Katakan Tidak Pada Utang

61

Februari 7, 2011 oleh sedjatee

It is better to go to bed hungry than to wake up in debt (pepatah mindanao)

Beberapa waktu lalu saya membaca tulisan utama sebuah media tentang satu fenomena yang sebenarnya tak mengejutkan yaitu : 80 persen PNS berutang. Disebutkan bahwa sebagian besar pengutang menggunakannya untuk memenuhi hajat primer manusia yaitu tempat tinggal. Sebagian lain berutang untuk keperluan yang lebih mentereng mulai untuk memiliki mobil hingga menambah kapital dalam wujud lainnya. Kebanyakan pengutang meminjam dana perbankan dan mayoritas diantaranya adalah dalam model pinjaman konvensional.

Tak beda dengan aparatnya, tak perlu kaget bahwa negara ini adalah juga negara pengutang. Portal berita DetikFinance akhir bulan lalu merilis kabar bahwa jumlah utang pemerintah Indonesia selama semester I-2010 tercatat sebesar Rp 1.612,85 triliun. Bertambah Rp 22,19 triliun dari jumlahnya di akhir tahun 2009 yang sebesar Rp 1.590,66 triliun.

Para ekonom bersilang pendapat tentang utang. Ada yang menyebutnya bermanfaat, tak sedikit pula yang menganggapnya menyengsarakan. Dalam salah satu tulisannya, ekonom Gregory Mankiw menyitir perkataan James Madison bahwa “utang adalah kutukan”. Demikian halnya kelompok ekonom Ricardian, sebagaimana teori Ricardian Equivalence mereka meyakini bahwa utang tak akan mendorong peningkatan perekonomian, dan hanya menjadi beban bagi generasi mendatang.

Membicarakan utang, saya jadi teringat akan ceramah seorang pakar yang mengatakan bahwa gaya hidup konsumerisme hedonis membuat masyarakat hari ini berstatus sebagai pengutang. Liberalisme ekonomi membuka auratnya terlalu lebar sehingga menyeret hasrat manusia ke level yang sesungguhnya tak dicapai oleh kemampuan finansialnya. Pada saat yang sama jejaring riba pun gentayangan mencari mangsa untuk memperkaya diri. Maka tak perlu heran bila hari ini seorang gembala kambing pun bisa membangun rumah megah nan mewah dari berutang.

Saya tak akan membahas riba. Berurusan dengan riba hukumnya haram dalam agama saya, maupun mereka yang Yahudi dan Nasrani, karena kita mendapat petunjuk dari Tuhan yang sama yaitu Tuhan yang satu. Gusti Allah mengharamkan riba karena amat merusak masyarakat dalam banyak dimensi. Haramnya riba bukan berarti utang tanpa riba adalah hal yang baik-baik saja. Para ulama mencela orang yang hidup mewah sementara ia menanggung banyak utang. Kebanyakan akad utang perbankan dinyatakan gugur ketika pengutang meninggal. Namun sangat disayangkan kalau ada seorang muslim meremehkan utang padahal utang termasuk janji materi yang harus dibayar hingga di akhirat sehingga utang merupakan tanggungan yang tidak bisa gugur karena kematian. Sehingga Rasulullah bersabda: Jiwa seorang mukmin tergadai oleh utangnya hingga terbayar.(1)

Sepertinya benar pepatah pada mukadimah tulisan ini. Dalam konteks tangan diatas lebih mulia dari tangan dibawah, pastinya lebih terhormat orang miskin yang tak berutang daripada orang kaya yang bergelimang utang, walau opini umum berkebalikan dengan itu. “Sungguh, seandainya kalian bertawakal kepada Allah (dengan) sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (2)

Kanjeng Nabi tak pernah membiasakan berutang, sebagaimana beliau menganggap utang sebagai hal yang menimbulkan kebingungan di malam hari dan kehinaan di siang hari (3). Kanjeng Nabi tak berkenan menshalati jenazah yang padanya masih terdapat utang. Dan beliau pun bersabda “Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, seandainya seorang terbunuh di jalan Allah (syahid), ia tidak akan masuk syurga sebelum melunasi utangnya.” (4)

Kini saatnya mengubah mental kita. Mari hadapi hidup dengan tawakkal dan optimis bahwa Allah menggaransi untuk mencukupkan rezeki kita semua. Tak perlu grogi untuk hidup ala kadarnya, karena lebih utama jiwa kita terbebas dari utang. Ada sebuah masyarakat yang hidup sejahtera. Mereka bukanlah masyarakat yang gemerlap dalam kemewahan, mereka bahagia dalam hidup bersahaja. Mereka hanyalah masyarakat yang menjaga martabat dengan tidak berutang, mereka adalah masyarakat yang mau dan mampu menunaikan zakat. Maka Allah memberkahi mereka dan pemimpin mereka.

Referensi:
1. Shahih dalam Musnad Imam Ahmad, Sunan atTirmidzi & Sunan Ibnu Majah
2. Shahih dalam Sunan at-Tirmidzi
3. Diriwayatkan oleh Al Baihaqi
4. Shahih dalam Musnad Imam Ahmad.

Sumber gambar : billstclair.com

61 thoughts on “Katakan Tidak Pada Utang

  1. bundamahes mengatakan:

    ada kaitannya dengan tulisan Ummurizka beberapa waktu lalu ga Om?! yang syukur nikmat itu lho!

  2. TuSuda mengatakan:

    Wah…bagaimana kalau sudah terlanjur berhutang, sesuai kebutuhan dan kesulitannya..?
    Terimakasih inspirasinya…. 🙂

  3. Teras Info mengatakan:

    bener, kalau ngutang jadi was-was biasanya,…kaya dikejar-kejar apa gitu….

    ya, tapi kalau udah terlanjur ngutang, bayar aja ya..he..he..

    terimakasih banyak..

  4. goenawanb mengatakan:

    terimakasih info-nya

  5. goenawanb mengatakan:

    inspiratif sekali…. terimakasih info-nya

  6. ysalma mengatakan:

    ngindari utang,,
    bayang2 cukup sepanjang badan,,

  7. Masbro mengatakan:

    Bener, utang hanyalah membuat kebingungan siang malam. Tapi ngomong2, saya jadi ingat kalo masih punya utang ketemen dan belum mbayar, hehe.. Makasih Mas udah diingatkan.

  8. setiaonebudhi mengatakan:

    tapi ada juga yg bilang, utang bikin usaha lebih semangat..
    gimana tuh gan pendapatnya ttg statement kayak gtu..

  9. popi mengatakan:

    walah mas..kok sampeyan tau aja kalo saya banyak utang?nyindir ya? 😀

  10. fitr4y mengatakan:

    maksih mas dah mengingatkan pada diriku,, tapi aku bukan PNS mas, dan qu gak suka pada hutang,,, tapi mereka bilang kalo bukan minjam pada Bank ,mau pinjam pada siapa lagi ???

    tak apalah hidup bersahaja saja ya mas,

    salam🙂

  11. mahameru mengatakan:

    wah,.. angsuran saya per bulan segudang mas:mrgreen:

  12. teguhsasmitosdp1 mengatakan:

    Setuju setuju,…utang kadang membuat banyak masalah, tapi kalau kagak utang kagak punya uang, utang kagak,..utang kagak,…utaaaanng, kagak ah…..heee. salam dari pekalongan.

  13. menone mengatakan:

    hmmmmmmmmmmmm ternyata mereka berhutang jua ya hehehehehehehe…….

  14. julianusginting mengatakan:

    sayapun ga mau berhutang mas..hehe

  15. reedai313 mengatakan:

    gak seberat utang budi, y, Om?
    tapi tetep aja..berhutang gak keren…
    tapi terus terang susah sekali untuk mengatakan “tidak” pada hutang saat ada peluang KPR…

    hiks..

  16. ¤ HILAL ALIFI mengatakan:

    Kalau ngutang buat kebutuhan primer sih wajar, kang. Yang ndak wajar tuh, udah ngutang, masih nggaya lagi. Wah, celaka dua belas…😀

  17. HALAMAN PUTIH mengatakan:

    Apa utang di jaman sekarang malah sudah menjadi kebutuhan ya…
    Kalau memang tidak terpaksa memang lebih baik tidak berutang.

  18. TUKANG CoLoNG mengatakan:

    katakan iya pada (k)utang! lho?

  19. dedekusn mengatakan:

    Apa kabarnya mas… lama banget sy ga BW… ternyata banyak banget informasi berharga disini yg ketinggalan…

    Setuju banget… utang bikin kita tercekik, Indonesia yg katanya kaya dgn sumber daya alam ternyata juga kaya dgn utang…🙂

  20. yadiebaroos mengatakan:

    waduh mas, kalo tak ada yang ngutang, Aku ndak kerja lagi dong…soalnya aku kerja di bank mas..heheh…

    Boleh saja sih kita ngutang, tapi bukan untuk yang bersifat konsumerisme, tapi untuk peningkatan usaha…kalo kita ngutangnya hanya karena takut ketinggalan gaya…itu haram menurut saya, dan ingat utang adalah sesuatu yang harus dibayar…bukan dibawa mati…

  21. Zippy mengatakan:

    Waduw…untuk urusan ini kayaknya saya belum bisa deh, hihihi…
    Kadang masih suka utang, walau untuk hal2 kecil.
    Alesannya standar, karena lupa bawa duit jadi besok bayarnya, wkwkkwkw…
    Tapi untuk PNS, kayaknya bakal susah kalo gak utang untuk ambil KPR😀

  22. Ifan Jayadi mengatakan:

    Sayang sekali jika berutang itu dilakukan hanya untuk memenuhi kehidupan hedonis. Lain halnya kalau berutang itu untuk membiayai pendidikan atau atau kebutuhan urgen lainnya. Dan saya setuju untuk mulai mengubah mental kita agar hidup secara sederhana dan tidak berlebihan

  23. ummurizka mengatakan:

    kata orang utang saat menerima enak tapi mbayarnya yang ga enak he….,
    Sebelum berhutang harus dipikirkan terlebih dahulu ttg kemampuan untuk membayarnya setelah dikurangi pengeluaran bulanan jk tdk mampu :KATAKAN TIDAK PADA UTANG”

  24. bundadontworry mengatakan:

    dan, tidak heran ,ketika seseorang meninggal dunia ,
    maka keluarga nya mengingatkan para pelayat agar mengatakan bahwa si mendiang punya hutang atau tidak ya Mas.
    agar keluarga bisa melunasinya
    semoga kita tdk pernah berhutang , yg menjadikan kesusahan pd diri kita ,amin
    salam

  25. melly mengatakan:

    Kalau hutang uang alhamdulillah gk ada.
    tp klo hutang janji, hutang sama Allah..banyak bgt
    hiks…

  26. Goyang Karawang mengatakan:

    berutang sekarang seakan udah jadi gaya hidup ya mas😀 ga punya utang ga gaya.. hehe..

  27. Vulkanisir mengatakan:

    Saya utang dah kecanduan kok Mas,,,kalo gak dikasih utang malah kecewa… 😀

    • sedjatee mengatakan:

      baca peringatan berikut:
      MENGUTANG DAPAT MERUGIKAN KESEHATAN
      MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI
      DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN
      hehehe… hidup Kang Dadang..

      sedj

  28. Vulkanisir mengatakan:

    Aduh kena spam meneh iki,,kepiye yah Mas ?

  29. indra1082 mengatakan:

    Hidup Ngutang nah loh….:mrgreen:
    Piss ah…🙂

  30. deewahjoedi mengatakan:

    emang sudah membudaya kayanya nih ngutang/kridit/what ever it called

  31. iam mengatakan:

    Hutang kadang bikin saya gundah gulana mas >.<

  32. iam mengatakan:

    alah2, lupa masukin alamat blog saya waktu komentar >.<

  33. julianusginting mengatakan:

    tapi kalo utang ke bank gimana mas?kyk kredit gt?gimana yak?😀

  34. wits mengatakan:

    Hutang itu sama saja memberikan leher sendiri bila yang dihutang itu digunakan bukan untuk kebutuhan yang sifatnya mendesak, iya kan?

    Klo terdesak ya, mau tak mau. Tp, hrs ingat untuk sesegera mungkin melunasinya

  35. aryadevi mengatakan:

    dari hal yang kecil pun saya selalu menghindari untuk berhutang..hidup apa adanya…..tanpa terlalu bergantung dengan kondisi sekeliling…..yang penting tujuan dan fungsi utama dari segala keperluan kita untuk tetap melangsungkan hidup …

  36. ndaroini mengatakan:

    yups…., satu hal yang selama ini aku hindari itu……

  37. Miftahgeek mengatakan:

    Kebanyakan PNS malah dulunya pengen jadi PNS biar bisa ngutang dengan nyaman kang😀

    *nyokapgwjugPNS –“

    • david mengatakan:

      Berarti kalo mau jadi PNS, motivasinya harus lurus & benar dulu… betulll???
      Caranya juga harus bersih.. penting banget tu buat nyari keberkahan dunia akhirat🙂

  38. info dot com mengatakan:

    betul mas. setuju…sebisa mungkin hindari hutang. semoga kita selalu tercukupi dengan keberkahan…salam.

  39. info dot com mengatakan:

    betul mas. setuju…sebisa mungkin hindari hutang. semoga kita selalu tercukupi dengan keberkahan…

  40. joe mengatakan:

    wah, sudah kadung punya hutang he he…

  41. Kakaakin mengatakan:

    Saya juga takut terlilit hutang…
    Semoga saya takkan pernah menggadaikan surat-menyurat yang saya miliki untuk berhutang…

  42. achoey el haris mengatakan:

    Salam persohiblogan
    Lama tak nongol di dunia penuh warna ini

    Indahnya apresiasi dan persahabatan di kalangan blogger

    Jalani hidup dengan penuh kesyukuran dan kesabaran🙂

  43. david mengatakan:

    Semoga sy bbukan termasuk umat yang gemar berhutang, kalo bisa jangan sampai berhutang.. amiin.
    Salam buat sedjatee🙂
    pencerahan buat kita2, thanks

  44. Wati mengatakan:

    sudah seharusnya kita menghindari hutang….

  45. MENONE mengatakan:

    allow sobat….selamat sore…..

    menone ada sedikit bingkisan nich buat sobat…….silakan berkunjung ya ke http://menone.wordpress.com/2011/02/09/stylish-blogger-award/

  46. wardoyo mengatakan:

    Bersyukur sekali orang yang hidup tidak terbebani hutang… hati menjadi lapang, berdoa menjadi ringan, melangkah kemanapun dengan senyum tanpa noda…

  47. mauna mengatakan:

    Dan Parahnya lagi, kebanyakan orang ngutang malah buat gagah-gagahan… .

  48. Abi Sabila mengatakan:

    janganlah sekali-sekali berhutang, kecuali terpaksa, itupun harus segera dilunasi, jangan sampai ditunda-tunda, itu yang semestinya.

  49. r10 mengatakan:

    bukan hanya PNS, tapi juga negara berhutang…. punya hutang kok bangga, hanya mampu bayar bunga hutangnya kok bangga -____-

  50. @helgaindra mengatakan:

    berhenti deh ngutang2 lagi
    huhuhu
    tulisannya ngena banget nih

  51. Ronni Supplee mengatakan:

    That looks decent nonetheless i’m still less than sure that I prefer it. Anyway will look more into it and decide personally!🙂

  52. Gerizal mengatakan:

    KATAKAN TITIK TITIK

    Katakan TIDAK…!!! jika di suap
    Katakan TIDAK….!!! terhadap Korupsi
    Katakan TIDAK ….!!! jika dianggap lari keluar negeri
    Katakan TIDAK DATANG….!!! jika dipanggil KaPeKa
    Katakan TIDAK SEMBUH….!!!! jika terkena kasus korupsi
    Katakan TIDAK PULANG….!!!! kalau menjadi tersangka

    Katakan BOHONG jika di tuduh bersalah
    Katakan REKAYASA kalau ada yang cerita fakta
    Katakan TIDAK PAHAM jika dituntut jaksa dalam pengadilan
    Katakan TIDAK ADA KEADILAN jika divonis hakim bersalah
    Katakan RUBAH BeAaPe jika akan menyengsarakan atasan
    Katakan BAYAR HUTANG jika ingin memberi suap

    Katakan DIAMANKAN kalau di tahan
    Katakan SHODAQOH kalau ingin melakukan politik uang
    Katakan TEGAKKAN HUKUM DAN KEDAILAN jika tidak punya masalah
    Katakan TEBANG PILIH jika sedang terlibat masalah hukum
    Katakan BERANTAS KORUPSI jika tidak punya kesempatan korupsi
    Semua urusan akan selesai kalau kita KATAKAN TITIK TITIK

    Karya Dr.Saekan Muchith, M.Pd

    (Dosen di STAIN kudus)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: