Ketika Alutsista Ditagih

Tinggalkan komentar

Juni 15, 2009 oleh sedjatee

KCBditagih

Sinuwun Baginda Duryudana (disingkat SBD), presiden Republik Astina, termenung menerima laporan tentang jatuhnya helikopter milik Angkatan Udara Astina. Ia bingung memikirkan alat utama sistim persenjataan (alutsista) negara Astina yang dianggap sudah ketinggalan jaman. Berdiri di hadapannya, Durna Menteri Pertahanan berusia 67 tahun, salah satu menteri paling senior dalam kabinetnya.

“Paman Durna, apakah sampeyan sudah mendapatkan keterangan tentang penyebab jatuhnya daripada helikopter kita?” demikian SBD membuka rapat kabinet terbatas bidang pertahanan.
“Kalo menurut saya, pesawat jatuh itu karena ulah Gatotkaca yang suka kentut di udara, hal ini menimbulkan turbulensi di jalur penerbangan. Jadi mohon jangan beranggapan karena saya selaku menteri pertahanan sudah berusia tua terus menyukai alutsista yang tua-tua.”
“Terus, bagaimana rencana Paman Durna terhadap penanganan alutsista kita”
“Saya akan terus menggunakan alutsista kita yang berusia tua, kalaupun negara ini akan menambah alutsista, maka saya menyarankan untuk membeli alutsista bekas dan sudah tua demi menghemat anggaran” jawab Durna meyakinkan.
“Lanjutkan” dukung Presiden SBD.

sengkuniKontan saja, tragedi jatuhnya pesawat milik tentara di masa kampanye pilpres ini menjadi santapan lawan politik Presiden SBD. Patih Sengkuni, mantan wakil presiden yang mencalonkan diri sebagai Capres ini mengkritik kurangnya perhatian pemerintah pada alutsista negara.
“Jika saya terpilih, saya akan membenahi alutsista hanya dalam tiga bulan” cetusnya didepan para wartawan wayang. “Bisakah secepat itu, Pak?”
“Kenapa tidak? Lebih cepat lebih baik” katanya sambil terkekeh-kekeh.

Alutsista menjadi topik utama masalah pertahanan negara Astina. Dengan menyandang predikat negara kepulauan dengan wilayah perairan dan udara yang sangat luas, kebutuhan alutsista menjadi tuntutan wajib bagi negara ini. Potret alutsista Astina yang ketinggalan jaman ini dimanfaatkan negara jiran untuk bertindak semau gue terhadap kedaulatan bangsa Astina. Setidaknya dalam tahun 2009 ini sudah lebih dari sepuluh kali kapal perang negara Alengka melanggar perairan Astina. Belum lagi seringnya ditemukan kapal negara Alengka mencuri ikan di perairan Astina dengan berpura-pura memasang bendera Astina.

Lebih jauh, tercatat ada beberapa kasus kecelakaan armada peralatan Tentara Nasional Astina (TNA) yang memperburuk opini masyarakat terhadap alutsista Astina.

7 Maret 2009. Helikopter TNA mendarat darurat di tambak udang milik Antareja. Pesawat yang dinaiki Citraksa dan Citraksi itu rusak berat. Beruntung keduanya selamat dan hanya luka-luka. Kepada wartawan kedua pilot lulusan Akademi Angkatan Udara Wayang ini mengaku melihat wayang wanita yang sedang berenang di tambak, dan itu membuat mereka lupa bahwa mereka sedang menaiki helikopter.

6 April 2009. Pesawat jenis Fokker menabrak hangar Bandara Sokalima. Pesawat ini mencoba masuk hangar lewat atas, tanpa sadar bahwa dalam hangar yang tertutup atap seng itu ada pesawat yang tengah parkir. 18 personel Paskhas TNA dan 6 kru pesawat tewas dan beberapa pesawat yang parkir di hangar rusak.

20 Mei 2009. Pesawat Hercules C-130 jatuh di persawahan daerah Cindekembang. Pilot sedang mencoba kecanggihan pesawat tua yang katanya bisa mendarat di tengah sawah itu. Lebih dari 90 orang tewas. Warga Cindekembang yang rumahnya tertimpa badan pesawat pun ikut menjadi korban.

08 Juni 2009. Heli jenis Bolkow BO105 jatuh di pinggiran Astina. Tiga awak dan penumpangnya tewas. Salah satu korban tewas adalah Aswatama, komandan Pasukan Khusus Wayang Astina.

12 Juni 2009. Helikopter Puma milik Angkatan Udara Astina jatuh saat uji terbang. 2 wayang terbakar dan tewas di tempat. Tidak cuma itu, 5 wayang lain yang ada di dalam penumpang mengalami luka yang sangat parah.

Menurut Kartamarma, Kepala Staf Tentara Wayang Angkatan Darat, kondisi alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNA yang dalam keadaan layak digunakan hanya 60%. Sisanya sebanyak 40% alutsista masih harus diperbaiki agar layak digunakan. Faktor anggaran menjadi penyebab utama alutsista milik Tentara Wayang tidak semuanya dapat digunakan.

bagongKacau balau masalah alutsista ini diangkat sebagai bahan parodi oleh Bagong, pelawak yang tampil dalam deklarasi kampanye damai pilpres 2009. dalam monolog-nya itu, Bagong menyentil masalah alutsista khususnya armada penerbangan yang menurutnya “Kemarin ada Hercules jatuh, sampai-sampai ada anekdot di luar yang mengatakan, wah pesawat Astina nggak usah ditembaki juga pada jatuh sendiri.”

Terlihat Duryudono sebagai Capres dari Partai Birokrat terlihat cemberut melihat monolog Bagong tersebut. Sementara itu Patih Sengkuni, capres dari Golker (Golongan Kere) terkekeh-kekeh mendengar sentilan untuk saingannya itu. Sementara itu Dewi Gendari, mantan presiden yang maju lagi dalam pilpres ini terlihat bertepuk tangan kegirangan.

Yang jelas masalah alutsista kini mutlak harus mendapat perhatian dari siapapin presiden yang nantinya terpilih. Banyak umbar janji di masa kampanye adalah hal lumrah, semua boleh-boleh saja. Dan seusai pilpres nantilah, saatnya rakyat menagih janji para pemimpin negeri. Termasuk janji menyelesaikan carut marut masalah alutsista.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: