Senyum dari Desa (sebuah foto)

4

April 14, 2009 oleh sedjatee

orang-tani1

SAJIAN UNTUK PIARAAN

Nama saya Solikin. Sehari-hari saya bertani, menggarap sawah milik keluarga pak Lurah. Dirumah saya juga punya sepasang domba. Untuk mereka saya harus merumput dua hari sekali. Lumayan, saya punya tabungan untuk biaya anak saya masuk SMP.


orang-pasar

HARAPAN PADA SETUMPUK DAUN

Saya berjualan daun pisang di sini. Dalam sehari saya hanya bisa membawa paling banyak sekarung daun. Tiap lipat saya jual 2000 rupiah, tapi pembeli biasanya menawar sampai 1000 rupiah perlipat. Nggak apa-apa, segitu juga sudah lumayan. Saya jualan disini dari pagi, biasanya jam 2 siang saya pulang. Anak saya dirumah yang mencari daun pisang di sawah, saya yang menjualnya dipasar.


orang-bocah-ndeso

MASA DEPAN DESA

Mereka bocah-bocah desa. Mereka makan dari hasil orang tua mereka sebagai petani desa. Mereka menghirup nafas dari udara segar di desa. Mereka punya cita-cita yang lebih dari sekadar menjadi orang desa. Maka marilah kita membeli hasil bumi para petani kita yang hidup di desa. Kalo perlu mari kita mengejar bualan yang menjanjikan dana 1 miliar untuk setiap desa…. Hehehehe….

orang-gila

WONG EDAN

Kata orang ia bernama Samsudin, usia sekitar 50 tahun. Sejak kecil dia sudah dikenal tidak begitu waras. Namun kata orang, hingga masa remaja ia masih tampil wajar. Meski senewen dahulu ia juga ikut main bola, mengendarai vespa dan bermain gitar. Namun kondisinya makin memburuk setelah orang tuanya mangkat. Jadilah kondisinya seperti sekarang, bener-bener menjadi seorang gembel.. hehehe….


4 thoughts on “Senyum dari Desa (sebuah foto)

  1. jundi313 mengatakan:

    comment to WONG EDAN:

    Wah, edan tapi masih beretika ya, Pak…..
    bajunya masih sopan….
    berpeci…
    eyecatching lah…
    gak kayak selebritis kita….diidolakan….
    tapi bajunya…
    masya Allah

  2. kangmas mengatakan:

    wong edan tapi lebih waras..
    wong waras tapi lebih edan…
    edan..

  3. AbHie Terro mengatakan:

    (Jadilah kondisinya seperti sekarang, bener-bener menjadi seorang gembel.. hehehe….)
    knp harus ada kata he he he yg maksudnya mentertawakan keadaan seseorang yg tak berdaya …..
    seperti tak punya hati …!!!

  4. lucu mengatakan:

    Wow that was unusual. I just wrote an very long comment but after I
    clicked submit my comment didn’t appear. Grrrr… well I’m not writing all that over again.
    Anyways, just wanted to say wonderful blog!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: