Dasrun, Lunasi atau Pergi!

Sejak jumat sore gak ketemu internet, senin pagi ini agenda pertama di kantor adalah menjelajah jagad maya. Komputer on, internet terkoneksi. Pagi ini, kalimat-kalimat dari Kang Lozz Akbar, Kang Ade Truna dan Bunda Mahes membuatku langsung lemas lunglai. Kepalaku tiba-tiba dipenuhi uban. Ya Tuhan.. Dasrun telah sampai ke tempatku…

Sobat Blogger.., petualangan tokoh kita ini rasanya tak mungkin kita lewatkan. Dasrun memulai kisahnya sebagai pembersih toilet di kantor Adverthiya. Hari indahnya lenyap, uang gajian pertamanya dicopet oleh Masbro. Lalu Dasrun terbingung dalam dilema, haruskah ia membuka kisah biru Kang Lozz Akbar? Ah tidak. Tiba-tiba Dasrun terinspirasi oleh Mbak Titik, dan mencoba menjadi penulis. Kolaborasinya dengan Pendar Bintang menjadikan Dasrun terkenal. Dalam keterkenalannya itu, Dasrun jatuh cinta kepada Bunda Mahes, bahkan memberi kuliah pada Kang Ade Truna.

–$–

Tuhan memiliki banyak cara untuk menolong kita. Dasrun merasakan kebesaran itu. Seseorang yang memberinya amplop di masjid tadi seakan malaikat dari langit yang diutus Tuhan untuk menolong Dasrun. Setelah beberapa hari dirawat, Rama kini membaik, dan Dasrun ingin membawa anaknya pulang. Ia segera ke pelataran rumah sakit. “Antar sampai Gang Mancur, berapa ongkosnya, Kang?” tanya Dasrun pada tukang bajaj yang lagi mangkal.

Belum sempat tawar menawar antara Dasrun dan Tukang Bajaj selesai, dari pelataran rumah sakit terdengar alarm mobil menjerit nyaring. Lalu, “Maling.. Maling..” teriak satpam sambil menunjuk lelaki besar yang sedang kabur keluar jalan.

Jalanan lengang. Maklum masih pagi. Naluri kepahlawanan Dasrun menggelegak. Bersama satpam dan tukang bajaj, Dasrun mengejar maling kesiangan itu. Kejar-mengejar itu kini makin dekat. Jarak Dasrun dengan maling itu hanya tinggal dua langkah lagi. Tiba maling membalikkan badan sambil menghunus belati. Dasrun yang tanpa senjata bersiap-siap menyusun strategi. Lalu duel dua jawara itu tergelar dengan seru. Setelah 10 ronde yang menegangkan, Tukang Bajaj yang bertindak sebagai wasit akhirnya menghentikan pertarungan. Dasrun berhasil meringkus bajingan itu. Sebuah tas berisi benda-benda berharga segera diambil alih untuk dikembalikan kepada pemiliknya.

Di parkiran itu, Dasrun dielu-elukan bagai pahlawan kesiangan, padahal hari belum begitu siang. Dasrun melihat sebuah sedan mewah yang pecah kaca belakangnya. Maling itu memecah kaca untuk mengambil barang-barang di dalam mobil itu. Seorang satpam mendekati Dasrun, lalu“Pak.. mari ke ruang direktur, Bapak ditunggu disana”. Tetapi Dasrun menolak. “Sudahlah, sampeyan saja yang mengembalikan ini pada pemiliknya” jawab Dasrun sambil menyerahkan tas lengkap dengan isinya.

Akhirnya Dasrun mau juga ke ruangan Direktur Rumah Sakit. Betapa kikuknya Dasrun ketika Direktur sendiri yang membuka pintu ruangannya. Dan makin terkejutlah Dasrun ketika tahu siapa yang ada di ruangan itu. Pemilik sedan yang diselamatkan dari kehilangan barang berharga itu adalah idolanya. Ia tak lain adalah Tuyul Arwana.

“Weee lha dalah… untung ada sampeyan.. sini, sini… monggo” ucap presenter Empat Mantra itu. “Sampeyan ini siapa? sudah berapa lama jadi juara tinju nasional?”
Dengan malu-malu Dasrun berkata lirih “nama saya Dasrun”

“Siapa? Sudrun saudaranya Wonokirun? Wah… penggemar ludruk ya. Pasti kenal sama Dargombez ”
“Bukan. Saya Dasrun”
“Ooo… Dasrun yang terkenal sebagai penulis di internet itu ya?” jawab Tuyul takjub bukan kepalang.
“Bukan begitu Mas Tuyul, kerjaan saya cuma petugas kebersihan toilet” jawab Dasrun polos.

Setelah berbasa-basi dan saling cerita ngalor ngidul, akhirnya Tuyul berhasil memaksa Dasrun untuk menerima tawarannya: mengantar Dasrun, Iyha dan Rama pulang ke Gang Mancur. Setelah melalui jalanan yang macet, sampailah rombongan itu di gang Mancur yang kumuh dan bising itu. Saat Dasrun hendak melangkah keluar dari kabin Camry seri terbaru itu, suara Tuyul kembali menghentaknya.

“Mas Dasrun, ini kartu nama saya. Datanglah ke kantor saya. Ada pekerjaan yang bisa Mas Dasrun kerjakan di kantor saya. Soal gaji, ya.. lumayanlah. Nanti kita bicarakan.”
Dasrun tak bisa berkata-kata mendengar tawaran yang begitu menyenangkan.
“oh ya… ini sedikit rejeki buat Mas Dasrun. Anggaplah ini sebagai ungkapan persaudaraan karena Mas Dasrun telah menolong saya” ucap Tuyul sambil menyerahkan segepok duit ke tangan Dasrun yang masih ternganga.

Sedan camry dan tokoh idola itu telah berlalu pergi meninggalkan kenangan dan harapan di dada Dasrun. “Bayangkan Iyha, mas Tuyul meminta aku bekerja di tempatnya. Udah gitu, dia memberi ini nih… uang Iyha.. empat juta Iyha… masih baru semua. Lihat ini Iyha… hehehe…” ucap Dasrun seperti ikan mabok.
“Lho bukannya tadi sudah dipake buat bayar rumah sakit” ucap istrinya tak kalah bingung
“Rumah sakit lunas, utang di warung lunas, bukankah kemarin saweran dari kawan-kawan blogger dan yang dari malaikat di masjid tadi sudah cukup melunasi semuanya? Hehehe” kata Dasrun
“Kalo gitu ini yang empat juta bisa kita tabung ya Kang” jawab istrinya
“Yak. Yang pasti ini bakal beli gitar, lalu buat ngajak Rama jalan-jalan ke pasar malam. Sisanya ditabung”

Belum selesai suami-isteri itu membangun mimpi, tiba-tiba seseorang telah berada di ambang pintu kontrakan Dasrun. Sosok ini tak lain adalah Mpok Minah. Perempuan sangar bertubuh gemuk ini dikenal galak dan tanpa kompromi. Kini ia telah berkacak pinggang di pintu kontrakan Dasrun. Wajahnya tak ramah menyimpan sejuta kekesalan yang memuncak. Dengan suara menggelegar, kalimat demi kalimat meluncur mulus dari bibir wanita gemuk tadi, hingga terdengar menggema sampai ujung kampung.

“Dasruuuuunnn… sudah delapan bulan kalian belum bayar kontrakan..! Lunasi sekarang juga atau saya laporkan ke Pak Gubernur. Pokoknya harus lunas hari ini. EMPAT JUTA RUPIAH , titik..”
Lalu perempuan gemuk berwajah sangar itu membanting pintu, dan pergi.

–$–

Sobat.. belum usai kisah Dasrun untuk kita ikuti. Saya telah kehabisan inspirasi. Rasanya lebih pantas bila Kang Ian Abu Handzhalah meneruskan kisah Dasrun selanjutnya.

Buat Kang Ian… silakan dilanjut. Terima kasih.

Iklan

71 pemikiran pada “Dasrun, Lunasi atau Pergi!

  1. Kalau di Bali Mpok Mina itu buka warung namanya “Warung Mina” terkenal lho..malahan yg dikawasan lebigan yang datengin bule2, heeee

    Kehidupan emang kek gitu…selalu aja ada masalah, masalah satu selesai timbul masalah lain..semoga Dasrun bisa selalu bijak menyikapinya 🙂

    Saya suka ini Mas Djatee….

  2. Suka banget dengan kisah Dasrun edisi kali ini. Menghentak dan tiba-tiba meski masih terlalu terburu-buru. Sedangkan kisah Dasrun lainnya. Aseli gak tahu! Gak ngikutin soalnya. Selamat deh buat yang nerusin ^_^

    1. mari kita tunggu sentuhan Kang Ian
      apakah Dasrun terima kerja sama Tuyul?
      ataukah Dasrun bertarung melawan Mpok Minah?
      atau ada kejutan lain versi Kang Ian

      salam sukses..

  3. hmmm …. sedikit gambaran tentang potret sosial di tengah2 masyarakat kita, mas sedj. ada banyak karakter manusia yang bermain. tokoh dasrun agaknya selalu saja ndak pernah bisa menikmati keberuntungan hidup hingga bener2 full dan nyaman. kisah inspiratif, mas sedj. salam kreatif.

  4. Sugeng menyukai ini
    **karo ngetungi jempol loro

    Wah si dasrun sekarang sudah jalan kemana-mana, tapi sayang aku gak terlalu kenal dengan si dasrun. Apa dasrun itu teman nya Iyha ta ??? 😕

    Salam hangat serta jabat erta selalu dari Tabanan

  5. Hihihi.. nama Tuyul Arwana sukses bikin saya mesam mesem. Wuih, kejutan demi kejutan saya temui di cerita Dasrun yang terus mengalir. Semuanya punya karakter sendiri2. Seperti di cerita ini, jempol..!!

  6. haduhhhh kalo bikin sinetron dah mantap ini, bisa kejar tayang tiap hari, coz penulis na banyak, gak bakalan kehabisan ide,, cinta fitri bekalan kalah nh …

    lanjut mas .. 🙂

  7. jan…jempol aku cuma 4 kang sedjatee…kalo ada lebih,ane stempel disini semua deh nih jempol…:))
    hari pertama baca,langsung penasaran,di subcribe langsung aja ach…
    Salam kenal ^_^

  8. mas Sedjatee,,, aku cinta cerita inih,,, wuih,,manstabbb, keren,, dan tak terduga,,, 🙂
    sip..sip.. *mau jempol berapa mas??* hehehhee…..

    MarKiTu – Mari Kita Tunggu cerita selanjutnya di rumah kang ian, monggo dilanjut kang, bikin yang lebih maknyus lho,.,, hehehe…

    Makasih banyak ya mas Djatee, dah mau repot2 nyambungin cerita si Dasrun, semoga Tuyul Arwana menghadiahimu uang segepok, hehehe…

    salam sahabat mas, lewat Dasrun moga persahabatan kita makin erat… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s