Selir, Seks dan Kisah Penguin

27

Agustus 18, 2010 oleh sedjatee

Bayangkan bila Anda adalah Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam kondisi Anda hanya didampingi satu permaisuri dan kelima anak Anda semuanya wanita, akankah Anda berfikir bahwa Anda perlu menambah satu pendamping lagi untuk mengamankan tahta berada dalam garis keturunan Anda? Jawabnya terserah Anda. Namun hingga hari ini Ngarso Dalem tidak menunjukkan tanda-tanda hendak menjalani poligami. Dapat dikatakan pendapat Ngarso Dalem mewakili paradigma berpikir kalangan moderen yang moderat dan emansipatif.

Namun tidak demikian dengan budaya masa lalu para bangsawan di lingkungan monarki Jawa. Tengok saja, Paku Buwono X yang berkuasa seabad lalu, memiliki 40 selir yang memberinya 64 anak. Dengan fakta ini, beliaulah pemegang rekor selir terbanyak dibandingkan pendahulu maupun penerus beliau. Hamengku Buwono II memiliki 4 permaisuri dan 26 selir yang memberikan 80 orang keturunan. Raja-raja yang belum lama mangkat, PB XII memiliki enam selir tetapi tidak berpermaisuri, sedangkan HB IX memiliki 5 isteri tetapi tidak berselir.

Selir bagaikan suatu atribut yang penting dalam kehidupan bangsawan Jawa, namun di zaman sekarang banyak wanita kalangan priyayi yang mulai tak setuju. Secara leksikal, selir disinonimkan sebagai gundik atau isteri tidak resmi. Label tak resmi ini ternyata tak menjadikan selir sebagai suatu unsur yang marjinal. Selir tak sama dengan Wanita Idaman Lainnya atau isteri gelap. Menjadi selir tidak sesederhana yang dibayangkan, dan bukan sembarang wanita bisa meraih “kedudukan” ini di sisi raja. Selir tak sekadar simbolisme seksual yang sempit, namun juga makna sosial politik yang tak kecil.

Dalam bingkai seks, ada banyak fakta menarik seputar kehidupan seks seorang selir. Di gerbang menopause, antara 50 – 60 tahun, ada selir yang masih bisa melayani seminggu sekali. Tatkala muda, ia bisa melayani seminggu penuh. Menjadi selir haruslah status perawan, cantik dan pandai merawat diri, khususnya pada wilayah paling pribadi.

Pada sisi sosial budaya, selir adalah salah satu bentuk sosialisasi kelas dalam budaya jawa. Dalam proses dipersiapkan menjadi selir, seorang wanita dibekali dengan kemahiran membatik, menari dan pemahaman sopan santun serta etika budaya keraton. Pada usia 10 – 12 tahun calon selir “diperkenalkan” kepada kalangan istana oleh orang tua mereka, setidaknya yang berpangkat mantri. Pada awalnya calon priyantun dalem ini menjadi penari kraton atau bedhaya. Dan ketika pada akhirnya mereka menjadi selir, mereka telah naik pangkat ke dalam lingkup priyayi.

Di masa lalu, selir juga merupakan sebuah status ekonomi. Dengan status sebagai selir, muncul kebanggaan karena dari mereka akan lahir keturunan bangsawan. Konon, selir yang “berkenan di hati”, bisa mengantongi nafkah bulanan hingga 60 gulden. Ini bertambah 40 gulden jika ia beranak lelaki, dan 25 gulden bila perempuan. Maka bukan hanya kelas mereka yang terangkat, status sosial ekonomi pun dipastikan maju pesat.

Makna lain pada ranah politik, dengan menikahi banyak selir kedudukan raja akan makin kuat. Ini mirip dengan kisah para aristokrat di Eropa, Afrika dan Jazirah Arab. Dengan menikahi gadis dari berbagai kalangan, kedudukan raja akan makin kuat dan banyak pendukung, kendati juga berarti rawan konflik. Keberadaan selir dalam domain monarkhi, adalah justifikasi atas suatu konsep poligami. Menjadi selir, adalah sebuah pilihan sekaligus resiko. Para selir menjalani pilihannya dengan segenap konsekuensi lahir-batin yang kompleks. Para aristokrat itu, demikian pula, menempuh poligami dengan cara mereka sendiri, mengalir, hening, tanpa riak-riak resistensi. Mereka menjalani poligami dengan berselir, sebagai bagian dari suatu simbiosis kultural dan strategi politik.

Tak seperti dinamika bangsa manusia, budaya poligami sepertinya tak berlaku dalam kehidupan masyarakat penguin. Banyak tulisan dan filem dokumentasi yang memuji penguin jantan sebagai makhluk yang loyal. Dalam kondisi jumlah penguin betina lebih banyak, para jantan hanya kawin dengan satu betina alias monogami, dan hubungan itu terus dipelihara hingga kedua makhluk itu berpisah seusai musim kawin. Well, kisah penguin hanyalah satu dari sekian banyak perilaku alam yang bisa menjadi pelajaran bagi kalangan manusia. Dengan berbagai alasan, boleh saja para lelaki selalu berdalih menjalankan poligami karena perintah Gusti Allah dan mengikuti sunnah Kanjeng Nabi. Tetapi yang demikian tak dapat dijadikan alasan untuk mengatakan bahwa para penganut monogami adalah lelaki yang seperti penguin.

sumber gambar : icestories.exploratorium.edu

27 thoughts on “Selir, Seks dan Kisah Penguin

  1. Kelabang's Blog mengatakan:

    Bicara tentang poligami, menurutku kayaknya lebih baik daripada kawin cerai seperti artis, daripada selingkuh diam2, daripada bolak-balik ke tempat pelacuran, dan lebih baik daripada seks bebas.
    Tapi, poligami jangan jadi ambisi atau tujuan lho.
    Dan aku nggak berpikir untuk akan berpoligami.

  2. elmoudy mengatakan:

    great… dalem banget bahasannya soal selir bro…
    banyak belajar… bagaimana kehidupan selir yang terasa sangat memikat sepertinya bagi sang raja… tanpa selir… apakah mungkin sang raja mampu hidup normal???? hmmm

  3. uniharuni mengatakan:

    sorry cuma nimbrung, klo menurutku melakukan poligami nggak seharusnya didasarkan “daripada n daripada”.

    poligami mungkin sebuah pilihan n ada aturan-aturan mainnya juga melibatkan beberapa hati (orang) klo semua yang melakukannya ikhlas n ejoy menjalani …

  4. FiiYaa mengatakan:

    Aq pernah belajar tentang selir2 di keratoN Yogyakarta dari jaman dahulu kala, waktU Ngunjungin museum uLen sentalu.
    Mereka juga wanita2 terpilih koq

  5. اسوب سوبرييادي mengatakan:

    😀

  6. goodlovesa mengatakan:

    jadi ingat cerita “Gadis Pantai” karya Pram simple Budaya jawa identik dengan patriaki ketika pria menghegemoni wanita terlebih hanya untuk nafsu….sungguh malang selir…………..

  7. Dangstars mengatakan:

    Saya gak mau ah jadi selirnya penguin 😀

  8. Vulkanis mengatakan:

    Aduh jadi hanaang yeuh ….baca judulnya…
    Wakkakakkkk

  9. atmokanjeng mengatakan:

    wah tentang selir ini menarik kalau diolah untuk jadi karya sastra mas…
    bagi dong kalau ada referensi datanya,,,,😀

  10. kangmas ian mengatakan:

    wkwkw kaya pengui eaaah😀
    saya monogami dulu..kalo istri izinin barulah nambah lagi..
    paling dicemberutin sm istri wkwkwkw

  11. ummurizka mengatakan:

    sekarang masih penganut monogami, no poligami😆

  12. dedekusn mengatakan:

    Selamat sore mas…
    Lama ga BW nih…🙂
    Selamat menunaikan Ibadah Puasa…

    Baru tau ternyata penguin ga pernah poligami ya..🙂 *oot mode on*
    terima kasih infonya, apapun itu semoga kita bisa mencontoh Rasulullah SAW. Bukan hanya dalam poligami.
    Skses, & salam Pis mas Sedjatee.

  13. prof. helga mengatakan:

    widih gaul banget ampe punya selir segitu banyaknya
    ckckck

    kalo malem apa ga cape ya?
    hehe

  14. Kaka Akin mengatakan:

    Paling serem saat nonton film tentang persaingan antar istri raja, bisa bunuh2an gitu😦

  15. citromduro mengatakan:

    hadir lagi kang
    tambah komen disini
    junk aja dech komennya

    salam dari pamekasan madura

  16. Nrimo Rahardjo mengatakan:

    Bagiku poligami atau poliandri bolah-boleh saja. Yang penting tidak memaksa dan terpaksa, dasarnya cinta dan dikehendaki, tidak perlu dalil untuk membenarkan tindakan. Pilihan ada dipihak anda dan anda harus berani menanggung segala resikonya.

  17. Bumi mengatakan:

    Ajaran islam yang merendahkan wanita. Wanita hanya jadi bahan seks. Nabinya saja tukang ngesek sich, ndaa kaget.

  18. masah mengatakan:

    Poligami ya poligami, memang butuh, diukur keberanian masing masing, resiko dan tanggungjawab adalah tantangan sang pemberani.

  19. Agam abdillah mengatakan:

    Ajaran kristen lbh parah, bs kumpul kebo’ bnxk cnthx d t4 sy org2 timur cntohx..mgkin krna d kristen d brikan izin hnx nikah sekali seumur hdup mkx gt, pdhl nafsu mrk sbg manusia membra. . .alhasil kumpul kebo, selingkuh, truz zina sana sni o.k. . .law dh gt bknkah lbh baik poligami ? Dalam islam perceraian adalah hal yg paling d benci oleh allah, tp boleh ! Hny d benci, dan poligami jg boleh tp atas keridhaan sang istri per1..jd jgn hnx melihat pelaku yg salah d kbnykan zaman ini v baik buka pemahaman dlu tntg isi al qur’an. . .dan nabi muhammad pnx bnxk istri smuax ad mksd dh tujuan, ga kyak skrg poligami ma yg seksi, perawan, truz kya, ato cantik dsb. Jd pahami dlu bru asal bicra. . .o.k untk coment yg ad di atas sy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: