Berbicara atau Diamlah

26

September 14, 2009 oleh sedjatee

ssst

Ajaib. Manusia terkadang tak berpikir tentang seperti apa dan bagaimana penciptaan perangkat komunikasi verbal yang dimilikinya. Manusia tak sepenuhnya sadar telah memiliki lisan yang sempurna. Lisan manusia, yang oleh pemiliknya sering dianggap sebagai hal biasa saja, memiliki kemampuan berkomunikasi yang tak tertandingi oleh instrumen buatan paling canggih sekalipun.

Keberadaan lisan (serta dua netra dan sepasang bibir) pada tubuh manusia adalah suatu karunia besar yang telah disebutkan dalam kitab suci. Ia bahkan telah langsung berfungsi pada saat pertama dibutuhkan yaitu saat manusia dilahirkan. Lisan menjadi elemen paling vital untuk berkomunikasi meskipun ia bukanlah komponen yang dijuluki sebagai alat vital. Ada dua aktifitas yang dapat dilakukan oleh lisan manusia, berbicara atau diam. Kendati berbicara bukan semata-mata domain manusia, bahasa lisan adalah modus paling populer untuk mengkomunikasikan diri.

Menurut Unesco saat ini ada 6.000 bahasa di dunia. Sebanyak lebih dari 200 bahasa telah punah dalam tiga generasi terakhir ini, 538 masuk level kritis (hampir punah), 502 sangat terancam, 632 terancam, dan 607 tidak aman. Di Indonesia sendiri, dari 742 bahasa daerah, 169 di antaranya terancam punah karena jumlah penuturnya kurang dari 500 orang.

Seperti pedang bersisi dua, lisan bisa menjadi sumber kebaikan dan keburukan. Ada ribuan bahasa berarti ada ribuan cara untuk meraih kebaikan, namun ada ribuan cara untuk bermaksiyat pada saat yang sama. Gusti Allah telah berfirman “..tidaklah berkata satu kata kecuali dicatat oleh malaikat..” Opsi paling aman adalah memelihara lisan alias berhati-hati dalam menggunakan lisan. Sedangkan yang paling baik adalah menggunakan lisan untuk hal kebaikan.

Perkataan yang baik, dalam kitab suci disebutkan diantaranya: qaulan sadida atau ucapan tegas, qaulan tsaqila atau ucapan berbobot, qaulan layyina atau ucapan lembut, qaulan ma’rufa atau ucapan baik dan sopan. Pilihan lain? Ada. Kanjeng Nabi pernah bersabda “barang siapa beriman kepada Allah SWT dan hari akhirat hendaklah berkata baik, kalau tidak maka diam”.

silent

Diam, (boleh jadi) adalah bahasa ke 6001. Diam bukan berarti bodoh, bukan berarti apatis, bukan berarti malas, bukan berarti abstein, bukan karena ambigu. Dibandingkan lisan yang hanya bisa memproduksi tumpukan sampah, diam adalah emas. Diam adalah pilihan protektif difensif untuk meminimalisasi kesalahan-kesalahan lisan. Namun diam pada sisi lain adalah puncak keutamaan ibadah.

Puncak ibadah haji adalah Wukuf, yaitu berdiam diri di padang Arafah sejak matahari tergelincir pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah. Ibadah haji tidak sah tanpa wukuf dan harus diulang lagi pada tahun berikutnya. Diam ketika wukuf adalah puncak keutamaan ibadah haji.

Beberapa rukun shalat harus dijalankan dengan tuma’ninah. Tuma’ninah adalah diam sesaat dalam salah satu rukun shalat. Tenang, rileks, diam, tidak terburu-buru melanjutkan gerakan shalat berikutnya. Tanpa tuma’ninah shalat belum dianggap sempurna. Diam dalam tuma’ninah adalah kesempurnaan ibadah shalat.

Sepuluh hari terakhir adalah puncak ibadah puasa. Di dalamnya Kanjeng Nabi sering melaksanakan I’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid sebagai ibadah yang diutamakan pada bulan suci Ramadhan, dan lebih dikhususkan sepuluh hari terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadr. Diam, larut dalam i’tikaf, adalah keutamaan ibadah puasa.

Dalam tiga konteks ibadah diatas, diam tidak lagi menjadi pilihan terakhir. Demikian juga, kendati pada diri setiap nabi tersemat karakter tabligh (menyampaikan), mereka bukanlah tipe orang yang banyak berretorika. Mereka lebih dekat dengan tipe pendiam, karena diam tidak kalah mulia daripada berbicara. Berbicara atau diam dapat menjadi jalan meraih kebaikan. Jika tidak mampu berbicara baik, maka diamlah.

tersedia taut untuk pengunduhan :
http://www.ziddu.com/download/6499935/BerbicaraatauDiamlah.doc.html

26 thoughts on “Berbicara atau Diamlah

  1. kawanlama95 mengatakan:

    sesuai dengan judul dengan banyak bicara di kawatirkan banyak salah kata maka benar lebih baik diam

    sedjatee: terima kasih, Kawanlama95… semoga kita bisa sama-sama menjaga lisan kita… memanfaatkannya untuk kebaikan selalu…

  2. Pakde Cholik mengatakan:

    Saya jadi ingat sambutan Gusdur waktu dilantik menjadi Presiden RI didpan SU MPR, pada akhir sambutannya beliau berkata ” Sekian sambutan saya karena semakin banyak sambutan semakin banyak yang harus dipertanggung-jawabkan”. Arif bukan.

    Yang kita lihat sekarang justeru banyak orang yang suka berkata daripada mendengarkan. Akhirnya ribuuuut meluliu.
    Thanks pencerahannya.
    Salam hangat dari Surabaya

  3. Hary4n4 mengatakan:

    Bener juga kata pepatah…lebih banyaklah melihat dan mendengar, daripada terlalu banyak bicara…
    Makasih yaa, telah mampir ke tempat saya…
    Salam hangat dan damai selalu…

    sedjatee: iya mas hary4n4, berfikir dulu baru bicara… itu yang tepat.. terima kasih… salam diam…

  4. mas tyas mengatakan:

    diam atau bicara secara baik, demikian kurang lebihnya..
    dan sejatinya bahwa diam- diam menghayutkan alias “meneng- meneng gelendem” (bhs.jawa) justru lebih ampuh dari pada yang banyak cakap, nggih mboten?
    salam hangat dan damai selalu.

    sedjatee: iya mas tyas… daripada menjadi jamaah criwisiyah mendingan menjadi jamaah ngglendemiyah… diam dan menghanyutkan… salam diam..

  5. Oelil mengatakan:

    Manusia diberi dua mata dua telinga dan satu mulut diharapkan lebih banyak melihat dan lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Lebih banyak mencerna perkataan daripada berkata-kata yg tidak perlu. Dan mencerna artikel ini…sungguh luar biasa…
    Berbicara untuk kebaikan atau diam saja jika tidak bisa bicara baik….
    Top mas….suwun..

    sedjatee: inggih mas oelil.. atur panjenengan leres saestu… matur nuwun… salam diam…

  6. Teguh Aditya mengatakan:

    Kalau saya lebih pilih bicara, coz kalau diam, gak bakalan sampai maksud kita

    sedjatee: iya mas teguh.. bicara yang baik adalah sangat dianjurkan.. kalo gak bisa begitu, ya diam saja… hehe… salam diam…

  7. ifah mengatakan:

    tulisan ini harus dibaca oleh para seleb berita…
    mereka terlalu banyak bicara sampai bikin bosen pemirsanya…

    sedjatee: terima kasih… yup, benar… pepatah bijak “katakan yang telah dipikirkan, bukan pikirkan yang telah dikatakan”… salam diam…

  8. omiyan mengatakan:

    saya lebih sreg dengan orang yang sedikit berbicara karena beradasarkan pengalaman semakin banyak orang berbicara maka semakin banyak pula kebohongan yang disembunyikan

    sedjatee: terima kasih atas kunjungannya, om… emang bener om, orang banyak ngomong terkadang cuma besar mulut doang, gak ada apa-apanya… salam diam…

  9. fadhilatul muharram mengatakan:

    hmm…. maka diamlah jika memang topik yg dibicarakan tidak perlu.😉
    bagus, mas.

    sedjatee: terima kasih fadhilatul muharram… kalo lagi gak perlu ngeblog, lebih diam ya… hehehe.. salam diam…

  10. muamdisini mengatakan:

    ups..dari pada salah-salah kata dalam berkomeng..
    lebih memilih diam yang penting komeng…
    hehehehe…salam lagi ah…

    sedjatee: ya mas muam… terima kasih udah kasih komeng.. jangan diam lah, makin komeng makin bagus… salam komeng

  11. Dangstars mengatakan:

    Ssst….
    Hening….
    Senyap….
    Sepi….

  12. Dangstars mengatakan:

    Diam lebih bagus..jika salah.
    Tetapi jangan diam kalo benar…
    Salam kenal and semoga sukses selalu

    sedjatee: setuju bang dangstar.. abang di medan? saya mantan orang medan… sukses juga buat abang… salam medan bung…

  13. zipoer7 mengatakan:

    Diam itu emas, tapi bicara lebih mahal dari pada emas, karena dia intan yang muncul dari lumpur yang selalu diam. Bicaralah jangan diam agar kau hidup, namun berhentilah bicara jika diam dibutuhkan
    Karya Batavus
    Ontel yang bergerak
    sedjatee: setuju.. diam atau bicara bisa sama-sama baik… salam diam…

  14. Endang Kusmana mengatakan:

    Apabila melihat suatu kemaksiatan, maka bicaralah jika mampu.. dan jika tidak mampu berdiamlah sambil berdo’a.
    Salam.. dan makasih atas kunjungan ke blog saya.

    sedjatee: diam dan berdoa… itulah amar ma’ruf yang paling ringan resikonya… mohon ijin memasang taut blog om di sini… salam diam…

  15. kangmas mengatakan:

    sstttt…(untuk beberapa saat aku diam dulu…)
    wah..mas..klo penyiar radio,klo penDIAM gimana ya acaranya..????
    kwek kwek kwek…

    sedjatee: kalo gitu perlu mendirikan radio NGGLENDEM FM, hehehe… sing nyetel wong-wong budheg.. hehehe… salam ngglendem…

  16. jalandakwahbersama mengatakan:

    Assalamu’alaikum,
    Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah, hendaklah ia berkata yang baik atau diam” (Muttafaq ‘Alaihi)
    Seorang ahli hikmah berkata, aku tidak pernah menyesali apa yang tidak aku ucapkan, namun aku sering sekali menyesali perkataan yang aku ucapkan. Ketahuilah, lisan yang nista lebih membahayakan pemiliknya daripada membahayakan orang lain yang menjadi korbannya. (Dewi Yana)

    sedjatee: iya terima kasih, jalandakwahbersama… adalah betul semua yang dituliskan… salam dakwah…

  17. mas tyas mengatakan:

    selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan batin..
    Tips Suka Memaafkan

  18. Iklan Gratis mengatakan:

    memang ada kalanya diam jadi jauh lebih baik dari bicara ..
    sangat bijak rasanya bisa memutuskan kapan diam dan kapan harus bicara .. saat ini sih tahap bisa sampai ke level itu ..

    Iklan Baris

  19. pengelolaan keuangan mengatakan:

    Kecerdasan tidak hanya dalam urusan ngomong namun kecerdasan untuk menahan diri (diam/mendengar) tidak kalah hebatnya

  20. pengelolaan keuangan mengatakan:

    Kecerdasan tidak hanya dalam urusan ngomong namun kecerdasan untuk menahan diri (diam/mendengar) tidak kalah hebatnya. Minal aidzin wal faizin, ya mas

  21. lingga88 mengatakan:

    diam itu emas dan bicara itu perak, sayangnya banyak orang yang malah diam disaat dia harus berbicara tentang kebenaran..
    mungkin dia takut kehilangan emasnya yach ?😀
    peace!

  22. engkaudanaku mengatakan:

    “Jika tidak mampu berbicara baik, maka diamlah.”

    Diam bersama senyuman :)………..:)………..:)

  23. enzymnNiz mengatakan:

    Is this where I should post my intro?. Hello again my name is Lucy. I research about strenght building I’ll be checking out more of sedjatee.wordpress.com [img]http://downloadpushbuttonmoney.com/download-push-button-money.gif[/img]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: