Wedhus Gembel

52

Februari 23, 2011 oleh sedjatee

Entah makhluk apa yang bisa disepadankan dengan dia. Sepak terjangnya beberapa waktu lalu tiba-tiba melejitkan popularitasnya secara spektakuler, mengalihkan atensi kita dari tindak tanduk para koruptor atau rekaman persetubuhan artis terkenal. Semua corong media menuju ke arahnya, namun ia tak peduli. Ia menggulung semua yang dilaluinya. Ia menjadi penghancur sebuah tatanan yang dibangun dan dipelihara masyarakat. Pun ia menamatkan riwayat orang yang diyakini paling mampu mengendalikannya, Sang Juru Kunci Merapi.

Kalangan melek pengetahuan menyebutnya sebagai pyroclastic density flow yaitu awan panas yang berkandungan zat padat (debu volkanik dengan ukuran mulai dari ash sampai lapili), dan fase gas (CO2, sulfur, chlor, uap air dan lainnya) yang bercampur udara. Suhunya dapat mencapai 1.000-1.100°C saat keluar kawah, dan ketika menerjang permukiman suhunya menjadi sekitar 500-600°C, sebuah situasi yang bisa meleburkan beberapa macam logam berat. Sedangkan kecepatan luncurannya ditaksir mencapai 200 km/jam, alias diperlukan seorang Sebastian Vettel dan mobil formula 1 RedBull-nya untuk melarikan diri dari kejaran wedhus yang satu ini.

Seorang teman mengisahkan perilaku wedhus gembel ini di kampungnya, tak jauh dari Cangkringan yang kini luluh lantak. Selain membumihanguskan permukiman di lereng terdekat puncak Merapi, wedhus gembel memorakporandakan kebun salak penopang ekonomi keluarga besarnya. Rumahnya, yang berada di kisaran belasan kilometer dari puncak, rusak di banyak titik, menjadikannya serupa kandang sapi tetangganya.

Mari kita mengenali sang wedhus dari perspektif yang lain. Wedhus gembel hadir sebagai sekuel terakhir rangkaian tak terduga setelah longsor (banjir bandang) dan gempa (tsunami). Erupsi gunung berapi hanya bagian kecil dari sebuah fenomena alam yang harus diterjemahkan sebagai pengingat bagi kita semua. Wedhus gembel mengajak kita semua untuk sadar bahwa boleh jadi sebenarnya kita telah berlaku zalim kepada tanah kehidupan kita.

Belum usai bibir berucap tentang resiko dampak pemanasan global yang digambarkan begitu dramatis, kemarin banyak negeri-negeri membeku. Cuaca ekstrem yang baru terjadi ditengarai sebagai yang terburuk dalam seabad terakhir. Dan untuk alasan terakhir ini, oknum yang dituduh paling bertanggung jawab tak lain adalah kita manusia. Fakta Wasior digeruduk beribu-ribu batang kayu, kita tak dapat mengelak bahwa telah terjadi kesemena-menaan terhadap hutan disana. Fakta bahwa bumi semakin panas, hujan semakin beringas, salju kian mengganas, maka kita pun harus mengakui bahwa kita terlalu egois dan terlalu abai pada alam semesta.

Alam tak punya kekuatan untuk memberi pelajaran kepada kita. Tuhanlah yang menjadikannya sebagai pengingat bagi kita. Tuhan bukanlah rezim penghukum yang gampang murka, namun sifat pemaaf Tuhan janganlah dijadikan alasan untuk kebablasan dalam berperilaku. Musibah ini adalah ujian atas sejauh mana kita mampu menyadari bahwa perangai kita telah jauh dari sifat kemanusiaan yang sesungguhnya. Musibah ini adalah teguran agar kita santun, agar kita tak egois, agar kita tak serakah, agar kita tak arogan. Perilaku alam yang tak lazim adalah buah pahit dari keserakahan, ketidaksabaran dan keegoisan kita.

Lupakan ikon minuman energi yang telah berpulang itu. Slogan yang diucapkan dengan penuh kekuatan itu tak mampu memberi perlawanan sedikitpun pada wedhus gembel. Meski wedhus gembel menjadi bahaya laten yang telah diakrabi sejak zaman moyang para penghuni kaki gunung, mereka bergeming, kehidupan di wilayah penuh resiko itu kini diteruskan kembali. Hidup harus tetap dijalani dengan tabah namun harus dengan penuh toleransi. Wedhus gembel akan terus memberi peringatan kepada kita, bahwa kita manusia yang terkadang merasa kuat dan arogan ini sesungguhnya tak seberapa tangguh menghadapi cobaan. Wedhus gembel adalah pengingat bahwa Tuhanlah yang Perkasa. Dihadapan Tuhan kita hanyalah gembel semata.

sumber gambar : okezone.com dan kiddicarus222.blogspot.com

52 thoughts on “Wedhus Gembel

  1. mamung mengatakan:

    setiap musibah yang hadir, jadikanlah sebagai pengingat kita supaya kita tidak lupa hakikat hidup yang sebenarnya..

    dan bener banget kang, alam memang selalu memberi pelajaran pada kita semua.

  2. mamung mengatakan:

    wew pertamaxx gan..😆

  3. Masbro mengatakan:

    Setiap musibah yang terjadi, pasti meninggalkan banyak hikmah. tergantung kita apa mau memikirkan dan belajar dari hikmah itu atau tidak..

    Selamat pagi ya Mas;

    • Abi Sabila mengatakan:

      Beruntunglah orang-orang yang pandai membaca kebesaran Allah yang tak selamanya berupa tulisan. Apapun arti dari sebuah musibah ( ujian, teguran ataupun hukuman ) yang terbaik adalah ambil pelajaran dan berusahalah untuk memperbaiki diri,lebih dekat kepada Illahi. Insya Allah.

  4. kang ian dot com mengatakan:

    roso roso g mempan ya mas hahaha iya sih harus introspeksi diri jangan2 malah tambah musyrik ckckc dikiranya kurang ngasi sesajen😀

  5. bayuputra mengatakan:

    wedhus gembel memang mengerikan, tak ada yang mampu menahannya, kecuali 1 yang bisa menahannya yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

  6. BP-BIO mengatakan:

    saya hanya bisa berdoa semoga bencana serupa tidak akan pernah terulang lagi, amin.

  7. david mengatakan:

    sayangnya banyak orang yg mengambil hikmah dengan cara2 yg kurang tepat atau (maaf) musyrik. bukankah yg bisa memberikan manfaat itu hanya ALLOH.

  8. alamendah mengatakan:

    Untung yang sering saya temuin hanya “wedus” dan “gembel” tanpa menjadi satu.

  9. Kakaakin mengatakan:

    Tiada guna bersombong-sombong karena memiliki harta atau yang lainnya…
    karena semua bisa saja musnah dalam sekejap…

  10. Blog Tutorial Blogger mengatakan:

    bener dinamakan wedos gembel
    ternyata mirip dengan kambing gembel ya

  11. Merliza mengatakan:

    demikianlah adanya sifat manusia… berisi arogansi bahkan terhadap tuhannya sendiri.. semoga kita semua diselamatkan-Nya..

  12. mauna mengatakan:

    Maha Suci Allah, atas segala firmannya baik yang tersurat maupun tersirat. Semoga Malaikatul Maut menjemput kita dalam keadaan yang sebaik-baiknya… .amiin

  13. Dangstars mengatakan:

    Aw dahsyat dan mengerikan

  14. Merliza mengatakan:

    sekalian ajak tukeran link nih mas.. link nya kebetulan sudah saya pasang di tempat saya.. terimakasih jika berkenan memasang link saya juga di sini🙂

  15. wits mengatakan:

    iya, di hadapan Tuhan kita tak lebih dari gembel semata. Kalimat yg patut untuk menjadi renungan sehingga dpt melunturkan sifat arogan manusia

  16. TuSuda mengatakan:

    benar sekali Mas…kekuatan yang Maha Kuasa adalah segala-NYA, kita semua hanyalah Hamba Pelayan Abdi-NYA yang harus berserah diri.

    Salam hangat dari Kendari. 🙂

  17. M A Vip mengatakan:

    wedus gembel masih jadi topik juga, padahal sudah pulang kandang lama. tapi memang harus tetap jadi pengetahuan.

  18. ¤ HILAL ALIFI mengatakan:

    jargon “selamatkan bumi kita” adalah salah sebuah salah kaprah. Kenapa kita tidak berfikir agar bumi saja yang menyelamatkan kita?

    posting yang bermanfaat.

    sukses…

  19. dheeasy mengatakan:

    Semestinya kita memang harus lebih berani untuk bukan hanya bilang, tapi benar-benar membuktikan bila kita sayang pada bumi ini, tempat -kelak- anak, cucu,cicit, dan seluruh keturunan kita akan menikmati hidup…

  20. Irawan mengatakan:

    semoga dengan peringatan tersebut kita menjadi lebih sadar… tapi kalau wedhus yang di gambar, lucu…

  21. ysalma mengatakan:

    dipinggiran gunung berapi manapun,, selalu siap dengan ancaman wedhus gembelnya,, juga selalu memberikan kemakmuran tanahnya,, jadi dua sisi kehidupan yang sangat nyata, ada di sekitar G.Merapi🙂

  22. ahsanfile mengatakan:

    Yang paling menyedihkan adalah banyak manusia menganggapnya sebagai kemarahan penunggu gunung sehingga harus melakukan ritual memberikan sesaji agar gunungnya tidak batuk lagi…

  23. Alam mengatakan:

    itu kan cuma kejadian alam biasa.. aneh ya kalau sampai ada yang menuhankan gunung..

  24. orange float mengatakan:

    kita yang dilahirkan tidak membawa apa-apa dan begitu juga pulangnya, kecuali membawa amal ibadah. terkadang kita salah bersikap layaknya seorang gembel yang sombong

  25. sang sing sung mengatakan:

    wedus bukan sembarang wedus yang ditakuti oleh masyarakat Jogja dan sekitarnya

  26. Wawan Herdianto mengatakan:

    Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa alam, semakin mendekatkan diri kepadanya, dan menjadi penghuni bumi yang bertanggungjawab

  27. marsudiyanto mengatakan:

    Wedus gembel yang jadi julukan awan panas Merapi itu memang mengerikan. Kalau dilihat dari jauh atau dari foto memang nampak artistik, tapi keadaan yg sebenarnya sangat mematikan.
    Kita sebagai yang tidak mengalaminya semoga dapat mengambil hikmahnya, paling tidak bisa jadi pengingat bahwa yang namanya musibah bisa datang kapan saja dan dimana saja

  28. DIKMA SI JUMBO mengatakan:

    Hanya bisa berkata
    Sabar

  29. joko santoso mengatakan:

    Kalau dilihat gambarnya indah sekali, tapi kok mengerikan, lariiiii

  30. mas-tony mengatakan:

    yang dibutuhkan sekarang ini adalah proses pemulihan baik fisik maupun psikis, lumayan sementara ada huntara walaupun mungkin belum layak, semoga kedepan lebih baik
    N Merapi membawa manfaat buat masyarakat disekitarnya

  31. sawali tuhusetya mengatakan:

    masyarakat kita memang sudah lama akrab dengan alam, mas sedj. utk menamakan fenomena alam pun mereka cenderung memberikan istilah yang sudah lama diakrabi, utk memudahkan penyebutan. semoga sang wedhus gembel tak lagi sering2 turun gunung.

  32. fitr4y mengatakan:

    kita hanya gembel .. 🙂

    salam

  33. setiaonebudhi mengatakan:

    serem banget yaaaah..
    liat beritanya di tv ajah udah ngeri banget..
    apalagi kalo kita ada disana langsung..

  34. dery mengatakan:

    wahh.. kalo kita percaya itu mitos-mitos sama saja dengan perbuatan syirik mas..
    yang membuat segalanya hanyalah Allah SWT,, tak ada yang lain..

  35. TUKANG CoLoNG mengatakan:

    sekarang negeri ini tetep tertimpa bencana. bukan dari alam, tapi pemerintahnya sendiri yg ga mampu mengayomi rakyatnya

  36. Pendar Bintang mengatakan:

    Fenomena alam sebagai bukti kuasa Tuhan….saya beberapa hari ini mendapatkan sms dari seorang sahabat di Trenggalek yang dirisaukan dengan gempa hampir tiap malam dan bunyi gemuruh bahka sampai terdengar di daerah Ponorogo (teman saya di Trenggalek), saya sedang mencari tahu, kira-kira apa gerangan yang terjadi….

    sahabat saya ini sangat resah, setiap pagi sms nya berbunyihampir sama, sakan minta dukungan….

    Semoga Allah senantiasa melindunginya…

  37. lozz akbar mengatakan:

    aku malah eling pas dolan di mulut di dekat mulure wedhus gembel Kang.. wah untung aja aku enggak diemplok dulu ya….

    yupz manusia harus rumongso kalau semua musibah itu adalah teguran buat dia… jadi sudah seharusnya kita semua melakukan perbaikan mulai detik ini

    met dini hari Kang

  38. Wandi Sukoharjo mengatakan:

    Itu baru setitik mas, besok saat akhir zaman, nggak hanya wedhus gembel nyang mecungul, tetapi wedhus lain nyang bukan gembel ikut, termasuk batu gembel, dan laut gembel. Bener nggak?

  39. Kelabang's Blog mengatakan:

    ”Dihadapan Tuhan kita
    hanyalah gembel semata”.
    Saya suka dengan kata2 ini, penuh makna.

  40. dery mengatakan:

    data pemesanan kaos blogger indonesia bisa dikirim ke email saya mas..

  41. Jumialely mengatakan:

    jangan jadikan sifat TUhan yang pemaaf membuat kita kebablasan dalam berprilaku

    itulah hal utama dari setiap peringatan kepada kita melalui alam

    Entah kita menyadari atau tidak ya mas…

    terima kaasih atas artikel yang mengingatkan untuk selalu hidup lebih baik dan sesuai dengan jalur NYA

  42. david mengatakan:

    sungguh merupakan tanda-tanda Kekuasaan NYA

  43. menone mengatakan:

    lha yow udh tahu wedhos gembel bahaya ya koq ga mau ngungsi…….koq jd mbahas dia ya hehehehehehehe,,,

    jd manusia jangan sombong ya ga sob?

    salam persahabatan dr MENONE

  44. popi mengatakan:

    “Wedhus gembel adalah pengingat bahwa Tuhanlah yang Perkasa. Dihadapan Tuhan kita hanyalah gembel semata.”

    …bagus nih kalimat ending-nya!

  45. adipras mengatakan:

    Smoga kita smua dapat mengambil pelajaran dari semua peristiwa ini…

  46. Golden Vlahovich mengatakan:

    I would like to express some appreciation to this writer just for bailing me out of this particular issue. After surfing through the online world and coming across techniques that were not helpful, I thought my entire life was done. Being alive minus the solutions to the problems you’ve fixed as a result of your entire article content is a crucial case, as well as ones which could have badly affected my entire career if I hadn’t discovered your blog post. The understanding and kindness in dealing with all the things was excellent. I don’t know what I would have done if I hadn’t come upon such a point like this. I am able to at this point relish my future. Thanks for your time so much for your skilled and result oriented help. I won’t be reluctant to refer the website to any individual who would need guidelines on this problem.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: