Pesan Ngatmi untuk Kartini

Tinggalkan komentar

April 22, 2009 oleh sedjatee

ngatmi

dengan puisi ini aku bersaksi, bahwa rakyat indonesia belum merdeka
rakyat yang tanpa hak hukum, bukanlah rakyat yang merdeka
(Willybrodus SuRendra 2001, Kesaksian Akhir Abad)

Cuaca terasa panas, tetapi Ngatmi masih mengayunkan sapu lidi menyapu jalan. Ia tidak sedang mengisi waktu luang, tetapi ia memang berpeluh dengan menyapu jalan demi sesuap nasi. Ia mengerjakan pekerjaan yang tak pernah diimpikan olehnya dan oleh para wanita. Ia mengerjakan itu semua bukan karena hasrat emansipasi, namun lebih disebabkan desakan ekonomi.

Ngatmi hanya seorang dari sekian banyak marjinalis. Tatkala kucuran keringat para pemandat keluarga tak begitu cukup mengepulkan asap dapur mereka, Ngatmi turun ke jalan membawa sebuah semangat yang lebih mulia dari sekadar konteks emansipasi itu sendiri. Ia bergelut di ranah lelaki untuk sebuah alasan yang paling jujur dari hati manusia, yaitu alasan kehidupan.

Tatkala para pesohor di negeri ini menebar ribuan janji perbaikan kehidupan di masa kampanye pemilu lalu, Ngatmi tak peduli. Ia datang ke TPS dengan kemerdekaan hak pilih yang tak akan ia jual dengan harga berapapun. Bahkan tatkala aku bertanya, apakah ia memilih caleg perempuan? Ia enggan menjawabnya. Ia menggenggam aset politik satu-satunya itu dengan teguh.

Ngatmi tak tahu persis tentang RA Kartini. Ia hanya mengenal Karti, tetangganya yang berjualan pecel. Ngatmi, dalam pengalaman panjang hidupnya, tidak pernah dikenalkan kepada sosok pejuang emansipasi wanita yang membawa pesan lebih dari sekadar urusan kesetaraan gender. Ngatmi tidak mengenal RA Kartini, namun setidaknya ia melakukan hal yang sama mulia dengan perjuangan RA Kartini.

Jika Raden Ajeng Kartini ada ditengah-tengah kita pada 21 april tahun ini, ia mungkin akan menangis. Karena menurut Depdiknas tahun lalu, perempuan di Indonesia putus sekolah pada tingkat SD mencapai 14,39%, tingkat SLTP sebesar 14,57% dan SMU sebesar 23,65%.Karena menurut World Bank, angka infant mortality rate di Indonesia menunjukkan angka 32, atau yang tertinggi dibandingkan negara-negara ASEAN termasuk Laos dan Vietnam.

Jika Raden Ajeng Kartini ada diantara kita pada 21 april tahun ini, ia mungkin akan sedih. Karena menurut Unicef, 100.000 anak tewas setiap tahun karena malnutrisi dan defisiensi, dan 4000 anak-anak di negara berkembang yang mati setiap hari karena campak. Karena anak-anak yang lahir suci dari rahim para wanita di negara berkembang secara alamiah terancam diare dan pneumonia.

Padahal Sobat.., jika ada sedikit kepedulian, kita semua bisa membantu mengentaskan masalah itu. Harga sebutir kapsul vitamin tidak lebih mahal dari harga sebatang rokok yang kita hirup. Harga setetes vaksin DPT tidak lebih mahal dari biaya parkir kendaraan kita di pusat-pusat hiburan. Ongkos vaksinasi diare dan campak jauh lebih murah dibanding biaya sekali SMS teka-teki di televisi swasta.

Jika Raden Ajeng Kartini ada diantara kita pada 21 april tahun ini, ia mungkin akan terharu. Karena begitu banyak wanita berjuang untuk sesuap nasi bagi keluarga mereka, namun dengan tetap mempertahankan kehormatannya. Mereka tak segan keluar rumah di pagi buta untuk berbelanja kemudian menjajakan makanan ditengah terik matahari, mengabaikan kelelahan, hujan dan panas yang melanda.

Sobat.., Raden Ajeng Kartini hanya hidup sekali dan tidak bersama kita pada 21 april tahun ini. Tetapi apa yang beliau perjuangkan, juga bisa dilakukan oleh banyak orang termasuk kita. Kita ingin seluruh rakyat Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat, terhormat dan merdeka. Puisi WS Rendra diatas, mewakili keprihatinan itu. Itu adalah keprihatinan bersama, keprihatinan yang juga dirasakan oleh RA Kartini.

Kartini juga Ngatmi dan banyak wanita di negeri ini berharap ada masa yang terang benderang setelah saat-saat yang gelap gulita. Gelapnya sejarah, hitamnya kenyataan hidup, telah bersama-sama dilalui bangsa ini. Maka HABIS GELAP TERBITLAH TERANG, harus menjadi upaya konkrit untuk memperbaiki nasib hidup. Saya yakin itu sepenuhnya karena saya yakin kepada Dzat yang bisa mencipta habis gelap terbitlah terang. Yaitu Dzat yang … yukhrijuhum minadzhulumaati ‘ilaa nuur — membawa kita dari kegelapan kepada cahaya (2:257)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: