Tentang Puisi dan Sosok Itu

45

Februari 15, 2011 oleh sedjatee

Saya ingin, suatu ketika, saya bertemu dengan sosok itu dan berbicara dengannya tentang puisi. Mungkin kami akan berdiskusi tentang karya Gabriel Mistral atau Taufik Ismail sebagaimana yang ia pernah kutip pada satu tulisannya. Atau boleh jadi kami akan membincangkan Pablo Neruda, Federico Garcia Lorca, mungkin juga tentang Jalaluddin Rumi dan Kahlil Gibran, atau bahkan Willibrodus Surendra dan Chairil Anwar. Yang pasti saya telah menyimpulkan bahwa sosok itu, penulis dengan bakat tinggi, adalah juga seorang penikmat puisi. Apa yang dikatakannya tentang puisi, adalah apresiasinya pada sebuah kreasi dan imaji. Saya memercayai bahwa sosok itu tak akan pernah mengabaikan puisi.

Sosok itu menulis, Puisi : Kekuatan Kata yang Luarbiasa. Saya sepakat dan tak akan membantahnya. Puisi adalah interaksi kosakata dengan daya khayal, daya pilih dan daya himpun yang dimiliki seorang penulis. Maka lumrah jika puisi bisa menghipnotis pembacanya. Terlebih jika larik-larik kata itu divisualisasikan secara langsung oleh penulisnya, maka ruh kata-kata itu akan lebih terasa nikmat.

Sebagaimana dituliskan, sosok itu mengirim pesan dengan cara tak lazim: dengan sebait puisi. Jika kita termasuk orang yang dikirimi puisi, maka berbesarhatilah. Karena puisi tak pernah dilahirkan secara asal-asalan. Karena puisi adalah sebuah karya dan proses itu sendiri. Jika sosok itu menyebut bahwa kiriman puisinya sebagian besar direspon secara positif, maka benar apa yang disimpulkan dalam tulisannya bahwa ”Manusia adalah makhluk sosial. Manusia membutuhkan komunikasi agar dapat dianggap eksis. Dan mereka pun membutuhkan perhatian (lebih) dari orang lain. Apalagi dari mereka yang sudah dianggap dekat. Ini penting. Dan karena itulah harus dijaga masalah komunikasi ini.” demikian sosok itu menuliskan.

Ada yang bilang, puisi adalah seni dalam berkomunikasi. Untuk satu hal ini sosok itu telah melakukannya. Komunikasi yang monoton sesekali dapat dikejutkan dengan penggunaan seni berbahasa berupa puisi. Dan sebagaimana sosok itu tuliskan, kata-kata dalam puisi memiliki kekuatan dahsyat dalam menyampaikan maknanya. Oleh karenanya di tataran praktis, para maestro kerap menggunakannya sebagai media kritik, terkadang sanjungan, bahkan ungkapan perasaan.

Bagaimana tentang sosok itu dan puisi yang ditulisnya? Seperti dikatakan, ”rata-rata berkomentar betapa senangnya mereka mendapatkan ucapan selamat itu dan mengaminkannya. Mereka senang dengan kata-kata indahnya.” Ini adalah sebuah reaksi yang alami. Bobot estetis dari puisi tak hanya indah ketika dibaca, namun meninggalkan kesan mendalam yang terkadang sulit dilupakan, bagaikan memahat kata diatas batu. Maka tak mengherankan betapa banyak orang menghafal baris-baris puisi tertentu karena kesan yang ditangkap olehnya.

Membaca tulisan sosok itu, saya merasa terobsesi untuk tahu lebih banyak tentang puisi. Meski saya bukanlah seorang yang sanggup dengan mudah menulis puisi seperti sosok itu, saya merasa bahwa puisi punya gravitasi untuk terus dipelajari dan menjadi karya yang dikenang. Perlu banyak mengolah imaji, kreasi dan emosi untuk melahirkan keindahan, dan puisi adalah keindahan itu. Sosok itu memberi inspirasi agar kita tak melewatkan keindahan pada puisi-puisi, maka mari kita resapi pesan itu dengan merenungi ucapan penyair Ralph Waldo Emerson, bahwa The true philosopher and the true poet are one, and a beauty, which is truth, and a truth, which is beauty, is the aim of both.

tulisan ini dibuat sebagai partisipasi pada Kuis Bang Aswi, seorang sahabat pada http://bangaswi.wordpress.com

45 thoughts on “Tentang Puisi dan Sosok Itu

  1. volverhank mengatakan:

    aduh uda lama gak nulis puisi, terakhir buat tugas jaman sekolah hihi
    blogwalking

  2. sawali tuhusetya mengatakan:

    bang aswi? hmm …. saya malah belum pernah mengunjungi blognya. pandangan2nya tentang puisi agaknya makin memperkuat tesis bahwa kata2 bisa menjadi kekuatan dahsyat dalam melakukan sebuah perubahan.

  3. Irawan mengatakan:

    aw… puisi… saya gak berkompeten di bidang ini… tapi memang ada kata-kata yang begitu indah bisa menarik hati… meskipun tetap tidak terlalu mengerti maknanya

  4. Masbro mengatakan:

    Kita adalah apa yang kita katakan
    Membaca puisi karya Bang Aswi, saya mendapat sedikit gambaran tentang konsep diri Bang Aswi. Seorang pribadi yang begitu menghargai proses..

  5. Sebagai ekspiri diri kali ya Sob ?

    Salam

    “Ejawantah’s Blog”

  6. ummurizka mengatakan:

    lagi banyak belajar untuk bisa menulis puisi..

  7. wits mengatakan:

    bingung mo komen apa🙂
    Yang pati moga sukses dg kuisnya, goodluck..

  8. gaya hidup mengatakan:

    bahagialah orang2 yg mampu melahirkan atau mengungkapkan pikiran dan perasaannya melalui sebuah puisi.
    dan, aku juga yakin, membuat puisi itu tdk mudah, hanya orang2 tertentu saja yg bisa.
    krn aku gak bisa sama sekali bikin puisi😦

    seoga beruntung di kontes Bang Aswi ya Mas🙂
    salam

  9. Miftahgeek mengatakan:

    Setubuh kang, puisi bukanlah hal sembarangan, karena dalam proses pembuatannya aja dibutuhkan pemilihan kata yang tepat, jangan ampe salah makna ketika dibaca oleh orang lain.

    Btw semoga menang kontesnya y kang🙂

  10. joe mengatakan:

    sayang sekali saya tidak bisa membuat puisi …

  11. dheeasy mengatakan:

    Dengan segala daya yang saya punya, biarlah saya menjadi penikmat puisi -saja-

    _selamat ikutan kuis bang Aswi dan salam kenal :)_

  12. apikecil mengatakan:

    Puisi itu seperti pistol
    memiliki detail-detail yang menarik
    dan ada sa’atnya kita menarik picunya
    karena itu, gak salah kalau Bang Aswi mengibaratkan bahwa puisi itu adalah Kekuatan Kata yang Luar biasa…
    sukses ya mas di kontesnya Bang Aswi

  13. Abi Sabila mengatakan:

    Puisi, selalu dan terlalu aku kagum terhadap mereka yang bisa menulis puisi dengan begitu bagus. Saya sudah coba beberapa kali, tapi belum satupun yang saya anggap layak untuk dipublikasikan. Salut untuk yang lihai berpuisi.
    Sukses untuk kontesnya!

  14. melly mengatakan:

    semoga sukses dengan kontesnya mas🙂

  15. lozz akbar mengatakan:

    wah saya kesulitan nih Kang nulis puisi..

    oh ya sukses kontesnya yo Kang…

  16. ndaroini mengatakan:

    kayaknya harus liat blognya bang aswi dulu nie

  17. bchree mengatakan:

    puisi juga bisa buat media untuk mengkritik, media penghibur, dan media instropeksi diri.
    ngomong2 semoga menang bang lombanya … amiin

  18. Bang Aswi mengatakan:

    Salam kenal dari sosok itu, Riq (akhirnya tahu juga nama aslinya ^_^). Insya Allah jika diizinkan kita pun bisa bertemu. Hatur nuhun atas partisipasinya di Kuis Bang Aswi ya ….

  19. fizer0 mengatakan:

    Dulu saya pinter buat puisi, sekarang karena gak diasah jadi lupa..:D

  20. GAphe mengatakan:

    sepertinya cuman saya yang nggak ngerti kadang puisi tuh tentang apa. aneh aja sih, ada banyak bahasa deskriptif kenapa malah milih kiasan.. hemm.. entahlah.

  21. hudaesce mengatakan:

    saya suka bikin puisi, tapi sayangnya saya kurang pandai dalam mengolah kata. 🙂

  22. fitr4y mengatakan:

    qu pengen baca puisinya .. hehhee 🙂

    salam sukses mas ..

  23. atmokanjeng mengatakan:

    hanya satu kata : Lawan!

    *baru belajar buat puisi😀

  24. andipeace mengatakan:

    jujur saja sangat oon kalo disuruh nulis puisi😦
    dan sebenarnya pingin banget bisa,tapi kalau sudah jadi dan dibaca-baca ulang,merasa ga PD😦

    salam sejahterah dan adem ayem kang

  25. roby mengatakan:

    numpang mampir.. puisi nya bagus mas…

  26. hilal alifi mengatakan:

    membincang puisi ala bang aswi dan sedjatee mengingatkan saya pada sebuah film: death poet society. Peran puisi memang tidak main2 dan remeh-temeh, perannya adalah sumbangan untuk kehidupan (lawan kata death) itu sendiri.

  27. lozz akbar mengatakan:

    waduh Kang kalau sekarang sepertinya aku ora iso partisipasi mbarengi sampean ikutan nih.. enggak bisa-bisa saya kalau mahami puisi.. saya urun do’a dari Jember aja yo Kang.. semoga sukses

  28. Kakaakin mengatakan:

    Ada yang berkata, para pembuat puisi itu bukan orang yang straight to the point. Untuk mengatakan satu kalimat ‘aku cinta padamu’ saja mungkin bisa berupa jalinan kata2 indah hingga berbait-bait😀
    Tentu saja membuat orang yang menerimanya menjadi berbunga2😀

  29. baburinix! mengatakan:

    hehehehe….berkunjung kembali

  30. mamung mengatakan:

    wah saya kurang bakat dala bikin puisi
    meskipun bisa itu maksa banget hehehe

  31. ratansolomj9 mengatakan:

    Mantabs pren, puisi adalah bahasa jiwa …
    menghayati baris-baris puisi seakan terbawa ke dalam telaga yang hening, dalam, penuh makna🙂

    Salam sukses

  32. david mengatakan:

    syng.. aq ga bs buat puisi😀

  33. Merliza mengatakan:

    jadi kepingin makin banyak membuat puisi lagi nih😦 baru tau manfaat dari bewe nih mas.. jd lagi tahap memulai.. gpp kan?!?!

  34. r10 mengatakan:

    saya justru tidak pandai berpusi dan kesulitan untuk memahami puisi

    jadi kadang harus dibaca berkali-kali agar paham maksudnya

  35. riez mengatakan:

    setuju! puisi selalu aku tujukan buat orang2 yang aku sayang dan mereka selalu menghargaiku walau entah puisi itu terdengar norak dimata orang laen…”Puisi adalah interaksi kosakata dengan daya khayal, daya pilih dan daya himpun yang dimiliki seorang penulis” tepat sekali

  36. dery mengatakan:

    lagi kuis to mas..
    hihi,, semoga lancar deh..
    btw,, mas mau pesen kaos blogger indonesia ndak? sekalian bisa untuk promosi offline.. hehe😀.. cek blogku ya.. postingnya disini

  37. Tongkonanku mengatakan:

    Puisi? Aduh.. saya nyerah deh, kalau soal puisi. Seumur-umur, saya belum pernah membuat yg namanya puisi. Saya gak bakat merangkai kata2 indah yg penuh makna.😀

  38. Ruthann Scurti mengatakan:

    Well, it’s excellent, however think about additional options we have here? Do you mind publishing a further post about them too? Thanks!

  39. Beach Kiss mengatakan:

    My spouse and i undoubtedly have to think far more in that way and find out things i can do concerning this.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: