Banjir yang Memberiku Saudara

2

Februari 10, 2009 oleh sedjatee

080320flood3

Hari libur Imlek telah berlalu tanpa hujan yang diprediksi banyak orang, Gong Xi Fat Choi… Namun masih ada Cap Go Meh yang diyakini mencurahkan hujan pada tingkat yang lebih dahsyat. Dan benar.., hujan turun begitu deras sejak Sabtu Sore hingga Senin Sore. Banjir yang menerjang Semarang dan kota sekitarnya menyebabkan jalur utama pantura lumpuh. Jalur Semarang-Kendal mengalami kemacetan sepanjang 50 km. Dari arah barat, sejak Weleri hingga Semarang terjadi antrean panjang kendaraan roda dua dan empat.

Kemacetan paling parah terjadi di jalur Kendal-Brangsong. Penyebabnya, tanggul Kali Blorong Brangsong jebol. Jalan raya sepanjang 15 km tidak bisa dilewati kendaraan pribadi dan roda dua. Hanya kendaraan besar seperti bus dan truk bisa melintas. Ketinggian air di jalan raya Ketapang Kendal ini mencapai 50 cm- 60 cm. Air menggenangi jalan pantura sejak Alun-alun, Mapolres, Ketapang, Bransong hingga Kaliwungu.

Tak hanya disitu. Akibat paling terasa adalah kekacauan jadwal perjalanan kereta api. Saya seharusnya berada dikabin Kamandanu untuk berangkat dari Stasiun Tawang jam 21.00 Minggu malam. Namun banjir yang menggenangi jalur kereta api di daerah Kendal mengakibatkan arus kereta api menjadi kacau.

Banjir di Stasiun Poncol maupun Stasiun Tawang adalah hal biasa, namun kali ini terasa luar biasa. Kereta Senja Utama yang biasa berangkat jam 20.00 Minggu malam tertunda hingga jam 00.30 dini hari dan baru mencapai Jakarta konon pada Senin siang jam 12.00, luar biasa. Sebagai perbandingan, kereta Gumarang yang berangkat dari Gambir pada 18.00 Minggu sore, baru sampai di Stasiun Poncol pada Senin pagi jam 10.00.

Saya telah siap berangkat pada Minggu malam, namun banjir besar di jalan raya tak memungkinkan saya mencapai stasiun dengan moda transportasi darat yang saya miliki, mobil maupun motor. Tatkala para pengayuh becak pun enggan mengarungi genangan air, pilihan berjalan kaki dalam gelap malam, hujan rintik, genangan air dan jarak yang lumayan membuat saya tak memilih opsi tersebut.

Senin pagi, saya berada di Stasiun Poncol untuk bersiap pergi dengan kereta apapun. Namun dari seberang telefon, Nanang temanku yang sedang berada di Stasiun Tawang, memberitahu bahwa siang ini tak ada kereta berangkat. Akhirnya dengan SMS kami bersepakat untuk mencari alternatif lain, dengan bus menuju Jakarta.

Mencoba bus Nusantara, namun salah seorang kenalan, Rudi dengan wajah sayu memberitahu bahwa Nusantara hanya memberangkatkan satu armada yang telah habis terjual tiketnya. Kaki-kaki lelah kami menuju bus yang lain, Coyo. Disana, Didin memberi kabar bahwa pihak bus belum memberi kepastian keberangkatan armadanya.

Senin jam 11.00, kepastian itu datang juga. Bus akhirnya “mencoba” berangkat melalui jalur alternatif yang diyakini steril dari banjir dan hanya bisa melayani sampai Cirebon. Walau pada akhirnya semua sama, banjir tetap menggenangi, perjalanan tetap berjalan lambat. Dalam rinai gerimis yang tak juga henti, kami bermimpi bahwa kami akan sampai di Cirebon lalu ke Jakarta dengan kereta Cirebon Ekspress.

Namun alam berbicara lain. Banjir yang menghambat membuat kami berjalan begitu lambat. Dan tatkala jam 19.00 kami tiba di batas kota Cirebon kami hanya bisa berharap untuk bisa melanjutkan langkah kami dengan bus malam.

Kami terus berjalan dengan suara-suara lirih kami bertutur pada keluarga tercinta betapa kondisi sedang tidak bersahabat dengan para pejalan seperti ini. Kantuk masih membebani pelupuk, tatkala angin dini hari menyapa. Pukul 02.00 selasa dini hari kami tiba di Jakarta. Kami berlima bersiap untuk mengakhiri perjalanan senasib ini. Ada keharuan tatkala kami harus saling berpamitan untuk melanjutkan tujuan yang berbeda. Tak terasa, banjir telah menjadikan kami bagai saudara.

Salamat berjumpa, Jakarta… Kami tiba kembali… mengais nafkah di halamanmu, untuk kehidupan kami dan keluarga kami… selamat bertugas Saudaraku… bersamamu ada cerita indah yang kuhimpun dalam hatiku…

2 thoughts on “Banjir yang Memberiku Saudara

  1. darahbiroe mengatakan:

    saya baca artikel ini untuk menjawab soal pertama heheh

  2. dasir mengatakan:

    Sedang nyontek untuuk jawab kuis pak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: