Pesan pada Tepi Sya’ban

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
CayaMu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk

Tuhanku
Aku mengembara di negeri yang asing

Tuhanku
DipintuMu aku mengetuk
Aku tak bisa berpaling

Ramadhan kini di depan wajah kita. Kita ingin menjadi lebih baik, oleh karenanya kita berbenah. Kanjeng Nabi saw pernah bersabda: Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama.

Seruan itu, senang atau tidak, harus menjadi inspirasi bahwa Ramadhan adalah bukan saat-saat biasa. Inilah periode yang juga tak boleh disikapi secara biasa-biasa saja. Dan untuk dikatakan tidak biasa, maka kita tak boleh hanya diam. Raih keutamaan Ramadhan dengan terus bergerak, jadikan kali ini sebagai Ramadhan Produktif.

Sobat, sejarah banyak mencatat banyaknya prestasi luar biasa tercipta di bulan Ramadhan. Pada Ramadhan ini Kanjeng Nabi dan para shahabat meraih kemenangan bersejarah di Perang Badar dan Perang Tabuk, perang yang menentukan arah sejarah peradaban Islam. Pada Ramadhan pula Futuh Makkah terukir sebagai momentum kemenangan Islam atas tradisi jahiliyah. Pada Ramadhanlah Shalahuddin al Ayyubi menekuk lutut tentara Salib, dan juga Thariq bin Ziyad membedah lalu menaklukkan Andalusia. Pun sejarah negeri kita, proklamasi diucapkan di tengah Ramadhan.

Sejarah ini adalah bukti, dan Ramadhan menjadi saksi. Tak ada prestasi yang diciptakan hanya dengan diam. Alam semesta bergerak, bumi kita terus bergerak. Kendati diam terkadang lebih nyaman, bergerak adalah fitrah dan lebih utama. Shalat berjamaah lebih mulia daripada sendiri, karena dalam berjamaah ada gerak simultan, ada ketaatan, ada kekuatan.

Kanjeng Nabi berpesan: Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Sobat, pada saat-saat istimewa ini, tak ada kebaikan yang sia-sia. Bergeraklah, lakukan kebaikan semampu yang kita ikhlas melakukannya. Jadikan Ramadhan lebih dari sekadar melankoli pembasuh segala salah dan khilaf, namun juga sebagai percikan semangat untuk membangun diri, meraih titel manusia bertaqwa sebagaimana cita-cita kolektif kita semua.

Pada tepi Sya’ban ini, kami, Sedjati dan keluarga, menyampaikan selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan yang mulia. Teruslah bergerak, teruslah beramal. Doa kami sepenuh keyakinan semoga Gusti Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima segenap ibadah kita, mengampuni segenap kesalahan kita. Semoga kita tergolong dalam hamba-Nya yang bertaqwa.

sedjatee – sya’ban 1431
sumber gambar : khotoot.com
puisi : doa – chairil anwar, 13 november 1943

Iklan

21 pemikiran pada “Pesan pada Tepi Sya’ban

  1. Aslm. dalam bulan penuh rahmat ini memang banyak keutamaanya.. yang sunnah dihitung wajib dan yang wajib dihitung berkali lipat.. mari tingkatkan kualitas ibadah kita di Romadhoon tahun ini..

    .:: Met Menunaikan Shaum ::.

    ^^

  2. Assalamu’alaikum,

    Saya senag sekali dengan doanya Chairil Anwar ini :

    Tuhanku
    DipintuMu aku mengetuk
    Aku tak bisa berpaling

    Selamat menunaikan ibadah puasa Mas, Mohon maaf bila ada salah-salah kata. Semoga Ramadhan kali ini bisa mengantarkan kita menjadi orang yang takwa. Amin.

    Terima kasih.
    Salam

  3. ”Pada Ramadhan ini
    Kanjeng Nabi dan para shahabat
    meraih kemenangan bersejarah di
    Perang Badar dan Perang Tabuk,
    perang yang menentukan arah sejarah
    peradaban Islam. Pada Ramadhan pula
    Futuh Makkah terukir sebagai
    momentum kemenangan Islam atas
    tradisi jahiliyah. Pada Ramadhanlah
    Shalahuddin al Ayyubi menekuk lutut
    tentara Salib, dan juga Thariq bin Ziyad
    membedah lalu menaklukkan
    Andalusia. Pun sejarah negeri kita,
    proklamasi diucapkan di tengah
    Ramadhan.”

    Nggak nyangka kalau peristiwa2 besar itu terjadi di Bulan Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s