Mimpi-mimpi Kliwon

“Sudahlah. Jangan dipikirkan terus mimpimu itu, Won. Anggap saja itu hiasan tidur” ucap Dalijo sembari mengepulkan rokoknya. Kliwon tetap diam dengan pandangan kosong, seperti orang kemasukan jin ifrit. Hatinya bingung, takut sekaligus kuatir. Mimpinya tiga minggu lalu menjadikannya susah tidur, susah buang air, susah makan termasuk susah berhenti ngutang rokok. Pembicaraan seputar mimpi Kliwon menjadikan suasana warung rokok pojokan kampung yang selalu ramai ini menjadi lebih meriah. Mimpi-mimpi Kliwon menjadi topik menarik, lebih menarik daripada berita koruptor yang lepas dari kurungan polisi.

Alkisah, Kliwon yang berprofesi sebagai pedagang burung ini mengalami mimpi sangat aneh yang tak pernah dialami oleh orang waras maupun orang sinting. Suatu hari Kliwon secara tidak senonoh mengencingi pohon trembesi yang dikenal angker. Konon kabarnya, tempat itu menjadi angker setelah seorang bandar judi gantung diri di pohon itu. Entah berkaitan atau tidak, malamnya secara tak sengaja ia bermimpi seakan rumahnya didatangi kawanan burung bangkai hingga ribuan ekor. Aneh bin ajaib, mimpi itu berulang hingga beberapa kali setelah itu.

Paginya, Kliwon menuju warung rokok dengan langkah gontai, mirip keledai baru selesai melahirkan. Ia segera melaporkan mimpinya itu kepada Majelis Surok (Majelis Suka Rokok) yang telah hadir disitu. Paijo si tukang parkir langsung memimpin sidang istimewa majelis surok dengan agenda tunggal menafsirkan mimpi Kliwon. Untuk kali tersebut, wartawan dan juru potret dilarang memasuki arena sidang. Tak terkecuali pedagang es teh, pedagang obat cacing maupun tukang pijat. Bahkan, orang gila yang biasa ikut nongkrong di warung itu pun kali ini terpaksa dirumahkan.

Sesi penyampaian pendapat didominasi celoteh Sujimin alias Jimmy. Pria kontet ini mengaku pernah tirakat di gunung kawi, gunung merapi dan gunung kidul. “Karena burung yang datang adalah burung bangkai, itu artinya akan ada penghuni rumah yang menemui ajal dalam waktu dekat” demikian Jimmy Kontet menafsirkan. Pemulung jarang mandi yang hafal segala primbon dan buku tafsir menimpali, “kalo menurutku itu artinya Kang Kliwon mau dapat rejeki nomplok. Paling tidak isterinya mau nyuruh Kang Kliwon kawin lagi” katanya disambut derai tawa seisi warung.

Paijo selaku pemimpin sidang menafsirkan bahwa burung dagangan Kliwon akan mati, sehingga Kliwon rugi besar. Adapun pengangguran yang kemarin diusir mertuanya mengartikan bahwa Kliwon akan mendapat pekerjaan sebagai ajudan Bupati. Sidang berlangsung alot mengingat tidak adanya sekretariat gabungan alias setgab yang menjadi perekat para peserta sidang. Saran Dalijo, tukang sapu masjid yang menyarankan peserta sidang tidak mempercayai mimpi, ditolak mentah-mentah. Dalam suatu pemungutan suara yang sengit, tafsir versi Jimmy Kontet akhirnya mendapat suara terbanyak dan disepakati sebagai keputusan sidang. Kliwon panik. Rokoknya habis. Akhirnya menelan ludah. Pahit.

Malam hari setelah kesepakatan sidang diputuskan, Kliwon berada di hadirat Mbah Kromo, dukun yang diyakini Kliwon sebagai yang paling mampu mengambil wangsit dari langit. “tolong Mbah” ratap Kliwon seperti orang yang hendak dikutuk jadi kerbau. Namun entah kemalangan apa yang terjadi pada Kliwon, Mbah Kromo yang reputasinya lebih menonjol sebagai dukun beranak ini pun menafsirkan mimpi Kliwon persis seperti keputusan sidang Majelis Surok hari sebelumnya. Bahkan secara tegas Mbah Kromo memastikan “hari Selasa Paing, Won, itulah hari naasmu”.

–**–

Menjelang maghrib ini, hari Selasa Paing dalam hitungan jawa, akan berganti menjadi Rabu Pon. Hati Kliwon sedikit tenang. Hingga detik ini dirinya dan anak-isterinya dalam keadaan baik. Mereka sehat-sehat semua, tak ada tanda-tanda bahwa ramalan Jimmy Kontet akan terbukti. Kliwon telah berada di warung rokok bersama para sekutunya dengan wajah ceria, seperti wajah para istri ketika suaminya gajian. Bila ramalan Jimmy meleset, Kliwon bersumpah akan mencukur habis rambutnya. Termasuk kumis, alis, bulu ketiak dan bulu kaki. Jimmy kontet sendiri menyatakan akan menghadiahi sebungkus rokok bila tafsir mimpinya gagal.

Azan maghrib berkumandang dari surau kampung. Kliwon merasa menang. Jimmy Kontet membelikannya sebungkus rokok. Orang-orang mengucapkan selamat. Tiba-tiba, dari arah rumah, istri Kliwon datang tergopoh-gopoh ke kerumunan seperti gelandangan dikejar tramtib, mengucapkan sebaris berita “Kang, burung cucakrowo dirumah mati dimakan tikus”. Kliwon yang menyayangi burung cucakrowo melebihi isterinya tiba-tiba lemas dan pucat pasi. Di warung itu juga akhirnya Kliwon tumbang.

Hikmah:
1. Jangan mempercayai tafsir mimpi yang diucapkan oleh dukun beranak.
2. Ramalan orang kontet belum tentu lebih akurat dibanding ramalan tukang parkir.
3. Jika dirumah ada tikus, jangan memelihara burung, nanti dimakan tikus.
4. Jangan kencing dibawah pohon angker, kencinglah di bawah yang tidak angker.

artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Berhikmah di BlogCamp

Iklan

47 pemikiran pada “Mimpi-mimpi Kliwon

  1. Hidup adalah milik sang pemilik Hidup, mimpi adalah bunga tidur, bersujud untuk semua mimpi buruk dan biar DIA yang menentukan hidup. atas stempel Komandan Blogcamp JURI datang menilai. Salam hangat

  2. hahahaha………..Kliwon….percaya banget dengan mimpi…… juga dukun……
    akhirnya tersugesti jadi kenyataan…….
    tumbang krn matinya si cucokrowo…….

    Kliwon lupa ada Sang Maha Segalanya sebagai Penentu.

    Semoga beruntung di KUCB ini , Mas
    salam

  3. sebuah kisah khas jawa, sarat dg klenik dan mitos. tapi itulah realitas yang terjadi di tengah2 masyarakat kita. seringkali, klenik dan mitos telah mengalahkan logika dan akal budi. sebuah tulisan yang mencerahkan dan sarat hikmah!

    1. iya Kang… trimakasih..
      semoga kita tak lagi berharap kepada mitos
      semoga kita tak lagi meyakini klenik / mimpi
      semua isi kehidupan telah ada yg mengaturnya
      salam sukses

      sedj

  4. jangan kencing dibawah pohon angker, hehe.. bener juga, daripada nanti malah nambah nambahin pikiran, kan malah menyesatkan.
    Wah, tulisannya seger mas, saya suka.

  5. Kenapa ya ada orang yang sangat menyayangi sesuatu melebihi kecintaannya kepada keluarga. Seharusnya hidup sepenuhnya diserahkan kepada Allah SWT dan jangan bergantung pada tafsir mimpi dan dukun

  6. Mimpi itu (katanya) hanya kembangnya orang tidur, tidak perlu terlalu di dramatisir, apalagi tanya sama dukun.
    Pasrah dan berserah diri kepada-NYA mungkin lebih baik… 🙂

  7. benar jgn percaya dgn takhayul, nanti dihina Allah, dgn hinaan tak terduga

    *
    blogwalking ke blog yg ikut kontes, saya bingung siapa kiranya yg akan menang? semuanya jago2 :mrgreen:

  8. Saya boleh tanya mas..?

    Pemilihan tema cerita diatas…apakah didahului mimpi dan konsultasi kepada dukun juga ya?

    Tapi…dijawa memang mengenal hukum ‘NDILALAH’…ini ingat pesan simbah waktu saya masih kecil dulu.
    Maksudnya kita harus berhati-hati mengeluarkan ucapan(buruk/makian dsb), kalau2 (pas) NDILALAH ada setan liwat…

    1. buat kang samin: hehe.. bisa aja Kang Samin, inspirasi nulis ini bukan dari dukun tapi dari mimpi, Kang..
      buat Kang Essip LossAkbar: trimakasih Kang atas dukungannya, ikut kontes juga ya Kang, sukses ya..

  9. wah mantap euy ceritanya.. layak jadi juara 🙂

    saya setuju banget tuh dengan jangan percaya tafsir mimpi.. soalnya kan mimpi itu bunga tidur. kalo ditafsir ntar ga jadi bunga lagi jadi basi 😀

  10. hahhaha dukun beranak… iia tuu kang.. jangan gtu ajja percaya.. oo iia, katanya kalu lagi hamil terus tiba2 ada dukun beranak, itu buakn orang iia kang.. (ngaco nii jadinya*) :p

  11. Hehehe…
    Hikmahnya itu loh… ada2 aja 😀
    Nggak kebayang deh bau pesing di pohon angker itu 😀
    Semoga sukses di KUCB
    Jangan lupa ya : Bila Sahabat memiliki pengalaman berkesan yang berkaitan dengan masalah kesehatan, silakan ikuti Kontes Aku Ingin Sehat, hanya di Try2bcoolnsmart.

  12. dalam kitab fiqih itu, jangan kencing dibawh pohon yang rindang,, dan yang berbuah…tapi ada yang baru nih… jangan pohon yang angker.. hihihii penuh majinasi.. terimakasih… bales kunjungan ya ….. moga sukses sama2 kontesnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s