Awas Ada Sengkuni

49

November 26, 2010 oleh sedjatee


Tak ada tokoh setenar Sengkuni untuk hal-hal yang bersangkutpaut dengan kelicikan dan kebusukan. Jika pada figur ‘orang-orang kiri’ semisal Burisrawa, Durna dan Jayadatra kita masih bisa menemukan sisi baik meski samar-samar, maka sepertinya hal ini tak berlaku pada Sengkuni. Tak terbantahkan bahwa Sengkuni alias Haryo Suman adalah tokoh antagonis tulen. Masyarakat tradisional Jawa memakai nama Sengkuni untuk menjuluki orang paling tidak disukai di lingkungannya. Di masa lalu, dalam pentas wayang kulit yang melibatkan Sengkuni, setelah pertunjukan masyarakat melarung wayang Sengkuni ke laut Selatan sebagai simbolisme penolakan karakter jahat yang dipersonifikasikan pada tokoh ini.

Membicarakan Sengkuni bukanlah dalam konteks untuk mencela, juga bukan dalam rangka mengadopsi wataknya yang angkara murka, namun lebih pada mewaspadai bahaya laten yang mungkin muncul. Mendiskusikan Sengkuni selalu relevan pada setiap kondisi karena di masyarakat nyaris ada orang-orang yang berpotensi menjadi penghasut, pengacau dan oportunis yang hipokrit.

Inilah Sengkuni, yang pada mulanya adalah seorang pangeran yang tampan, namun kemudian menjadi buruk rupa sebagai akibat ulahnya sendiri. Sengkuni mempunyai pusaka berwujud Cis (tongkat pendek untuk memerintah gajah) yang mempunyai khasiat dapat menimbulkan air bila ditancapkan ke tanah. Ia bermaksud mengikuti sayembara yang berhadiah Dewi Prita (Kunti), namun sayembara itu telah dimenangkan oleh Pandu. Ia kemudian mengikuti saudarinya, Gandari, yang diperisteri oleh Drestarasta, ayah para Kurawa.

Bakat buruk Sengkuni dimulai ketika ia berambisi menduduki jabatan patih ketika Astina dipimpin oleh Pandu. Pada lakon Gandamana Luweng, Sengkuni menyebar fitnah kepada Pandu bahwa Gandamana, Patih Astina, berkhianat ke kubu musuh. Pada saat yang sama, Sengkuni menyiapkan jebakan lobang perangkap untuk membinasakan Gandamana. Namun Gandamana selamat dari jebakan dan fitnah lalu kemudian menghajar Sengkuni. Inilah peristiwa yang menjadikan Sengkuni buruk rupa.

Kiprahnya sebagai penghasut mencapai sukses pertamanya ketika Drestarasta selaku pemangku jabatan Raja Astina mengangkat Duryudana sebagai putra mahkota pasca mangkatnya Pandu. Ini merupakan manuver pertama dari rencananya menguasai Astina, meski ia tahu itu hanya bisa dilakukannya dari balik layar. Kepiawaiannya sebagai seorang maestro politik hitam lagi-lagi terlihat dalam lakon Pandawa Dadu. Pada kisah ini, Kurawa menantang Pandawa bermain dadu. Sengkuni, yang bermain mewakili Duryudana, dengan mudah mengalahkan Yudistira. Pada episode inilah terjadi peristiwa asusila kepada Drupadi yang diyakini sebagai akar munculnya sumpah dan aksi-aksi mengerikan di Perang Bharatayudha.

Puncak kelicikan Sengkuni adalah upaya pembunuhan Kunti dan para Pandawa dalam Lakon Bale Sigala-gala. Atas ide Sengkuni, Kurawa membangun sebuah rumah peristirahatan bagi Kunti dan Pandawa dari kayu yang mudah terbakar. Tak hanya itu, mereka juga menyajikan makanan dan minuman yang dalam mampu menidurkan dalam sekejab, kemudian mereka membakar rumah kayu itu di saat Kunti dan Pandawa tertidur lelap. Hanya kewaskitaan Bima membuat ibu dan anak itu selamat. Perang Bharatayudha adalah akhir riwayat Sengkuni. Meski ia kebal senjata oleh khasiyat Minyak Tala, ia dikalahkan Pandawa di perang antar keturunan Kuru ini. Ia mengakhiri hidupnya dengan tragis, digigit oleh Duryudana lalu jasadnya dilumatkan oleh Gada Rujakpolo milik Bima.

Realita tentang Sengkuni adalah kontradiksi. Ketika banyak orang dikenang tentang kebaikannya, Sengkuni populis dengan kelicikan dan hasrat jahatnya. Hal ini akan terus menjadi hikmah bagi yang hidup bahwa orang dengan watak Sengkuni akan selalu ada. Ihwal serpihan tubuh Sengkuni ditabur berserakan di atas Kurusetra adalah simbol bahwa orang dengan watak Sengkuni selalu ada di sekitar kita bahkan mungkin pada diri kita. Sengkuni adalah potret manusia licik, penuh intrik yang mencari keuntungan diri sendiri dengan mengorbankan orang lain. Ia menyamar sebagai orang santun, relijius, ramah, namun menyembunyikan watak aslinya yang pengecut, munafik dan berlumur ambisi. Sengkuni yang asli ada di dunia cerita, sedangkan para duplikatnya ada di sekitar kita, waspadalah.

gambar sengkuni karya herjaka diambil dari wayang.wordpress.com

49 thoughts on “Awas Ada Sengkuni

  1. ummurizka mengatakan:

    Sengkuni ibarat setan gitu ya…semoga kita terhindar dari sifat dan watak buruk/licik sengkuni..dan juga bisa mewaspadai keberadaan sengkuni2 lain disekitar kita…

  2. Goyang Karawang mengatakan:

    kalo dilihat kedunia nyata sekarang sepertinya semua karakter pewayangan ada ya bos…

  3. HALAMAN PUTIH mengatakan:

    mencari keuntungan diantara orang-orang yang tamank dan serakah rupanya banyak terjadi juga pada saat ini.

  4. ratansolomj9 mengatakan:

    Sengkuni memang “trouble maker” tidak ada kedamaian dan ketentraman selama dalam masyarakat ada sengkuninya. Awal dari sengketa Pandhawa dengan Kurawa juga bersumber dari Sengkuni alias Haryo Suman.
    Salam hangat dari Solo

  5. Bali Property mengatakan:

    sengkuni itu memang tukang adu-adu, alias penyebar fitnah,
    tpai kalo dalam cerita wayang kulit, mesti lakonnya lucu tuh sengkuni, bikin tertawa hehe..
    tapi di jaman sekarang yang sifatnya kaya sengkuni juga tidak jarang lho.
    Bali Villas Bali Villa

  6. joe mengatakan:

    dalam kancah politik kita ada banyak sekali sengkuni-sengkuni ini …

  7. K.Resna mengatakan:

    insyaallah di setiap peperangan baik dan buruk, “sengkuni” pasti ada di dalamnya sebagai tokoh yang lebih jahat dibanding tokoh utama antagonis.

  8. sikapsamin mengatakan:

    Dalam salah satu versi cerita, Kyai Semar memberi nasihat kpd Harya Werkudara agar menggunakan KUKU-PANCANAKA mencabik-cabik Sengkuni dimulai dari anusnya…
    PANCANAKA adalah produk ramuan JAMUS KALIMASADA…

    PANCANAKA…menjadi inspirasi Bung Karno dalam meramu sesuai tututan jaman, menjadi :
    PANCASILA…

    Nuswantara sekarang telah penuh dg Sengkuni bahkan telah bermutasi menjadi virus-hepatitis yg merusak hati(nurani) masyarakat luas…

    Ciri khas para Sengkuni adalah anti/benci/takut kepada PANCASILA…

    Salam…JAS MERAH utk NUSWANTARA…

  9. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    sengkuni memang sdh dari sononya harus begitu, mas sedj. sosok semacam sangkuni agaknya selalu ada pada setiap zaman. idep2 utk penyeimbang kehidupan, hehe … ndak ada sengkuni, dunia ndak ramai.

  10. aldy mengatakan:

    Ditempat aku bekerja ada satu orang yang kami panggil Arya Sengkuni, lucunya dia tidak tahu maksud kami memanggilnya dengan nama itu.
    Sampai sekarang, seperti dia enjoy dengan namanya😀

    Jujur, tidak ada manusia yang paling saya benci selain orang yang bertabiat seperti sengkuni, walaupun dalam banyak kesempatan aku lebih menghindar.

  11. Sukadi Brotoadmojo mengatakan:

    Memang wayang itu hanyalah sebuah cerita, dan perwatakan yang ada disana tidak menutup kemungkinan juga ada dalam dunia nyata. Mewaspadai timbulnya sengkuni-sengkuni baru memang harus, karena memang tidak menutup kemungkinan dia ada disekitar kita.

    nuwun

  12. TuSuda mengatakan:

    iya…sifat seperti ini harus dikendalikan agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

  13. melly mengatakan:

    Aku baru tau sejarah sengkuni ini

    sampe sekarang sengkuni itu masih banyak yah di negara kita.

  14. dedekusn mengatakan:

    Terima kasih telah diingatkan mas, sengkuni kadang berbentuk teman kita, atau siapapun yang tidak menyenangi orang lain sukses.
    Salam hangat mas.

  15. Piss mengatakan:

    Sengkuni kadang bisa berupa usuh dalam selimut

  16. popi mengatakan:

    baca ini saya jadi inget film MAHAbarata di TPI dulu…tuh film dipantengin terus tiap hari sama Ibu di rumah. Tadinya saya pikir, males banget nonton film India gitu, tp setelah sekali dua kali ngikutin, boleh juga tuh, soalnya ga ada acara nangis bombay!

  17. Ade Truna mengatakan:

    lengkap sekali, meskipun saya anak dalang wayang golek…tak pernah mampu menghafal cerita wayang lengkap.🙂

  18. Masbro mengatakan:

    Sengkuni itu seperti seekor belut yang nyemplung di oli, licin dan lihai..

  19. fitr4y mengatakan:

    aku gak mngenal wayang .. tapi sekarang dah kenal sengkuni itu apa .. 🙂

  20. Sugeng mengatakan:

    zaman sekarang sudah banyak sengkuni-sengkuni modern bergentayangan didunia. Kerjanya mencari job, siapa yang akan dikorbankan demi lancarnya usaha dan niat liciknya. Malah job discription sengkuni ini sudah banyak niru dan mendirikan agency yang selalu mencari pengikut baru😦
    Salam hangat serat jabat erat selalu dari Tabanan

  21. achoey mengatakan:

    pewayangan memang menunjukkan banyak karakter
    dan kita belajar tuk menghindari karakter tokoh jahat

  22. Masda mengatakan:

    sengkuni kalo gak salah wataknya suka memfitnah ato mengadu domba, ntuh kata alm.kakek gue dulu… sekarang emang udah banyak sob sengkuni2 yang terlahir di negara ini… gue rasa bukan cuman gue aja yang merasakannya🙂

  23. bundadontworry mengatakan:

    karakter dlm sebuah kisah, yang pada dunia nyata , malah sering kita temui manusia2 ala sengkuni ini.
    Semoga saja ,kita tak termasuk didalamnya ,amin
    salam

  24. Anas mengatakan:

    Bahaya nih,, di depan berlagak baik.. ternyata dibelakang???

  25. bolehngeblog mengatakan:

    dibeberapa literatur malah disebutkan juga bahwa sengkuni “pernah” menjadi orang baik…

  26. lyna riyanto mengatakan:

    saya suka sekali membaca tentang cerita pewayangan
    watak-watak yang dimiliki tokoh2nya bisa menjadi panutan sekaligus juga peringatan bagi kita

    semoga tokoh Sengkuni tidak ada didalam diri kita ya…

  27. Dangstars mengatakan:

    Sengkuni perlu jadi panutan gak yah ?

  28. M A Vip mengatakan:

    sungguh saya tidak ingin disamakan dengan sengkuni, gimana caranya nih?

  29. Muhammad Agiel mengatakan:

    kisah pewayangan memang menyimpan berbagai pesan..
    semoga kita bisa mengambil hikmahnya..

  30. Muhammad Agiel mengatakan:

    kisah pewayangan memang menyimpan banyak pesan..
    semoga kita bisa mengambil hikmahnya…

  31. Muhammad Agiel mengatakan:

    kisah pewayangan memang menyimpan banyak pesan..
    semoga kita bisa mengambil hikmahnya..

  32. kang ian dot com mengatakan:

    berarti sekarang banyak sengkuni yang beredar dong😀 udah dipentasin aja biar jadi tontonan hehe

  33. sikapsamin mengatakan:

    Persis sama dlm cerita pewayangan :
    – Sengkuni memiliki berbagai nama…
    – Sengkuni berada dijajaran para Resi…

  34. Pakde Cholik mengatakan:

    Setiap melihat Sengkuni saya ikut getem-getem,mangkel dan ingin ngantemi lho mas ha ha ha.

    Dialam nyata juga banyak sengkuni2 kan.
    Semoga kita dijauhkan dari sifat dan tingkahlaku yang mirip Sengkuni.

    Salam hangat dari Surabaya

  35. volverhank mengatakan:

    wah aku baru tau ada tokoh sengkuni haha sip mantap infonya

  36. Lozz akbar mengatakan:

    Saya liat banyak juga loh di Indonesia orang-orang yang berpotensi menjadi Sengkuni-sengkuni modern..

    eh umpama wayang kira-kira karakter saya seperti siapa ya..??

  37. wardoyo mengatakan:

    Kalo tidak salah wayang itu berarti bayang-bayang.. karena dulu penonton asli melihat bayangan dari balik layar. Itu simbol bahwa semua tokoh wayang adalah bayangan dunia nyata.
    Jadi, tokoh Sengkuni diambil sebagai bayang-bayang dunia nyata…
    Salam sukses, bung.

  38. elmoudy mengatakan:

    kira-kira…. ada ga ya sengkuni di negeri ini ???
    tulisan dengan tokoh sengkuni…sangat menginpsirasi bro..suatu waktu, gw pengen nulis fiksi tentang tokoh ini…. inpsired me🙂

  39. ysalma mengatakan:

    aku juga ga familiar dengan wayang, tetapi suka baca serinya mahabrata waktu SD,, ingatnya cuma Pandawalima, dewi kunti,, membaca ini jadi ingat kembali,,
    sengkuni adalah karakter manusia dgn sisi buruknya, secara dia tidak pernah “memilih” untuk baik kembali.

  40. hudaesce mengatakan:

    ternyata bukan hanya di dunia pewayangan za, di dunia nyata za saat ni bnyak sekali og lakon2 sengkuni kayk gitu.😦

  41. Kang Bayu mengatakan:

    kadang saya berpikir, kresna bisa dibandingkan dengan sengkuni. malangnya, sengkuni berada di pihak kurawa yang konon jahat…

  42. Adi Nugroho mengatakan:

    sengkuni mungkin sangat licik dan jahat tapi loyalitasnya dan perjuangannya untuk selalu membahagiakan Kurawa patut diacungi jempol…

  43. alang-alang kumithir mengatakan:

    HANCURKAN…SENGKUNI…

  44. Adhee Sengkuni mengatakan:

    Blog saya AdheeRaghil Sengkuni..
    coba liat apa isinya..🙂

    AWAASS.. Ada Sengkuni.!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: