Satu tentang Cinta

3

Agustus 14, 2009 oleh sedjatee

Satu tentang Cinta…
(Kepada seorang pemurung)

sadness

Dia adalah tema yang paling sering muncul pada lirik lagu yang engkau nyanyikan. Engkau punya banyak gaya untuk melantunkannya, gubahan-gubahan tentang dia terus mengalir, karena dia tak pernah membosankan…

Dia adalah kata yang paling banyak menjadi ruh dalam bait-bait puisi yang engkau baca. Bicara tentang dia memang tak mengenal kata jemu, dan dia juga punya banyak makna yang masih bisa terus menerus digali…

Dia punya banyak bentuk dan ukuran, dan hatimu juga punya banyak tempat untuk dia bersemayam. Untuk Tuhan, untuk orang tua, untuk pasangan jiwa, untuk teman, untuk sahabat, untuk kekasih, untuk saudara, untuk anak-anak…

Dia adalah frasa yang tak pernah bisa engkau katakan kepada anak-anakmu. Namun bahasa itu terwakilkan oleh belai tanganmu atau ciuman lembutmu pada sang buah hati…

Dia adalah bakti yang ingin engkau tunjukkan pada kedua orangtuamu. Disaat tiada suatu ungkapan yang sanggup mewakili perasaanmu, dia menjelma untuk menjadi satu kekuatan yang menautkan jiwamu dengan jiwa mereka…

Dia adalah persembahan paling berharga yang ingin engkau berikan kepada pasangan hidupmu. Dia muncul dari kedalaman hatimu, dan engkau berupaya menjaga agar dia selalu ada sepanjang hidupmu…

Dia adalah karunia Tuhan yang menjadi esensi dari segala rupa takdir dan kenyataan. Kadang engkau mengutuk kenyataan buruk yang Tuhan pergilirkan kepadamu, padahal itu semua terjadi bersama hadirnya dia…

Dia adalah sebuah alasan yang sesekali digunakan untuk menjustifikasi angkara murka. Dia tak pernah hadir sejahat itu, namun para durjana terkadang melakukan kejahatan dengan atas nama dia…

Dia adalah muara dari setiap kekesalanmu. Engkau katakan dia punya rasa getir dan penuh kepalsuan. Hatimu berduka dan sumpah serapahmu mengalir pada dia. Tahukah, dia tak diciptakan untuk meninggalkan luka, mungkin engkau yang salah memaknainya…

Dia adalah satu kekuatan yang menurut Jalaluddin Rumi mampu mengubah empedu menjadi madu, mengubah api menjadi air. Dia adalah pesona yang pernah coba dikecap oleh Sayyid Quthb dalam rasa pahit getir tak terkira. Dia adalah pesan yang disampaikan oleh Rasulullah di hembus nafas penghabisan, ummati… ummati…

Dia hinggap di jiwa manusia, diciptakan dalam warna putih bersih. Dialah yang akan mengikis benci, menepis dengki, menghapus hasad, mengabaikan perbedaan. Dia adalah sebentuk rasa yang engkau sebut CINTA…

Cinta mampu memadukan heterogenitas di alam semesta, menjadi suatu simponi keindahan sehingga kita bertasbih mensucikan AsmaNya. Cinta-lah yang menjadikan perbedaan menjadi indah lalu kita bertahmid memujiNya. Namun ketika manusia terpesona oleh dunia, cinta mulai diberi warna sekehendak hatinya, sehingga perbedaan menjadi jurang menganga … sejauh bumi dan langit.

Duhai lihatlah… karena cinta bumi dan langit bersedia bersatu di cakrawala, mencipta untaian panorama yang begitu indah memukau…

Duhai lihatlah… betapa masih ada jarak antara kalian. Bagai bumi yang rendah dan terpijak, dan bagai langit yang tinggi dan tak tergapai. Tak mengapa…, bumi punya keindahannya sendiri, dan langit demikian juga.

3 thoughts on “Satu tentang Cinta

  1. pakbuzz mengatakan:

    “Satu Tentang Cinta” artikel Anda sangat menyentuh…
    di setiap baris-baris katanya mengandung makna yang mendalam. Ketika saya membaca artikel ini saya serasa ikut terhanyut, terutama pada baris ke-5 dari bawah “Duhai lihatlah… karena cinta bumi dan langit bersedia bersatu di cakrawala, mencipta untaian panorama yang begitu indah memukau…” bagus banget.

    Sebelumnya terima kasih atas kunjungan Anda di blog kami.

    Best regards,
    Bustan A. Romdhani

  2. kangmas mengatakan:

    mas ada award neh buat sampean..
    lumayan lah,dari cah bagus..he he..
    klo mau,ambil disini ya..ada PR.
    http://aktubbilgalam.wordpress.com/2009/08/30/dapat-award-lagi/

  3. Northich awell mengatakan:

    You made certain fine points there. I did a search on the issue and found the majority of folks will consent with your blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: