Sejahtera di Bulan April

7

April 1, 2009 oleh sedjatee

51574875

Thanks God, April is coming… hehe… sebuah kalimat yang jelas maknanya, April datang, berarti kalender kembali ke tanggal pertama, alamat kantong PNS akan kembali terisi. Oh betapa malangnya diriku. Ups sori, alam pikiran kita tidaklah sedangkal itu. Setidaknya ada beberapa atribut sejahtera yang tersemat di relung fikiranku menyambut bulan April ini.

SEJAHTERA YANG PERTAMA dibulan ini adalah bahwa hari ini aku pertama kali gajian sesuai PP nomor 8 tahun 2009. Gaji naek sekitar 250ribu, lumayan. Menaikkan gaji PNS oleh pemerintah status quo adalah sebuah investasi politik yang cukup bagus. Setidaknya ada lebih dari enam juta PNS yang pada sembilan hari sebelum pemilu mengecap kenaikan gaji. Apakah ini berarti suara PNS telah tergiring untuk masuk ke salah satu kelompok yang bertarung dalam pemilu? Sepertinya tidak. Mereka tidak lagi gampang dikelabui hanya dengan prosesi kenaikan gaji ditengah krisis global. Mereka bukannya tak bisa berterima kasih, tetapi kini mereka telah cerdas.

SEJAHTERA YANG KEDUA dibulan ini adalah bahwa pemerintah akan segera merealisasikan pembagian Bantuan Langsung Tunai. Lagi-lagi, momentum pembagian itu diserempetkan dengan momen pesta demokrasi. Dalam situasi krisis global seperti ini Pemerintah telah memuji diri sendiri dengan menyebut Indonesia sebagai satu-satunya negara asia yang masih punya tren pertumbuhan ekonomi positif. Ah… bukanlah pemerintah yang tangguh, tetapi rakyat Indonesialah yang tangguh. Mengapa rakyat? Jawabannya adalah karena rakyat kecil negeri ini punya keturunan darah pemberani. Dan terbukti. Rakyat punya ketangguhan yang mencengangkan untuk menjalani krisis ini dengan sabar dan tawakkal. Esok, saya yakin, mereka akan memburu dana kompensasi atau BLT di kantor-kantor pos dengan antrean yang lebih panjang dibanding antrean pemilu sekalipun.

Pemerintah tiba-tiba menjadi seperti sekelompok orang dungu yang hanya bisa mengeluh. Tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah yang menjadi tanggung jawabnya secara cerdas dan elegan. Krisis telah tiba, dan ketangguhan ekonomi indonesia bukanlah semata-mata karena stimulus fiskal yang dikucurkan pemerintah. Tatkala segenap permasalahan ekonomi dan sosial berderet menghantui negeri ini, para pemimpin negeri menyatakan cuti kampanye untuk memperkuat laskar tempurnya di kancah perebutan kekuasaan. Maka bersiaplah akan lahirnya fenomena orang kehilangan pekerjaan, bayi menahan lapar, anak putus sekolah, atau pns rendahan yang gamang menikah karena gajinya tak cukup untuk membeli mahar.

Keteladanan. Itulah yang tidak dimiliki oleh pemimpin negeri ini. Eksekutif maupun legislatif, pusat maupun daerah. Maka janganlah bermimpi bahwa Jakarta akan seperti Damaskus saat Umar bin Abdul Azis bertakhta. Umar yang berjiwa enterpreneur adalah salah satu orang terkaya, namun saat memulai kepemimpinannya ia menyerahkan semua hartanya yang diperoleh secara halal itu ke kas negara sebagai teladan pemimpin bagi rakyatnya. Bahkan salah satu yang diserahkan itu adalah kalung yang masih menggantung di leher Fatimah sang isteri. Ajaib, tatkala Umar mangkat setelah 32 bulan berkuasa, semua orang di wilayah Daulah Bani Umayyah punya kekuatan untuk membayar zakat. Penggantinya, Yazid bin Abdul Malik, menawari Fatimah untuk mengambil kembali kalungnya dari Baitul Maal. Namun wanita shalihah nan cantik jelita itu menolak, ia juga punya keteladanan yang tinggi dan kesetiaan yang tiada akhir pada mendiang suaminya.

Menumbuhkan keteladanan secara ikhlas ternyata bukan perkara gampang. Keberpihakan kepada orang kecil masih hanya sebatas kata-kata. Kalaupun akhirnya saya cukup berlapang dada, itu karena saya teringat apa yang dicetuskan oleh Azwar Anas ketika menjadi Menko Kesra. Di negeri ini semua rakyatnya telah sejahtera. Tetapi ada yang labelnya Pra-Sejahtera, ada yang Sejahtera I, Sejahtera II dan seterusnya. Alhamdulillah kita semua telah punya label itu. Kita semua telah sejahtera, hehe…

lampard-eng8SEJAHTERA YANG KETIGA, apa itu? Yang ini sedikit rahasia, namun dengan senang hati saya akan membagi sejahtera yang satu ini untuk Anda. Kesejahteraan dimulai dengan keadilan. Untuk menuju kesejahteraan, kita harus mengambil sikap, jangan diam. Demikian juga di hari pemilu, kita harus hadir. Untuk mendukung indonesia yang adil dan sejahtera kita harus menentukan pilihan yang tepat pada pemilu nanti. So.. kita harus datang ke TPS, mengambil surat suara dan memberikan pilihan kita. Pilihan yang mana? Sederhana saja. Saya tak merasa perlu membentangkan surat suara. Cukup buka lipatan ujung kanannya, contreng saja lambang yang di ujung kanan itu. gampang. Nomor berapa? ah.. saya saya hanya ingat nomor punggung Frank Lampard di Chelsea maupun timnas Inggris. Tapi kalo ditanya PP nomor berapa peraturan gaji PNS baru yang membuat saya lebih sejahtera? jawabnya pasti: Peraturan Pemerintah NOMOR DELAPAN, Hehe…

7 thoughts on “Sejahtera di Bulan April

  1. pujohari mengatakan:

    SEJAHTERA 1 : ALHAMDULILLAH, BISA NAMBAH ZISWAFQU…..
    SEJAHTERA 2 : ALLAHU AKBAR, SEMOGA BISA DIGUNAKAN LEBIH BAIK…
    SEJAHTERA 3 : ALHAMDULILLAH ALLAHU AKBAR, KARENA ADIL LEBIH DEKAT KEPADA TAQWA DAN SEKIRANYA PENDUDUK NEGERI BERIMAN DAN BERTAQWA MAKA ALLAH AKAN SEJAHTERAKAN NEGERI TERSEBUT….

  2. Hendra Putra Irawan mengatakan:

    Sepertinya Pak Is ada unsur politis juga nih ditulisannya..hmmm..indikasi nih heheehhe..Tapi masalah kenaikan gaji ini memang memunculkan berbagai anggapan di tengah situasi politik yang sedang memanas (halah..). Apalagi keadaan ekonomi dunia yang cenderung sangat fluktuatif sekarang ini dirasakan sangat membuat kesulitan bagi pergerakan ekonomi dunia. Setidaknya pemerintah telah membantu para pegawai dan masyarakatnya dengan memberi kenaikan penghasilan dan berbagai subsidi (yang mungkin tidak seberapa apabila dibandingkan dengan negara lain).

    Sejahtera adalah sesuatu yang didambakan setiap orang. Tapi mungkin proses untuk menjadi lebih sejahtera harus dipahami oleh pemerintah dan masyarakat… Mungkin suatu saat kita (Indonesia) perlu melakukan revolusi budaya agar bisa mencapai ini semua ^_^

  3. sedjatee mengatakan:

    thanks, Pudjo and hendra atas masukannya… unsur politis? wah… kayaknya orang yang awam seperti saya gak faham blas tentang pulitik… tulisan itu hanya ekspresi tentang kebahagiaan dan harapan, sejahtera adalah bagian dari mimpi kita… thanks

  4. InsyaAllah_Bob tampan mengatakan:

    SEJAHTERA, insyaAllah membuat manusia tersenyum bahagia.seperti bulan sabit di awal bulan serta bulan purnama di tengah bulan.
    indahnya hari dengan senyuman dan salam…
    YaRahmanYaRahimYaAllah
    AllahuAkbar!

  5. jundi313 mengatakan:

    Bicara tentang sejahtera, agak susah…….
    Standarnya masih belum dibakukan oleh pemerintahan Indonesia.
    Sedangkan Islam bukan saja membuat standarnya namun telah dengan nyata mengaplikasikannya. Terlihat dari ekspresi kebingunagn yang ditunjukkan para hartawan yang ingin mencari para penerima zakat. Semoga sejahtera seperti demikian menjelma lagi. Partai berapapun yang nanti menang yang jelas yang jelas mesti berDELAPAN untuk menuju kebaikan (fastabiqul khoirat)

  6. rahmat gendro mengatakan:

    satu lagi Pak Is, tanggal 8 kita pulang pak Is.

  7. darmawan175 mengatakan:

    Wah pak Is katanya gak boleh diam, harus ambil sikap. tapi gak nyoblos ya?…hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: