Tak Boleh Takluk

Peristiwa yang telah berlalu hampir sepuluh tahun itu tak mungkin saya lupakan. Kejadian berlangsung amat cepat. Motorku melaju tak terlampau kencang, lalu seseorang melintas, sekuat tenaga aku menghindari tabrakan, tetapi naas tak bisa ditolak, motorku gelincir hebat. Celaka. Aku berjumpalitan di aspal panas seperti orang kurang kerjaan. Sepeda motorku pun terkapar di tepi jalan. Semua berlalu cepat bak adegan filem murahan.

Satu persatu orang berkerumun, menonton adegan sirkus gratis yangmana aku sebagai pemain tunggalnya. Sejurus kemudian aku bangkit lagi. Sirkus berakhir, sang aktor baik-baik saja, penonton kecewa. Tapi, ada yang tak beres di tangan kiriku. Lunglai. Aku lalu sadar, tanganku patah pada dua titik, dan pelahan aku mulai merasakan sakit luar biasa.

Dukun patah tulang itu mengobati tanganku yang patah seperti bermain-main. Diputar, dilipat, ditarik-tarik dan entah apa lagi. Ia sedang mengobatiku, tetapi aku merasakan sedang disakiti dengan satu siksaan yang paling tidak beradab. Orang-orang yang memegangi tubuhku menenangkan, bertahanlah, paling-paling hanya setengah jam, begitu kata mereka. Setengah jam? Semenit saja rasanya seperti di tiang gantungan. Peluhku bercucuran, pengobatan itu sendiri lebih mirip proses persalinan orok yang kebesaran di dalam perut.

Dengan tangan dibebat bambu dan segala macam pembalut hingga pangkal ketiak, aku merasa serupa dengan robot yang belum selesai berubah menjadi manusia. Itupun masih harus menjalani ritual pemeriksaan setiap lima hari. Proses pemulihan sendiri memakan waktu cukup panjang. Aku hanya dirumah, tak bisa bekerja. Ini menjadi babak paling kritis bagi kondisi psikologisku. Tiba-tiba aku menjadi orang yang khawatir, takut dan pesimis menatap masa depan. Sesuatu yang tak pernah tersirat di fikiranku.

Dengan tangan tak berdaya, hari-hariku terasa sepi. Tetapi Tuhan Maha Pemurah. Tuhan menumbuhkan kembali harapan, optimisme dan kekuatan melalui buku-buku yang selama ini tersimpan rapi di lemariku. Sebuah kecelakaan bukanlah akhir segala-galanya. Kita harus yakin bahwa kesembuhan ada di tangan Allah swt, bahwa setiap sakit selalu ada obatnya, bahwa setiap cobaan selalu tersedia jalan keluar yang baik. Dan aku telah merasakan semuanya. Allah selalu memberi apresiasi yang hebat pada orang-orang yang pantang menyerah. Kita tak boleh terpenjara oleh ketidakmampuan, kita tak boleh terkungkung oleh keterbatasan.

Mari belajar pada kisah orang tuli bernama Ludwig von Beethoven. Ia menorehkan namanya sebagai komposer besar dengan kondisi seorang tuna rungu hingga pneumonia mengakhiri kisah hidupnya. Pun demikian nama Stephen William Hawking yang tak akan dilupakan oleh pengkaji fisika. Sosok yang menyandang post-doctoral pada umur 24 tahun ini ternyata meraih gelar akademisnya dalam kondisi tubuh yang terancam Amyotrophic Lateral Sclerosis, penyakit fatal yang menyerang motor neuron dan melumpuhkan otot-otot tubuh. Namun Hawking terus berprestasi diantaranya dengan pencetusan teori Black Hole tentang alam semesta, teori kuantum dan puncaknya ketika memublikasikan dokumentasi fisika A Brief History of Time dalam keadaan terduduk di atas kursi roda.

Di pentas kepahlawanan, jangan lupakan seorang cacat kaki bernama Amr bin Jamuh. Bapak dari empat prajurit ini mendapat dispensasi dari Rasulullah pada Perang Badar karena cacatnya. Namun ia tak mau hanya diam tatkala panggilan Perang Uhud menggema. Ia tak mau berlindung pada kelemahan fisiknya. Dan Rasulullah akhirnya luluh oleh keteguhan niatnya. Di Uhud, ia bahu-membahu dengan keempat puteranya, dan akhirnya sang cacat ini menjadi syuhada.

Mari kita menginspirasi kisah-kisah indah dari orang-orang yang dikaruniai keterbatasan. Kita tak boleh takluk. Tuhan Maha Adil. Mari kita dobrak belenggu kelemahan yang kita tumbuhkan sendiri. Dalam kondisi selemah apapun manusia pantang menyerah, manusia tak boleh putus asa. Rasa takut dan khawatir adalah hal yang kita ciptakan sendiri, maka kekuatan untuk berubah juga ada pada diri kita. Tetap semangat.

Tulisan ini ditulis dalam rangka partisipasi pada Kontes Aku Ingin Sehat dalam rangka milad kedua blog milik seorang sahabat.

sumber gambar: okezone.com

Iklan

57 pemikiran pada “Tak Boleh Takluk

  1. Kecelakaan atau sakit kadang sering membuat kita menjadi lebih banyak punya waktu dan kreatif. Kang Abik pun bisa menuntaskan Ayat2 Cinta ketika sedang sakit akibat kecelakaan. Semoga berkah … Btw, blog ini sudah saya masukkan ke blogroll Bang Aswi. Tukeran link ya … ^_^

  2. jangan takluk dan jangan mau ‘rugi’. musibah yang datang adalah ladang untuk bersabar, maka jangan badan sudah merasa sakit, kita akan semakin rugi bila tak bersabar dan tak semakin mendekatkan diri kepada Illahi.
    Tetap semangat, pertahankan kesabaran maka kelemahanpun bisa kita lawan.
    Artikel ini diikutkan dalam kontes? semoga menang. Insya Allah sayapun berencana ikut kontes ini, sambil belajar menulis, berbagi kisah dan hikmah, siapa tahu dapat hadiah.

  3. Dalam kisah perang uhud terdapat pesan cerita ringan yang berdampak besar, yang mana pentingnya segala sesuatu itu harus dimusyawarahkan dan menjadi suatu keputusan mufakat, dimana dari setiap persoalan apapun bila dimusyawarahkan maka berlakulah hukum Tuhan. Bagi yang menyepakati dan bagi yang lari dari kesepakatan.

    Dan bila hal ini sedah menjadi suatu keputusan mufakat, maka tidak boleh ada kata menyerah dalam situasi apapun.

    Sukses selalu mas.

    Salam

    “Ejawantha’s Blog”

  4. Salam Takzim
    Kapan kapan kita balapan pakai sepeda oom, gimana ga bakalan parah deh kalau tabrakan, paling stang bengkok hehehe. Met siang oom maap baru bisa menyapa lagi nih
    Salam Takzim Batavusqu

  5. kenapa memilih pergi berobat ke dukun patah tulang? :maaf:

    lebih baik ke dokter, jadi kita tidak curiga kalau2 ada “kesalahan” saat mengobati patah tulang

  6. sepakat sekali…

    optimisme harus selalu dibangun,
    jangan pernah dikalahkan oleh kepercayaan
    bahwa kita tidak mampu-padahal kita belum mencoba.

    kita sendiri lah yang sebenarnya membatasi kemampuan
    diri, bahkan otak kita saja belum maksimal digunakan
    100%…

    Btw… pernah jatuh berapa kali naik motor Om?

  7. satu lagi yang bikin salut: Hee Ah Lee pianis handal dari korea. Dengan empat jari dan kaki cacat dia bisa memainkan musik klasik yang terkenal rumit! Allah memang maha adil! setiap orang diberi kelemahan dan kelebihan!

  8. Well, apakah pengobat patah tulang itu disebut, dukun? ha ha ha. kidding.

    anyways, memang benar. dan soal kesehatan, seperti ketika seorang mahasiswa yang malas belajar dan pas dekat ujian harus belajar keras, sebab jika tidak nilainya bisa jelak. coba kalau ia nikmati proses menjaga agar tetap rata-rata cerdas gitu. nah, kesehatan pun demikian, seyogyanya kita yang sehat harus menjaganya.

    bukan begitu?

    salam.

  9. tulisan yang sangat inspiratif, mas sedj. ternyata banyak orang yang secara fisik punya banyak kelemahan, tetapi pada sisi yang lain menunjukkan prestasi dan kreativitas luar biasa. sementara, mereka yang punya kelebihan secara fisik ternyata malah tak ada satu pun prestasi yang bisa ditunjukkan. Tuhan benar2 maha adil.

  10. pengalaman pribadi yg benar2 menginspirasi kiya yg membacanya ,Mas.
    terimakasih telah menularkan semangat pantang menyerah pd kami πŸ™‚

    semoga beruntung diacara nya Kakaakin ini .
    salam

  11. Kalo saya dulu ditabrak motor kang pas naek sepeda. Salah saya juga seh. Cuman karena saat itu kondisi sepeda lagi diem, jadi momentum hantamannya lumayan gede, so sempet ngerasain terbang dulu deh.

    *ini kok jadi curhat –“

  12. Salam persohiblogan
    Maaf sahabat, saya baru sempat berkunjung lagi
    Ini pun memanfaatkan waktu yang sangat singkat

    Jadi mohon maaf jika hanya sempat menyapa
    Dan tak sempat baca-baca dengan seksama πŸ™‚

    Jadi harus semangat terus. Yo ayo πŸ™‚

    Salam persahabatan dari Bogor
    Achoey el Haris

  13. Malang Tak Dapat Ditolak Untung Tak Dapat Diraih, memang kita terkadang berada pada posisi tersebut. Sudah menjadi resiko pengendara kendaraan bermotor jika suatu saat harus mengalami kecelakaan. Sudah hati-hati berkendara, eh ada pula orang yang kurang kerjaan nyeruduk dari belakang. Bete kan? Hehehe… Kunjungan persahabatan bro…

  14. Itulah adilnya Tuhan. Tuhan Memang Mahaadil. Justru dengan keterbatasan fisik atau mental yang dimiliki seseorang, ia malah memiliki kelebihan di sisi lain, salah satunya dari ketekunan.
    Sebaliknya, kita yang dikaruniai tubuh lengkap sempurna tanpa cacat, kadang masih mencari-cari alasan untuk menghindari sulitnya kenyataan hidup. 😐

  15. Thanks for a marvelous posting! I quite enjoyed reading it, you can be a great author.I will ensure that I bookmark your blog and will come back down the road. I want to encourage you continue your great work, have a nice evening!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s