Malu Kepada Ular

6

September 4, 2009 oleh sedjatee

ulartopi

Wajah memelas itu terlihat lesu. Celingukan kiri-kanan, memastikan tak ada orang yang dikenalnya di dekat warung itu. Mungkin ia tak sempat mengucap “Allahummalaka shumtu, wa’ala rizqika afthartu…”. Sempat ia terlihat celingukan lagi, setelah dirasa cukup aman, ”lhep…” sepiring nasi itu segera berpindah ke perutnya. Apapun yang dimakan terasa mak-nyuss, momen makan siang yang langka di tengah bulan Ramadhan. Lalu ”mbeeeekk..” sendawa kerasnya tak bisa ditahan. ”Sruput-sruput”, es teh manis itu cepat dituntaskan. Kemudian ”sreeet, sreet” bunyi mulutnya sambil mencongkel sisa makanan dari sela-sela gigi. Serta, “Dhuuutt” disisipkan juga sebentuk kentut, pertanda dia kini kenyang. Dan, “pufsss” ia menutup pesta kecilnya siang itu dengan sebatang rokok.

Pesta telah usai, saatnya kembali ke dunia yang semu. Ia mengusap mulutnya hingga kering benar, membetulkan letak peci di kepalanya. Lalu dipasangnya tampang memelas yang tadi dan berjalan keluar warung dengan langkah gontai, mirip orang yang berhari-hari tak makan. Hmm.. itulah gaya puasa (sebagian) manusia, dimana puasa hanya didefinisikan sebatas tidak makan dan minum (di depan orang).

Ada banyak mitos-mitos palsu yang dijadikan pembenaran untuk meredefinisi puasa. Puasa dimodifikasi sedemikian rupa, dengan dilengkapi dalil-dalil absurd, untuk memberi kesan puasa bisa dijalani dengan sejumlah kemudahan yang dikamuflase sebagai rukhsoh. Seseorang tak perlu berlapar-lapar karena untuk mencapai kesetaraan berpuasa cukuplah ia menyediakan makanan berbuka bagi orang yang (benar-benar) berpuasa. Atau memperbanyak tidur dengan niatan ”beribadah”. Entahlah, semua berpulang pada pelakunya.

Fenomena kreatif itu banyak dijumpai dalam khazanah puasa manusia. Demikian karena puasa tidaklah semata-mata domain manusia. Puasa juga dikenal dalam jagad satwa. Ada banyak binatang yang melakukan ritual tidak makan untuk mencapai maksud tertentu. Mirip manusia, yang berpuasa supaya segera mendapat jodoh atau meraih pekerjaan. Dan yang paling tidak keren adalah menjalani tirakat untuk mendapat kode nomer buntut.

ayamtellorAyam betina menjalani puasa selama mengerami telurnya, sementara sang pejantan berkeliaran mencari betina yang lain. Ayam betina itu tak makan selama meniduri benda bulat yang lahir akibat perbuatannya dengan sang pejantan. Setelah puasanya berakhir, ayam tetaplah ayam. Yang berubah adalah telurnya, meski ini tak memberi jawaban atas pertanyaan ”ayam dengan telor duluan mana?”.

ularkodokUlar juga berpuasa. Ia memulai puasa dengan menyantap makanan dalam jumlah banyak lalu tidur selama menjalani puasa. Selama berpuasa ular bersikap sangat penyabar, tak gampang terprovokasi oleh gangguan di sekelilingnya. Ia benar-benar menahan hasrat makan, meski kodok berkeliaran di depan mulutnya. Puasanya berakhir dengan pergantian kulit alias nglungsungi. Lalu apa yang terjadi? Setelah puasanya berakhir ular kembali ganas seperti watak aslinya, tetaplah ular yang berbahaya. Puasa ular menjadi satu pelajaran bagi manusia. Jika manusia seusai puasa tidak ada perubahan diri ke arah yang lebih baik, maka dapat dikatakan ia sedang menjalani puasa ular.

Yang paling fenomenal tentunya adalah ulat. Binatang ini sanggup bermetamorfosis, melakukan perubahan fundamental dalam perwujudannya. Setelah menjalani fase sebagai makhluk menjijikkan, ia menjalani prihatin dengan cara berpuasa dalam bentuk kepompong. Dan diakhir fase puasa itu, berubahlah binatang menakutkan itu menjadi sebentuk kupu-kupu yang cantik. Ulat memberi pelajaran bahwa puasa hendaklah memberi dampak perubahan ke arah yang baik. Totalitas dalam berpuasa, sepenuh ruh dan jiwa, akan membawa perubahan dalam diri dan hati.

Alam adalah media pembelajaran yang lengkap bagi manusia. Binatang dapat berpuasa dengan patuh dan prosedural, bukan karena mereka tolol tetapi karena mereka taat kepada kodrat. Berpuasa mengajarkan kesederhanaan dan para satwa mengamalkan itu. Seusai puasa mereka makan seperti biasa, tidak menciptakan kehebohan berbuka puasa seperti di jagad manusia. Para binatang tidak mencari-cari alasan untuk meninggalkan puasa atau mendapatkan keringanan berpuasa. Para binatang mengajarkan puasa dengan cara mereka, tinggal bagaimana manusia merefleksikan dalam budaya manusia. Selamat berpuasa, semoga ibadah puasa ini bisa menjadikan kita semua sebagai insan bertaqwa. Sekurang-kurangnya, tidak membuat kita malu kepada ular.

6 thoughts on “Malu Kepada Ular

  1. Daily Health Guide mengatakan:

    Haha..binatang ternyata bisa puasa juga ya!
    Eh,tuker link yuk?aku add yah…

    -Regards- Riedhagookil.com

    sedjatee: DHG, terima kasih atas kunjungannya… mau bertukar taut dengan blog anda, tapi kok gak ketemu ya… salam sukses….

  2. pengelolaan keuangan mengatakan:

    Manusia memang mahluk yang aneh, seringkali hanya mengejar atribut bukannya hakekat yang dicari

  3. hanif mengatakan:

    Keren-keren.
    Untunglah puasa atau tidaknya kita hanya Allah yang tahu ya? Dan karena kita tak tahu apakah puasa kita diterima seharusnya kita harus menjaga dari niat sampai berbuka. Betul tidak?

    sedjatee: terima kasih… semoga kita semua meraih keutamaan berpuasa dengan sebaik-baiknya… amin

  4. Hajier mengatakan:

    Gila…. bagus banget neh postingan.
    Saya jadi tersindir neh… Semoga bisa menjalani puasa dengan lebih baik…..

    Lam kenal, postinganya keren abisss!!!

    sedjatee: terima kasih… insyaAllah kita semua dapat menjalani ibadah puasa dengan baik.. salam sukses…

  5. humeur mengatakan:

    assalamu’alaikum.

    wah, bapak ini aktif nulis ya. tapi yang ini menarik juga. semangat nulisnya pak..

    sedjatee: wa’alaikumsalam… terima kasih, saya masih belajar nulis… mudah-mudahan ke depan dapat semakin baik dan bermanfaat….

  6. Huang mengatakan:

    sssssssssttttt…….

    aduh bang laper lage😀

    sedjatee: terima kasih, Huang… lapernya ditahan ya…. hehehe… kok sssstttt, mendesis ya… puasa ular juga ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: