Pesan dari Sebuah Racun

7

Juni 5, 2009 oleh sedjatee

asap rokok

Udara sejuk di awal kemarau, tatapan tertegun pada bentangan warna hijau terhampar. Permadani hijau seluas belasan ribu hektar di lereng Gunung Sumbing – Sindoro adalah harapan bagi puluhan ribu petani. Mereka hidup dalam makmur dan damai berkat kepiawaian mereka mengolah komoditas agribisnis itu menjadi produk bernilai jual tinggi. Puluhan ribu petani tembakau di kabupaten ini, yang biasa hidup dalam ketenangan, beberapa waktu lalu terpaksa berdemo. Masuknya RUU Pengendalian Dampak Tembakau sebagai salah satu program legislasi nasional 2009 membuat mereka gerah. RUU itu dianggap sebagai ancaman bagi kelangsungan kegiatan ekonomi mereka, terlebih Gubernur telah mengimbau untuk mengkonversi tanaman tembakau mereka dengan kopi.

Well, ada banyak pemikiran mengapa beberapa kelompok berusaha mengurangi dampak tembakau, dalam hal khusus adalah rokok sebagai produk turunan utamanya. Asap rokok adalah benda yang sangat adiktif (memunculkan ketagihan), toksik (beracun) dan karsinogenik (menyebabkan kanker). Rokok diyakini mengandung lebih dari 4000 jenis racun, yang 60 diantaranya bersifat karsinogenik.

Jika kita memegang koin Rp.500 yg beratnya sekitar 5 gram dan ternyata itu adalah racun anthrax, maka itu bisa membunuh 500 juta orang. Jika koin itu berupa sianida, maka 25 orang bisa dibunuh. Jika arsenik, ia bisa membunuh 25 orang, nikotin 111 orang dan jika botulinum bisa membunuh 100 juta orang. Maka diprediksi kematian akubat merokok pada abad 21 ini mencapai satu milyar jiwa.

Membincangkan benda 9 cm ini, adalah membincangkan sebuah komoditas yang tahun 2008 jumlah produksi nasionalnya mencapai 235 miliar batang. Artinya jika jumlah tersebut dirangkai, maka itu akan menjadi suatu barisan rokok sepanjang 21 juta kilometer atau lebih panjang dengan jarak bumi ke pusat tatasurya. Cukup miris ketika tahu bahwa 95% dari jumlah produksi itu dikonsumsi di dalam negeri. Fakta ini menguatkan asumsi bahwa setengah dari total rokok dunia dikonsumsi di empat negara yaitu Cina, AS, Jepang dan Indonesia.

kethet merokokMonster utama dalam rokok adalah nikotin yang konon bisa 10 kali lebih kuat dari pada kokain dan morfin dalam hal memunculkan efek psikoaktif (mempengaruhi mental dan perilaku). Dalam rokok juga terdapat benzofrenia yang menyebabkan kanker, plumbum yang merusak otak, formal dehid yang merusak paru-paru, kadmium yang menyakiti hati dan ginjal. Batangan tembakau ini dikonsumsi oleh 1,5 miliar penduduk dunia, dan telah menyebabkan kematian sebesar 5,4 juta kasus pertahun atau rata-rata satu orang tewas setiap 6,5 detik.

Dari sudut pandang keuangan negara, cukai tembakau memberi kontribusi sebesar 4,4 triliun rupiah pada 2008, dan memberi devisa US$267 juta sebagai pendapatan ekspor. Hal ini tidaklah terlalu seimbang dibandingkan ancaman kesehatan bagi masyarakat dalam skala global. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahwa rokok haram bagi perokok di tempat umum, ibu hamil dan anak-anak di bawah umur, sejauh ini belum menjadi anutan bagi anggota Majelis Syurok (Majelis Suka Rokok). Artinya memang masih juga ditemukan para perokok ditempat umum meski disitu ada bayi dan ibu hamil.

Memandang hamparan tanaman tembakau, salah satu penopang utama perekonomian masyarakat kampung halamanku, hati ini terharu. Hanya bergantung pada tanaman padi sebagai unggulan pertanian adalah hal yang riskan. Namun pilihan bijak harus segera diambil, toh pemimpin negeri ini sangat arif dalam membuat keputusan yang berpihak kepada rakyat. Ada banyak cara untuk memakmurkan satu pihak, tanpa mendzalimi pihak lain. Dan kini, 31 Mei, di hari tembakau internasional, kita layak merenung lagi.

7 thoughts on “Pesan dari Sebuah Racun

  1. jundi313 mengatakan:

    tajam Om.
    Saya pernah berdikusi dengan beberapa teman tentang alasan mereka memulai dan mempertahankan konsumsi rokok. Dalam kasus ini terutama, para lelaki.
    Lucu, alasan dominannya adalah untuk memperlihatkan ke-SEDJATEE-an mereka.
    Hehehehe……
    Lalu saya tantang Om, “Kalau memang kalian sedjatee. Berarti kapanpun bisa meninggalkan rokok. Dan sedikitpun tak bergantung padanya.
    Tapi saya yakin mereka takkan mampu.
    Karena kesedjateean dan rokok terpisah jauh oleh sebuah laut yang tak mungkin disambungkan mesti dengan jembatan “Suramadu”.🙂

  2. sedjatee mengatakan:

    Trimakasih atas komennya ya Dek Pendi, ngelantur juga neh, dari rokok ke jembatan suramadu…. ngelantur karena euforia cinta? hehehe….. btw ternyata ada hubungan antara rokok dan jembatan suramadu. jembatan itu panjangnya 5438 meter, kalo rokok yang 9 centi dijejer, maka perlu 60.423 batang rokok untuk menyamai panjang jembatan itu. hehehe.,…

    salam sukses
    sedj

  3. pujohari mengatakan:

    Kesan saya tentang rokok:
    1. Ayah saya (alm) yang punya TBC menjadi lebih segar kondisinya setelah benar-benar bisa berhenti merokok.
    2. Istri saya langsung pusing ketika ada orang merokok pada jarak 10 m dari rumah, meskipun istri saya berada di ruang belakang rumah (sekitar 8 m dari pintu rumah). Kebetulan penciuman istri terhadap rokok sangat sensitif.
    4. Ada penelitian, jika orang-orang Israel sangat menghindari rokok karena menurut penelitian mereka dalam jangka panjang rokok akan mengurangi kemampuan otak. Faktanya, orang-orang Israel nerupakan manusia yang cerdas (meski culas juga).
    5. Industri rokok masih memberik kontribusi ekonomi dengan jumlah yang masih sangat besar.
    6. Saya berharap, pemerintah dan para pemimpin masyarakat bisa membimbim masyarakat untuk bergeser baik dari konsumen, produsen maupun produsen rokok. HM Sampoerna saja telah meninggalkan bisnis ini sejak beberapa tahun lalu.
    7. Saya meyakini Rokok itu HARAM

  4. sedjatee mengatakan:

    wah… maturnuwun, komentar yang sangat informatif. ternyata israel bukan pengonsumsi rokok ya… mereka, walau culas, tahu betul mudharat buat kesehatan. trus, HM Sampoerna telah meninggalkan bisnis rokok? bener-bener baru tahu nih…. thanks infonya…

    salam bloger
    sedj

  5. pujohari mengatakan:

    Persis belum tau mister, yang jelas kan HM Sampoerna telah menjual bisnis rokoknya ke Philips Morris..belum tahu apakah telah total meninggalkan bisnis rokok, tapi yang jelas sekarang Sampoerna lebih banyak pada bisnis sekuritas dan agribsnis…

  6. pujohari mengatakan:

    British American Tobacco Plc (BAT) mengambilalih 85 persen saham PT Bentoel Internasional Investama Tbk, dari PT Rajawali Corpora dengan harga 494 juta dolar AS (303 juta poundsterling).—>info terbaru dari Republika Online (18/06/2009, 05:57)

  7. wardoyo mengatakan:

    Bisnis om, semuanya bisnis.
    Rokok gak bisa dan gak boleh dilarang. Fatwa haram juga salah kaprah.
    Selama orang Indonesia masih merokok pakai cengkeh gak apa-apa om. Lebih aman. Tapi kalau rokok putih yang gak ada cengkehnya itu yang bahaya banget om… menurut saya lho (soalnya gak suka rokok putih sih).
    Thanks share informasinya. Salam hangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: