Sengketa Wilayah & Diplomasi Wayang

39

September 2, 2010 oleh sedjatee

Darma demi kebenaran adalah tugas suci untuk siapa saja,apalagi kalau ia seorang ksatria yang seharusnya membela nusa, bangsa dan negaranya dari kezaliman dan angkara-murka.
(Bhagawadgita)

Dalam hidup bermasyarakat, masalah perbatasan adalah topik paling sensitif yang menganggu tensi hubungan antar tetangga. Wilayah, yang erat berhubungan dengan masalah kedaulatan, bisa jadi adalah komoditas yang rentan dipertentangkan. Mengapa selalu berujung pada pertentangan? Karena masalah ini sangat erat dengan martabat dan harga diri. Untuk masalah harga diri, kebanyakan manusia menempuh penyelesaian pada jalan kesatria, jalan paling terhormat untuk mempertahankan martabat. Jangankan manusia, binatangpun tak akan sudi dilecehkan dan dianiaya.

Tentang bagaimana menyelesaikan sengketa wilayah, ada beberapa gaya diplomasi yang dapat dicontoh. Yang paling legendaris adalah kisah Kresna Duta, episode paling menentukan sebelum terjadinya perang Bharatayudha. Pada sisi yang emosional, penyelesaian sengketa tanah Tunggarana antara Sitija kontra Gatotkaca juga dapat menjadi teladan. Pada kisah lain, kinerja diplomasi Jaya Anggada dan Hanoman dalam menunaikan titah Sri Rama dapat pula menjadi bahan referensi.

Hubungan Pandawa – Kurawa memanas. Yudistira baru saja menerima kedatangan Sanjaya, utusan Kurawa, yang intinya tak akan mengembalikan Astina. Di tengah kekalutan itu, Kresna menawarkan diri untuk menjadi duta Pandawa, mendatangi Duryudana untuk meminta hak Pandawa atas Astina. Kendati mengkhawatirkan kelicikan Duryudana dan kroninya, para Pandawa mendukung. Dengan berani Kresna menyatakan “Aku tahu Duryudana memang jahat, tetapi kita tetap harus berusaha mencapai penyelesaian secara damai agar rakyat tidak menuduh kita tidak berusaha untuk menghindari peperangan. Cara apapun akan kita tempuh, demi perdamaian. Jangan khawatirkan keselamatanku. Jika Kurawa berani mengancam atau melukai aku yang datang sebagai duta perdamaian, aku akan remukkan mereka hingga menjadi abu.” Kemudian terbukti, kedatangan Kresna bersama Setyaki yang membawa misi penyelesaian damai Pandawa ditampik mentah-mentah oleh Duryudana. Diplomat itu dijebak lalu dikeroyok. Dengan jiwa ksatria, kedua duta itu bukannya takut atau menyerah, Kresna melawan para Kurawa dengan bertiwikrama.

Pada sisi yang lebih konfrontatif, konflik perbatasan juga terjadi antara Sitija (Bomanarakasura) versus Gatotkaca. Daerah tak bertuan bernama Tunggarana yang berada di tapal batas Pringgodani-Trajutrisna, sama-sama diklaim oleh Sitija maupun Gatotkaca. Baginya mereka, sejengkal tanah adalah harga diri. Dan pertarungan sampai mati adalah solusi diplomatik yang dipilih oleh dua raja muda yang sama-sama temperamental itu.

Tak ada yang salah dalam dua gaya penyelesaian konflik pada dua kisah diatas. Menempuh perdamaian adalah cara elegan yang dipilih Kresna. Namun Kresna mengusung misi damai dengan cara pemberani, dengan menjunjung martabat diri, namun tanpa kompromi. Kresna tak merasa inferior karena percaya dengan kekuatan diri. Kresna tak memilih opsi berdamai jika itu berkonotasi sebagai pecundang. Akan halnya Sitija dan Gatotkaca, jalan konfrontatif tetaplah cara terhormat untuk menuntaskan sengketa. Tak ada yang sangsi tentang kepahlawanan Sitija maupun Gatotkaca. Mereka terhormat dan berani menempuh risiko apapun demi harga diri.

Tadi malam, saya bermimpi berada di sebuah negeri. Negeri yang konon dilecehkan oleh tetangganya sendiri. Negeri yang dianggap tak berani menjaga kedaulatannya. Negeri yang dianggap tak bisa melindungi warganya yang disiksa. Negeri yang dianggap tak bisa membela aparatnya yang diciduk polisi tetangga. Negeri yang hanya diam ketika kehilangan kepulauannya. Negeri yang hanya bisa berdiplomasi dengan lemparan tinja. Negeri yang, ketika pemimpinnya berpidato di markas tentara, rakyatnya mencela sebagai pidato penakut, pidato mengecewakan, pidato yang anti klimaks bahkan disebut sebagai ceramah ramadhan.

Semoga negeri dalam mimpi ini bukan negeri kita. Atau jangan-jangan, saya tidak sedang bermimpi. Entahlah…

sumber gambar : community.um.ac.id

39 thoughts on “Sengketa Wilayah & Diplomasi Wayang

  1. Kelabang's Blog mengatakan:

    Dua contoh penyelesaian konflik yang elegan dan ksatria, tapi sayang, itu terjadi bukan di negeri kita.
    Salam Persatuan dari Meranti.

  2. Sugeng mengatakan:

    Cerita wayang itu kadang ada juga yang mengambarkan realitas kehidupan zaman sekarang. Btw, ending cerita bratayudha itu (pada bab sengketa wilayah dan teritorial) bagaimana❓😕 apa bisa kita mengapdosi secara 100% atau harus ada inovasi gebrakan😦
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  3. alamendah mengatakan:

    (Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
    Dan soal negeri kita, diplomasi emang harus, tetapi martabat dan kedaulatan bangsa di atas segala-galanya.

  4. citromduro mengatakan:

    cerita realitas yang selalu diumpakan dengan pewayangan disini
    salut dengan kehidupan sejati yang selalu hidup dan memberik pencerahan

    salam dari pamekasan madura

  5. Red mengatakan:

    apa yg ingin dilihat oleh rakyat adalah ketegasan dari para pemimpinnya. tegas membela rakyat yg sudah terimpit beban hidup sehari-hari. peristiwa di perbatasan ini semakin membuat rakyat mengelus dada, menyaksikan kualitas para pemimpin yg dia pilih ternyata semakin menjauh dari konstituennya

  6. Website Desa Ciburial mengatakan:

    Salam Kenal dari Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung

  7. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    sebuah kisah yang memang layak dijadikan bahan refleksi bagaimana membangun proses demokrasi yang cerdas dan brilian. kresna memang dikenal sbg tokoh yang piawai berdiplomasi. sayangnya, di negeri ini tak ada tokoh yang berkarakter kresna.

  8. TuSuda mengatakan:

    Kepribadian Sri Krsna patut menjadi contoh, karena Krsna, memiliki segala Keutamaan.🙂

  9. fitrimelinda mengatakan:

    andai bisa mencontoh solusi diatas yah mas..

  10. aprilianprana mengatakan:

    mudah-mudahan INDONESIA bisa lebih baik lagi…

  11. ummurizka mengatakan:

    semoga konflik segera dapat teratasi dengan elegan dan lancar sehingga hidup bertetangga menjadi aman dan damai.

  12. Ifan Jayadi mengatakan:

    Cerita tentang pewayangan memang selalu memberikan pengajaran yang diselipkan dalam lakon2 tertentu sehingga mampu memberi inspirasi bagi siapapun dimasa kini untuk menyelesaikan suatu masalah dengan cara yang lebih baik.

  13. johan zeroseven mengatakan:

    wah, fasih bgt cerita tentang wayang…

    mungkin diplomasi wayang bisa diaplikasikan.

