Hidup itu Indah

2

Februari 3, 2009 oleh sedjatee

lifeisbeautiful

Hidup selalu memukau, hidup senantiasa penuh warna dan harmoni warna itu menciptakan keindahan, hidup itu indah…

Judul diatas juga mengingatkan pada La Vita e Bella, sebuah filem spektakuler peraih oskar tahun 1998. Roberto Benigni secara luar biasa menampilkan drama kecerdasan manusia untuk tetap eksis, ceria dan
bahagia di tengah himpitan hidup yang membinasakan… sinema berbahasa Italia itu akan terus berkesan …

Kita mungkin telah lupa pada filem yang disutradarai langsung oleh Roberto Benigni itu, tapi ia bisa mengambil energi dari kisah Guido dan keluarganya… dalam kegetiran sepahit apapun, hidup harus dijalani dengan riang dan optimis… karena … hidup itu indah…

La Vita e Bella atau Life is Beautiful. Roberto Benigni, sutradara sekaligus penulis ceritera, berperan sebagai Guido, pria Italia pedagang buku keturunan Yahudi yang bersama keluarganya terjaring untuk menjalani eksekusi oleh Nazi. Ditengah kegalauan dan kesedihan menjalani episode akhir hidupnya, Guido dalam punya cara sendiri untuk menghibur anaknya, Giosue, dalam menghadapi eksekusi di kamp konsentrasi Nazi. “Nak, ini semua hanya main-main, dan kita harus bermain dengan baik agar mendapatkan hadiah, tank itu”. Intinya, dalam keadaan tertekan sekalipun, hidup harus dinikmati, karena hidup itu indah.

Jika dalam hidup kita mengalami suka dan duka, maka jalanilah itu sebagai bagian dari keindahan hidup. Dalam gejolak hidup itulah kita semua diuji. Dan ujian itu, selalu bermuara untuk menjadikan kita lebih baik, dalam segala hal. Keluh kesah tak akan mengubah hitam menjadi putih. Amarah dan buruk sangka juga tak akan membuat yang pahit berubah manis. Dendam dan kebencian hanya akan memperpanjang cerita duka itu sendiri.

Sesungguhnya yang menjadikan kelam dan pahit dalam hidup ini adalah kita sendiri. Kita terkadang tampil emosional dan penuh dendam pada saat kita sebenarnya bisa tampil sebagai pemaaf. Kita terkadang penuh ambisi dan egois, disaat kita bisa menjadi seorang yang tawadhuk dan penuh kasih. Kita terkadang pelit padahal kita bisa bermurah hati. Kita terkadang cengeng dan putus asa padahal kita bisa menjadi diri yang sabar dan tangguh.

Salah besar jika kita beranggapan bahwa keindahan hanya bisa diciptakan oleh materi. Betapa banyak manusia telah terpasung dan diperbudak oleh kehidupan duniawi sehingga yang terdengar darinya hanyalah ambisi, dendam dan kesombongan.

ada banyak orang yang tetap tersenyum meski himpitan hidup mereka alami. Ada yang tetap bisa sabar dan tegar meski jiwa mengecap kepahitan yang teramat sangat. Mereka mampu menciptakan keindahan hidup dalam keterbatasan materi. Dan konon, keindahan jiwa lebih memberikan kepuasan estetis dan ruang gerak bagi daya cipta spiritual.

Seperti Guido, himpitan hidup akan sesekali menghampiri kita, namun kita harus menjalaninya dengan senyum, lapang dada, tidak berburuk sangka dan pantang menyerah. Lihatlah, ada senyum dari langit untuk setiap satu kebaikan darimu, ada senyum dari langit untuk ketabahan dan ketegaranmu… sambutlah, karena… hidup itu indah…

http://muzicons.com/musicon_v_srv_new.swf


2 thoughts on “Hidup itu Indah

  1. Mr WordPress mengatakan:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

  2. ariefmas mengatakan:

    🙂 dari tadi mbolak mbalik artikel, tidak kunjung juga meninggalkan jejak.
    Ijinkan sedikit kata setetes air di lautan kebijaksanaan sedjatee, saya titipkan di postingan pertama ini.. Menambah warna, indahnya kehidupan..

    Trima kasih menyempatkan sekejap sentuhan jari membuka blognya orang desa peternak puyuh..

    Trima kasih lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: