Gunung Sinabung dan Mbah Marijan

37

Agustus 31, 2010 oleh sedjatee

Saya berada di jarak lebih dari 1400 km dari Gunung Sinabung, ketika atap Sumatera Utara itu berguncang. Tak merasakan apapun, tetapi ada ikatan emosional yang cukup dalam karena di masa lalu saya pernah menjadi bagian dari masyarakat disana bertahun-tahun. Selain pengalaman menikmati keindahan alam dari puncak Sinabung (2460 m), dan saudara kembarnya, Sibayak (2094 m), keramahan dan kesantunan masyarakat etnis Karo di sekitar kedua gunung itu sangat mengesankan. Kesuburan tanah yang mendorong produksi sayur mayur dan buah-buahan melimpah, dan juga wisata lingkungan yang ramai, membuat perekonomian masyarakat di pegunungan ini berkembang sangat baik. Faktor ini, boleh jadi, melenakan masyarakat dari bahaya laten vulkanis.

Ketahuilah, kita adalah bangsa yang berbesar hati untuk hidup rukun bersanding bersama marabahaya. Kepulauan Nusantara adalah bagian dari zona Ring of Fire yang hiperaktif, sebuah kawasan pertabrakan lempeng tektonik eurasia, indo-australia dan pasifik yang menyimpan dua potensi petaka sekaligus: letusan gunung berapi dan gempa bumi. Geografi Indonesia, menurut national geographic, memetakan setidaknya 129 gunung berapi aktif. Di pulau Jawa sendiri, ada sekitar 120 juta manusia yang hidup berjejalan dengan 30 gunung berapi.

Bagi masyarakat di Gunung Sinabung, juga di sekitar Merapi, Sumbing, Semeru dan lainnya, gunung berapi adalah rahmat. Abu vulkanik dari letusan masa lalu adalah fertilisator alamiah bagi lahan pertanian. Tetapi kewaspadaan tak boleh sedikitpun terabaikan meski itu terhadap sebuah gunung yang diam.

Mari bernostalgia dengan ledakan Krakatau pada 27 Agustus 1883. Krakatau, mencatatkan diri sebagai letusan pembunuh terbesar kedua setelah letusan Gunung Vesuvius di Italia. Saat itu, mungkin tanah Jawa dan Sumatera masih sepi manusia, korban Krakatau tercatat sebesar 34.000 jiwa. Gelombang pasang yang ditimbulkan akibat letusan itu mencapai Suriname, sebuah tempat yang berjarak sekitar 11.500 mil dari pusat letusan.

Sejarah juga mencatat bahwa letusan Gunung Tambora di kepulauan Sumbawa sebagai salah satu terbesar di muka bumi pada 10 April 1815. Letusan ini memuntahkan 100 km kubik magma serta gas panas yang disertai partikel belerang hingga setinggi 43 km. Emisi gas belerang hidroksida yang keluar akibat letusan Tambora ini bahkan mencapai stratosfer dan menciptakan suatu selaput kabut yang menghalangi pancaran sinar surya ke bumi. Pasca letusan ini di Amerika Serikat mengalami “a year without summer”. Letusan Tambora juga dianggap memberi andil pada perubahan cuaca yang mengakibatkan kekalahan pasukan Napoleon dalam Pertempuran Waterloo.

Menyikapi potensi bahaya yang mungkin terjadi, masyarakat melek teknologi telah merancang sistem peringatan dini letusan gunung berapi. Namun terkadang kenyataan tak berjalan sesuai harapan. Ketika Sinabung meletus, banyak pengamat yang kecolongan, tak menyangka bahwa gunung yang tanpa aktifitas itu ternyata meletus tanpa gejala apapun. Lantas apa penyebab letusan itu?

Saya teringat perkataan Mbah Marijan saat letusan terakhir Merapi pada 2006. Marijan, sosok yang membintangi semua berita terkait aktifitas Merapi saat itu, mengatakan bahwa letusan gunung berapi adalah suatu fenomena yang biasa saja. Letusan itu berarti ”penguasa Merapi sedang membangun” demikian menurut bintang minuman energi itu. Marijan, juru kunci yang salah satu tugasnya adalah menenangkan Sapu Jagat, penguasa Merapi, menolak mentah-mentah perintah evakuasi yang dititahkan oleh Hamengku Buwono X, bosnya di Istana Sultan Yogyakarta. Tokoh yang wajahnya muncul sebagai gambar t-shirt dengan tulisan ”Presiden Merapi” ini mengaku telah berinteraksi dengan Merapi sejak bayi, dan oleh karenanya ia mengerti betul isyarat Merapi (dan alam sekitarnya termasuk satwa, angin, temperatur dan cuaca) tentang kemungkinan meletus atau tidak.

Ketika itu, sikap Mbah Marijan yang bersikukuh tak mau dievakuasi ini diikuti oleh masyarakat sekitar Kinahrejo-nya. Marijan merasa bahwa keyakinannya mengisyaratkan kalaupun Merapi meletus tidak akan memakan korban karena sebagai juru kunci ia telah menjalankan tugasnya dengan baik. Dan benar, tak ada korban jiwa ketika akhirnya merapi meletus pada 16 Mei 2006. Kinahrejo yang hanya beberapa jengkal dari kubah lava Merapi, tak tersentuh apapun karena arus lahar mengarah ke barat.

Dalam konteks letusan Sinabung, kita bersyukur tak ada korban jiwa sebagai akibat langsung letusan itu. Namun kepanikan yang mengguncang psikologi masyarakat seharusnya tidak terjadi jika setidaknya isyarat letusan itu terkabarkan kepada masyarakat. Tak ada peringatan dini karena teknologi memang tak disiapkan disana atau karena teknologi tak mampu membaca pertanda alam yang mungkin ada.

Keyakinan tentang gunung berapi, boleh jadi merupakan hal paling mistis dalam masalah vulkanologi Indonesia. Namun tak bisa dipungkiri bahwa sosok seperti Mbah Marijan memegang peran penting dalam budaya masyarakat terkait gunung berapi. Kefasihan Mbah Marijan membaca isyarat alam yang meliputi satwa, angin, temperatur dan cuaca, terbukti ada manfaatnya. Peran ini bisa menjadi sumber informasi yang andal tentang kemungkinan letusan gunung berapi. Ketika teknologi tak berfungsi, kewaskitaan ilmu titen orang shalih seperti Mbah Marijan bisa menjadi acuan untuk menenangkan masyarakat, seperti peran yang dijalankannya saat ini.

Letusan Sinabung adalah isyarat bagi kita untuk selalu waspada dan antisipatif karena gunung berapi, sediam apapun, tetap menyimpan misteri. Besar atau kecil, cepat atau lambat, gunung berapi pasti menciptakan sebuah letusan sebagai bukti kebesaran Sang Pencipta diatas para makhlukNya. Kalaupun ia tak meletus saat ini, di hari kiyamat ia akan meletus dengan dahsyatnya, bersama gunung-gunung yang lain. Wa takuunul jibaalukal ihnil manfusy, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan (QS 101 : 5).

sumber gambar : sahidholiday.com dan kfsemarang.com

37 thoughts on “Gunung Sinabung dan Mbah Marijan

  1. Kakaakin mengatakan:

    Indonesia memang negara yang sangat kaya… kaya akan gunung berapi🙂
    Semoga dengan hal ini akan membuat kita semakin dekat kepada Allah…

  2. citromduro mengatakan:

    ada apa dengan mbah marijan
    semoga gunung2 yang berapi pada sehat2 aja dan tidak batuk2 terus

    salam dari pamekasan madura

  3. Ifan Jayadi mengatakan:

    Sudah pasti itu adalah salah 1 tanda2 kebesaran Allah SWT yang patut direnungkan dan diambil hikmahnya dari kejadian letusan tsb.

  4. gadisjeruk mengatakan:

    alhamdulillah. sinabung tidak seperti krakatau..

  5. milimeterst mengatakan:

    Kunjunn Balik gan…Link Jejak Kehidupan Sejati dah nongkrong di Milimeter Studio….(milimeter siap ber tuker link)
    makasih banyak.. ya .. salam.//

  6. Kelabang's Blog mengatakan:

    Bagaimana pun gunung Sinabung tetap mahluk Allah SWT, yang bisa berkehendak seperti berkehendaknya manusia, jika seseorang mampu mengenalinya dan mampu akrab sebagai kawan, tentu ia akan memberi tahu dan tak melukai seseorang tersebut. Contohnya seperti Mbah Marijaan.

  7. ummurizka mengatakan:

    Yang penting selalu memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT dimanapun kita berada🙂

  8. sempulur mengatakan:

    Hanya mampu untuk turut prihatin karena saya belum bisa memberikan bantuan apapun…Semoga korban letusan gunung sinabung diberikan kesabaran dan ketabahan.

  9. fitrimelinda mengatakan:

    segala sesuatunya terjadi atas kehendak Allah pastinya..

  10. orange float mengatakan:

    hebat ya Mbah Marijan sang juru kunci gunung merapi

  11. Red mengatakan:

    apa tidak ada tokoh spt si mbah marijan yg mengerti topografi daerah sekitar gunung dan memahami betul karakter sinabung?

  12. kangmas ian mengatakan:

    haduh mbah marijan aja dipercaya wkwkw
    semua sudah ditakdirkan Alloh
    tindakan preventif harus tetap dilakukan karena itu salah satu bentuk penjagaan nyawa manusia
    kecuali emang mau menentang maut😀
    ikut berduka cita atas bencana yang melanda kawasan daerah gunung sinabung…
    semoga Alloh menyelamatkan mereka amiin

  13. M Mursyid PW mengatakan:

    Turut berduka cita atas bencana yang menimpa saudara2ku di sekitar Sinabung.

  14. kopral cepot mengatakan:

    Paragraf terakhir yg menyentakan qalbu … maka semuanya kan kembali pada-Nya

    Hatur tararengkyu n semangat always tuk meraih fitri😉

  15. Sugeng mengatakan:

    Sandainya di sinabung ada orang yang sekelas mbah marijan, tentu jamu sido mun*** akan menjadikan dia icon iklan jamu sehat😆 . Muksho !! eits salah maksudnya Ruso !!
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  16. asepsaiba mengatakan:

    Berbuat baiklah pada bumi tempat kita berpijak.. Maka ia-pun akan membalasnya dengan ketentraman..🙂 Halah…

  17. Elong Bujang mengatakan:

    Semoga saudara-saudara kita di Sekitar Sinabung dapat mengambil hikmah dan bersabar menghadapi cobaan ini

  18. jumialely mengatakan:

    mas sedjatee, saya berada beberapa kilo meter dari gunung sinabung waktu itu…. kebetulan saya pulang ke kabanjahe…, jadi melihat lahar dari kejauhan rasanya gimana gitu….

    salam dari Kota Medan

  19. jumialely mengatakan:

    tgl 27 malam saya menelepon badan geofisika dan meteorologi di Medan, memastikan apakah benar ada aktifitas gunung sinabung, dan dibenarkan oleh mereka, tetapi mereka sulit sekali terhubung ke badan vulkanologi. dan langkah awal mereka ambil adalah menghubungi polsek kabanjahe untuk mengevakuasi sementara masyarakat dibawah gunung sinabung ke kabanjahe…..

    yang terjadi adalah sebenarnya seperti itu mas sed, dan tgl 29 malam, kira-kira pukul 11 malam saya melihat lahar keluar dari gunung sinabung,s eperti bola api yang menggelinding berwarna merah, pada tgl 30 pagi, saya melihat seperti bola besar keluar dan meletus ke langit… itulah terjadi letusan abu panas di gunung sinabung.

    semoga ini bisa menambahkan skenario kejadian sebenarnya dari daerah saya, saat saya mudik ke kampung halaman untuk acara pemakaman keluarga.

    salam mas sed

  20. jumialely mengatakan:

    jika aktifitas gunung merapi sudah berhenti, maka abu vulkanik itu akan menambah kesuburan tanah pertanian di sekitar sinabung.

  21. Vulkanis mengatakan:

    Wah..nyangkut nih Mbah MArijan

  22. TuSuda mengatakan:

    Dari fenomena ini, sebenarnya mengisyaratkan tentang makna kemurahan alam semesta, dan kerendahan hati kita, agar selalu bersiap sedia menjaga kelestariannya.🙂

  23. TuSuda mengatakan:

    BTW, Salam Kenal darai Kendari, dalam kunjungan perdana ini. Semoga selalu berkenan berbagi bersama.😉

  24. omiyan mengatakan:

    ini mungkin pertanda bahwa dunia sudah tua dan mulai batuk-batuk sekaligus kita untuk lebih mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa

  25. cixass mengatakan:

    GUNUNG AKTIF PALING BANYAK DI DUNIA ADALAH DI INDONESIA

  26. hellgalicious mengatakan:

    artikel yang menarik
    saya jadi tau perkembangan gunung merapi jaman dahulu

    semoga ga ada korban akibat letusan gunung berapi

  27. bundadontworry mengatakan:

    inilah salah satu tanda2 kebesaran Allah swt ya Mas.
    di indonesia khan memang terkenal paling banyak gunung berapinya yg masih aktif ya
    salam

  28. bolehngeblog mengatakan:

    dengan berbagai kejadian bencana alam yang menimpa indonesia beberapa tahun terakhir ini, seharusnya membuat kita sadar dan mawas diri tentang arti hidup dan apa tujuan hidup kita sebenarnya…
    semoga korban bencana alam tersebut diberikan kesabaran dan ketabahan..aamiin

    Bolehngeblog

  29. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    agaknya memang bener, mas, negeri kita masuk pada zona Ring of Fire hiperaktif. meski demikian, sikap hati2 dan waspada memmang diperlukan dalam kondisi seperti yang terjadi di sinabung saat ini. hmm … mbah marijan memang sosok fenomenal.

  30. Muhammad Saroji mengatakan:

    Ini juga peringatan agar kita selalu ingat akan kekuasaan Allah

  31. […] Gunung Sinabung dan Mbah Marijan * Memperpanjang Malapetaka * Jalan Berputar Sebuah Siklus Dan […]

  32. Debby mengatakan:

    saya juga yakin, meski tuh gunung cuma 20km dr rumah ortu saya, tapi dia ga akan ngamuk sebesar itu ^^

  33. Yoyon Ugang sayu mengatakan:

    dengan adanya banyak perstiwa membuat kita lebih dekat kepada sang pencipta,,salam kenal,,boleh tukeran link ya

    http://yoyon12.wordpress.com

  34. Joe Soeria mengatakan:

    Selamat jalan Mbah……

  35. juandi mengatakan:

    Subhanallah, semoga aja kita tidak tertimpa bencana letusan besar seperti di gunung krakatau, Tambora, Vesuvius.aminn

  36. Devi indrawati mengatakan:

    terima kasih ya lengkap kok isinya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: