Konta Wijayadanu

Kejar, kejarlah Gatotkaca
Kejarlah meski terbangnya secepat camar menari
Kejarlah meski tingginya melampaui gumpalan awan
Robeklah kulitnya, meski seulet lempeng baja

Kejar, kejarlah Gatotkaca
Kawah candradimuka memang telah mengebalkan tubuhnya
Resi Seta mungkin telah menjadikannya digjaya
Tetapi hanya engkau, seutas senjata yang bisa melukai kulitnya

Sesungguhnya engkau adalah senjata Bathara Indra
Engkaulah senjata Sang Panglima Perang Para Dewa
Engkaulah senjata terbaik yang pernah ada
Senjata yang sebenarnya ingin diberikan para dewa kepada Arjuna
Namun Sang Indra memberikannya kepada Karna, Putera Sang Surya
Dengan kedua jubah besi kebal senjata sebagai penukarnya

Konta Wijayadanu
Kini engkau berada di tangan Adipati Karna
Pria yang menyimpan ambisi untuk menumpas Arjuna
Pria yang berencana untuk menghunusmu di depan Arjuna

Tetapi Krisna punya rencana berbeda untuk Bharatayudha
Engkau tak lagi ada pada episode Karna Tanding yang melegenda
Adipati Karna telah terlecut untuk lebih cepat melepasmu
Seingin Krisna menyelamatkan Arjuna

Seta telah gugur, Uttara telah gugur, Wratsangka telah gugur
Bisma telah gugur, Durna telah gugur, Bogadenta telah gugur
Irawan telah gugur, Abimanyu telah gugur
Burisrawa telah gugur, Jayadatra telah gugur
Bharatayudha terus berkecamuk, menaburkan debu Kurusetra
Akankah engkau menumpahkan lagi darah ksatria Bharata?

Konta Wijayadanu
Telah empat belas hari kecamuk perang ini seolah tiada akhir
Lihatlah, hari ini Gatotkaca merajalela menceraikan barisan Korawa
Hanya engkau yang bisa menghentikan amukannya

Konta Wijayadanu
Adipati Karna kini menghunusmu sembari menatap Gatotkaca
Sebuah tatapan benci namun penuh rasa kasih sayang
Dan kini ia melepasmu ke arah Gatotkaca
Kejar, kejarlah meski terbangnya tinggi melampaui awan
Terjang, terjanglah meski kekebalannya seulet baja
Sambut lambaian Kalabendana
Yang hendak membantumu menembus dada Gatotkaca
Kini kau menembus dadanya
Dan pahlawan muda itu mengucur darah, roboh
Pandawa kehilangan panglima terbaiknya yang gagah berani
Pregiwa menangis, Sasikirana menangis
Arimbi menangis, Kunti pun menangis

Adipati Karna terus menatap dalam sorotan sedih dan gembira
Engkau, Konta Wijayadanu, telah bersatu di tubuh Gatotkaca
Malam beringsut pelan melanjutkan sang waktu
Semilir angin membawa isyarat ajal yang kian mendekat
Petarung yang melepasmu ke arah Gatotkaca siang tadi
Akan menemui kematiannya esok hari.

===============
Kebayoran, Juli 2010
sumber gambar: mohanudgiri.blogspot.com, kaskus.com

Iklan

19 pemikiran pada “Konta Wijayadanu

  1. arjuna tetap favoritku dan gatot kaca tetap motivasiku…
    memahami ilmu pewayangan gampang – gampang susah 😀 pernah ingin melajarinya,tspi putus asa karna ga mudeng-mudeng.

    salam adem ayem

  2. diibaratkan Supermen yg kalah sama krytonite.pun Gatot kaca itu juga kalah sama kota wijayadanu..coba kalau gatotkaca gak punya kelemahan, pasti sekarang dia merajai perusahaan bangunan karena dia bisa angkat2 sendiri dan gak usah punya pegawai..kan untungnya jadi besar,wkwk..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s