Majelis Surok

Jangan terburu-buru untuk mengaitkan judul tulisan ini dengan suatu forum tertinggi dari (biasanya) suatu organisasi keagamaan. Juga jangan dikaitkan dengan sengketa pendapat majelis ulama dan masyarakat akan suatu film yang menggambarkan kejadian hari akhir. Sama sekali bukan.

Majelis Surok adalah akronim dari Majelis Suka Ngorok, istilah yang sering saya pakai untuk “mencandai” audiens saya yang tertidur pada waktu kuliah, diklat, ceramah atau yang lain. Namun demikian Majelis Surok tak hanya ada di forum itu. Mereka bahkan ada di tempat paling dihormati di negeri ini, apalagi kalau bukan gedung wakil rakyat.

Disertai dengkuran atau tidak, mengantuk adalah fenomena yang lumrah dalam kehidupan manusia. Namun mengantuk tidak akan terjadi tatkala otak atau otot bekerja keras. Mengantuk tak perlu terjadi pada seseorang yang sedang bersungguh-sungguh bekerja. Artinya, orang yang tak serius dalam rapat, ceramah atau kuliah itulah yang rentan dihinggapi rasa kantuk.

Mengantuk bukanlah suatu masalah. Namun kita perlu mulai sadar bahwa ngorok adalah indikasi dari adanya suatu masalah dalam tubuh manusia. Ngorok seringkali dianggap kasus enteng. Padahal gangguan tidur tsb pada titik paling berbahaya dapat memicu serangan stroke atau infark jantung. Sekitar 30 persen orang dewasa ngorok di saat tidur, kondisi ini juga banyak terjadi di kalangan anak-anak. Kebanyakan kasus ngorok saat tidur hanya mengganggu orang lain yang tidur sekamar, akibat gangguan bising. Suara ngorok bisa mencapai kekuatan hingga 80 desibel. Sebagai gambaran, suara yang cukup ramai dan bising di jalanan hanya berkekuatan sekitar 70 desibel. Akan tetapi sekitar 5 persen dari penderita ngorok, juga menghadapi ancaman masalah kesehatan cukup berat atau bahkan kematian. Karena ngorok saat tidur dapat memicu serangan infark jantung atau stroke. Penyebabnya adalah terhentinya pernafasan akibat ngorok yang menyebabkan terganggunya pasokan oksigen ke otak.

Mendengkur sendiri dibedakan menjadi beberapa jenis, ada dengkuran ringan, dengan suara halus dan berlangsung terus-menerus yang dijumpai saat awal tidur dan umumnya merupakan tanda kelelahan. Jenis lainnya adalah dengkuran keras, terputus-putus, serta diikuti hentakan napas yang dalam. Dalam istilah medis, pola dengkur henti napas ini disebut obstructive sleep apnea syndrome.

Mendengkur umumnya terjadi pada orang dewasa, terutama pria berusia pertengahan dan menderita obesitas. Di Amerika Serikat, prevalensi OSA pada kelompok usia di bawah 40 tahun adalah 25 persen pria dan 10 hingga 15 persen perempuan. Pada kelompok usia di atas 40 tahun, prevalensinya mencapai 60 persen pada pria dan 40 persen pada perempuan. Sejumlah faktor risiko lain adalah ukuran leher panjang dan penyakit genetik spesifik. Adapun di kalangan anak-anak, fenomena ngorok sering ditemui pada anak yang mengalami pembesaran amandel. Hal inilah yang menghambat debit udara ke sistem pernafasan.

Dalam hal kebiasaan tidur, anggota majelis surok disarankan mengubah posisi tidur, jangan terlentang tapi tidur miring pada satu sisi badan. Dan yang terpenting, jika gejala ngorok berat sudah mengganggu orang serumah, para tetangga atau orang sekampung, penderita disarankan secepatnya pergi ke dokter untuk mendapatkan terapi.

Untuk kategori ngorok ringan, disarankan untuk mengubah perilaku dan kebiasaan hidup antara lain dengan lebih aktif berolahraga, mengurangi rokok, rutin melakukan latihan pernapasan, dan rileksasi. Penanggulangan lain dapat dilakukan dengan mengurangi kebiasaan meminum alkohol menjelang tidur dan mengurangi berat badan.

Tak ada kata terlambat untuk menjaga kesehatan. Dan itu bisa dimulai dari hal-hal yang bersifat sederhana, termasuk kebiasaan tidur kita. Ngorok adalah fenomena biasa, tetapi harus mulai mendapat perhatian serius agar tidak menjadi hal yang merisaukan. Tak masalah jika rumah kita dan kampung kita menjadi sunyi senyap, tidak ada bunyi dengkuran di jam-jam tidur. Sebab, meski kita tak pernah berprofesi sebagai maling, konon para maling lebih suka menyatroni rumah-rumah yang di malam hari lebih sering terdengar nada dering dengkuran. Groook… zzzzzz….. groookk… groookk… zzzzz…….

sedjatee – dari berbagai sumber

Iklan

13 pemikiran pada “Majelis Surok

  1. maka dari itu tidurlah dengan miring, ke sebelah kanan, karena itu salah satu sunnah nabi,,, dan jika posisi tidur miring, maka kemungkinan untuk ngorok sangatlah kecil.. ( menurut pengamatan saya ).. tidak percaya.. silahkan buktikan.. 🙂
    ==
    Salam Blogger dan Sukses.

  2. terima kasih atas tanggapan dari rekan-rekan bloger indonesia
    buat bang dangstar: selamat menikmati ngorok, sehat selalu Bung…
    buat bung alemandaeh: selamat bergabung dengan majelis surok…
    buat kakaakin: pasang headset sebelum tidur ya…
    buat mister zipoer batavusqu: selamat idul adha Mister….
    buat mas wardoyo: saya puas, anda lemas … lalu ngorok…
    buat mas tyas: bisa ngorok adalah bakat menjadi anggota dewan…
    buat kopral cepot: met idul adha, jangan ngorok ya..

    salam ngorok
    sedj

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s