19. Meminum Minuman Keras

Allah berfirman: Hai orang-orang yang beriman , sesungguhnya (meminum) khamar , berjudi, (berkorban untuk) berhala , mengundi nasib dengan panah , adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminim) khamer dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (Al- Maidah: 90-91) Dalam ayat di atas,, Allah telah melarang keras meminum minuman yang memabukkan, dan telah memberikan peringatan. Nabi bersabda: Jauhilah arak, sebab ia merupakan induk segala hal yang kotor (keji) Maka orang yang tidak menjauhinya berarti ia telah durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, dan ia berhak untuk mendapatkan adzab karena telah bermaksiat kepada Allah dan Rasuknya.

Allah  berfirman, Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya serta melanggar ketentuan-ketentuan-Nya , niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya ; dan baginya siksa yang menghinakan.” (An-Nisa: 14)

Ibnu Abbas berkata, ‘Ketika turun avat yang mengharamkan minuman keras, para sahabat berjalan saling menemui vang satu dengan yang lain seraya mengingatkan, minuman keras telah diharamkan dan mereka menyamakan meminum minuman keras itu dengan perbuatan syirik.

‘Abdullah bin ‘Amru berpendapat bahwa meminum minuman keras itu merupakan dosa yang besar, dan tidak disangsikan lagi merupakan induk perbuatan-perbuatan keji. Pun orang yang meminumnya telah dilaknat dalam banyak hadits. Ibnu Umar berkata, Rasulullah bersabda: Semua yang memabukkan itu disebut khamr (arak). Dan semua khamr itu haram. Barangsiapa meminum khamr di dunia lalu mati dan belum bertaubat darinya juga dia masih terus meminumnya, niscaya ia tidak akan meminumnya di akhirat

Imam Muslim juga meriwayatkan dari sahabat Jabir Rasulullah bersabda: katanya. Sesungguhnya Allah berjanji bagi orang yang meminum minuman yang memabukkan akan diberi minum dengan ‘thinatul khabal Ada yang bertanya, ‘Apa yang dimaksud dengan thinatul khabal?” Beliau menjawab, “Keringat atau air perasan penghuni neraka.”

Di dalam shahih Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah bersabda: Barangsiapa meminum khamar di dunia , maka akan diharamkan meminumnya di akhirat .  Imam Ahmad meriwayatkan di dalam Musnad beliau sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah  bersabda: Orang yang senantiasa meminum khamr itu laksana orang yang menyembah arca .

An-Nasa’iy meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar Rasulullah bersabda: bahwa Tidak akan masuk surga orang yang durhaka kepada ibu-bapaknya dan orang yang terus-menerus minum arak. Dalam riwayat lain disebutkan: Tiga golongan orang yang diharamkan Allah untuk masuk surga; yaitu orang yang terus-menerus minum khamr, orang yang durhaka kepada ibu- bapaknya , dan orang yang membiarkan istrinya berbuat serong. Jabir bin ‘Abdullah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: Tiga golongan yang shalat mereka tidak akan diterima dan kebaikan mereka tidak akan diangkat ke langit; budak yang melarikan diri dan tuannya sampai ia kembali dan meletakkan tangannya pada tangan tuannya, wanita yang suaminya marah kepadanya sampai si suami ridla kepadanya kembali, dan orang yang mabuk sampai ia sadar kembali”

Khamr adalah semua yang merusak akal, baik ia berupa benda basah atau kering, makanan atau minuman. Abu Sa’id al-Khudriy mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “ Allah tidak akan menerima shalat orang yang meminum khamr selama dalam tubuhnya masih ada sisa khamr tersebut.” Dalam riwayat lain, “Barangsiapa meminum khamer Aliah tidak akan menerima apa pun ( kebaikan ) darinya. Barangsiapa mabuk karena meminum khamr maka shalatnya tidak akan diterima selama empatpuluh hari. Jika ia ber. mbat lalu kembali mengulanginya, maka Allah berhak memberinya minum dari lelehan logam Jahannam.’

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa meminum khamr namun tidak mabuk, maka Allah berpaling darinya selama empatpuluh malam, dan barangsiapa meminum khamr sampai mabuk maka Allah tidak akan meneriman kebaikannya sedikit pun selama empat puluh malam . jika ia mati dalam keadaan demikian, maka ia mati laksana penyembah berhala . dan Allah berhak memberinya minum dan thinatul khabal.” Seseorang bertanya, “Apakah thinatul khabal itu, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Perasan dan penduduk neraka jahannam: nanah dan darah.”‘

‘Abdullah bin Abu Aufa berkata, “Barangsiapa mati dalam keadaan terbiasa minum khamr, maka ia mati bagaikan peyembah Latta dan Uzza.” Seseorang bertanya, “Apakah yang Anda maksudkan itu seseorang vang tidak pernah sempat sadar dan terus meminumnya?” la menjawab, ‘ Bukan. Ia adalah seseorang yang meminumnva ketika rnendapatinva walaupun sudah bertahun-tahun ia meninggalkannya.” Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda, Bukanlah seorang mukmin seorang pencuri ketika ia mencuri, bukanlah seorang mukmin seorang yang berzina ketika ia berzina. Bukanlah seorang mukmin seorang yang minum khamr ketika ia meminumnva. Adapun taubat tetap dibentangkan sesudahnya.”

Dalam hadits lain disebutkan, “Barangsiapa berzina atau meminum khamr. Allah mencabut iman darinya sebagaimana orang yang melepaskan pakaiannya dari kepalanya.”  Juga disebutkan, “ Barangsiapa meminum khamr di waktu sore, paginya ia telah menjadi musyrik: dan barangsiapa meminum khamr di waktu pagi, sorenya ia telah menjadi musyrik.” Beliau juga bersabda. “Sesungguhnya harumnya bau surga itu sudah tercium dan jarak lima ratus tahun perjalanan. Namun orang yang durhaka kepada ibu-bapaknya, orang yang senantiasa minum khamr, dan penyembah berhala tidak bisa membaurnya.”

Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Musa alAsy’ariy bahwa Rasulullah bersabda, “ Tidak akan masuk surga orang yang senantiasa minum khamr, orang yang percaya (baca:membenarkan) sihir, dan orang yang memutuskan tali silaturrahim. Barangsiapa mati dalam keadaan minum khamr (mabuk) maka Allah kelak akan memberinya minum dari sungai Ghuthah. Yaitu air yang mengalir dari kemaluan para pelacur, yang baunya sangat mengganggu para penghuni neraka.”

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mengutusku sebagai rahmat bagi alam semesta. Dia mengutusku supaya aku menghancurkan alat-alat musik, seruling-seruling, dan perbuatan-perbuatan jahiliyyah. Rabbku taala telah bersumpah dengan kemuliaan-Nya, tidaklah seseorang hamba dari hamba-hamba- Ku meminum seteguk khamr. melainkan Aku beri ia minum seperti itu pula dari cairan panas neraka jahannam, dan tidaklah seseorang hamba dan hamba-hamba- Ku meninggalkannya karena takut kepada-Ku , melainkan Aku beri ia minum dan minuman surga bersama sebaik-baik teman minum.”

 

Tentang Orang-orang yang Dilaknat Sehubungan Dengan Khamr

Abu Dawud meriwayatkan bahwa Rasulullah yg bersabda”Khamr itu telah dilaknat dzatnya. orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, orang yang menjualnya, orang yang membelinya, orang yang memerasnya, orang yang meminta untuk diper askan, orang yang membawanya, orang yang meminta untuk dibawakan . dan orang yang memakan harganya

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas katanya, Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Jibril mendatangiku menyampaikan. ‘Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah melaknat khamr, or- ang yang memerasnya, orang yang meminta diperaskan, orang yang menjualnya, orang yang membelinya, orang yang meminumnya, orang yang memakan harganya, orang yang membawanya, orang yang meminta dibawakan, orang yang menuangkannya, dan orang yang meminta dituangkan untuknya .”

 

Larangan Mengunjungi Peminum Khamr yang Sakit dan Mengucapkan Salam Kepadanya

‘Abduliah bin ‘Amru bin Ash berkata, ‘Janganlah kamu mengunjungi para peminum khamr di kala mereka sakit. Imam Bukhari berkata, “Ibnu Umar menyampaikan, ‘Janganlah kamu memberi salam kepada para peminum khamr.’‘

Rasulullah bersabda, “janganiah kalian duduk bersama para peminum khamr, jangan mengunjungi para peminum khamr yang sakit . dan jangan pula mengiringi jenazah-jenazah mereka. Sesungguhnya pada hari kiamat kelak peminum khamr itu akan datang dengan wajah yang hitam legam, lidahnya menjulur sampai ke dadanya. Air liurnya mengalir, menjijikkan setiap orang yang melihatnya. Semua orang yang melihatnya akan tahu bahwa ia adalah seorang peminum khamr.”

Sebagian ulama berkata. “Adapun alasan pelarangan mengunjungi peminum khamr yang sakit dan larangan memberi salam kepada mereka, itu karena mereka orang fasik vang terlaknat. Allah dan Rasul-Nya telah melaknatnya sebagaimana disebut di depan. Maka jika ia membeli dan memerasnya ia terlaknat dua kali. Lalu jika ia menuangkan untuk orang lain ia pun terlaknat tiga kali. Karena itulah menjenguk dan mengucapkan salam kepadanya terlarang kecuali jika ia bertaubat. Barangsiapa bertaubat, niscaya Allah akan menerima taubatnya.”

 

Hukum Benda Memabukkan Selain Khamr

Candu yang terbuat dari daun ganja hukumnya haram sebagaimana khamr. Orang yang menghisapnya dihukum had (dicambuk) seperti yang berlaku bagi peminum arak. Candu lebih buruk dari pada arak ditinjau dari implikasinya yang merusak akal dan mental, sehingga seorang laki-laki bisa menjadi banci, lenyap sikap cemburu dan malunva, serta hal-hal lain yang rusak. Sedangkan arak lebih buruk dari pada candu ditinjau dari implikasinya yang dapat menyebabkan pertengkaran dan perkelahian. Keduanya sama-sama melalaikan seseorang dari dzikrullah dan mengerjakan shalat.

Sebagian ulama yang datang belakangan ridak memberikan pendapat yang jelas mengenai had penghisap ganja. Mereka berpendapat bahwa orang yang menghisap ganja hanya diberi razir (hukuman peringatan) bukan had (hukum dera). Hal itu disebabkan mereka mengira bahwa perubahan akal tanpa disertai rasa gembira adalah sama dengan obat bius. Di samping itu mereka tidak mendapati para ulama terdahulu yang membicaraknnya. Padahal, sebenarnya tidak demikian. Orang yang menghisap ganja itu akan mabuk dan mencanduinya seperti orang yang meminum khamr, bahkan lebih. Ia tidak akan tahan tanpa menghisapnya. Ganja menyebabkan mereka lalai dari dzikrullah dan shalat, jika mereka banyak menghisapnya. Apa lagi ia juga menyebabkan orang kehilangan sifat malu dan cemburu, seria merusak badan dan akal, serta yang lainnva. Hanyasaja karena ia benda padat yang dimakan – bukan diminum – maka para ulama berbeda pendapat dalam hal kenajisannya menjadi tiga pendapat dalam madzhab Imam Ahmad dan yang lainnya. Pendapat pertama mengatakan bahwa ganja itu najis seperti halnya arak. Ini adalah pendapat yang shahih. Ada pula yang mengatakan bahwa ganja tidak najis karena bentuknya padat. Ada lagi yang mengatakan harus dipisahkan antara padatnya dengan carinya. Tetapi bagaimana pun, ia tetap termasuk barang yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana arak/ khamr yang memabukkan, baik dari segi lafazh atau pun makna.

Abu Musa berkata, “Wahai Rasulullah, berilah fatwa kepada kami mengenai dua macam minuman yang pernah kami buat di Yaman; yaitu al-bita’ (minuman keras dari madu) dan al-mizr (minuman keras dari jelai)” Rasulullah yang diberi anugerah berupa kata-kata ringkas namun bermakna luas – menjawab: “Setiap yang memabukkan itu haram.”‘  Beliau juga bersabda: “Apa-apa yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya pun haram ”

Rasulullah tidak membeda-bedakan jenisnya; baik itu berupa minuman atau pun makanan. Sebab arak itu bisa dipadatkan berupa roti dan ganja bisa dicairkan dengan dicampur air lalu diminum. Jadi khamr itu dapat diminum dan dimakan, begitu juga ganja. Adapun mengapa para ulama tidak memiliki pendapat tentangnya karena pada masa salaf tidak dikenal adanya ganja. Ia baru dikenal setelah datangnya orang-orang tartar ke negeri-negeri Islam.

Tentang sifatnya ada sebuah syair: Pemakan dan penanamnya secara halal Sungguh itulah dua musibah bagi orang yang celaka Demi Allah, tidak ada yang lebih menyenangkan setan dari pada daun ganja. Ia bisa menjadikan ganja itu menyenangkan dalam pandangan manusia sehingga mereka menganggapnya halal dan murah. Katakan kepada pemakan ganja karena kejahilannya,”Dengan memakannya. Anda hidup dalam seburuk-buruk kehidupan Harga diri seseorang itu adalah berlian, lalu mengapa? Wahai saudaranya kebodohan, mengapa Anda menukarnya dengan ganja?!”

Judul : Al Kabaair (Dosa-Dosa Besar)

Penulis: Syamsuddin Muhammad bin Utsman bin Qaimaz At-Turkmaniy Al-Fariqiy Ad-Dimasyqiy Asy-Syafi’iy (Imam Adz Dzahabi)

Penerbit: Maktabah Al-Malik Fahd Al-Wathaniah

Penerjemah: Abu Zufar Imtihan Asy-Syafi’i,

Penerbit: Pustaka Arafah – Solo, Cetakan: V. Mei 2007.

Diringkas dari e-book yang diunduh dari web kampung sunnah

15 pemikiran pada “19. Meminum Minuman Keras

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s