Pesta Para Jagal

11

November 30, 2009 oleh sedjatee

Parang dan pedang berkelebat, memenggal leher-leher yang terkulai tanpa daya. Lenguhan dan jeritan hanya terdengar sesaat, namun lengan kekar itu terus menggorok leher hingga terputus. Kepala-kepala terpenggal itu bergelimpangan, diiringi derai tawa orang-orang yang berpedang tajam. Darah menggenang, menyemburkan bau anyir yang semakin tajam. Tanpa buang waktu, tubuh tanpa kepala itu kemudian dikuliti, dipotong dan ditumpahkan isi perutnya.

Adegan pembunuhan diatas bukan ceritera tentang suatu peperangan di dunia wayang atau kerajaan masa lampau. Adegan berdarah itu terjadi di depan mata kepala sendiri, yaitu kejadian lusa, kemarin dan hari ini. Masih dalam suasana hari tasyrik, masih ada beberapa kelompok yang melaksanakan pemotongan binatang qurban.

Qurban berasal dari akar kata “qarb” yang berarti dekat, dengan demikian ibadah qurban bermakna pendekatan diri seorang hamba kepada Allah Yang Maha Agung. Syariat berkurban merupakan warisan ibadah yang paling tua. Kurban mulai diperintahkan saat Nabiyullah Adam ‘alaihis salam ingin menemukan cara yang adil dalam menikahkan anak-anaknya yaitu Qabil dan Habil. Akhirnya Allah swt mewahyukan agar Habil dan Qabil melaksanakan kurban untuk membuktikan siapa yang diterima. Habil berkurban dengan ternaknya dan Qabil berkurban dengan hasil tanamannya.

Peristiwa berkurban paling fenomenal dibuktikan oleh Bapak Tauhid, Khalilullah, Ibrahim Alaihissalam. Ibrahim yang menanti seorang putra sejak lama itu diperintahkan Allah swt untuk menyembelih putra semata wayangnya, Isma’il alaihissalam. Allah kemudian menggantinya dengan seekor domba sebagai binatang kurban, dan itulah yang kemudian diteladani oleh umat Islam, berkurban dengan onta, sapi, kambing atau domba.

Penyembelihan hewan kurban selanjutnya menjadi ritual yang sangat diidam-idamkan. Lihat saja, di tempat yang paling menyimbolkan kemegahan negeri ini, Masjid Istiqlal Jakarta, puluhan ribu manusia mengantre untuk mendapatkan daging kurban. Antrean itu dimulai bahkan sehari sebelum daging kurban dibagikan. Namun misi mengenyam daging kurban setahun sekali itu tak semuanya mulus. Ribuan orang hanya bisa pulang dengan tangan hampa, makan daging hanya sebatas mimpi yang terus tertunda. Perjuangan mereka untuk berdesakan dan saling himpit akan dicoba lagi di tahun mendatang.

Cukup menarik untuk menyimak perjalanan binatang kurban menuju tempat penyembelihannya. Kawanan sapi, yang umumnya berasal dari Nusa Tenggara, mulai menempuh perjalanan darat yang cukup panjang hingga ke Jakarta. Perjalanan melelahkan ini memunculkan suatu lahan bisnis tersendiri bagi masyarakat Batang, daerah pantura yang biasa dilewati truk pengangkut sapi. Mereka mengelola suatu bisnis baru yang disebut ”hotel sapi”

Jangan berimaji bahwa hotel ini berupa bangunan mewah dengan perabot kelas satu, dilengkapi kolam renang, restoran mewah dan sarana hiburan. Hotel sapi di Batang hanyalah sebuah pekarangan untuk istirahat para sapi yang lelah berdiri di punggung truk pengangkut. Di hotel ini, sapi diturunkan dari truk, kemudian ditambatkan pada suatu pekarangan sehingga sang binatang bisa bergerak lebih bebas. Tak hanya itu, sajian pakan jerami dan rumput, serta air minum sapi juga disediakan secara melimpah. Bagi para sopir disediakan balai-balai dari kayu untuk sekadar melepas lelah.

Dengan tarif sekitar Rp. 80.000 per satu truk sapi, bisnis ini meraup untung di momen kurban seperti kemarin. Jika hotel sapi yang demikian saja dapat memanen untung, jangan tanya keuntungan para pedagang binatang. Yang jelas, ini semua merupakan berkah idul adha yang dimuliakan manusia. Tak hanya peternak, pedagang sapi dan pebisnis hotel sapi saja yang berlimpah untung di musim kurban. Para jagal juga kebanjiran rejeki di musim ini. Dengan keahlian memotong binatang berukuran besar, termasuk menguliti, memotong daging dan membersihkan jerohan binatang, sosok jagal mendadak jadi primadona.

Dengan upah seratus ribu perhari perorang, segerombolan jagal telah menanti tugasnya di pekarangan masjid tempat kami melaksanakan shalat idul adha dan ibadah kurban. Mereka yang datang hanya dengan celana pendek dan pedang terhunus, tidak mengikuti shalat namun hanya merokok-rokok di sekitar penambatan binatang. Seusai shalat, tangan-tangan tangkas mereka segera mengubah sekawanan sapi dan kambing itu menjadi seonggok daging yang siap didistribusikan. Sangat lihai dan profesional. Merekalah salah satu sosok penting yang turut merealisasikan hadirnya masakan daging nan lezat di meja makan kita semua. Semoga mereka tidak sedang merasa sebagai seorang nabi, pada saat mereka tak turut shalat sebelum ritual penyembelihan itu mereka jalankan.

Selamat idul adha, selamat berqurban semoga ibadah kita diterima Allah swt. Karena sesungguhnya daging dan darah kurban itu tak akan sampai kepada Allah, namun ketaqwaan dan keikhlasan kita-lah yang akan dicatat sebagai kebaikan di sisinya. Kiranya Allah berkenan membalas ibadah dan ketulusan kurban kita sebanyak bulu binatang yang kita tulus berikan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Amin…

11 thoughts on “Pesta Para Jagal

  1. New Bie Oon mengatakan:

    kalo di kampung ane sih, ga perlu menyewa tukang jagal, soal na udah ada dari warga yang bisa dan siap berpartisisapi.. eh.. partisipasi tiap tahun untuk motong hewan qurban.. alhamdulillah..

  2. wardoyo mengatakan:

    Pemandangan yang indah setiap tahun itu memang selalu mengundang cerita menarik di baliknya. Sementara yang di Padang Arafah sana kebanjiran air, di Tanah Air semua kebanjiran rejeki … Alhamdulillah, itulah keberkahan sepanjang masa.

  3. Dangstars mengatakan:

    Selamat berpeste para jagal.
    Dan selamat hari raya idul adha

  4. zipoer7 mengatakan:

    Salam Takzim
    Fenomena tahunan, hampir sama dengan pembaca do’a yang sibuk merapihkan sorbannya atau pecinya di pemakaman saat mau puasa dan saat idul fitri ya kang, cuma honornya satu makam cuma 10000 kang
    Salam Takzim Batavusqu

  5. mas tyas mengatakan:

    Hiattttt.. mak gluntung.. untung nggak nggelundung:mrgreen:
    selamat berkurban mas sedj..

  6. dedekusn mengatakan:

    Kunjungan siang….. untuk merayakan para Jagal yag telah berpesta!

  7. Halaman Putih mengatakan:

    Kalau di tempat saya, para pemuda diikutsertakan mendampingi jagal. Biar dapat pelajaran sekaligus praktik bagaimana mengelola hewan yang disembelih. Hasilnya mereka dah berani dilepas untuk njagal kambing sampai mengulitinya.

  8. Wong Jalur mengatakan:

    Subhanallah…ternyata kelebihan ibadah kurban luar biasa, bukn sekadar makan daging, ttp lbh dari itu kepekaan sosial ini berdampak luas. Sbgai bntuk penghargaan kepada binatang semblihan, dalam Agama jg ada aturan bahwa kita diwajibkn memperhatikn betul hewan tsb sblm si sembelih, dsb.

  9. Kakaakin mengatakan:

    Mudah2an lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT

  10. sedjatee mengatakan:

    thanks atas masukan para jagal pada tulisan ini
    buat newbie oon: salam buat para jagal kampung, selamat berpesta…
    buat mas wardoyo: berkah hari raya mas… semoga berkah mas…
    buat bung dangstar: salam ied mubarok, nyembelih ban bekas ya…
    buat mister zippoer: bisnis baru mister… jadi tukang doa kubur…
    buat mas tyas: selamat berkurban… kalo nggak ya korban perasaan…
    buat om dedekusn: salam jagal om…
    buat wong jalur: ibadah sosial wong… semoga semakin bertaqwa…
    buat kakaakin: amin, semakin dekat kepada Sang Maha Pencipta..
    sukses selalu, salam jagal…

    sedj

  11. sunflo mengatakan:

    walo telat juga… kuucapkan seuntai doa, semoga Allah menerima amal2 shalih kita ya mr…. ^^ aamiiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: