Engkau Laksana Bulan

3

Maret 3, 2009 oleh sedjatee

moon

Engkau laksana bulan

Tinggi jauh di kahyangan

Hatiku telah kau tawan

Manusia sangat kreatif dan atraktif untuk mengekspresikan kekaguman, kasih sayang dan cinta. Berbagai gaya bahasa diciptakan dan itu tidak pernah cukup untuk mengungkapkan maksud hati. Judul diatas, sebuah tembang yang dipopulerkan oleh Sheila Madjid, punya makna estetis yang sangat dalam. Betapa kekaguman itu mampu menumbuhkan pesona yang begitu hebatnya, hingga lahirlah ungkapan seperti bait diatas… Engkau laksana bulan…

Seperti halnya Stevie Wonder juga pernah mempopulerkan “You’re sunshine of my life”, tak berlebihan jika kita beranggapan bahwa pernyataan cinta terkadang sarat dengan personifikasi yang memukau.

Sobat.., tak hanya mereka yang bisa menciptakan ekspresi indah itu. Kita semua bisa dan punya kapasitas yang sama untuk mengungkapkannya. Hanya.., terkadang kita punya pertimbangan untuk berhati-hati mengungkapkan puja-puji yang terlalu hiperbola kepada manusia. Kita terkadang naif, gampang dimabokkan oleh sesuatu yang semu. Kita begitu mudahnya dibuai dengan pesona-pesona, kemudian menciptakan angan-angan yang begitu tinggi. Itu karena terkadang kita disilaukan oleh suatu momen sesaat yang menyinarkan pesona manusia biasa.

Tetapi Sobat.., oleh karena sedikit kesalahan dan kekecewaan pada seseorang, kita menjadi beringas dan tak kuasa mengendalikan lidah kita. Keluarlah caci-maki, hasutan, cercaan dan sumpah-serapah. Segala kotoran seakan juga bisa dikeluarkan dari lisan kita.

Sobat.., adalah benar jika kita bisa lebih murah hati dan berbasa-basi kepada orang lain. Menjadikan orang lain bergembira dengan pujian, tentulah sebuah amal yang sangat mulia. Tetapi kita percaya, seseorang hanya akan menerima pujian atau kekaguman jika sesuatu memang telah sesuai dengan realita dan merasa itu pantas untuk dihargai. Kita bukan lagi kanak-kanak yang berbuat sesuatu hanya karena ingin dipuji. Ketika kekaguman itu dilakukan dengan melebihi batas atau tidak pada tempatnya, mungkin akan diinterpretasikan sebagai sindiran atau lip service semata.

Semua kita hanyalah manusia biasa, dimana kebaikan dan keburukan melebur jadi satu dalam karakter diri kita. Kalaupun ada manusia yang sesekali berlaku fenomenal, suatu waktu ia mungkin akan juga berlaku keliru. Hal yang lazim terjadi. Karena manusia tiada yang sempurna.

Namun begitu, sejarah alam semesta pernah mencatat hadirnya sesosok insan paripurna. Ia menorehkan peradaban yang sepertinya tak bakal ada, menjadi benar-benar ada. Ia mengajarkan kebaikan bukan hanya sekadar teori, lebih dari itu adalah dengan kemuliaan akhlaknya. Ia tak pernah mencela, dan dirinya pun tak punya cela. Ia membalas kezhaliman dengan budi yang terpuji.

Disini.., di bulan Rabiul Awal ini, saya juga ingin mengungkapkan sebuah ekspresi cinta dan kekaguman kepada seseorang. Dialah sang pembawa risalah paripurna. Seseorang yang lahir di Makkah pada bulan Rabiul Awal 15 abad yang lalu. Seseorang yang tatkala hijrah di Madinah, disambut oleh para shahabatnya dengan senandung “thala’al badru ‘alaina…” telah terbit purnama bagi kita… ya… hanya kepada beliaulah alamat yang pantas bagi saya untuk mengatakan Engkau Laksana Bulan…

Allahumma Shalli ‘ala Sayyidina Muhammad

3 thoughts on “Engkau Laksana Bulan

  1. leebizniz mengatakan:

    nice artikel

  2. jundi313 mengatakan:

    Andaikan memang Rasulullah seumpana bulan. Begitu indah namun jauh dari jangkauan. Maka aku ingin seperti Neil Armstrong yang mencoba semakin dekat dan mendekatinya. outstanding appaluse to om tampan.

    • sedjatee mengatakan:

      trimakasih ya Jundi, btw ini bukan ngolok-ngolok para jomblo-jomblo keren, cuma ngingatkan saja bahwa sebenarnya ada sesuatu yang lebih penting dalam hidup yaitu ehm… tafsirkan aja sendiri, hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: