
wakakakakaka….
sedj
Saya juga pernah mendengar riwayat pernikahan antara Ali dan Fatimah. Memang merekalah yang pantas menyandang pernikahan paling abadi tidak seperti yang banyak di perbincangkan akhir-akhir ini. Mungkin mereka memang tidak pernah mendengar riwayat ini Kang
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Terima kasih share nya Mas, motivasi untuk yg baru memulai biduk rumah tangga seperti saya ini, pernikahan Fatimah Az-Zahra dengan Ali bin Abi Thalib bisa menjadi contoh buat kita bersama.
Salam
subhanallah…. pertanyannya adalah… apakah besok istriku juga akan bilang seperti Fathimah ya?
pengennya gitu…
wuaaahh,, mantap bgt mas..
One suka bgt paragraf terakhirnya,
Mantaap,,
Hehehe
semoga selalu diberikan kelanggengan dalam pernikahan
semoga diberikan kelanggengan dalam pernikahan
subhanallah, semoga makin banyak calon pasangan pengantin yang mengikuti jejak pasangan Ali dan Fatimah.
Wah kata-kata terakhir akan aku praktekan…
kayaknya bisa membuat wajahnya seperti udah rebus… pertama merah karena marah, kemudian akhirnya merona karena malu…
hi hi hi…
Tanpa mengurangi suasana romantis, ada paragraf terakhir versi Srimulat.
Kira2 begini…
Suatu hari saat makan malam bersama, sang istri nyeletuk : Aku sebenarnya menyesal nikah denganmu kok mas…Sang suami sampai tersedak dan menghentikan makannya…”huk huk lha terus kita bubaran aja apa gimana maumu” setengah membentak…Jawab sang istri kalem sambil senyum.., maksudku menyesal kok nggak dari dulu nikah denganmu…
Sang suami…oh gitu to maksudmu. Ya sudah… kalau begitu saat ini juga kita bubar aja makan malamnya…terus berdua masuk kamar…
*aku kok yo terus merasa ngantuk…ya?!?*
Yang bikin sayang adalah, bila acaranya ngeluarin duit ber M-M-an, eh tiga bulan kemudian cerai… ga cocok blas!!
Subhanallah…
beda jauh dengan sekarang.
kisah yg bagus mas,
salam
sekarang pernikahan yg mewah malah dielu2kan mas ..
[...] ide2 supaya lebih optimal.Sedang belajar menjadi suami yang baik dari seorang istri solehah, The Heavenly Wedding dari Mas Sedjatee sangat2 menginspirasi sekali, sampai ketika menulis post ini ingin rasanya segera [...]
Iya…baru ingat, apakah mungkin..sekali lagi mungkin prosesi ‘pernikahan-surgawi ini yang menimbulkan rasa benci/dendam kelompok diantara sahabaf Rasulullah saw terhadap Sayidina Ali r.a., …yang akhirnya terjadilah “TRAGEDI-KARBALA” pd 10 Muharam 61H… Dan Sayidina Ali r.a. …TERBUNUH dalam Tragedi tsb…
hheeeh kata kata yang terakhir bagus
Sayangnya, dalam praktek hanya 1, 2 orang ya mas yang mampu memberiken ucapan itu.
Minimal “baarokalloohu laka…” ya kan?
Ending yang romantis Sob ! Saya suka itu ! Dicatat ya ;(
Sukses selalu
Salam
Ejawantah’s Blog
Semoga, kita yg belum menikah dikarunia pasangan yg sholeh dan sholehah, dan yg sudah menikah, pernikahannya sakinah, mawaddah dan warahmah
Fatimah & Ali,, pasangan yang selalu dan akan menjadi tauladan,,
ternyata romantis juga
paragraph terakhir romantissssssssssss abis
jadi pengen nikah bun
aku ga terlalu heboh menyaksikan royal wedding itu, hihihihih, jadi tetap aja sibuk memasak di dapur
Love you bun
*love you bukan harus berwah wah ria,
sorry keputus udah kesubmit
wooo…paragraf terakhir itu…baguss. hehe..
hampir mirip kisah india…wkwkwk..
salam
ahh..yang terakhir ga kuku..
so sweet..!!
paragraf terakhir itu loh…bikin aku cemburu. wwuuuaaaa….^_^
Masih adakah ‘Ali’ di jaman sekarang ? Dicari !!!
yang menjadi pertanyaan, kapankah giliran saya menikah?? hehe salam om sedj…
gak ada contoh lain yang penuh kebahagiaan selain pada ali dan fatimah. saya pernah baca bukunya. luar biasa
jadi sulit berkata-kata
mata basah menahan haru
membayangkan kehidupan Fatimah dan Ali Bin Abi Thalib RA
ealaaahhh ta pkr pemuda to spa ternyata hehehehehehe….
salam persahabatan selalu dr MENONE
mantappp brother.. postingan gw suka banget dah.. sedang gw baru denger ceritanya kaya gini hehehe:) hihihi tadi semepet liat komen ada juga yg manggil mba mba hehehe sdh berganti kelamin kah sejati?”:)
waktu nikah, suaminya engga mau pake wedding ring,
jadi weh polos aja jemarinya sampe sekarang.
sederhana itu lebih khidmat deh buat kami
ini bener-bener postingan paling menyentuh, bang. ouwh, betapa ironisnya membayangkan di jaman sekarang orang-orang berlomba saling mewah-mewahan dalam hajatan pernikahan, menghabiskan dana sampai ratusan juta, belum tentu juga pasangannya setia.
Kok ada ya manggil Mbak ya, … kayaknya bau parfumnya ga feminin tuh …
kabuuur …
pada saat pernikahan itu, Kanjeng Nabi mendoakan mereka begini:
“Semoga Allah SWT menghimpun yang terserak dari keduanya,
memberkati mereka berdua,
meningkatkan kualitas keturunannya sebagai pembuka pintu rakhmat, sumber ilmu
dan hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat.”
kemudian mereka berbahagia selama-lamanya ….)
Betul sekali. Pernikahan yang mereka anggap besar adalah pernikahan yang menghambur-hamburkan materi. Padahal sebenarnya tidak.
wah…. klo membaca kisah romantisnya memang gak habis2
tp kalo membaca perjuangannya, juga lebih berkobar2…
dahsyat!
sesungguhnya para shahabat adalah sebaik2 generasi.
kalimat romantis dari seorang fatimah… penuh makna dari rasa syukur tak terhingga..
Subhanallah… harapan semua wanita dlm sebuah tali perkawinan…
entah kalo pria.. hehe
wah yang terahir romantis sekali
mantabs nih, bikin terharu… subhanallah
huhuuhu jadi terharu
emang yang pantes jadi idola itu cuma Rasulullah dan sahabat2nya. mudah2an saya cepet nikah. amiiiinn *ngarep. hahahahahahahaha
*eh ternyata saya baru pertama kali komen di sini, salam om sedj
hmmm… jadi pengen cepet2 nikah euy mas
[...] kopdar padang dan ada pula kopdar surabaya. perkenankan batavusqu menghadirkan seorang sahabat sedjatee. ya sahabat yang benar benar sejati karena dia kupanggil kang Ismoyo Sejati. Pertemuan diawali [...]
so sweet…semoga keluarga kita bisa seperti itu…amiiinnn..
paragraf terakhir,,,indah…
Seiap membaca ucapan Bunda Fatimah di paragraf terakhir itu selalu merinding mas Sedj.. Dan saya sepakat sekali dengan istilah “The heavenly wedding” itu untuk beliau berdua
saya pernah mendapat keterangan kalau Fatimah RA (tidak) tertarik dengan Ali RA karena melihat perut Ali yang gendut… akan tetapi kemudian Fatimah setelah menikah dengan Ali merasa menjadi wanita paling bersyukur..
.. dan Ali RA adalah satunya menantu nabi yang memberi keturunan…
…
namun sejarah mencatat bahwa Ali RA adalah sosok ideal dari semua lelaki di muka bumi ini
…
semoga saja kita dan saya terutama bisa belajar dari mereka… menikah bukan untuk sekedar royall wedding tapi menikah karena Allah dan sunah nabiNya. amin..
(minta do’anya biar segera menemukan yang dicari selama ini… hehe he..)
(wallahu ‘alam bishshowab)
saya cuma nonton sebentar royal wedding… dan ga lihat kiss nya he he
habis malu kalau lihat orang cium istri di pernikahan gitu
subhanallah…barakallah
luarbiasa ya, sebuah pernikahan terindah sepanjang masa…
semoga kelak bisa membangun sebuah pernikahan yang berkah, keluarga yang dirahmati, aamiin…
oh ya mas Sedjatee…mohon do’anya ya, hehe…
Selamat pak sedjatee -membaca tulisan ini- sudah membuat saya semakin berdo’a semoga kelak “itu” dapat saya alami juga… segera…
alhamdulillah, teladan sayidina Ali dan Fatimah banyak meninspirasi,
terima kasih mas
Maaf, karena melihat banyaknya pengunjung/komentar di tulisan ini saya numpang pasang iklan, kalau tidak berkenan silahkan hapus. terimakasih.
Kesempatan dapat jutaan rupiah dengan mudah di internet, baca link ini yah: http://www.penasaran.net/?ref=ff3k3c
iya kita lebih takjub dengan pernikahannnya para anak pejabat apalagi sm pangeran
g pernah tu takjub sama pernikahannya rasulullah dan para sahabatnya.. menyedihkan..
[...] mbaca The Heavenly Wedding-nya Om Sedjatee, juga ada beberapa rekan blogger yang bahkan sedang dalam proses lamar melamar [...]