  14. darahbiroe mengatakan:

    sedjatee the best dah kalau soal ini
    moga ajah masalah yang sedang kita hadapi ini ada penyelesaian terbaik
    tanpa harus saling menghina dan mencela lagi
    salam

  15. Lina mengatakan:

    analogi yang bagus banget….coba penggede atau diplomat kita kaya gt ya

  16. Brotoadmojo mengatakan:

    banyak pelajaran yang bisa diambil dari cerita pewayangan, semoga saja negeri yang sedang gonjang ganjing ini menemukan jati dirinya, menemukan solusi dari permasalahannya… kalau harus meniru gaya diplomasi ala wayang, kenapa tidak?🙂

  17. Elong Bujang mengatakan:

    wah..ini mesti dibaca oleh pejabat-pejabat kita

  18. julicavero mengatakan:

    sepertinya hal ini perlu dibudayakan..semacam pelajaran psikologi dan manajemen..yaitu manajemen konflik..hehe..

  19. kangmas ian mengatakan:

    mas ini hapal banget cerita2 pewayangan..hehe tapi itu jawa ya kalao saya senengnya yang pewayangan sunda hehe apalagi kalao si cepot ^^

  20. Catatan SederhaNa mengatakan:

    semoga sesama kawan serumpun nggak saling tengkar😀

  21. z4nx mengatakan:

    ya semoga bukan dengan ke2rasan..karena rakyat … masih banyak yang miskin, dan itu bisa jadi 1 kelemahan kita

  22. MUHAMMAD SAROJI mengatakan:

    mestinya petinggi negeri malaysia dan indonesia harus dapat mengeluarkan kebijaksanaan yang benar benar bijak

  23. bundadontworry mengatakan:

    banyak sekali akhir2 ini kekecewan yang dialami oleh rakyat ya Mas.
    bukan hanya masalah dgn negara tetangga saja, namun juga dr para wakil yg katanya wakil rakyat, padahal tdk ada satupun yg mewakili suara rakyat😦
    kapan sih para pengelola negeri ini bisa benar2 mendengarkan suara rakyatnya ?
    kayaknya perlu ada terapi telinga , agar mereka tidak lagi (pura2) tuli.
    salam

  24. atmokanjeng mengatakan:

    kapan sih para pengelola negeri ini bisa benar2 mendengarkan suara rakyatnya ?
    kayaknya perlu ada terapi telinga , agar mereka tidak lagi (pura2) tuli.
    ….
    strukturisasi penjajah pada sistem kita menjadikan kita bangsa yang hampir seperti boneka. indonesia perlu the way of life yang punya integritas. tengok aja sistem hukum KUHP kita masih tinggalan londo. atau sistem demokrasi kita pun masih dzalim semua. ya, akibatnya jangan nggumunan kalau sampai sekarang indonesia itu benar-benar seperti boneka.
    kita harus belajar dari sejarah. mencontoh pemimpin umat yang amanah. rasululloh dan khulafaur rasyidin adalah contoh terbaik itu.

  25. […] Sengketa wilayah dan diplomasi wayang. Ditulis oleh Sedjatee […]

  26. z4nx mengatakan:

    Saya menulis tentang blog Anda, mohon konfirmasinya..
    bila tidak berkenan, saya akan menghapusnya

  27. Masda mengatakan:

    Kayakna emang bukan mimpi mas, soalna saya juga merasakan firasat yang sama, heuheu… jangan-jangan???😆

  28. fitr4y mengatakan:

    Q tidak mengerti wayang, tapi kisahnya mengandung banyak pelajaran, semoga pemimpin bangsa kita bisa belajar labih baik lagi …

  29. ari syaoran mengatakan:

    tulisan yg bagus…^^
    memang sudah saatnya negeri ini bercermin dari para pejuang dan pendahulu bangsa agar tidak ada yg menggeanggu kedaulatan negeri ini…sudah saatnya rakyat Indonesia bersatu padu memperjuangkan nasib bangsa ini agar dunia terbuka matanya bahwa Indonesia belum habis dan bisa dengan mudah di adu domba serta dilecehkan.

  30. uniharuni mengatakan:

    1. semoga segala konflik bisa diatasi dengan jalan yang baik bagi semua pihak.
    2. semoga negara tetangga kita itu segara bersikap dewasa untuk menjadi tetangga yang baik. jangan resek deh…
    3. semoga para pemimpin indonesia segera dewasa untuk mengambil segala kebijakan

  31. milimeterst mengatakan:

    nge like aja ya … saya ngga ngerti wayang ..

  32. citromduro mengatakan:

    datang berkunjung lagi disini sekedar menyapa sobat sedjatee
    semoga komentar junk ini tidak merasa keberatan
    salam dari pamekasan madura

  33. Pakde Cholik mengatakan:

    apa yang dilakukan pemerintah sudah pas, yaitu diplomasi.
    Jangan terprovokasi oleh tingkah-laku kacangan yang dipertontonkan oleh negeri lain.
    Mari kita jadi bangsa yang beradab yang tahu sopan santun bertetangga.

    Jangan lupa bercermin tengkuk kita. Kita sebel sama mereka, padahal mereka juga sebel sama orang2 kita yang dengan seenaknya masuk ke negeri mereka dan bekerja dengan masuk secara ilegal.

    Jika mereka bisa berbahasa gaul khas anak muda Indonesia, mereka pasti bilang ” Iki negarane mbahmu tah, mblebu sak enak udelmu !!”

    salam hangat dari Surabaya

  34. wardoyo mengatakan:

    Banyak pendapat, banyak juga versi kebenaran yang muncul dan berkembang…
    Salut buat bung (pemberani) sedjatee…

  35. uniharuni mengatakan:

    Dalam kesempatan yang super indah ini saya pengen mengucapkan Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan kesalahan, mungkin selama ini ada kata-kata yang tidak berkenan di hati saat memberi komentar-komentar.

    Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1431 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin

    Semoga kita kembali dalam keadaan yang Fitri lagi. Amiin

  36. […] bernama Mustokoweni. (cerita ini diambil dari posmo. Cerita lanjutannya bisa ditanyaken pada ahlinya Mas Sedjatee disini atau pada sahabat kami yang setia berjumpa disini Mas […]

  37. last navajo, 3/4, 'bertempur' di jalan 'berkawan' di pangkalan, cuma aku kadang2 bingung jalan atau pangkalannya di mana ya?kebanyakan ngetem ama pa oga mengatakan:

    hahahahahahaha aku tahu, kalo yg anoman diplomasinya yg ada lagunya ya, anoman obong, pak wah ini ada tim konspiratif, sangat mencurigakan sekaleee, dasar orang iseng, bung karno itu sudah dipersiapkan baik2 bahkan tim intel amrik pun jaga dia, walaupun akhirnya justru berbalik krn pengen bebas aktif, pak harto juga sama sdh disiapin ketika pengen bebas aktif yoooo dijatuhkan, lhaa setelah repotnasi justru buanyak jenderal2 yg pindah ke pdip gara2 ngiranya juga amrik dukung dan nyokong(mungkin juga) megawati dan ga nyadar manuver poros tengah, kalah bu mega naiklah mbah gus dur, ini juga sama, tokoh yg dibesarkan oleh media dan jaringannya, yaaa tahulah sendiri, lhhaa ini juga kacau bermanuverlah amriki dan jaringannya dan juga kekacaun koordinasi dn dimana poros tengah pecah(?), buat disinformasi di indonesia, banyaklah kasus kerusuhan dan kekacauan di seluruh indonesia, pokoknyaaa benar kacau, juga banyak pihak dalam dan luar yg maen, didetailin ga berani saya, buisa2x diburu dah, yg jelas satu info valid, amrik dan aussie turunkan senjata di ambon, lhaa(tenang100x mikul dhuwur mendem jero, sejarah harus diungkap kebenarannya, agar generasi muda tidak mengulang kejelekan yg sama(dipendem), yg baguse(dijunjung) tapi ya harus diberitahu dgn proses hati2), lalu mungkin ada kompromi2 berbagai pihak dn dan ln dgn jaringan masing2 akhirnya naiklah bu mego, terus kejadianlah peristiwa 911, waaaah gendenglah amerika, aku sing sakjane kudhune dadi petani, melu gendeng sampe saiki, buanyak kasus dimana banyak tokoh2 yg ‘naik’ melalui jaringan media dll dgn proses produksi, marketing, sales, maintenance, service purnajual, dan barang bekas layak pakai dan tak layak(dihancurkan), semua ini diproduksi dalam berbagai bidang disesuaikan dgn kebutuhan sang master mind juga disesuaikan dgn kondisi negara objek, seperti kepercayaan turun temurun, sosial, budaya, agama, lingkungan geografis atau negara sekitar dan juga respon2 yg mengikuti proses pembibitan karakter sang tokoh, sang tokoh sendiri kadang2 ada yg menyadari dan kebanyakan tidak seperti misalnya dari unsur ulama seperti maaf si aa, sejak poligami, karakternya langsung ‘dibunuh’ beramai2 terutama oleh bimbingan media massa, diamput aku jadi lupa mau ngomong apalagi sempat ngelamun nih, intinya hati2 cooooooooooooooooi, wasdapalah, cek recek sumber info, leiden harus direbut buka semua sumber sejarah dan cek ulang termasuk usia daun lontarnya!!!!makanya barat sampai repot2 menyuruh bahkan membiayai penelitian yg menurut kita aneh2 dan ga penting2 seperti bahasa dan budaya daerah terpencil, barat emang sangat jago devide et impera, sebelum bule datang, semua bangsa dan agama proses wajar masuk indonesia, dgn motif terutama ekonomi, dia pisahkan dan sekat2 masyarakat yg ada, yg kuat dihabisi, yg lemah dibela selama bersamanya, intinya, semuanya dipecah akhirnya kita lalai perbedaan justru yg kita lihat adalah biasa menjadi luar biasa( kalo saya akidah tetap, pengamalan/muamalah dgn siapa saja, kamu jatuh juga saya tolong, ga nanya agama dulu toh kalo di jalan, ya ga brooooo?)kita lupa yg kita perjuangkan bukan menyatukan apalagi ketika masing2 sangat yakin dgn keyakinannya (u ahmadiyah, wajar sebenarnya muslim menolak krn efeknya sangat fatal, krn nabi Muhammad bukan dianggap yg terakhir di dalam ahmadiyah, artinya berarti apapun yg dilakuan mirza ghulam ahmad termasuk meruntuhkan pondasi islam, jadi wajarlah muslim marah, yg terpenting adalah proses kasus ini dielesaikan secara damai, muslim tenang, ahmadiyah dibimbing lagi oleh depag jika mengaku beragama islam karena mereka berhaji dan salah satu syarat haji formal dari pemerintah arab ya bukan ahmadiyah), yg harus kita lakukan adalah kompak damai u tuntaskan prioritas masalah rakyat(haaaa ini yg ngasih tahu kakakku waktu gua urus bisnisnya dagang krupuk, udah diomelin gua ribuan kali) lha apa yg saya katakan mungkin ada yg salah dan harus dikritisi, jadi silaken dipikirken sebelum gendeng dan pulang kampung.

  38. Silva Leviton mengatakan:

    The finest aspect of SEO is which you can grow your organization irrespective of dimension of your organization. Specifically for small and method business enterprise SEO is a bound to hard drive business.

  39. Eric S Brown Parking mengatakan:

    Online Article……

    […]The information mentioned in the article are some of the best available […]……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: