Seni Mencintai

7

September 10, 2009 oleh sedjatee

Seni Mencintai

Kilasan dan ulasan atas buku “The Art of Loving” karya Erich Fromm (1956)

forbidden_love_328245

Ada banyak fenomena perceraian, ada banyak fenomena menjomblo. Ada banyak fenomena pergaulan bebas, ada banyak fenomena kekerasan dalam rumah tangga. Ada banyak fantasi tentang patah hati dan putus asa. Sudahkah makna cinta terdegradasi menjadi begitu rendah dan marjinal? Menarik untuk membaca dan mengulas lagi isi buku tersebut diatas.

Apakah cinta adalah sebuah seni, yang untuk mendapatkannya memerlukan suatu pengetahuan dan kerja keras? Demikian sebuah pengantar sebelum membaca buku spektakuler tersebut.

Most people see the problem of love primarily as that of being loved rather than that of loving, of one’s capacity to love. Hence the problem to them is how to be loved, how to be lovable.

Yup. Tanpa disadari ada banyak tendensi yang memotivasi berbagai tindakan manusia. Terkadang seorang pria ingin disebut hebat, ingin disebut tampan, ingin disebut sukses. Selanjutnya ia bergulat untuk meraih semua status itu. Dan hasrat utama merengkuh semua status itu adalah karena ia ingin dicintai. Seorang wanita bahkan sampai ke taraf memodifikasi tubuh hanya karena hasrat ingin dicintai. Seorang remaja bahkan larut hingga pergaulan bebas paling rawan dan paling berresiko, hanya karena hasrat untuk dicintai. Definisi cinta kemudian dikunci hanya sebatas popularitas dan daya tarik seksual.

A second premise behind the attitude that there is nothing to be learned about love is the assumption that the problem of love is the problem of an object.

Satu hal yang tidak pernah disadari adalah bahwa selama ini seseorang lebih sering memposisikan diri sebagai objek, bukan subjek. Padahal resiko kegagalan tidak tercapainya misi adalah lebih besar tatkala menjadi objek. Maka terasa sangat naif jika seorang pejuang berangkat bertempur hanya untuk ketenaran di mata panglima dan pasukannya. Demikian juga para pekerja seni, pekerja sosial, guru, ulama, dokter dan profesi lain, sangat berbahaya jika mereka berkarya hanya karena ingin dikenal kemudian memiliki nama besar dari keterkenalannya itu.

Menjadi objek, sekali lagi, lebih dekat dengan resiko kegagalan. Manusia tak bisa mengendalikan perasaan orang lain. Mengharapkan kekaguman orang lain, kesukaan orang lain dan kecintaan orang lain adalah probabilita yang kecil karena perasaan orang bersifat sangat nisbi. Namun sejarah sering menunjukkan bahwa ada banyak fakta keputusasaan tatkala popularitas mengalami kemunduran atau kegagalan. Beberapa orang terkenal bahkan harus melakukan berbagai sensasi untuk sekadar menjadi pembuat berita. Politisi mengkhawatirkan berkurangnya konstituen. Artis mengkhawatirkan kehilangan penggemar. Sedangkan para penceramah agama banyak mengkhawatirkan sepi order karena berpalingnya jamaah.

Agama ini mengajarkan bahwa cinta tertinggi adalah kepada Allah, dan oleh karenanya kuantitas dan status tidak pernah menjadi ukuran. Menyadari hakikat cinta, ada banyak sosok yang siap untuk tidak populer, siap untuk terpinggirkan dan siap untuk menjalani kesunyian hidup. Mereka tidak pernah putus asa dengan setiap kondisi yang terjadi.

Nabi Isa dikhianati oleh salah seorang pengikut dekatnya. Nabi Nuh bahkan ditentang oleh keluarganya sendiri. Sayidina Ali dibunuh oleh seorang Khawarij, kelompok yang mengagungkan dirinya. Bahkan Imam Husain bin Ali gugur di tangan orang-orang yang telah mengikrarkan dukungan kepadanya.

Love is primarily giving, not receiving. Giving is the highest expression of potency. Giving is more joyous than receiving, not because it is deprivation, but because in the act of giving lies the expression of my aliveness.

Ukuran cinta adalah seberapa banyak yang bisa diberikan. Jangan pernah berpikir apa dan berapa yang akan diterima. Keikhlasan memberi, keikhlasan mencinta adalah kata kunci untuk mengerti makna frasa ini. Jalaluddin Rumi pernah menuliskan dalam salah satu bait puisinya ”bila tiada cinta, dunia kan membeku”. Dan itu semua benar adanya. Jika cinta telah bergerak pada jalan yang sebenarnya, maka ia akan menciptakan jejak kedamaian dan keindahan.

7 thoughts on “Seni Mencintai

  1. Pakde Cholik mengatakan:

    Sebaiknya kita mencintai karena Allah sehingga cinta kita benar-bnar tulus, murni dan mendapat berkah dari Allah Swt.
    Cinta berbalut nafsu malah menimbulkan penyesalan pada akhirnya.
    Salam hangat dari Surabaya

  2. muamdisini mengatakan:

    yang saya tau, hakekat cinta adalah condongnya sesuatu kepada sesuatu (begitu kata guru ngaji saya..)… hmmm…berbicara tentang cinta memang tak ada habisnya, apalagi untuk saat ini, saat cinta sudah mulai menyempit maknanya…
    salam hangat selalu kawan…

    sedjatee: terima kasih mas muam… sangat setuju dengan pendapat anda… salam silaturrahim… semoga kita dapat saling menyambung persaudaraan lewat dunia maya ini…

  3. zipoer7 mengatakan:

    Salam Takzim
    Cinta lahir laksana angin
    Kadang panas kadang dingin
    Jika cinta disia-siakan
    Badan kita akan masuk angin

    sedjatee: masuk angin jadinya kerokan… mau kerokan karena cinta…

  4. Dangstars mengatakan:

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Perlahan namun pasti postingan ini saya tulis,Kata demi kata dipersiapkan agar enak dibaca dan dihayati,Hari yang selalu dinanti sudah di hadapan,hari yang Akbar yang sangat didambakan setiap insan.Idul Fitri 1430 H telah tiba.Hari dimana kita kembali kepda Fitrah Nya.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Kami sekeluarga Mohon maaf lahir dan bathin,Apabila ada kata di postingan atau dikomentar yang kurang berkenan dihati Anda.
    Kami sekeluarga
    Dadang Supriadi
    http://dadangsupriadi.wordpress.com
    Wassalam.

  5. Dangstars mengatakan:

    Sekali lagi
    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Perlahan namun pasti postingan ini saya tulis,Kata demi kata dipersiapkan agar enak dibaca dan dihayati,Hari yang selalu dinanti sudah di hadapan,hari yang Akbar yang sangat didambakan setiap insan.Idul Fitri 1430 H telah tiba.Hari dimana kita kembali kepda Fitrah Nya.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Kami sekeluarga Mohon maaf lahir dan bathin,Apabila ada kata di postingan atau dikomentar yang kurang berkenan dihati Anda.
    Kami sekeluarga
    Dadang Supriadi
    http://dadangsupriadi.wordpress.com
    Wassalam.

  6. vincent mengatakan:

    cinta adalah kesempurnaan sama kuatnya dengan kematian dan kita hanya diberi satu kali kesempatan untuk menyentuh hal-hal tersebut

  7. Eric S Brown Garage mengatakan:

    Great website…

    […]we like to honor many other internet sites on the web, even if they aren’t linked to us, by linking to them. Under are some webpages worth checking out[…]……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: