Bagong Kembar

44

Februari 1, 2011 oleh sedjatee

Bayangkan bila dua orang Bagong bertemu dalam satu adegan. Kejadian itu berpotensi menimbulkan prahara ketawa yang bisa memunculkan orang-orang sinting baru, pastinya saya salah satunya. Bagong, putera ketiga Semar setelah Gareng dan Petruk, dideskripsikan oleh Begawan Wikipedia sebagai punakawan yang sifatnya menghibur. Potongan tubuhnya mengundang kelucuan. Tubuhnya bulat pendek, matanya lebar, bibirnya tebal, memble. Rambut belakangnya dikucir pendek.

Gaya bicara Bagong terkesan semaunya sendiri, ngeyel, polos, namun teguh pada kebenaran. Karakter Bagong sering dijadikan media untuk melontarkan koreksi pada penguasa. Beberapa catatan sejarah bahkan menyebutkan bahwa beberapa penguasa monarki Jawa di masa lalu pernah membuat larangan menampilkan tokoh Bagong dalam pentas wayang. Sebuah indikasi bahwa penguasa emoh dikoreksi oleh rakyat jelata seperti Bagong.

Alkisah, sidang agung kerajaan Astina gempar oleh kabar masuknya durjana ke taman Ratu Banowati. Prabu Baladewa yang sedang bertamu langsung naik darah mendengar kabar intelijen Kurawa itu. Bersama Panembahan Durna, Patih Sengkuni dan Jayadatra, Baladewa segera mengepung taman untuk menangkap bajingan yang ternyata adalah Bagong. Ajaib, satu persatu berusaha menangkap, namun semuanya kalah. Baladewa memutuskan mengajak Durna untuk melaporkan hal ini kepada Arjuna, majikan Bagong, untuk memberi pelajaran pada ajudan yang dianggap melanggar kode etik punakawan ini.

Syahdan di Amarta, Kresna berada di tengah pada Pandawa untuk membahas lenyapnya senjata-senjata kerajaan. Senjata Pasopati dan Sarotama milik Arjuna menghilang. Begitu pula senjata Cakra milik Kresna, dan Tumbak Kalawelang milik Yudhistira. Mendengar penuturan Baladewa tentang sensasi Bagong nyelonong ke keputren Astina, aristokrat kubu Amarta ikut-ikutan kalap. Gatotkaca dan Setyaki ditugasi ke Astina, Arjuna, Semar, Petruk dan Gareng turun tangan bersama-sama melabrak ke rumah Bagong.

Dirumahnya, Bagong yang asli terkejut menerima serbuan kroninya sendiri. Ia merasa dikambinghitamkan dalam kasus Banowati. Bagong tak kemana-mana, apalagi ke Astina. Bagong merasa dizalimi dan dipermalukan dengan adanya skandal itu. Ia tak terima. Ia melawan Gareng dan Petruk yang hendak menangkapnya. Sampai akhirnya Bagong memilih minggat daripada harus mengakui tuduhan yang tak benar itu. Bagong akhirnya ditolong Batara Narada.

Sesuai arahan Batara Narada, Bagong menyamar menjadi seorang satria untuk melakukan pembuktian. Dalam perjalanan menuju Astina, Bagong Asli yang menyamar ini berhasil mengatasi berbagai gangguan dari wayang-wayang jahat. Sedangkan kontingen Gatotkaca yang bertarung melawan Bagong Palsu di Astina juga dipermalukan secara tidak terhormat, seperti nasib tragis arogansi Baladewa dan sekutunya. Ketika penyamaran Bagong Asli diketahui oleh Kresna, mau tak mau Bagong Asli harus menghadapi Bagong Palsu untuk membuktikan bahwa dirinya benar, tak seburuk sangkaan para penguasa selama ini.

Dan klimaks yang penuh gairah itu terbukti. Pertemuan dua Bagong tak hanya menyuguhkan dialog-dialog jenaka yang dapat menyebabkan mati ketawa, namun juga pertarungan penuh banyolan lucu di sana-sini. Bagong Asli, seperti kisah filem-filem dunia, akhirnya meringkus Bagong Gadungan yang tak lain adalah penjelmaan dari senjata-senjata yang hilang itu.

Bagong, sebagaimana sering diperankan selama ini, adalah simbol orang kecil yang kritis. Ia menyuarakan kebenaran, ia tak sudi selalu ditindas, ia tak mau selalu dijadikan objek penderita. Bagong adalah keteguhan rakyat jelata yang memiliki idealisme, setidaknya ia tak mau dikorbankan hanya untuk sebuah aib penguasa. Bagong adalah rakyat kecil yang punya prinsip dan, setidaknya pada lakon ini, lebih terhormat daripada penguasa yang selalu merasa benar sendiri, yang maunya menang sendiri.

sumber gambar: e-wayang.com

44 thoughts on “Bagong Kembar

  1. ummurizka mengatakan:

    Kalo bagong yang suka main catur tu… sama ga ya dengan bagong yang dicerita wayang ini🙂

  2. yuni cute mengatakan:

    Bagong itu yang pantatnya guedhe itu ya Pak? biasanya jadi bahan lucu-lucuan di wayang ato ketoprak gitu kan klo ga salah? *klo ga salah ya bener..*😛

  3. mesin kasir mengatakan:

    cerita teladan yang baik untuk diresapi dan diambil hikmahnya

  4. […] Hati, katanya ingin titip salam yang manis kepada sahabat blog seperti : Anugrha 13, Halaman Putih, Sedjatee, Asop, Advertiyha, Ciwir, Hari Mulya, Wien, Budiarnaya, Udienroy, Yussami, […]

  5. Bang Aswi mengatakan:

    Eh, ada Kuis Bang Aswi yang dimulai hari ini loh …

  6. bayuputra mengatakan:

    saya jadi ingat dulu sering di panggil bagoong.

  7. wits mengatakan:

    iya, wayang itu selalu sarat dengan pesan. Sbnrnya, aku pengen sekali nonton pertunjukan wayang seperti itu, tp di palembang sepertinya agak susah nyari tempat yg ngadaian acara tsb, gak seperti di jawa..

  8. alamendah mengatakan:

    Mohon izin saja sekiranya berkenan mau Numpang dikit:

    PULAU KOMODO AKAN DICORET DARI FINALIS NEW 7 WONDERS pada 7 Februari besok.
    Saya sih gak rela, kalau sobat??!!

  9. ¤ HILAL ALIFI mengatakan:

    wah, sepertinya negeri ini tidak kekurangan karakter macam bagong itu, mas…😀

  10. mamung mengatakan:

    Hehehe blogger lagi ndalang..😀
    Bagong memang orangnya berani ngomong apa adanya, dalam bahasa banyumas cablaka, tanpa tedeng aling aling…
    ada lagi yang mirip sifatnya yaitu Bawor, nah itu maskotnya banyumas.. (kalo gak salah)🙂

  11. ratansolomj9 mengatakan:

    Bagong merupakan simbol sikap kepolosan wong cilik, mengungkapkan fakta kebohongan tanpa tedeng aling-aling🙂

    Salam sukses

  12. iam mengatakan:

    Mas, btw soal bagong, saya jadi inget masa lalu. Whehe :p

  13. Dangstars mengatakan:

    Wah..kalo baca cerita ini jadi inget acar TVRI dulu Mas

  14. Dangstars mengatakan:

    Makasih Mas ceritanya..

  15. Masbro mengatakan:

    Oh Bagong palsunya ternyata penjelmaan dari senjata2 yang ilang itu?
    Saya suka dengan karakter Bagong;

  16. joe mengatakan:

    semoga para pejabat dapat berkaca dari kisah ini

  17. Dan (TlsnKhdpn) mengatakan:

    Berani, Apik, Gigih, Optimis, Negoisatif, Gagah.

  18. Goyang Karawang mengatakan:

    oh saya baru tahu representasi dari sosok bagong mas, ternyata bagus ya ga sejelek namanya🙂
    jadi bisa dibilang d indonesia banyak bagong ya

  19. Sugeng mengatakan:

    Daripada Indonesia menunggu seorang pemimpin yang tidak jelas ada atau enggak mending kita merindukan sosok Baging bisa hadir dalam kancah perpolitikan kita. katanya bagong sudah wafat bersama dengan wafatnya Gusdur

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  20. sawali tuhusetya mengatakan:

    wah, sosok bagong pun ternyata diincar juga utk di-duplikat, ya, mas sedj. itulah uniknya dunia pewayangan. senjata pun bisa menjelma menjadi apa saja, mancala putra mancala putri. makin ngetop, mas, kisah2 wayangnya.

  21. Ifan Jayadi mengatakan:

    Bagong seperti layaknya rakyat mesir yang sekarang ini berusaha menumbangkan tirani di mata mereka. Pastilah ini sudah merupakan puncak kemarahan karena selama ini hak2 mereka sebagai rakyat kecil telah terlalu lama diabaikan penguasa

  22. TuSuda mengatakan:

    ya..ini tampilan seorang sosok perwakilan gambaran rakyat kecil yang berani, kritis sekligus cerdas…

  23. Kakaakin mengatakan:

    Pantas saja bagong gadungannya rada2 kuat, karena ternyata jelmaan senjata2 hebat🙂
    Tapi bagong asli ternyata lebih kuat euy… hehe.
    *Belajar memahami wayang ini*😀

  24. lozz akbar mengatakan:

    apiikkk Kang… kiro2 Dasrun ada keturunan Bagong ora Kang…???

  25. teguhsasmitosdp1 mengatakan:

    ooiii,…saya paling suka memang cerita wayang, sehigga bacanya juga tidak cukup sekali. trims and salam.

  26. info[dot]com mengatakan:

    cerita yang menginspirasi! makasi, salam…

  27. advertiyha mengatakan:

    Semoga makin banyak sosok2 seperti bagong itu di jaman edan ini mas..🙂

    apik bener tulisannya,,, *ngiri deh saya* ehehehe

  28. marsudiyanto mengatakan:

    Ternyata Bagong juga dipalsukan, sampai2 ada Bagong Kembar…
    Yang satu KW 1 dan satunya KW2

  29. adetruna mengatakan:

    jadi ingat Ria Jenaka,media pesan pemerintah rejim soeharto.

  30. WAYANG-nDLèDèK mengatakan:

    sunan kalijaga mmg cerdas telah menciptakan tokoh punakawan yg tidak ada dalam kisah mahabharata maupun ramayana.
    wong cilik diwakili oleh mas bagong cs dan dalang pun makin bebas berkreasi dng memainkan peran para punakawan tsb.

  31. david mengatakan:

    Jadi inget acara ria jenaka di tvri jaman doeloe🙂

  32. […] Hati, katanya ingin titip salam yang manis kepada sahabat blog seperti : Anugrha 13, Halaman Putih, Sedjatee, Asop, Advertiyha, Ciwir, Hari Mulya, Wien, Budiarnaya, Udienroy, Yussami, […]

  33. Lauralee Aune mengatakan:

    Well, this is great, however think about additional options we’ve got here? Do you mind writing a further post regarding these as well? Thank you!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: