Pemenang dan Pecundang

4

April 8, 2009 oleh sedjatee

kambing-hitam1Berakhir sudah masa kampanye dengan segala hiruk pikuknya. Hilang sudah segala bentuk saling caci, saling sindir dan saling umbar janji. Promosi parpol sudah hilang dari jadwal tayang televisi kita yang terkadang berisi kampanye hitam, metode paling primitif untuk memasarkan diri dengan cara menohok kompetitor.

Sesuai aturan, peraga kampanye pun sudah harus lenyap dari ruang-ruang publik. Namun demikian ada beberapa gambar caleg yang masih nempel di pintu bajaj, WC umum, dahan pohon atau kolong selokan. Bisa jadi ini caleg yang sudah kehabisan duit untuk mengupah tukang cabut atribut atau caleg yang sudah stress melihat peluangnya menipis untuk menang, alias kalah sebelum bertanding.

Yang jelas beberapa orang sudah ketiban berkah masa kampanye dalam bentuk kaos parpol, upah pasang atribut atau uang kampanye. Inilah orang yang telah merasa menang. Apakah benar mereka akan memilih partai yang memberi mereka kaos? Entah… mereka tidak pernah memberi garansi para parpol atau caleg tertentu. Atau jangan-jangan mereka tidak memilih sama sekali?

Opsi ”tidak memilih” tidak semuanya merupakan kesalahan pemilik hak pilih. KPU maupun KPUD hanyalah berisi orang dungu yang ingin mencari penghasilan sebagai petugas pemilu. Sulit mengharapkan sebuah kerja berkualitas dari orang-orang seperti ini. Mereka lebih suka memanggil arwah orang mati untuk hadir dalam pemilu daripada mendaftar orang yang benar-benar memiliki hak pilih. Namun demikian opsi ”memilih” juga tak bisa dilakukan secara asal-asalan. Kesalahan menentukan pilihan pada pemilu ini hanya bisa diperbaiki dalam lima tahun kedepan.

Ibarat sebuah perlombaan, pemilu akan menghasilkan pemenang dan pecundang. Namun kali ini kita menunggu hadirnya seorang pemenang yang tidak mabuk kemenangan dan juga para pecundang yang berlapang dada mengakui kekalahannya. Bukan pemenang yang menepuk dada atau pecundang yang mencari kambing hitam di sekelilingnya.

Daniel Ortega pernah menjadi salah satu kontestan pemilu di Nikaragua pada tahun 1990. Tatkala negeri itu dieksploitasi oleh tangan-tangan besi keluarga Somoza sejak 1956, Ortega dengan pejuang revolusioner Sandinista mulai mendapat tempat di hati rakyat. Dan hasilnya pada 1984 Sandinista memenangi pemilu dan Ortega terpilih sebagai presiden. Ia memerintah dengan gaya kiri yang tidak disenangi oleh Amerika. Ia memimpin negeri yang telah porak-poranda dihancurkan oleh para kroni Somoza selama revolusi. Ortega memang tidak serta merta membuat Nikaragua menjadi kaya, ia tetap hidup pas-pasan seperti rakyatnya, namun satu hal ia mulai mengenalkan Nikaragua kepada demokrasi.

Tahun 1990, Ortega dikalahkan oleh Violetta deChamorro dalam pemilihan presiden. Pemilu yang dipersiapkan sendiri oleh Ortega itu disebut oleh kalangan barat sebagai pemilu paling demokratis pertama di Nikaragua. Dalam pidato tentang kekalahannya itu Ortega berkata ”kami tak pernah mengawini kekuasaan ini. Kami lahir miskin, dan siap mati sebagai miskin. Kami kemarin berkuasa dan inilah yang bisa kami berikan, pemilu yang jujur dan demokratis. Meski di sini kami ternyata kalah”. Managua hujan rintik-rintik, ribuan orang berpayung menunduk hormat mendengarkan pidato dari pemimpin yang hendak lengser. Mereka menghormatinya, mereka tidak pernah menyesal bahwa di masa lalu mereka pernah memilih Ortega.

Ortega telah memberi contoh sikap menerima kekalahan secara terhormat. Bagaimana dengan masyarakat kita sekarang? Harapan itu masih ada. Kita ingat pada 2007 saat pemilihan kepala daerah ibukota. Kontestan yang kalah pada pilkada waktu itu dengan elegan dan sangat terhormat langsung memberikan ucapan selamat kepada si pemenang yang telah mengerahkan segala cara. Saya yakin, mereka lebih mendapat tempat di hati masyarakat. Mereka-lah orang yang memahami demensi pemimpin adalah pelayan masyarakat. Dan bagi saya, orang-orang seperti merekalah orang yang pantas dipilih untuk pemilu kali ini.

Selamat berpesta. Lupakan raut wajah negeri ini di masa lalu. Harapan itu masih ada.

4 thoughts on “Pemenang dan Pecundang

  1. jundi313 mengatakan:

    pemilu april 2009
    memilih hati2….
    memilih dengan hati
    memilih yang punya hati
    bismillah,..benar2 ada….
    harapan itu kan masih ada…..

  2. rahmat gendro mengatakan:

    biar menang atau kalh yang penting sejahtera semuanya. ok pak is

  3. rahmat gendro mengatakan:

    kemenangan SEDJATIE adalah yang kalah dan yang menang sama2 sejahtera.

  4. sedjatee mengatakan:

    thanks Rahmat… sing menang adalah pemenang SEDJATEE yang kalah harusnya LEGOWO… begitu to?? hehe….
    met lliburan ya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: