Laskar Poligami

2

Juni 25, 2009 oleh sedjatee

Laskar Poligami

Kisah selebritis negara wayang bernama Limbuk kembali menjadi buah bibir masyarakat. Apalagi kalau bukan seputar pernikahannya dengan Togog, pengusaha transportasi yang konon beberapa kali gonta-ganti bojo. Akhirnya Limbuk menikah juga, demikian headline harian “lampu remang-remang”, koran nasional negara wayang.

Penyanyi campursari yang sepi order ini sempat menjadi perbincangan karena dalam usia yang cukup lanjut belum juga mendapatkan pasangan. Beberapa tahun lalu Limbuk dikabarkan pacaran dengan Gareng, seorang tukang tambal ban. Namun sayangnya hubungan dengan pria ganteng berhidung bulat itu kandas di tengah jalan.

Biduan berusia tiga puluh tahun lebih ini sebenarnya berparas lumayan, setidaknya dia lebih cantik daripada Sarpakenaka. Namun sebagai pesohor ia tak mau sembarangan mencari suami. Seperti lazimnya, dia mendambakan pejantan yang berslepen tebal, dan dia beruntung menemukan sosok ganteng bernama Togog. Tidak main-main, pernikahan Limbuk dan Togog dilangsungkan di Tegal Kurusetra, tempat sakral bagi masyarakat wayang.

“Saudara-saudara, perkenalkan ini Kangmas Togog, suami saya yang ganteng, setia dan baik hati.” Ucap Limbuk sambil menebar senyum dalam acara jumpa pers dengan wartawan wayang.
“Lho , bukankah mas Togog masih berstatus suami orang?” tanya wartawan.
“Alaahh, itu semua cuma gosip” jawabnya dengan mata kriyip-kriyip dan rambut belum keramas
“Hati-hati lho mbak, jangan merampas suami orang, ingatlah sama karma”
“Apa? Kartamarma? Nggak usah mikirin Kartamarma deh, aku gak ada masalah sama dia. Dia tuh cukup dikasih rokok sebungkus juga beres”
“Kartamarma dengkulmu … wong hukum karma kok Kartamarma”

— ooo —

togog

Rumah tangga Limbuk dan Togog mulai memanas. Bukan karena berita seputar adegan panas mereka di tempat tidur, tetapi kabar yang menyatakan bahwa hanya sebulan setelah perkawinan itu, kedua mempelai telah pisah tikar. Togog disinyalir tidak rutin menyambangi tikar isteri mudanya itu. Dan kondisi ini mencapai titik klimaks beberapa hari yang lalu.

Naluri wanita seorang Limbuk memberi isyarat bahwa suaminya dalam posisi serong kiri. Maka instingnya mulai beraksi. Dengan mengendarai bajaj sporty keluaran terbaru, Limbuk ngebut di jalan tol untuk mengikuti insting-nya. Dan benar dari jarak beberapa meter mulai kelihatan bemo yang dikendarai Togog bersama seorang wayang wanita. Kejar-kejaran bak film laga pun terlihat seru.

Kebut-kebutan dua mobil sport ini dikejar oleh Petruk, petugas kepulisian yang sedang berpatroli naik sepeda onthel. ”Stop mas… dilarang kebut-kebutan” cegat Petruk sambil ngos-ngosan.
”Maap pak Pulisi, saya ngebut karena kebelet pipis, kira-kira dimana ya semak-semak yang terdekat dari sini?” tanya Togog sambil berdusta
”Oh ya… sekitar 80 kilometer lagi, kalo gitu Anda silakan menuju kesana”
”Trima kasih pak Pulisi, saya ngebut lagi ya!” sembari menginjak gas bemo yang terbatuk-batuk.
”Lanjutkan…” jawab Petruk dengan tegas.

Beberapa detik kemudian, bajaj yang dikendarai Limbuk dicegat oleh Petruk.
”Stop… eee… Nona Limbuk… ada yang bisa saya bantu?”
”Begini pak , saya mengejar bemo tadi, itu suami saya sama selingkuhannya”
”Oooo… yang tadi itu, kesana mbak, cari semak-semak, mau kencing katanya”
”Terima kasih pak Pulisi, saya mau mengejarnya”
”Ya… Lebih cepat lebih baik” jawab Petruk yang dihadiahi uang 1200 real.

Di dekat sebuah rerimbunan semak-semak, bemo yang dinaiki Togog dan pacar gelapnya mulai melambat. Momen ini dimanfaatkan oleh Limbuk untuk mendahului dan menghentikan bajaj-nya tepat di depan bemo. Dan benar, Togog ketahuan sedang satu mobil dengan seorang wanita. Togog tertangkap basah, benar-benar basah karena tidak tahan menahan pipis sehingga kencing di celana.

Dengan gagah perkasa Limbuk berhenti di tengah jalan, tepat di depan moncong bemo yang dipiloti oleh Togog. Sang pilot panik, makin ketahuan bahwa dia sedang berduaan dengan wanita lain. Ditengah kekalutan, wanita disamping Togog memberi perintah singkat dan tegas ”Lanjutkan !!” dan langsung direspon Togog dengan menarik gas sekuat mungkin. Bemo melaju kencang, Limbuk tersungkur di tengah jalan dengan wajah berdarah-darah.

Limbuk kembali berurusan dengan Petruk di kantor pulisi untuk melaporkan kejadian yang dialaminya. ”Lho, Nona Limbuk kok di wajahnya ada darah, apa habis nyembelih ayam?”
”Nyembelih ayam, gundhulmu, saya ditabrak sama bemo tadi itu lho Mas”
”Lho, bukannya yang di bemo tadi itu bojo sampeyan yang kemarin sampeyan puji sebagai orang baik, orang yang taat beribadah, orang yang jujur” tanya Petruk keheranan

Tanpa kesulitan, Petruk yang mantan lulusan terbaik Akademi Kepulisian Wayang ini segera bisa mencokok Togog dalam waktu singkat. Wayang berwajah mesum itu ditangkap satu paket dengan pasangan gelapnya. Ia dituduh melakukan pelanggaran yang dikategorikan sebagai KDRT atau ”Kekerasan Dalam Rumah Togog”

— ooo —

Kekerasan yang dialami oleh pesohor sekelas Limbuk ini memancing komentar dari Bilung, pakar kriminologi sosial yang merupakan guru besar di Universitas Wayang. Dalam suatu ulasannya di salah satu media, Bilung ini menyatakan bahwa para pelaku KDRT salah satunya adalah mereka yang tidak tersalurkan syahwatnya. Dalam kasus Togog ini, pelaku disinyalir mengalami ketakutan saat kesalahannya diketahui, sehingga dia secara sadar melakukan kekerasan.

Lebih lanjut Bilung menegaskan agar para pria semacam Togog diberi kesempatan untuk menjadi anggota Laskar Poligami. Syahwat harus diberi ruang gerak yang cukup agar para pemiliknya tidak hiperaktif. Sebagai contoh Bilung menyebut Cakil, salah satu penceramah kondang, yang saat ini sudah anteng dan jinak setelah bergabung pada Laskar Poligami.

Menjadi anggota Laskar Poligami masih dianggap sebagai hal setengah tabu bagi masyarakat wayang. Bagi para Narapraja, undang-undang keNaraprajaan memungkinkan para Narapraja untuk menjadi anggota Laskar Poligami meski harus melalui berbagai syarat. Dan sepertinya para Narapraja masih terkesan enggan untuk melakukannya. Diperlukan suatu keteladanan riil sehingga keanggotaan Laskar Poligami bukan hanya sebatas mimpi.

2 thoughts on “Laskar Poligami

  1. bunda mahes mengatakan:

    waowwww…
    pak is, tu potonya ngedesain sendiri juga pak?
    kereeeen…
    emang lebih cepat lebih baik!

  2. jaiman1 mengatakan:

    mantab…
    salam kena juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: