Pulang Kampung

15

Oktober 8, 2009 oleh sedjatee

burisrawaBurisrowo kelihatan sumringah. Dengan mengenakan kacamata hitam dan jaket hitam, wayang yang berprofesi sebagai buruh bangunan ibukota itu sedang antri tiket kereta api untuk pulang ke negaranya. Judulnya pulang kampung. Tetapi karena wayang yang tidak lulus SD ini berlaku tidak tertib, Burisrowo dimarahi oleh Setyaki si satpam stasiun. “hee… mas.., mas.., sampeyan ini wayang dari mana, mbok antri yang tertib, jangan blusak-blusuk seperti itu”
“eh.. maaf mas, saya mau beli karcis sepur ekonomi, bisa minta tolong belikan, mas?” pinta Burisrowo. setyaki menjawab dengan kesal “belikan gundhulmu, ini antrian kereta api eksekutif, kalau mau tiket ekonomi belinya sama calo, itu lho… sama mas Bagong yang lagi jongkok dekat kakus itu…”

Singkat cerita, Burisrowo bisa memperoleh tiket dan segera mengemasi peralatan dinasnya yang terdiri dari cangkul, linggis dan gergaji, juga sebuah telefon selular sebagai simbol kesuksesannya. Sebelum memasuki kereta Burisrowo menyempatkan diri berhenti di depan kios majalah. Walau tak bisa baca-tulis, wayang yang pernah jatuh cinta pada Wara Sumbadra ini tetap dengan percaya diri membeli majalah Playboy. Baginya lebih penting gambar seger-seger yang ada di majalah itu, bukan tulisannya. Wayang yang tidak berpuasa itu juga membeli beberapa bungkus rokok sebagai bekal perjalanannya.

Dengan penuh perjuangan, akhirnya jutawan cap cangkul itu bisa mendapatkan tempat jongkok beralas koran di lantai kereta super kumuh. Kereta pun melaju. Sepanjang jalan Burisrowo sibuk menghitung-hitung uang kertas baru yang belum pernah ditemui dikampungnya. Ia tak tahu bahwa di dalam kendaraan yang ditumpanginya itu, jutaan copet tengah mengintai calon korbannya.

Lewat tengah malam kereta yang mengangkut Burisrowo sampai di stasiun Purwodadi, disitulah wayang sekutu para Kurawa ini turun. Burisrowo segera keluar gerbong untuk kencing di bawah pohon. Dan ia bertemu Gareng, bertetangga di kampungnya. Wayang yang berprofesi sebagai tukang ojek itu segera menawarkan jasanya, “mas Burisrowo, ngojek sama saya aja ya… semalaman ini saya belum narik…” namun wayang yang mendadak sugih ini menjawab dengan gagah “wah.., sori ya Reng, gue mau naik Taksi saja, panggilkan taksi yang bagus ya, tengkyu ya.”

garengMerasa dimarjinalkan oleh rekan masa kecilnya, dengan rasa kesal Gareng menyumpah dalam hati “kusumpahin kecopetan kamu”. Burisrowo yang belum sempat membetulkan resleting celananya segera mencari taksi yang ada. Lalu dengan penuh percaya diri segera menaiki taksi untuk menuju rumahnya.

Turun dari taksi, wajah Burisrowo berubah menjadi pucat pasi. Digerayanginya semua kantong baju, celana dan isi karung goninya. Semuanya kosong. Setumpuk uang hasil memerass keringat selama di ibukota amblas bersama handphone blekberi yang selalu dipakai untuk mengakses fesbuk. Dengan lemas Burisrowo menuju pos pulisi terdekat untuk melaporkan kejadian yang dialami selama di dalam kereta api.

“lapor pak pulisi, saya kecopetan, uang saya habis semua, hanfon saya juga amblas”
Kopral Togog yang sedang berjaga di pos menjawab “wah untung ya mas, dompetnya nggak ikut ilang…”
“untung gundulmu, mbok jangan ngenyek, wong duit habis hanfon amblas kok dibilang untung” jawabnya.
“lha itu dompetnya masih ada” kata Kopral Togog. “lha ini dompet isinya cuma KTP sama surat gadai”

Kasus Burisrowo menjadi salah satu warna tradisi mudik di negara wayang. Hiruk pikuk tahunan ini menjadikan kalangan copet berpesta pora. Kisah Burisrowo itu diliput oleh banyak media catak dan elektronik. Di Istana Kepresidenan, Presiden Republik Punokawan yang menyimak berita tentang Burisrowo turut memberikan berkomentar “mbok ya tahu diri, bayar segitu kok minta selamat..” Sementara itu Gareng, tukang ojek yang dibikin senewen oleh sikap Burisrowo, menuliskan status baru di profil fesbuknya “sesama tukang copet dilarang saling mencuri”.

15 thoughts on “Pulang Kampung

  1. Dangstars mengatakan:

    Apapun hidangannya..
    Pertamaaaxxxzzz dulu

    • Dangstars mengatakan:

      Asik tuh ada Kang Kopral,ada mantancopet..dsb.
      Nice
      Pewayangan memang kalo dihubungkan dengan alam nyata ..
      ada kaitannya

      • Dangstars mengatakan:

        Om…
        Coba di cek kalo komen..
        bTW avatar tidak bisa masuk ke blog ini..
        Sayapun kalo berkunjung kesini dari daftar link sahabat..
        Nah.kalo yang kagak punya link jadi susah..
        Sory kritik nih..
        Salam sukses selalu

        sedjatee: nah itu dia bung yang aku tidak tahu, huehehehehe… eniwe terima kasih banyak dah sering berkunjung… mudah-mudahan ntar ada solusinya ya om… hehehe… salam sukses..

  2. alamendah mengatakan:

    Maaf baru sempat bloghicking. 2 hari kemarin dipaksa oleh bos saya untuk ikutan penelantaran dan peletihan di dunia nyata sehingga gak punya kesempatan mengamankan pertama dan membalas komentar. Komennya jadi gak sesuai tema postingan, he.. he..

  3. kenuzi50 mengatakan:

    kunjungan balasan nih, mas… muanteep tenan tulisanne….

  4. wardoyo mengatakan:

    Saluuutt… memang enak jadi wayang??
    Wayang yang berasal dari bayang – bayang sebenarnya contoh dari kehidupan masnusia… yang apes, yang dengki, yang congkak, yang sembrono, yang sok tahu, yang gak mau tahu, dll ….
    Bagus mas… Salam.

  5. kopral cepot mengatakan:

    Kopral Togog tuh sopo mas ? … (kopral cepot nanya😆 )

  6. kopral cepot mengatakan:

    waah Burisrowo punya fb juga yah .. “sesama tukang copet dilarang saling mencuri”. (Maaf’s aku bukan copet tp cepot😆 )

  7. sedjatee mengatakan:

    thanks atas kunjungan kawan-kawan…
    buat sersan cepot : kopral togog kirim salam kenal buat anda…
    buat mas wardoyo : iya mas, gak enak jadi wayang, ditekuk-tekuk sama pak dalang…
    buat kenuzi : iya selamat datang di gubug kami…
    buat bung dangstar : ya beginilah pewayangan, refleksi dari alam nyata…
    buat mas alemandah : selamat beraktifitas lagi di jagat cyber…
    buat om batavusqu : thanks atas awardnya… link sudah terpasang…

    salam sedjati… hehehe…

  8. kangmas mengatakan:

    insiden yg selalu terulang…

  9. Kakaakin mengatakan:

    Nggak ngerti masalah perwayangan nih…
    Tapi, copet memang makhluk yang patut dienyahkan dari dunia pewayangan (loh??) Teringat wajah orang2 yang pernah kecopetan dompetnya, mungkin mereka bisa mengikhlaskan uang yang raib, namun jika isi dompet adalah surat-surat penting, ID card, ATM de el el, mengurus lagi ini itu-nya bakalan beribet banget. Pake acara pasang iklan di media massa segala lagi…

  10. Batavusqu mengatakan:

    Salam Takzim
    Selamat pagi menyapa para sahabat demi sebuah persahabatan agar tak tergeser dengan kesibukan, Semoga tetap kesehatan yang hakiki diberikan untuk bapak sekeluarga
    Salam Takzim Batavusqu

  11. Badruz mengatakan:

    ha..ha…kasihan kang buris, melongo…

  12. agoesman120 mengatakan:

    Kalu ngantri siapa saja harus pernah ngalami to.. agar teruju kesabarannya…
    Salam Hangat

  13. Hajier mengatakan:

    Berarti mudik menjadi ajang tahuan untuk para pencopet berpesta pora dong hehehe….
    Maklum, biasanya org mudik bawa duit banyak hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: