Antara Saya dan Mr. GTnan

38

April 14, 2010 oleh sedjatee

Sore itu, lawan bicara saya memuji-muji seorang Mr.GTnan yang disanjungnya sebagai pemuda hebat dengan indikator-indikator kemapanan yang luar biasa. Jujur saja, saya senewen meski hanya bisa bungkam. Ia sedang berbicara tentang fakta yang telah terpublikasi secara luas. Fenomena Mr.GTnan dengan kedigdayaannya, secara psikologis telah memarjinalkan saya, alumnus STAN yang sama sekali tidak keren. Meski satu almamater, dalam beberapa kondisi ada kekontrasan konten antar alumni bisa dianalogikan seperti bumi dengan langit. Dan akhirnya saya hanya bisa berandai-andai tentang Mr.GTnan.

Ketika saya telah berstatus mahasiswa STAN, boleh jadi Mr.GTnan sedang berbusana putih abu-abu khas anak ABG. Ketika saya lulus STAN dan setahun berikutnya saya mengajar di almamater saya, boleh jadi Mr.GTnan telah berstatus mahasiswa, meski saya merasa tak pernah mengajar di kelasnya.

Pangkat Mr.GTnan yang golongan III/a adalah pangkat saya pada tiga tahun lalu. Namun, untuk bisa menyamai pangkat saya saat ini, Mr.GTnan perlu waktu delapan tahun dengan asumsi hanya melalui mekanisme kenaikan pangkat reguler.

Saya telah bekerja selama 14 tahun alias 168 bulan, di Departemen yang sama dengan Mr.GTnan. Untuk bisa memiliki tabungan sebanyak 28 miliar, saya harus berpenghasilan sebesar Rp. 166.666.666 setiap bulan selama kurun waktu tersebut dengan asumsi saya tidak makan setiap harinya. Adapun jika saya baru lulus STAN tahun 2005, berarti baru 60 bulan bekerja, maka saya harus berpenghasilan sebanyak Rp. 466.666.666 perbulan.

Dengan penghasilan resmi saat ini (setelah remunerasi), saya harus bekerja selama 3500 bulan atau 292 tahun untuk bisa mengumpulkan tabungan sebanyak 28 miliar, itupun dengan asumsi saya tidak makan, tidak bepergian, termasuk tidak membeli pulsa untuk mengunggah tulisan ini. Remunerasi baru dimulai pada pertengahan 2007 alias baru 30 bulan yang lalu. Sedangkan bila tanpa remunerasi, dengan status pangkat dan jabatan seperti sekarang saya harus bekerja selama 11200 bulan alias 933 tahun untuk bisa memiliki tabungan sebesar 28 miliar.

Untuk bisa mengumpulkan tabungan 28 miliar, maka saya harus mengajar sebanyak 373.333 sks. Jika memerhatikan aturan yang berlaku di kampus, yang hanya memungkinkan satu kelas mengikuti kuliah maksimal sebanyak 10 sks setiap harinya, itu berarti saya harus mengajar selama 37.333 hari dimulai dari jam 07.00 hingga jam 17.00 tanpa istirahat. Angka tersebut ekivalen dengan 102 tahun kalender, bukan hari kerja.

Pada kurun waktu remunerasi yang baru berumur 30 bulan ini, jika tiba-tiba saya bergaji Rp.10juta perbulan maka saya hanya sanggup mengakumulasi tabungan 300juta, itupun tanpa pengeluaran apa-apa. Namun dikarenakan kita semua termasuk kelompok omnivora alias pemakan segalanya, dengan bilangan itu paling banter saya hanya bisa membeli sebuah avanza, mobil dinas yang saat ini saya gunakan. Dan belum bisa untuk membeli rumah, meski itu hanyalah senilai NJOP rumah dinas yang saat ini saya tempati.

Lantas mungkinkah seorang pegawai yang masa kerjanya masih sesingkat itu bisa mencapai suatu prestasi yang sedemikian keren? Jawabnya sangat mungkin. Boleh jadi ia mewarisi kerajaan bisnis orangtuanya yang tidak kasat mata. Mungkinkah seorang bertampang memelas bisa lahir dari ortu yang punya kerajaan bisnis besar? Kalaupun tidak, maka boleh jadi dia sendiri yang telah merintis bisnis. Duit dari mana dia memulai bisnis? Di negara yang penuh misteri ini ada dua jawaban yang bisa memberi kebenaran mutlak: pesugihan atau korup.

Seorang rekan yang kuliah di STAN seangkatan dengan saya, menyatakan keprihatinannya. Ia harus menerima tekanan batin yang tak sedap saban harinya hanya karena ia berkantor di ruang kerja yang sama dengan Mr.GTnan. Setiap pagi, saat turun dari bus kota di depan kantornya di bilangan Gatot Subroto, ia harus senewen karena kenek bus kota selalu berteriak โ€koruptor turun… koruptor turun…โ€. ia baru sadar bahwa dirinya termasuk orang yang tidak keren, karena kami bukan Mr.GTnan atau makhluk yang serupa dengan itu kendati dalam skala kecil sekalipun.

Tulisan ini bukan untuk mengalihkan kekaguman khalayak kepada seorang Mr.GTnan karena benar adanya bahwa lulusan STAN ada yang keren dan ada pula yang tidak keren. Tulisan ini bukan untuk memberi pencitraan bahwa kita bisa bertahan dalam godaan material yang terkadang membuai kedua mata. Ini hanyalah celoteh orang yang bekerja di departemen yang sama dengan Mr.GTnan dan saya tahu benar struktur penghasilan di dunia persilatan yang berlaku saat ini. Ini hanyalah coretan seorang yang menempuh pendidikan di kampus yang sama dengan Mr.GTnan dan tetap menjadi sivitas akademika di kampus ini. Tulisan ini hanya untuk mengklarifikasi opini publik: bahwa ketika Mr.GTnan disanjung maka pujian itu hanya kepada seorang semata, namun pada saat Mr.GTnan dicemooh sepertinya cemoohan itu juga dialamatkan kepada korps dan almamater yang dianggap berkontribusi pada pembentukan sebuah perilaku, padahal tidak.

keterangan: gambar tidak berhubungan dengan cerita
sumber gambar: gtman.co.uk

38 thoughts on “Antara Saya dan Mr. GTnan

  1. dwiewulan mengatakan:

    walah ternyata…. jangan2 satu angkatan dengan temen2 ku deh masedj ini, hehehe.. buayak..ada juga yang ngajar disana…๐Ÿ™‚
    jadi mudeng dengan komen kemarin di wall ku…๐Ÿ˜€

    iya….apa mungkin karena tampang melas, dan ndak cocok ortunya punya warisan perusahaan, makanya dimanfaatin ..cos gampang diiming2…
    hmmm .. kembali ke mentaaall… hiks

  2. M. 'Arief B. mengatakan:

    Kayaknya gak ngaruh sampe almamater.
    Buktinya orang desa ini taunya kalo merk GTnan alumnus STAN juga dari postingan ini kuk๐Ÿ™‚

    Salam hangat selalu

  3. yanrmhd mengatakan:

    yang penting hati nurani masih ada mas Sedjatee,
    smoga yg jujur akan terus smangat, dan memperoleh cita2nya..

    salam persahabatan dari Podjok Qolbu Ku,,
    :mrgreen:

  4. HarisAhmad mengatakan:

    wekekekeek GTnan

  5. rose mengatakan:

    mrGT an tuh siapa yaa? kenalnya sama mr sedjatee…:mrgreen:

  6. sunflo mengatakan:

    hehehe… ga heran mr… zaman sekarang kan semuanya serba instan… termasuk yang bgonoan tuuh… pandai memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan… jatuh2nya jadi kesempitan sendiri dech…๐Ÿ˜›

  7. jumialely mengatakan:

    ditunggu kunjungannya di launching rumah baru saya jumialelydotcom

    salam mas

  8. jumialely mengatakan:

    Yang penting bekerja dengan tulus, jujur dan sepenuh hati mas

  9. jumialely mengatakan:

    dan mari kita menjadi teladan dan menjadi contoh berprilaku yang benar, demi mencitrakan nama negeri yang sebenarnya.

    biar dibilang udik, tapi saya senang dengan citra diri saya๐Ÿ˜€

  10. […] Terima kasih dan sukses buat penyelenggara. […]

  11. orchidlily mengatakan:

    Mr GTnan ga pakai rumus matematika ala Mr.sedjatee..Kalu Mr GTnan pake rumusnya ditambah kurung kurawal pangkat 10..mungkin karena terlalu banyak sedekah. sehingga ALLAH mendatangkan rejeki dari tempat yang tidak diduga n disangka. Tiba-tiba..jreng..didepan mata ada tabungan senilai 28 miliar..dan sesaat kemudian..jreng..tiba2 didepan mata dah tampak jeruji besi..bener2 tak diduga dan disangka.

    Saya mah terima gaji dikit ga pa-pa..yang penting cukup (cukup buwat beli kaplingan rumah, sawah, jalan sekalian..mobil, kapal laut, pesawat terbang..hehe)..yang penting halal…karena yang halal akan menghadirkan keberkahan.

    • Usup Supriyadi mengatakan:

      saya kurang sepakat dengan kalimat saudara yang berikut ini

      sehingga ALLAH mendatangkan rejeki dari tempat yang tidak diduga n disangka.

      meski Allah Maha Pengatur dan Pemberi Rezeki, malah rezeki hasil korupsi itu salah individunya ! tidak mungkin Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganiaya hamba-Nya !

  12. engkaudanaku mengatakan:

    ๐Ÿ˜€
    Upz! Di antara kalimat ada angka-angka … ,
    …..Baca lagi, ah, sambil mikir,
    manggut2,..
    ๐Ÿ™‚

  13. Usup Supriyadi mengatakan:

    semoga Mr. GTnan membaca ini .:mrgreen:

  14. moblogger.co.cc mengatakan:

    Gtan bikin geregetan, apalg smbl mkn ketan, awas SETAAN, slm knl dr Moblogger United

  15. achoey mengatakan:

    Kau menghargai sahabat dengan indah
    semoga beliau terpacu utk jauh lebih baik lagi๐Ÿ™‚

  16. dream lely mengatakan:

    sapa selamat weekend mas…. suskes ya

  17. PISS mengatakan:

    Golongan sy sama dg Mr. GTnan tapi penghasilan sy … brlipat-lipat dibawah Mr.GTnan
    Anehkah?

  18. dedekusn mengatakan:

    Memiliki penghasilan spt Mr.GTnan kayaxnya utk keadan sekarang masih mimpi bagi sy๐Ÿ˜ฆ

  19. […] yang terbungkus coklat ternyata persembahan sejati dari sahabat Kang Sedjatee di Semarang. Alhmadulillah, Ogut buka isinya sebuah buku tentang wayang yang berjudul “Kebaikan […]

  20. Hajier mengatakan:

    Gara-gara nila setitik, rusaklah susu sebelanga, bukankah itu pribahasa yang cocok tuk menggambarkan cerita diatas.
    Semoga tak ada Mr-GTnan lagi di negara kita tercinta ini

  21. delia4ever mengatakan:

    Perhitungan yang mantap mas Sedjatee…. aq malah nggak pernah hitung2an gitu heheheh…

    kapan ya semua koruptor bisa lenyap ? impossible hikss hikss

  22. indra1082 mengatakan:

    yang jelas gak ada hubungannya si Mister sama gambar, cuma beda huruf kok..๐Ÿ™„๐Ÿ˜€

  23. sunflo mengatakan:

    blom ada apdet baru ya mr?๐Ÿ™‚

  24. M Subchan mengatakan:

    wuih, hitungannya detil banget. tapi, tetap konsisten dan istiqamah aja bang. insya allah, selamat dunia-akhirat.

  25. misscomplaint mengatakan:

    Mudah-mudahan semua Mr.GTnan bisa tergerus oleh Mr.Sedjatee-Mr.Sedjatee lainnya. Amin

  26. arif mengatakan:

    owalah, karna penasaran judulnya, ternyata GT utk menyamarkan, kiran merk yg itu๐Ÿ˜€

  27. citromduro mengatakan:

    he…he… olahan kata yang piawai
    salut buat shobat sedjatee
    mohon maaf lama tidak berkunjung

  28. Jada Gorrell mengatakan:

    Itโ€™s hard to seek out educated folks on this subject, but you sound like you already know what youโ€™re speaking about! Thanks

  29. filmletoltes mengatakan:

    I just added your website on my blogroll. Really enjoyed reading through. Excellent information!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: