Sumpah atau Sampah

14

Oktober 28, 2009 oleh sedjatee

1928-Sumpah_Pemuda-1

Apabila Anda mencari artikel dengan kata kunci ”sumpah pemuda” melalui bantuan sang hyang Google pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2009 jam 14.43, maka akan ditemukan 510.000 entry dalam 0.21 detik. Artikel pertama yang ditemukan sangatlah mencengangkan ”Banyak Pemuda Lupa Sumpah Pemuda”. Dan faktanya memang demikian. Banyak generasi muda saat ini yang tidak hafal naskah sumpah pemuda, lupa bahwa hari ini adalah hari sumpah pemuda dan lupa tahun lahirnya sumpah pemuda.

Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, kata sumpah bermakna “ikrar yang disampaikan dengan sungguh-sungguh; pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi atas nama Tuhan”. Pengucapan sumpah selalu berkonotasi dengan suasana sakral dan dibangun untuk suatu kepentingan yang luas.

Sumpah Pemuda, menurut mbah Wikipedia adalah sumpah setia hasil rumusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia atau dikenal dengan Kongres Pemuda II, dibacakan pada 28 Oktober 1928. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai “Hari Sumpah Pemuda”. Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.

Naskah asli sumpah pemuda kala itu adalah : Pertama, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kedoea, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Ketiga, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Di jagad pewayangan, menyebut kata sumpah adalah membahas tentang Bisma, nama yang berarti ”sumpah yang dahsyat”. Bisma atau Dewabrata adalah putra sulung Shantanu dari istri pertamanya Dewi Gangga.

Bisma mengucapkan sumpah dahsyatnya yang pertama karena ketika ayahnya, Shantanu, hendak menikahi Satyawati. Ayah Satyawati menolak karena cucunya kelak tidak mungkin menjadi raja Hastinapura. Dalih itu membuat Bisma bersumpah tidak akan menjadi raja dan akan selalu setia kepada siapapun yang duduk di tahta ayahnya. Tatkala ayah Satyawati masih berdalih bahwa keturunan Bisma akan berontak dan mengambil alih tahta dari keturunannya. Akhirnya Bisma mengucapkan sumpah keduanya : menempuh jalan brahmacari, tidak menikah seumur hidupnya. Inilah prototipe orang yang teguh memegang sumpah, ia tetap loyal kepada negaranya meski ia tak pernah mengecap tahta.

Ada banyak sumpah di sekitar kita. Yang masih terngiang adalah sumpah jabatan, yang beberapa waktu lalu diucapkan oleh petinggi negeri ini. Layak untuk kemudian menanyakan, apakah pengucap itu terus memegang teguh sumpahnya sebagaimana Bisma?

Sumpah pemuda dilahirkan oleh para pemuda Indonesia 81 tahun yang lalu. Para penggagasnya tentu mengangankan bahwa sumpah ini akan terpelihara oleh generasi penerus bangsa. Lantas apa yang salah jika delapan dekade setelah kelahirannya sumpah itu kemudian dilupakan? Tentu bukan salah penggagasnya, mereka bahkan layak diapresiasi menumbuhkan embrio kesatuan bangsa disaat negeri ini masih dikangkangi kolonialis.

Bukan juga salah naskahnya. Naskah itu terlalu agung untuk dipolemikkan. Atau salah yang melupakan? Entahlah, mereka juga tak mau disalahkan. Dalam sorot kamera televisi, seorang pemuda negeri ini begitu percaya diri tertawa lepas tatkala dirinya tak hafal naskah sumpah pemuda yang ditanyakan kepadanya. Yang begini juga tak salah. Generasi sekarang merasa berhak untuk tidak berkepentingan dengan sumpah pemuda. Mereka mungkin merasa boleh untuk menganggap sumpah itu sebagai sampah. Orang-orang seperti ini tidak akan pernah merasa menjadi bagian dari bangsa ini. Mereka mencari makan di negeri ini dan merasa telah berkontribusi kepada bangsa dengan ketenaran mereka. Mereka mungkin menganggap slogan nasionalisme hanyalah sampah, padahal  mereka itulah yang sampah.

14 thoughts on “Sumpah atau Sampah

  1. Achmad mengatakan:

    Iyak betul. Bahkan di hari sumpah pemuda kok malah banyak pemuda yang bersumpah serapah … masuk tivi lagi. Oh negriku … ngeriku … !

  2. mbah gendeng mengatakan:

    hmmmm ngabsen dulu y bos……….

  3. agoesman120 mengatakan:

    Bener bosss… sumpah pemuda sudah dilupakan…

  4. alamendah mengatakan:

    (maaf) izin mengamankan KEEMPAT dulu. Boleh kan?!
    Betul, banyak yang lupa!!!

  5. Kakaakin mengatakan:

    Saya!!! *sambil ngangakat tangan*
    Lupa banget sama teks sumpah ini… (apa harus malu ya??)

  6. kuz09 mengatakan:

    Kenapa ya bisa pada lupa..? Pertanda apa ya..?

  7. Cara Membuat Blog mengatakan:

    Iya benar sekali,
    tapi yang penting, kita tetep semangat membangun bangsa, dan kita tetep semangat untuk ikut berjuang menyatukan bangsa ini. dan tentunya juga senangat buag ngeblog terus.
    yang penting kita mulai dari diri kita sendiri dulu!
    Cara Membuat Blog

  8. Pasang Iklan mengatakan:

    SUMPAH PEMUDA….

    jangan tanyakan naskah sumpah pemuda kepada pemuda dan pemudi masa kini…
    karna bisa dipastikan mereka tidak hafal…
    apakah ketidak hafalan mereka terhadapnaskah sumpah pemuda membuat mereka tidak menghargai serta menghormati sumpah pemuda???
    salah besar…
    karna sumpah pemuda tidak hanya untuk menghafal naskahnya saja..
    tetapi bagaimana kita berperan membangun pemuda-pemudi negeri kita ini untuk maju dan mandiri…

    pemuda sekarang hidup dijaman serta era yang berbeda dengan ja,an dahulu…
    pemuda-pemudi sekarang sangat berperan membangun bangsa ini…
    dengan berbagai cara mereka membangun negeri ini…

    jangan anggap remeh pemuda-pemudi jaman sekarang…
    ajangan hanya melihat dari keterpurukan serta kerendahan moral para pemuda-pemudi sekarang…
    majulah para pemuda serta pemudi negeriku…
    bangun negara kita agar lebih mandiri dan maju.
    Iklan

  9. sunflo mengatakan:

    asal pada tau ajah apa sebenernya esensi dari sebuah sumpah, pasti ga bakalan jadi sampah…. tp yg beginian keknya berat buat menetapinya, seringnya suka menyelisihi sumpahnya sendiri…

  10. M Mursyid PW mengatakan:

    Untaian kata2nya mantab, Mas.
    Salam silaturahim dari Pekalongan.

  11. sedjatee mengatakan:

    thanks atas masukan rekan-rekan:
    buat Pak Achmad : ya begitulah negeri ini pak, mohon didoakan…
    buat mBah Gendeng : mudah-mudahan lekas waras mBah…
    buat Bang Goesman : dulu gak tahu sekarang lupa…
    buat Bung Alamendah : aman selalu Bung…
    buat Kakaakin : sumpah.. gue lupa ama sumpah itu…
    buat Kuz09: lupa berarti gak ingat… salam lupa…
    buat Cara Buat Blog : boleh juga dibuat Sumpah Bloger Indonesia…
    buat Pasang Iklan : agar diiklankan obat lupa Sumpah Pemuda…
    buat Sunflo : ketika di negara arab, adakah sumpah pemuda?
    buat pak Mursyid : saya tiap akhir pekan lewat pekalongan Pak, numpak sepur… salam dari semarang…

  12. mbah gendeng mengatakan:

    datang lagi nih berkunjung………………

  13. sunflo mengatakan:

    wah…ga ada lah mr. sedj, ga tau lor kidul malah, paling mgk di kedubes, but sy jauuh ma rumahku yang kedua itu… (he..he..kedubes kan rumah kami yg kdua di rantau…^^)

  14. wardoyo mengatakan:

    Berkunjung ke rumah sahabat… seminggu lebih absen dari dunia internet bozz…
    Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: