Firaun Juga Baik

Manusia adalah makhluk yang dilengkapi dengan akal dan syahwat, oleh karenanya manusia bisa melakukan dua hal kontradiktif, kebaikan dan keburukan. Setiap manusia memiliki kebaikan dan keburukan. Mungkinkah seseorang hanya berbuat buruk sepanjang hidupnya? Sepertinya tidak, hanya orang-orang celaka saja yang demikian. Kesimpulannya, seburuk-buruk orang, pasti ada baiknya juga. Ehm, ehm…

Menarik untuk mencermati buku filsafat “Kebaikan Kurawa” karya Pitoyo Amrih. Kita semua memiliki opini yang sama tentang gerombolan anak-anak pasangan Destarasta-Gendari: antagonis. Namun sebagaimana prolog diatas, tak sepanjang hidup mereka melakukan keburukan. Pitoyo Amrih menuliskan beberapa kisah dimana Kurawa berlaku baik. Duryudana misalnya, ia adalah sulung dengan 99 orang adik yang senantiasa mengalah dan harus dewasa sebelum waktunya karena memikirkan kehidupan masa kecil kurawa yang memprihatinkan.

Pitoyo tidak sedang melawan arus. Ia tak sedang membela kurawa, yang sama sekali tak ada hubungan kekerabatan dengannya. Ia juga tak sedang mencari sensasi dengan tulisannya itu. Membaca bukunya, Pitoyo tidak sedang menggiring opini kita untuk mengatakan Kurawa adalah kebenaran. Ia hanya mengisahkan, bahwa dibalik karakter negatif mereka, terkadang ada kebaikan yang sering tidak diketahui.

Lantas apakah salah jika orang mengatakan Kurawa jahat? Tentu saja tidak. Bila ada dua karakter kontradiktif, opini umum terbentuk pada salah satu sifat paling dominan diantara keduanya. Firaun juga (pernah) baik. Firaun mengasuh dan membesarkan satu-satunya anak lelaki bani israil yang lolos dari genosida di masa kekuasaannya, yaitu Musa. Namun itu tak cukup untuk membentuk opini bahwa Firaun adalah orang baik. Kitab-kitab suci dan catatan sejarah memosisikan Firaun sebagai antagonis. Firaun pernah melakukan kebaikan, namun mungkin itulah satu-satunya catatan manis yang pernah ditorehkan olehnya.

Kita sesama manusia tak diberi wewenang untuk menilai seseorang itu baik atau buruk. Itu adalah wewenang Tuhan. Namun manusia memiliki serpihan-serpihan pengalaman yang bisa membuat suka atau tidak suka pada orang lain. Kalaupun seseorang akan dipaksa untuk menilai baik dan buruk, penilaian itu bersifat nisbi.

Penilaian nisbi, menurut salah seorang penceramah kondang, pada akhirnya hanya bisa untuk menilai dari perspektif tertentu hubungan antara dua manusia. Ia mencontohkan: jika ingin tahu seorang anak itu baik atau tidak, maka tanyalah orang tuanya. Jika ingin tahu seorang bawahan itu baik atau tidak, maka tanyalah atasannya. Jika ingin tahu seorang isteri itu baik atau tidak, maka tanyalah suaminya. Dan contoh-contoh lain, yang ini berarti seorang dapat dinilai dari banyak perspektif.

Dalam jagad pewayangan, Buto Cakil adalah antagonis absolut, gak ada baiknya blas. Mirip karakter Mak Lampir dalam mitologi dunia klenik. Watak dominan si buto cakil ini adalah sinis, gampang panik, mau menang sendiri, sombong, penjilat dan tak pernah berterima kasih. Namun jika mau bersusah payah mencari kebaikannya, cakil adalah seorang yang konon suka bagi-bagi sembako (beras bulukan gitu). Cakil juga seorang petarung yang gigih, ia bertempur hingga ajal karena tertusuk kerisnya sendiri, hehehe…

Boleh saja menulis tentang kebaikan firaun, kurawa atau buto cakil, namun buat apa sering-sering menuliskannya? Nabi Musa saja enggak. Salah-salah kita malah akan disuruh tes DNA, jangan-jangan ada darah firaun di garis nasab kita. So, kita tak punya kewenangan memberi justifikasi absolut tentang seseorang itu baik atau buruk. Perlukah kita menceriterakan keburukan seseorang? Ups, di negeri orang-orang paranoid seperti ini, membincangkan orang lain dengan nara sumir adalah fitnah, subversif, bahkan makar. Perlukah kita membicarakan kebaikan mereka? Ah, kebaikan yang mana? Capek deh…

sumber gambar: ambarrukmo.com & danar.kakilangit.com

Iklan

23 pemikiran pada “Firaun Juga Baik

  1. yup.. semua org punya sisi kebaikan ya mr… tmasuk si fir’aun ini, dan yg bikin dia jadi seburuk-buruknya mahluk kan diangaku2 sbg tuhan gtu…
    eh… btw, semua raja mesir julukannya kan fir’aun yaa… n yang sezaman ma nabi musa tuh punya nama khusus, bgtu kah??
    waaahhh mr, emang pnuh filosofi kejawaan nie… psssttt drmana belajar wayangnya??

  2. alinea terakhir yang menyentuh banget Mas .. saya menafsirkan kebaikan banyak bungkusnya, sementara kejelekan sangat mudah dicerna, dipahami dan diungkapkan.
    Namun begitu saya masih banyak nada optimis terutama di dunia maya ini ternyata masih banyak orang2 yang baik 🙂

  3. hehehe… kalau Pak Pitoyo nulis buku Kejahatan Kurawa nanti ga laku, krn udah jadi pengetahuan umum. Begitu ditulis Kebaikan Kurawa, orang penasaran… yang kontroversial memang selalu laku. Salam

  4. heheh iya saya tidak akan menilai dan tidak akan penah ngejudge orang itubaik atau buruk hehe bisa dijdikan pelajar
    hmmm nyari jawaban

  5. seseorang itu terbentuk dari perbuatan yang berulang-ulang (kebiasaan), maka kalo dominannya PLUS, maka PLUS juga penilaiannya (jika manusia itu boleh menilai), demikian sebaliknya.

    sy tak begitu ingat, apakah sy pernah berkunjung ke sini atau belum. Tapi kalo belum, ini kunjungan pertama dan salam kenal… 🙂

  6. kalau ada orang berani mengatakan sangat menyukai musik dan lagu2 dangdut,tapi orang yang tersbut ga mau dikatakan kampungan,siapa yang mau jadi juara dua,walaupun sebagai juara dua dia orang baik mau mnenamani sang juara pertama.ahighighihig….dalam cerita/dongeng itu mirip film kartun,semua bisa jadi,siapakah yang mau merasakan kejadian seperti di film kartun,dipentungi samapai penyok hehehehehe…
    kenyataan hari kemarin itu kelucuan hahahahaha….

  7. Hey not to go off topic but can anyone give me overview of. New York Car Insurance Reform 295 Greenwich St, New York, NY 10007 (646) 351-0824 They can be down the block from me. I was wondering if they were a good insurance agency. I need to get hold of coverage, it is the law you know, but I have to have a good price price plus I want friendly service.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s