Elegi untuk sahabat

Tinggalkan komentar

Maret 10, 2009 oleh sedjatee

sumbing21

Kelopak bunga mahoni runtuh dipukul angin penghujan
Butirannya jatuh ke rambut yang tak semuanya tetap hitam
Hawa dingin menusuk seluruh rongga
Memberi tegur selamat datang kembali di keheningan kota sunyi

Matahari menebar senyum dari atas Merapi
Mengusir kabut dari wajah kota yang belum sepenuhnya terbangun
Aku menapaki jalanan tua
Mencari deretan aksara yang tersimpan rapi di arsip kenangan
Mengetuk satu persatu pintu hati
Menunggu jawaban hampa dari ruh yang sedang pergi

Pandanganku menyapu sekolah yang kosong
Hanya debu tebal mengurung bangku-bangku
Berhias bendera yang terkulai di tiangnya yang lusuh
Tak ada lagi senyum canda dahulu
Ruang kelas ini merindukan penghuninya
Sedalam kerinduanku pada gugusan nama-nama

Ada pintu yang sedikit terbuka
Yang mungkin untuk kita masuki kembali
Membuka celah-celah ingatan masa lalu
Dalam warna yang lebih kemilau

Bahwa hari ini kita bertabur di berbagai sudut dunia
Merangkai mimpi dan harapan tinggi
Tetapi kita pernah menapaki jalan yang sama
Jalan tua yang satu saat kita bersama pasti ingin menapakinya kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: