JK, Jacko dan Djoko

9

Juli 21, 2009 oleh sedjatee

_38490113_jacko98 Juli dini hari, perhatian dunia tersedot ke Staples Center, stadion megah yang menjadi kandang klub basket pemenang kompetisi NBA, Los Angeles Lakers. Sejauh mata memandang, tidak ada wajah Kobe Bryant, inspirator LA Lakers, ataupun Phil Jackson, pelatih bertangan dingin yang juga pernah meraih cincin NBA bersama Chicago Bulls. Tak ada ekspresi sumringah dan sorak sorai yang khas dari pendukung Lakers di stadion itu. Yang ada hanya wajah sendu, termasuk dari beberapa pesohor yang datang untuk sesuatu yang tak pernah mereka agendakan tahun ini : penghormatan terakhir kepada mendiang Jacko.

Siangnya, tepat di hari (yang diduga terjadi) pemakaman Jacko, JK menemui fakta tak menyenangkan bagi dirinya: hanya dipilih oleh sekitar 10 persen pemilih pada pilpres 2009 ini. Tokoh flamboyan yang mengusung simbol pasangan nusantara ini harus mengakui hegemoni ”Jawa”. Dari sisi perolehan suara, ini adalah sebuah kekalahan telak. Namun demikian JK telah memberi pencerahan pada satu sisi, Indonesia juga punya talenta pemimpin yang bergaya berani, tegas dan percaya diri. Jargon ”lebih cepat lebih baik” yang ditawarkan JK serasa tidak menarik bagi negara yang masih kental dengan filosofi ”alon-alon waton kelakon”.

Bagi kalangan Golkar-phobia, JK dianggap sebagai bagian dari partai masa lalu yang penuh warna buram korupsi. Mereka tak peduli pada masa lalu bahwa JK terlahir sebagai orang kaya, memiliki darah saudagar, dan kerajaan bisnisnya menjadi kuat di tangannya. JK tetap menanggung stigma negatif Golkar sebagai partai penopang rezim korup orde baru, meski ia sedang berupaya memberi warna lain pada partai beringin itu. Namun begitu Golkar tetap kuning, tak berubah warna. Pencalonan JK sebagai capres konon tak didukung sepenuh hati oleh kader mereka yang ingin tetap bertahan dalam pemerintahan. Upaya JK menuju RI-1 disinyalir mengalami penggembosan dari dalam. Pasca kekalahan pilpres ini, JK juga mengalami polemik lebih dari sekadar pertanyaan koalisi atau oposisi. Beberapa orang lama partai beringin disebut-sebut akan mengambilalih posisi JK di partai untuk kemudian mereka merintis jalan untuk tetap menjadi partai pemerintah, bukan oposisi.

Perubahan menjadi Indonesia mandiri seperti tawaran JK selama ini, tidaklah harus terlaksana secara revolusioner. Masih jauh asap dari api. Namun sepertinya rakyat masih ingin Indonesia yang begini-begini saja, dan orang seperti JK terkadang masih memunculkan fobia. Sangat disayangkan, namun beginilah kita.

JK belum mati, tetapi Jacko benar-benar telah tiada. Jacko tewas dalam serangkaian misteri tentang penyebab kematiannya, tentang prakiraan hutangnya, tentang lokasi penguburannya hingga tentang hantu yang diyakini mirip dia. Kematian Jacko menurut La Toya Jackson, merupakan konspirasi lama yang menginginkan kematiannya. Konspirasi itulah yang mengenalkan lalu  membuat Jacko ketagihan dengan sederet obat penenang berharga mahal. Jacko, meski dinyatakan sehat, diakhir hayatnya hanyalah sesosok pria kurus, tulang berbalut kulit semata. Ukuran 178 cm dan 52 kilogram bukanlah kondisi ideal untuk mengatakan ia baik-baik saja. Hasil otopsi nantinya pastilah akan mencengangkan dunia, demikian menurut La Toya.

JK gagal menjadi presiden, namun Jacko sepertinya telah resmi menyandang gelar raja pop. Ia telah mendapatkan semua penghargaan di jagad musik yang ia geluti. Ia memenangkan banyak Grammy Award, masuk Hall of Fame dan mencatat beberapa rekor Guinness. Penjualan lagu-lagunya menjadi fenomena musik yang sepertinya tak bisa ditandingi oleh musisi manapun. Biduan yang merintis karir sebagai salah satu personal the Jackson Five ini telah menjual banyak album dan single dalam jumlah jutaan kopi. Salah satu media bahkan menyebutkan bahwa rekaman latihan terakhirnya telah mendapatkan hak cipta untuk dijual dan itu berpotensi menghasilkan uang yang jumlahnya lebih besar daripada hutang-hutangnya.

Jacko telah meninggalkan ruang kehidupan, namun ada banyak solusi bagi para penggemar yang merindukan penampilannya. Hantu mirip Jacko mulai gentayangan di banyak tempat, dan mudah-mudahan itu bisa mengobati kerinduan penggemarnya.

Lantas apa hubungan JK dan Jacko dengan Djoko? Djoko yang mana? Dengan situs pencari Google, memasukkan kata kunci “Djoko” akan diketemukan 1.410.000 entri dalam 0.26 detik. Sementara di Detik(dot)com ada 3983 artikel yang memuat kata kunci djoko. Adapun pada yahoo(dot)com diketemukan 2,560,000 entri tentang djoko dalam 0.27 detik. Situs pertemanan Facebook hanya menyebut bahwa ada lebih dari 500 Djoko yang dapat ditemukan dalam keanggotaan Jamaah Fesbukiyah. Sedangkan Friendster, menyebutkan ada 2522 Djoko dalam keanggotaan situs itu.

Menyebut nama Djoko di daerah tempat tinggal saya, setidaknya ada tiga Djoko yang ditawarkan. Yang pertama adalah Djoko Listrik, pria terpandang yang bekerja di PLN. Yang kedua adalah Djoko Bakso, sarjana yang selalu tampil rapi tatkala berjualan bakso keliling. Sedangkan yang ketiga adalah Djoko Angkring. Di masa kuliah ada juga Djoko Celeng, orang yang sering menyebut nama binatang itu dalam setiap bicaranya.

Djoko Angkring yang saya maksud tidak ada dalam semua pencarian internet diatas. Ia adalah seorang manusia biasa, bukan hantu. Ia hanyalah seorang pedagang minuman dan makanan di warung “angkringan” yang dinamainya sendiri sebagai “warung rakyat”. Dagangannya hanyalah jahe panas, kopi, teh, air jeruk, dan beberapa minuman cepat saji. Makanannya pun hanyalah nasi bungkus seharga dua ribuan, juga aneka gorengan lima ratusan. Aset bisnisnya hanyalah sebuah gerobak makanan, dua meja tambahan, beberapa bangku warung serta beberapa lembar tikar. Kini menurutnya ada beberapa orang yang bersedia mengakuisisi usahanya itu dengan nilai puluhan juta rupiah.

Jangan bandingkan aset Djoko Angkring dengan aset Larry Page dan Sergey Brin pemilik Google atau kekayaan Mark Zuckerberg sang pendiri Facebook. Pertanyaannya adalah, mengapa aset bisnis Djoko angkring bisa bernilai sebesar itu? Tentunya karena faktor lokasi strategis dan jumlah pelanggan yang ada. Warungnya begitu ramai dengan dua petugas parkir yang mengatur deretan kendaraan pelanggannya. Kepada saya Djoko Angkring mengajarkan satu pesan hidup : makanan paling nikmat adalah makanan yang diperoleh dari hasil kerja sendiri.

Salah satu magnet warung Djoko Angkring adalah suara musik yang keluar dari perangkat DVD playernya. Ia memenuhi selera musik pengunjung dengan selalu membeli cakram dijital bajakan terbaru yang MP3 maupun album DVD. Di masa kampanye lalu, warungnya mendapat spanduk cuma-cuma dari tim sukses JK. Dan disaat dunia dihenyakkan oleh berita kematian Jacko, warung Djoko memutar kembali lagu-lagu lama karya sang diva. Cara ini merupakan startegi dagang yang tak pernah ia pelajari, karena ia hanya bersekolah sampai sekolah dasar. Namun Djoko dalam kesederhanaan berfikir telah mengaplikasikan banyak teori bisnis dan pemasaran. Djoko tidak setenar Jacko dan tidak sesukses JK. Bila JK dan Jacko telah mengukir prestasi di level nasional dan internasional, Djoko juga telah melakukannya di dalam bingkai kehidupannya yang kecil.

9 thoughts on “JK, Jacko dan Djoko

  1. Singal mengatakan:

    Di Negeri kita kan menggunakan popular vote, Nama Djoko memang hebat, termasuk Djoko Tingkir.

  2. kangmase mengatakan:

    kalo Djoko Celeng sekarang dimana? masih idup gak?

    sedjatee: wadhuh… sudah kehilangan jejak beliau… jangan-jangan sampeyan, hehehe….

  3. wardoyo mengatakan:

    Bagus artikel ini. Semacam solilokui. Cerminan ke dalam diri. Salam hormat selalu.

  4. vilda mengatakan:

    andaikan jacko msh ada

  5. vilda mengatakan:

    sayang ia tidur selamanya

  6. vilda mengatakan:

    andaikan jacko masih ada

  7. vilda mengatakan:

    andaikan jacko masih bisa menyanyikan musik 2x indahnya

    sedjatee: vilda, trima kasih atas kunjungannya… ya begitulah, sebulan lebih setelah kematiannya, Jacko akhirnya dikuburkan… salam sukses…

    • VILDA mengatakan:

      SAMA2X EMANG KAMU FANS JACKO ,KALAU KAMU FANS NYA ,SAMA DONG

      sedjatee: iya neh.. gak ngefans banget, tapi banyak suka sama lagu-lagu mendiang jacko, juga suka sama gaya politik JK, dan suka sama makanan bikinan djoko… salam jacko…

  8. darahbiroe mengatakan:

    hehehh akhirna setelh baca bolak balik pilih akhirna djoko

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: