Sanjungan Untuk Para Bangsat

16

Januari 8, 2010 oleh sedjatee

Tiba-tiba nama bangsat menjadi sering diucapkan pada malam lalu, pada suatu obrolan masyarakat kelas rendah, di suatu warung nasi sembari menyaksikan tontonan televisi. Senda gurau dan tatapan penuh konsentrasi ke layar televisi itu tiba-tiba menggejolak. Seseorang memekik “Bangsat..!” lalu diikuti sumpah serapah sejenis dari mulut yang lain.

Ups.. jangan menduga ada kepinding alias kutu busuk, di bangku kayu nan jelek dan butut yang ada di warung ini. Bangsat adalah satu serangga yang dalam bahasa inggris disebut bedbugs atau dalam bahasa kerennya dikenal sebagai Cimex Lectularis. Etimologi jawa akrab memanggilnya sebagai ”tinggi” (bukan antonim dari rendah). Para bangsat telah ada jauh sebelum perang dunia, telah menembus batas geografis benua, bahkan penundaan penyerangan serdadu sekutu (NATO) pada negara Jerman adalah karena merajalelanya binatang ini dikamp tentara Amerika.

Mirip dengan vampire, bangsat mempunyai kebiasaan menghisap darah pada malam hari atau ditempat gelap. Selain meninggalkan bekas gigitan yang sangat gatal, kawanan bangsat turut perpartisipasi dalam penularan beberapa penyakit seperti kudis (gudik) dan infeksi kulit. Dan yang paling keren menurut Mbah Wikipedia, arthopoda tanpa sayap berukuran setengah senti ini bisa menyebabkan anemia dan hepatitis B.

Belum ada riset tentang hubungan serangga ini dengan kualitas pertandingan sepakbola, namun ada korelasi negatif antara keduanya. Jika kualitas permainan sepakbola rendah, dijamin akan banyak terlontar seruan menyebut nama binatang ini. Buktinya adalah malam kemarin, ketika gawang Indonesia yang dikawal Markus kebobolan oleh suatu serangan sederhana para pemain Oman. Bangsat kali ini hanyalah satu umpatan yang tertunda karena boleh jadi ia telah memenuhi rongga suara para penonton yang melihat penampilan tim kebanggaan kita. Ya, pasukan merah putih tampil tanpa determinasi, lesu darah dan mengesalkan.

Ada penonton yang menyeru “pelatih bangsat”. Boleh jadi kalimat ini tertuju pada sosok Benny Dollo orang nomor satu di bench Indonesia bukan Claude le Roy yang berada di bench Oman. Ada juga makian ”wasit bangsat”. Entah ini hanya semata-mata sentimen anti Malaysia, atau hanya efek dari kekalahan tim nasional. Kalo boleh jujur, kinerja wasit pada partai ini dapat dibilang bagus, tak ada yang kontroversial.

Yang jelas, sebutan ”pelatih bangsat”  dan ”wasit bangsat” dapat ditafsirkan sebagai sanjungan untuk kutu busuk. Binatang ini disetarakan dengan pelatih tim nasional, yang berpenghasilan ratusan juta rupiah pertahun. Terlebih mendengar seruan ”wasit bangsat”, saya yakin para kutu busuk berbunga-bunga mendengar sanjungan itu. Asal tahu saja, pengadil pada pertandingan Indonesia vs Oman adalah wasit yang setidaknya bersertifikasi AFC bahkan sangat mungkin berakreditasi FIFA. Di negeri ini, hanya ada 5 wasit berakreditasi FIFA, dan sepertinya belum ada yang masuk jajaran elite wasit AFC.

Namun makian itu berubah menjadi tepukan meriah tatkala pada menit 93 terjadi sebuah insiden gila. Seorang ”pemain ke-12” menggiring bola hingga mulut gawang Oman yang dijaga al Habsy, deputi kiper Bolton Wanderers. Penonton itu melakukan tindakan nyeleneh, bahkan gila, namun ia tak dianggap sebagai bangsat, bahkan ia sebut sebagai pahlawan. Ia hanyalah seorang yang sedang melakukan koreksi lalu mengungkapkan kekesalan atas karut-marut pengelolaan sepakbola Indonesia. Di jejaring sosial, Hendry Mulyadi, si penonton nekat ini, dipuji lebih tinggi daripada pelaku sepakbola tanah air.

Lupakan bangsat di bangku warung kelas rendah. Bangsat juga disebut-sebut di dalam ruang rapat Dewan yang mulia. Kali ini si kepinding disanjung lebih tinggi karena sebutan itu dialamatkan kepada seorang bergelar professor yang pada saat itu adalah pimpinan panitia khusus di Dewan yang mulia. Ah, tak usah kita membahas bagaimana perasaan binatang kecil itu ketika namanya disebut-sebut oleh kalangan manusia. Penyebutan bangsat di mana-mana hanya bisa disimpulkan bahwa kualitas kosakata manusia negeri ini relatif sama, baik yang ada di warung kelas rendah maupun yang duduk di gedung wakil rakyat yang mulia.

16 thoughts on “Sanjungan Untuk Para Bangsat

  1. alamendah mengatakan:

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    dimana-mana ada, ya?
    Penh dong negeri kita…

  2. booksaddict mengatakan:

    Hidup Hendri, Pahlawan Bola …??!!?

  3. asepsaiba mengatakan:

    Baerbangsat satu, bangsat ………..

  4. oelil mengatakan:

    semoga hal itu jadi tamparan persepakbolaan negeri kita….selain tentunya sikap dewasa dari masing2 komponen (pemain, pengurus, penonton dan suporter) semoga tidak ada lagi nonton tawuran di lapangan bola…terus terang saya jadi males nonton sepak bola Indonesia gara2 sering tawuran apapun alasannya

  5. oelil mengatakan:

    eh iya….lucunya pas adegan pemain ke 12 itu, penjaga gawang Oman ngasih respon sama gerakannya Hendry ya..hihihiiii

  6. kopral cepot mengatakan:

    “bangsat” … umpatan kekecewaan. kapan trend penyebutan “hewan” ini berakhir? apa krn manusia masih dibawah level “hayawanunnatiqun”? Kesejatian masih membutuhkan waktu dalam jejak hidup ..

    Salam

  7. wardoyo mengatakan:

    Bangsat memang sejenis kata ajaib ya… bisa ditempelkan di mana saja. Mantap bro.
    Tapi jangan lupa “bangsat sejati” : gerak-geriknya gak kelihatan, sembunyi di sudut-sudut menanti mangsa dan menunggu kelengahan.
    Tahu-tahu saja… phuih! Gatal dah.

  8. JakaPrasetya mengatakan:

    Sayangnya kurang canggih tuh si Hendry maen bolanya😀

  9. dedekusn mengatakan:

    Copas krn tertarik kaliat terakhir:
    “Penyebutan bangsat di mana-mana hanya bisa disimpulkan bahwa kualitas kosakata manusia negeri ini relatif sama, baik yang ada di warung kelas rendah maupun yang duduk di gedung wakil rakyat yang mulia”.
    hehhehehe betul tuh

  10. mas tyas mengatakan:

    makna bangsat tentu lain dengan buangsat. Buangsat terkesan lebih memberikan makna yang mendalam. di masa kecil saya sopir cikar (gerobak) disebut bajingan. namun ketika ada yang mengatakan buajingan saya nggak tahu artinya. kali buajingan adalah bajingan senior atau sopir cikar yang sudah berpengalaman. gimana apakah begitu ya?:mrgreen:

  11. New Bie Oon The Blog mengatakan:

    pertanda persepak bola an di tanah air sudah carut marut.. saatnya penonton jadi pemain, dan pemain jadi penonton… hkhkhkhkhk..

  12. annosmile mengatakan:

    mendukung si hendry jadi ketua PSSI
    ikutan join groupnya
    hihihi

  13. Kakaakin mengatakan:

    Oh… ternyata itu toh haiwan kecil itu… sejenis kutu ya…
    Kalo di daerah lain apa ya namanya??

  14. bundadontworry mengatakan:

    bunda hanya tahu, kalau bangsat itu, binatang yang ada di rotan atau kasur yang selalu menghisap darah manusia ( tumbila).
    salam.

  15. vany mengatakan:

    bangsat itu para koruptor..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: