Belajar dari Lebah (bagian 2)

6

Agustus 2, 2009 oleh sedjatee

113lebah

Lebah Pekerja

Lebah pekerja adalah lebah betina yang tidak reproduktif. Jumlah mereka adalah yang terbanyak dalam koloni. Dalam satu koloni jumlah mereka bisa mencapai 80.000 ekor bahkan lebih pada saat puncak perkembangbiakan mereka di awal musim panas. Tugas utama kaum pekerja ini adalah membangun serta memelihara sarang serta merawat larva-larva, generasi penerus mereka.

Dalam kesehariannya lebah pekerja ini meninggalkan sarang untuk mengumpulkan nektar, serbuk sari, air dan propolis. Selanjutnya mereka membersihkan sarang, memberi makan para larva dan ratu lebah.

Pertukaran udara dalam sarang lebah adalah tanggung jawab lebah pekerja, demikian juga dalam hal keamanan. Lebah pekerja mempertahankan sarang mereka dari ancaman predator dengan mengandalkan sengatan mereka. Hebatnya, lebah pekerja ternyata tidak berkawin sepanjang usianya. Dengan demikian mereka tidak dapat bertelur.

Selain mengumpulkan dan menyimpan makanan untuk koloni mereka, lebah pekerja bertanggung jawab dalam perawatan larva pada tingkat suhu 33.9° C (93° F), suhu paling ideal untuk menetaskan telur dan membesarkan larva. Jikalau kondisi sarang terasa panas, secara kolektif lebah pekerja akan mengipaskan sayap-sayap mereka.

Telur yang disimpan dengan aturan sebutir pada tiap sel itu akan menetas dalam tiga hari. Dalam dua hari pertama ratusan larva ini harus diberi makan royal jeli dalam frekuensi yang sangat sering setiap harinya.

Dalam tiga pekan awal kehidupannya lebah pekerja mengkonsentrasikan diri pada pembuatan sarang, membersihkan sel dan menyediakan ransum bagi larva dan lebah ratu. Untuk sisa usianya lebah pekerja akan menjadi sekelompok penjaga keamanan koloni, hingga akhir usia mereka yang berkisar enam pekan.

Struktur Sarang Lebah

Terkadang kita manusia merasa telah menjadi makhluk hebat hanya dengan melihat kemampuan kita dalam berkreasi. Banyak hal yang pada masa lalu seolah adalah hal yang tak mungkin, tetapi hari ini menjadi kenyataan. Bahkan sebutan “keajaiban dunia” selalu dialamatkan pada karya besar manusia pada kurun dan tempat yang berbeda. Kita manusia telah ditakjubkan oleh Great Wall, Pyramide of Giza, Borobudur Temple dan Eiffel Tower.

112lebahCobalah sesekali kita mengamati bagaimana sekelompok serangga kecil bernama lebah membuat kediaman koloni mereka dalam suatu proyek kolektif. Selanjutnya silakan terpesona.

Lebah adalah serangga produktif yang mampu menghasilkan madu dalam kapasitas jauh melebihi kebutuhan mereka. Mereka menyimpan madu dalam sel-sel pada sarang mereka yang berbentuk heksagonal. Pernahkah Anda menemukan struktur sarang mereka selain heksagonal, katakanlah pentagon atau oktagon?

Jika kita menanyakan alasan pemilihan struktur heksagonal ini kepada pakar geometri, maka jawabannya sangat menarik: “heksagon adalah bentuk geometri yang paling tepat untuk penggunaan maksimum suatu ruang”. Sel berbentuk heksagonal membutuhkan jumlah lilin minimum, tetapi mampu menyimpan madu dalam jumlah maksimum. Pemilihan struktur heksagonal oleh lebah untuk membangun sarangnya adalah pilihan yang sangat cerdas.

Dan kita akan semakin kagum tatkala tahu bagaimana lebah madu memulai pembangunan sarangnya. Pada mulanya lebah akan terbang mengitari titik-titik yang dirasa cukup representatif untuk pembuatan sarang mereka. Lebah membangun sarangnya yang berbentuk heksagon dimulai dari dua atau tiga titik yang berbeda. Kemudian lebah mulai membangun sel-sel dari titik mula tersebut ke arah titik-titik yang lain. Kesemua sel itu mereka ciptakan dalam bentuk yang kongruen, sama dan sebangun. Termasuk penyelesaian tahap akhir pembuatan sarang yaitu menggabungkan rangkaian sel heksagonal itu dalam satu titik temu di tengah-tengah. Kesemuanya terangkai dengan sempurna.

Lebah, dengan dedikasi dan kreasinya telah menyadarkan kita. Ada kehendak Yang Maha Kuasa yang mengatur serangga-serangga kecil ini. Seluruh alam beserta isinya adalah sarana belajar yang tiada habisnya. Dan pelajaran dari lebah, hendaknya membuat manusia semakin arif bahwa tiada tempat di muka bumi ini bagi orang-orang yang besar kepala.

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)”. Dari perut lebah itu keluar muniman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”. – – – An Nahl : 68 – 69.

6 thoughts on “Belajar dari Lebah (bagian 2)

  1. kawanlama95 mengatakan:

    selain madunya buat kesehatan lebah juga sebagai seranga yang bisa di jadikan contoh buat kita manusia. Dan bannyak hikmah yang didapat bila kita membahas lebah. selamat pagi. Salam kenal

  2. m4stono mengatakan:

    salam kenal….hmmmm menarik sekali…

    sebenarnya kalo gak salah didalam Qur’an disebutkan perumpamaan masyarakat itu ada 3…yg pertama masyarakat laba2 atau al ankabuut…masy ini hanya menghisap darah mangsanya dlm hal ini wong cilik dihisap wong licik…kemudian masy an naml atau msy semut…klo ini spt gotong royong didesa tapi belum menghasilkan apa2 alias tidak ada yg lebih…kemudian masy an nahl atau msy lebah…nah yg ini msy idaman…bergotong rooyong tapi menghasilkan sesuatu kelebihan dan manis rasanya….sebenernya hal ini bisa diwujudkan apabila zakat dan maal berjalan scara struktural dan teratur…hingga manisnya zakat bisa dinikmati bagi yg berhak

  3. didta mengatakan:

    salam kenal

  4. endang kusman mengatakan:

    Wah posting yang betul-betul bagus, jadi tau deh tentang komunitas lebah penghasil madu yang setiap hari saya konsumsi.
    Maksih ya telah berkunjung ke blog saya…
    Salam persahabatan….

  5. mei mengatakan:

    artikelnya bagus banget….

  6. darahbiroe mengatakan:

    hmmm saya juga suka banget nuy ma madunya,,,, lebahh😀
    mencari jawaban😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: