Yang Baru dan Yang Berakhir

16

Januari 4, 2010 oleh sedjatee

Ritual itu kembali berulang. Namanya Tahun Baru. Seperti biasa, penyambutannya dilakukan dalam hiruk pikuk yang penuh keceriaan. Ada hal yang oleh banyak orang dirasakan baru, entah, saya tidak pernah tahu pasti. Tetapi pergantian tahun selalu ditingkahi dengan kesenangan. Jika diselidiki, sesuatu yang benar-benar baru di tahun baru, mungkin hanya kalender. Kalender gambar pelawak hadiah membeli obat panu, atau kalender gambar anjing berkaca mata hadiah dari toko besi.

Waktu bergulir dan kembali ke januari. Untuk sebuah kemeriahan yang tak tentu, orang tua hingga kanak-kanak telah menjadwalkan acara tertentu, setidaknya meniup terompet. Kembalinya waktu ke awal sebuah periode, tidak serta merta membuat yang tua menjadi muda, atau yang muda menjadi kanak-kanak kembali, kendati yang tua bangka terlihat seperti kanak-kanak di malam tahun baru. Kalau mau sadar, yang tua menjadi semakin tua, yang muda menjadi tidak muda lagi.

Hitungan waktu dalam detik hingga tahun adalah bikinan manusia. Dan herannya, untuk sesuatu yang diciptakan sendiri, manusia bertingkah laku sangat aneh. Lumrah saja jika setiap 365 hari ada pergantian tahun karena hanya sejumlah itulah hitungan tahun diciptakan manusia. Pergantian tahun tidak akan memberikan perubahan signifikan apapun tetapi dimana-mana manusia melakukan selebrasi hingga diluar batas akal sehat.

Kita juga punya kalender, punya perhitungan tahun sendiri. Perhitungan itu diberlakukan pada masa Khalifah Umar. Permulaan hitungannya didasarkan peristiwa hijrah Rasulullah, bukan pada hari kelahiran Muhammad atau permulaan turunnya wahyu atau pada saat penaklukan Makkah. Menurut pencetusnya, Ali bin Abi Thalib, hijrah menandai suatu peradaban yang benar-benar baru dan bersih. Tahun hijrah mengingatkan kepada makna hijrah itu sendiri sebagai tonggak pencerahan dan pembersihan budaya, pola pikir dan kemurnian aqidah. Ide yang sangat cerdas dan inilah yang kemudian dipilih.

Perjalanan waktu adalah perjalanan usia bagi yang hidup. Bergulirnya perhitungan waktu hendaklah disikapi dengan penuh rasa bijak. Tahun baru sangatlah tepat jika menjadi momen untuk melakukan evaluasi, setidaknya melakukan muhasabah pada diri sendiri. Lalu seperti Ali, gunakan sebagai tonggak untuk melakukan hal-hal yang baru, yang lebih bersih, yang mengarah kepada hal-hal positif.

Malam 1 januari selalu diwarnai hura-hura, sedangkan malam 1 suro selalu dihubungkan dengan klenik. Kita tidak melarang diadakan seremoni sepanjang bisa memberikan alasan yang positif. Selama ini kita hanya mencari pembenaran sebuah kultur, karena hanya terjadi setahun sekali bolehlah tahun baru dimeriahkan dengan segala gaya. Sampai kapan kita akan berubah? Sampai nafas ini tak bisa lagi meniup terompet atau sampai topi kerucut itu tak bisa lagi menutupi uban di kepala kita?

Tahun baru, InsyaAllah, masih akan ada lagi. Dengan tidur sepanjang tahun pun, jika Allah berkehendak, maka masih ada kesempatan untuk menyaksikan pergantian tahun. Akhir tahun, pernahkah kita merenunginya? Bagaimana jika akhir tahun merupakan akhir dari kehidupan di alam semesta ini? dalam hal ini ternyata kita juga masih belum mampu menyikapinya.

Akan ada suatu pergantian masa yang pasti terjadi pada setiap kita yang hidup. Itu adalah bergantian alam jasadiah kita. Akan tiba suatu saat yang pasti menghampiri kita, dan kita pernah melihat moment itu terjadi pada orang lain. Namun kita belum juga mempersiapkan diri untuk menghadapi saat itu tiba. Saat itu adalah saat para kerabat, kenalan dan orang-orang tercinta mengucapkan selamat jalan kepada kita, dan kita mulai menjalani perjalanan panjang kita berikutnya. Perjalanan yang bekalnya hanya dipersiapkan oleh diri kita sendiri.

Sama dengan kemeriahan tahun baru ini. Bagi yang punya cukup uang, kesenangan dan kemeriahan akan bisa dengan mudah didapatkan. Demikian halnya dengan ruh kita memasuki alam baru. Hanya karena bekal yang cukuplah, kenikmatan dan syafaat akan bisa didapatkan. Tidak pernah ada jalan mudah untuk mendapatkan bekal, karena keikhlasan masih menjadi hal tersulit untuk dilakukan. Tendensi pada dunia, riya, status, kedudukan dan pamrih, masih menjadi penghalang besar bagi masuknya keikhlasan pada diri kita. Ibadah dan amal kebaikan kita hanyalah seremoni belaka. Sama seperti perayaan tahun baru ini, setelah seremoni itu selesai, maka hilanglah segala sesuatunya, tanpa bekas apapun. Seiring pergantian waktu, semoga kita semua menjadi pribadi yang semakin baik, semakin arif dan semakin bisa memberi manfaat bagi orang-orang di sekitar kita.

sedj – salam tahun baru 2010, sukses selalu…

16 thoughts on “Yang Baru dan Yang Berakhir

  1. asepsaiba mengatakan:

    Mari kita belajar bersyukur atas segala nikmat dan karuniaNya sehingga hingga saat ini kita bisa memeriahkan tahun baru Masehi..

  2. inas mengatakan:

    benar banyak orang merayakan tahun baru dengan hal-hal yang mubadzir dan tidak tahu memaknainya…smg kita smkn sadar bahwa dgn pergantian tahun yang harus berubah adalah hati kita untuk bisa memperbaiki diri menuju yang lebih baik….

  3. Kakaakin mengatakan:

    Ayo… mari me-menej waktu agar lebih berisi dengan hal yang tidak si-sia…πŸ™‚

  4. sunarnosahlan mengatakan:

    saya tidak merayakan tahun baru

  5. Dangstars mengatakan:

    Saya ikut merayakan Di tempat Mertua karena mertua saya Nasrani…
    Namun kami saling menghormati walau beda Agama

  6. kopral cepot mengatakan:

    hanya sedikit orang yg tdk terjebak pada ritual … mereka yg berpikir akan makna dan hakikat hidup … menjadi pejalan hidup menemu sejati slalu ingin mengerti apa arti dari setiap peristiwa yg terjadi ..

    Demi masa, ruginya hidup manusia kalo tdk memiliki komitmen, konsistensi dan konseskwen terhadap pilihan hidup….

    Salam kesejatian menapaki alam fana menuju alam baqa…

  7. wardoyo mengatakan:

    Memang aneh sekali perilaku sebahagian manusia yang terjebak dalam ritual yang dibuatnya sendiri. Tetapi itulah namanya budaya. Hasil cipta budi dan daya manusia sendiri.

    Sayangnya manusia lupa kalau budi dan daya berkembang. Semestinya kita semakin sadar kalau ternyata, Semua Hanya Di Atas Kertas .

    Salam Yang Baru.

  8. badruz mengatakan:

    selamat tahun baru mas.
    semoga 2010 semuanya menjadi lebih baik.πŸ˜†

  9. hanhan mengatakan:

    Selamat tahun baru kawan, sukses selalu semoga kehidupan kita dapat lebih bijak dan lebih baik di tahun ini…

  10. oelil mengatakan:

    Saya kumpul2 se RT ngadain masak/makan bareng ….mempererat kekeluargaan
    setiap momen diambil hikmahnya saja dan diambil positifnya tentunya
    selamat menapaki tahun baru, maaf baru bisa muncul…ngikut bala tidar ora mas..

  11. Hary4n4 mengatakan:

    Kesia-siaan..adalah kebiasaan yg dari dulu bahkan sampe kiamat pun, pasti akan dilakukan oleh manusia.. Dan hanya sedikit dari para manusia itu yg mau belajar dan bersungguh-sungguh utk merubah kebiasaan yg sia-sia itu, menjadi bermanfaat…
    Semoga makin tahun, kita makin mengerti akan arti dan tujuan hidup ini..
    Salam hangat dan damai selalu…

  12. Blogger Nekat mengatakan:

    sudah terpasang mas,, coba aja liat di Sidebar “LINK” bawah ini,, atau kalau belum ketemu liat aja source kode di blog ini ( ctrl + F ) lalu cari dengan url https://sedjatee.wordpress.com . . .

    Makasih dah mau tukeran link ya . .πŸ˜‰

  13. harto mengatakan:

    kenapa yaa kalo taun barunya Masehi identik ama yang namanya hura2, pesta pora, tapi kalo taun barunya Hijriyah paling juga pawai obor yang ikut anak2 dooaaaang…

    Semoga kita termasuk orang2 yang pandai bersyukur.
    sukses selalu n tetap pada lindungan Allah SWT

  14. mas tyas mengatakan:

    ing naliko jaman semono, perayaan tahun baru adate ono sing melekan sinambi dem-deman, ono ugo sing lungguh silo banting kertu, sing duwe montor gawe trek- trekan, mboh yen saiki, menowo wis salin adat? aku wis suwe manggon ning alas, dadi nggak tek paham karo adat anyare konco- konco ing deso:mrgreen:

  15. bundadontworry mengatakan:

    selalu menyukuri datangnya tahun baru, bukan utk hura2 namun kembali merenungi diri, apakah telah maksimal yg kita kerjakan, dan mencoba utk menjadi yg lebih baik lagi di tahun berikutnya.
    Semoga Allah swt mempermudah kita dlm meningkatkan ibadah, amin.
    salam.

  16. citromduro mengatakan:

    sebetulnya blog ini rame sih

    pamekasan madura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: