Antasena menjadi tersangka

5

Mei 5, 2009 oleh sedjatee

limbukHari cerah tidak terlalu panas. Kartamarma salah seorang Kurawa yang menjabat sebagai Direktur PT Rajasinga ini bermain golf dengan gaya seorang Tiger Woods. Disampingnya terlihat Limbuk, punakawan wanita merangkap seorang caddy, yang tampil seksi membawa payung dan seperangkat tongkat pemukul.
”Hai Limbuk, cantik sekali kamu hari ini…” tegur Kartamarma.
”ah.. Bapak bisa saja” jawab Limbuk sambil klecam-klecem.

Lalu Kartamarma yang dikenal playboy dan disinyalir punya beberapa isteri simpanan ini segera melancarkan serangkaian rayuan gombalnya.
”mBuk… kamu mau nggak jadi isteriku yang kelima” demikian ucap Kartamarma. Terlihat jakunnya naik turun, menelan ludah melihat penampilan Limbuk yang sangat merangsang libido.
”lho bagaimana to kangmas Kartamarma ini, kemarin nawarin jadi isteri keempat, lha kok sekarang bilang mau dijadikan isteri kelima”
”eh iya… kamu isteri keempat aja deh… yang kemarin itu Cuma gundhik, kamu mau kan Mbuk?” lanjut Kartamarma kalem.
”kalo sama kangmas Kartamarma, siapa sih yang berani menolak” jawab Limbuk menggemaskan. Lalu pegolf yang terampil memainkan satu stick dua bola ini berpamitan kepada Limbuk untuk pulang kerumahnya, hari telah mulai mendung.

Suasana menjadi mencekam. Saat Kartamarma keluar dari lapangan golf dengan menaiki becak kesayangannya, tiba-tiba muncullah sesosok wayang misterius mengendarai sepeda motor. Wayang misterius ini mendekati mobil Kartamarma lalu menodongkan sepucuk senjata api laras pendek.
”Ups… berhenti mas… sampeyan Kartamarma atau bukan” tanya wayang misterius.
”Ya jelas, saya Kartamarma. Yang bilang saya Kumbakarna siapa? Emangnya ente mau ngapain?” jawab Kartamarma enteng.
Lalu tanpa basa-basi, wayang misterius tadi menumpahkan peluru panas ke kepala Kartamarma kemudian ngacir dengan sepeda motornya. Suasana menjadi riuh oleh penembakan misterius di sore hari itu. Kartamarma segera diangkut ke rumah sakit terdekat namun jiwanya tak tertolong. Republik Astina untuk sesaat menjadi heboh oleh penembakan misterius itu.

*** &&& ***

Pengusutan atas tewasnya Kartamarma mulai dilakukan. Aparat penegak hukum Astina telah berhasil menangkap wayang yang menembak kepala Kartamarma. Penembak misterius itu ternyata adalah seorang disertir yang pernah menjabat sebagai komandan hansip di negara wayang.

”eh mas… sampeyan itu gimana to, wong pernah jadi penegak hukum kok malah membunuh, apa sampeyan lupa, pembunuh itu bisa dihukum berat?”
”saya membunuh karena dibayar kok mas”
Pengakuan ini segera menyeret sebuah nama sebagai penyandang dana pembunuhan Kartamarma. ”jadi siapa yang membayar sampeyan untuk melakukan pembunuhan?”
”Burisrawa”
Negara Astina gempar, Burisrawa ditangkap sebagai orang yang mendanai pembunuhan.

*** &&& ***

Burisrawa menghadapi pemeriksaan jaksa dengan senyum-senyum. Ia merasa bisa menyeret satu nama sebagai otak pelaku pembunuhan Kartamarma.
” Saudara Burisrawa, apakah Saudara menyuruh membunuh korban atas ide Saudara sendiri?” tanya penyelidik Astina.
”Tidak mas, saya memang mendanai pembunuhan Kartamarma, tetapi itu saya lakukan atas pesanan seseorang” jawab Burisrawa dengan enteng.

Burisrawa lalu bercerita. Terjadi cinta segitiga antara anak manusia. Bahwa Limbuk, punakawan wanita yang menjadi caddy golf, pada dasarnya adalah pangkal masalah itu. Kartamarma sebagai seorang playboy memang sedang berupaya membujuk Limbuk untuk menjadi salah satu isteri simpanannya. Namun tanpa diketahui oleh Kartamarma, Limbuk juga terlibat perselingkuhan dengan salah satu pejabat negara Astina. Nama inilah yang kemudian tersinggung dengan sikap Kartamarma ingin menjadikan Limbuk sebagai gundiknya. Pejabat inilah yang akhirnya memerintahkan Burisrawa untuk menyewa penembak agar mengakhiri riwayat Kartamarma.

Republik Astina gempar. Penegak hukum menyatakan telah menemukan aktor intelektual kisah asmara dan pembunuhan ini. Dia adalah Antasena. Tak dinyana, tokoh publik yang akhirnya dijadikan tersangka ini adalah pimpinan lembaga negara. Ia memimpin Kementerian Pengembangan Prostitusi, sebuah lembaga moral pemusnah prostitusi yang merajalela di Astina.

Publik terhenyak. Figur publik seharusnya memberikan keteladanan dalam hal moral, namun faktanya wayang sinting ini malah berselingkuh ”hanya” dengan seorang murahan bahkan tega merancang suatu pembunuhan terencana. Benarkah Antasena mendalangi pembunuhan itu, atau ia hanya menjadi korban rekayasa kesemrawutan hukum dunia wayang?

Untunglah cerita ini hanya terjadi di negeri wayang, bukan di negara kita. Hehehe….

5 thoughts on “Antasena menjadi tersangka

  1. angkasah mengatakan:

    Hmm… kok ceritanya familiar ya om??? (pura2 ngga ngerti)

    tapi selama palu belum diketuk maka belum ada pihak yang bersalah om… hehe

  2. darmawan175 mengatakan:

    salut sama om…tulisannya kok langsung update? kapan bikinnya om?

    oya, ngomong2, bukankah justru burisrawa yg dibunuh Kartamarma?
    Btw, saya tu dari waktu Pak Antasena diangkat oleh Wakil Rakyat Nagari Astina dulu saya kok udah punya feeling gak terlalu yakin sama beliau ya…dia itu bicaranya ngoko terus gitu lo, gak sopan,,,,.hehehe

  3. sedjatee mengatakan:

    thanks buat Afgan atas komennya… mudah-mudahan aparat kita objektif dalam memutuskan status pelaku dan hukumannya….
    thanks juga buat wawan… sekadar mengingatkan : yang membunuh Burisrawa adalah Setyaki… hehehe…

  4. rahmat gendro mengatakan:

    kalau antasena jadi tersangka, nama baik werkudara jadi tercemar donk pak Is……………………..

  5. soekadi kongsodew mengatakan:

    apik mas, critane.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: