Kearifan Matahari Terbit

19

Juli 14, 2010 oleh sedjatee

“Jangan tanyakan tentang keyakinan mereka yang Shinto. Tetapi lihatlah bagaimana mereka mentradisikan nilai-nilai mulia dari agama lain yang tidak mereka anut. Bahkan boleh jadi, ajaran agama lain yang diadopsi dalam kehidupan masyarakat disini, tidak dilaksanakan oleh pemeluk agama itu sendiri” demikian penuturan pria sepuh yang telah tiga setengah tahun terakhir ini berbaur dengan masyarakat Jepang. Masa tiga tahun jabatannya sebagai Duta Besar telah usai, namun penggantinya belum ditunjuk hingga enam bulan setelahnya.

Anda tak akan menemukan puntung rokok di negeri ini, demikian lanjutnya. Bukan tak ada perokok disini, dan merokok juga bukan larangan di sini. Tetapi mereka hanya merokok untuk diri mereka sendiri. Mereka tak mengumbar asap kepada kalangan bukan perokok, dan mereka juga siap untuk mengantongi abu dan puntung rokok mereka. Mereka terlalu sayang untuk menjadikan Negara Jepang sebagai asbak terluas di Asia Timur.

Itu semua benar adanya. Pemerintah Jepang, di level pusat maupun distrik, tak terlalu banyak membuat aturan, tetapi kehidupan di Jepang jauh lebih tertib dibanding negara yang terlalu banyak membuat aturan. Itu dapat disimpulkan bahwa masyarakat Jepang dilahirkan dengan disiplin tinggi. Mereka melaksanakan kebaikan bukan karena adanya aturan, tetapi karena itu baik tak hanya bagi diri mereka, namun juga bagi alam semesta.

Disiplin adalah jawaban mengapa hanya perekonomian Amerika Serikat yang lebih baik dari mereka. Negara yang hancur lebur pada Perang Dunia II tahun 1945 itu hanya perlu waktu kurang dari 20 tahun untuk bisa menggelar Olympiade Tokyo tahun 1964. Itu semua mereka lakukan setelah sukses menjadi host Asian Games 1958 dan selalu memenangkan Asian Games sejak yang pertama digelar di New Delhi tahun 1951.

Di Yokohama misalnya, mudah ditemukan perigi jernih di pusat kota dimana ikan-ikan koi tumbuh sehat tanpa ancaman polutan atau orang iseng yang kepengen makan ikan. Burung gagak hitam juga selalu menemukan makanan di tengah kota Tokyo tanpa kawatir pada bedil orang iseng yang mungkin bisa menjadikan mereka sebagai santapan makan malam yang lezat.

Tak begitu jelas mengapa gagak hitam begitu banyak ditemukan di langit Tokyo. Tetapi telah jelas bahwa gagak adalah jenis binatang cerdas. Menurut Om Wiki, gagak hitam menemukan cara memecah biji-bijian kacang dengan mengamati kebiasaan jalan raya. Pada saat lampu lalulintas merah, gagak meletakkan biji kacang di roda kendaraan yang berhenti. Selanjutnya mereka menunggu apakah mobil melindas dan mengupas kulit kacang mereka.

Luas daratan Jepang, hanyalah seperenam daratan Indonesia, tetapi penduduk Jepang berjumlah setengah dari warga Indonesia. Tingginya densitas kependudukan disini menjadikan mereka sangat efisien dalam menggunakan lahan. Kebutuhan akan tempat tinggal bukanlah suatu alasan untuk tidak menjaga taman-taman kota tetap lebat, hijau dan rapi. Demikian halnya dengan lalu lintas. Mobil Tokyo lebih banyak daripada Jakarta, sedangkan jalanan Jakarta lebih banyak daripada Tokyo. ”tetapi disini tak ada kemacetan seperti yang saban hari terjadi di Jakarta” demikian pungkasnya.

Aku meninggalkan kedutaan dengan sebuah kesan mendalam tentang kearifan masyarakat negeri ini. Di pelataran ini, Sang Merah Putih berkibar sama gagah dengan Hinomaru yang ada dimana-mana. Tetapi bulatan merah itu terlihat menyiratkan semangat besar. Semangat untuk gigih, semangat untuk bekerja keras, semangat untuk bersih, semangat untuk berdisiplin. Sejarah menuliskan, bulatan merah itu adalah representasi dari matahari terbit. Tetapi semangat dan kegigihan mereka, terus menyala hingga hari ini seperti sinar matahari terbit, bukan sekadar sejarah masa lalu semata.

19 thoughts on “Kearifan Matahari Terbit

  1. asepsaiba mengatakan:

    Hmm.. Terus terang, pesona kedisiplinan Jepang memang dari dulu selalu saya kagumi… Ambil yang baik.. Buang yang buruk…

  2. kopral cepot mengatakan:

    Sudah pulangkah ke Indonesia ?

    Semoga bawa oleh-oleh yang buaaaanyak😉

    btw mungkin penduduk jepang bukan manuSIA krn kalo manuSIA mustinya kaya orang indoneSIA…. he he he he

  3. Alrisblog mengatakan:

    Darimanakah dimulai kemajuan bangsa Jepang? Saya pikir pimpinannya telah memberikan contoh yang baik. Pengikut akan malu sendiri kalau tidak mengikuti pimpinan yang baik. Di Indonesia pimpinannya gimana, ya? *puyeng…*
    Burung gagak hitam itu termasuk binatang kreatif dan mikir juga.

  4. z4nx mengatakan:

    jepang mantap..padahal tahun 45 bisa dibilang indonesia dan jepang sama2 nol..tapi sekarang ..?

  5. ummurizka mengatakan:

    wah…kapan ya negera kita bisa seperti mereka..paling tidak kita mulai aja dari kita sendiri dulu…akur?🙂

  6. Joell mengatakan:

    Salah satu yang bikin saya kagum dengan Jepang adalah bahwa mereka masih memegang teguh tradisi, meski kita tau semodern apa Jepang sekarang. Mungkin itu juga yang membuat Jepang masuk menjadi negara-negara besar di dunia..

  7. kusumakomp mengatakan:

    Japan ?? next target

  8. KangBoed mengatakan:

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  9. fathurrohim mengatakan:

    Salam kenal… kunjungan balik..

  10. fathurrohim mengatakan:

    boleh tukar link om?:mrgreen:

  11. didot mengatakan:

    selalu kagum sama budaya disiplin jepang yg sangat terkenal itu. mereka kalau kerja,bosnya datang paling pagi pulang paling akhir.
    dan salah satu budaya mereka yg paling bagus adalah membaca. orang jepang sangat gemar membaca,bahkan saya diberitahu teman bahwa disana baca koran sampai dilipet2 saking susahnya baca tapi masih tetep niat.

    semoga kita bisa meniru yg baik dan membuang yg buruk dari mereka🙂

  12. danknerazurri mengatakan:

    ya donk emg shrsnya bgitu mtahari

  13. atmokanjeng mengatakan:

    numpang promosi mas…ayo dapatin buku harakiri (kisah2 samurai paling dikenang)
    http://atmokanjeng.wordpress.com/2010/01/10/harakiri-sebuah-novel/

    salam

  14. Muhammad saroji mengatakan:

    Sangat kontradiktif dng keadaan di sini.

  15. Dangstars mengatakan:

    Semoga yang baiknya bisa kita contoh,,ojo yang elek-elekna di contoh..
    Tenan Mas ?

  16. Widayanto The Star mengatakan:

    disiplin, kerja keras tingkat tinggi

  17. goodlovesa mengatakan:

    Segala peraturan membutuhkan kesadaran diri…
    nice artikel
    Salam🙂

  18. […] *kontributor yang telah bersedia tulisannya disadur ke Sketsabengkel. Link penulis..Sejdatee […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: