Mozaik Asa Diatas Tiga Roda

92

Maret 18, 2011 oleh sedjatee

Senjakala adalah saat favorit bagi pelancong untuk menjelajahi Malioboro. Turis Londo maupun turis ndeso biasanya menikmati suasana senja dengan belanja di sepanjang Malioboro dan Beringharjo, atau blusukan dengan para tukang becak mencari suvenir dan oleh-oleh khas kota pelajar, lalu menenggak eksotisme makan malam lesehan berbalut suara pengamen campursari nan terlupakan. Para tukang becak memanen berkah dari situasi itu. Mereka yang berhimpun pada Paguyuban Sikil Telu itu menjalin simbiosis yang mesra dengan pebisnis seputaran Malioboro: toko suvenir, perajin batik, penjual kaos dan warung bakpia. Beberapa diantaranya secara sembunyi-sembunyi juga menjalin bisnis remang-remang dengan para germo dan banci yang gentayangan di seputar stasiun Tugu dan Pasar Kembang.

Melalui suatu perjuangan yang rumit dan berliku, becakers (demikian anggota paguyuban menyebut diri mereka) telah membuat kesepakatan dengan para juragan di sekitar Malioboro. Toko Bakpia berkomitmen memberi tips pada becakers atas setiap pelancong yang digiring ke toko bakpia itu. Tips lebih besar akan didapat becakers dari para pemilik toko jika becakers membawa pelancong berbelanja di toko batik, atau kaos bergambar wayang / gamelan, atau kaos bermerek “dhengkulmu” yang menjadi salah satu ikon kota gudeg. Maka jangan kaget jika becakers seputar Malioboro, Pasar Kembang dan Beringharjo selalu tampil necis, berseragam, dan punya hospitality yang tak kalah dari pramugari Cathay Pacific.

Pencitraan hebat itu dibangun oleh Jikun, Presiden Paguyuban Sikil Telu yang dihormati dan disegani oleh becakers. Dengan visi menaikkan kualitas hidup becakers dan keluarganya, pria drop out Stanford University ini memrakarsai dibentuknya paguyuban pada Kongres Becak Nasional yang saat itu dihadiri oleh delegasi tukang becak dan media dari berbagai belahan dunia. Untuk meningkatkan kualitas layanan kepada turis dari negeri seberang, Jikun mendidik becakers untuk cakap berbahasa asing, sekurang-kurangnya bahasa inggris dengan skor TOEFL setara 550. Jikun menjadwalkan pengajian untuk membangun moral dan akhlak para becakers, Jikun jugalah yang menggagas asuransi becak dan arisan becak untuk meningkatkan persaudaraan dan solidaritas. Jikun juga merintis lahirnya kode etik tukang becak, dan mencetuskan ide becak kelas eksekutif dengan standar keselamatan perbecakan tingkat dunia. Pamor inilah yang membuat becakers Malioboro menjadi kondang dan sejahtera. Atas inisiatif hebatnya itu Jikun pernah dirayu untuk bergabung partai politik, namun ia menampik.

Namun suasana sore ini benar-benar berbeda. Meski Malioboro cerah dan pelancong melimpah, para becakers merasa gundah. Sejak pagi mereka enggan narik. Selepas shalat isya berjamaah, becakers berkumpul di Kantor Paguyuban Sikil Telu untuk sidang darurat dalam rangka membahas isu penting yang akan memengaruhi masa depan mereka. Sebagaimana undangan yang disebar melalui jejaring tweeter, Dirjen Bidang Intelijen Paguyuban Sikil Telu mendapat bocoran dari Wikileaks bahwa akan ada upaya sabotase yang mengancam eksistensi paguyuban.

”Para sedulur, malam ini kita akan membahas laporan Saudara Direktur Jenderal Intelijen yang sedikit banyak akan memengaruhi eksistensi paguyuban, dan masa depan kita para becakers.” demikian suara Jikun penuh wibawa membuka sidang istimewa itu. Direktur Jenderal Intelijen lalu membaca laporannya ”Sedulur-sedulur yang kami hormati, ada satu berita penting dari Wikileaks yang berisi informasi rahasia kedutaan asing di negeri kita. Informasi tersebut mengarah pada suatu rekayasa bisnis yang langsung maupun tak langsung bisa mengancam kita. Kabar dari agen CIA, akan ada operasi rahasia untuk menumpas becak-becak yang diberi nama sandi Operasi Aswatama Nglandak. Sebuah dokumen rahasia menyebutkan bahwa kita akan mengalami ancaman atau penyerangan yang terstruktur dan terorganisir untuk memusnahkan becak kita dari peta Malioboro dan sekitarnya.” majelis menjadi riuh rendah namun tetap sesuai tata tertib sidang.

Sekonyong-konyong seorang becaker menyela, ”Interupsi pimpinan. Barangkali informasi saya bisa menjadi masukan.” Sesaat ia menghela nafas, menghirup Gudang Garamnya lalu melanjutkan bicara ”Apa yang disampaikan Saudara Direktur Jenderal Intelijen sepertinya benar adanya. Saya selaku Kepala Kanwil Beringharjo menerima ancaman melalui email. Ancaman ini juga didapat oleh rekan kita Kepala Kanwil Pasar Kembang. Menurut kabar burung di pasar Ngasem, Paguyuban kita akan dibubarkan karena bertentangan dengan Protokol Kyoto yang mana kita dianggap penyebab global warming”

“Benar sekali Pak” tiba-tiba becaker lain memotong “Kami di lapangan beberapa hari terakhir juga mendapat ancaman fisik dari oknum misterius. Saya dipukuli, becak saya ditabrak sampai rusak. Beberapa becaker di Jalan Senopati dan Jalan Mangkubumi juga mengalami demikian”. Lalu seorang pensiunan becakers turut bicara “menurut kabar para tukang tambal ban, pemerintah kota akan memberlakukan zona larangan becak di Malioboro dan sekitarnya, termasuk stasiun Tugu, Shoping, Pasar Kembang dan Alun-alun, opo ora modar kita semua”. Orang-orang menjadi ribut.

Seseorang lalu berteriak “waah…kurang ajar… ini pasti ulah sopir-sopir angkot”, becaker lain menyela ”iya, bisa jadi ini ulah tukang ojek sialan” “ayo lawan… ganyang tukang ojek” “sikat para sopir angkot.. hajaar” Suasana sidang menjadi gaduh oleh hujan interupsi dan hiruk pikuk emosi. Jikun sang Presiden segera melerai adu mulut itu “Jangan terprovokasi oleh isu murahan. Saudara-saudara becakers jangan mudah dihasut dan diadu domba oleh oknum lain. Kita tak pernah bermusuhan dengan saudara kita sopir angkot dan tukang ojek. Ingat, kita adalah becakers yang bermartabat dan berintegritas” Jikun langsung menskors sidang dan akan dilanjutkan setelah rehat menikmati kopi, mendoan, pisang goreng dan rokok yang dipersembahkan oleh para sponsor. Menjelang jam sembilan malam sidang dilanjutkan dan dinyatakan tertutup untuk media.

“Para sedulur sekalian. Setelah mencermati laporan Wikileaks dan fakta di lapangan dari sesama becakers, saya memandang perlu untuk mengambil langkah-langkah strategis untuk melakukan investigasi dan program akselerasi penyelamatan paguyuban.” Demikian kata-kata mengalir deras dari mulut Jikun seperti pidato pengukuhan seorang guru besar. “oleh karena itu kami presidium eksekutif paguyuban telah bermupakat untuk membentuk Tim Pencari Fakta yang akan mengungkap mafia permusuhan perbecakan ini. Tim ini akan diketuai oleh Saudara Slamet Bodong dan Saudara Kasno Paing sebagai wakilnya” lalu Jikun mengetuk palu tiga kali disambut tempik sorak anggota sidang. Meriah. “Kepada Saudara Slamet Bodong dan Kasno Paing, kami memberi kewenangan kepada Saudara berdua untuk segera menyusun dan melaksanakan rencana kerja untuk melaksanakan amanat sidang ini. Segala biaya yang diperlukan akan disediakan secara penuh oleh Saudara Sekretaris Jenderal Bidang Anggaran. Kepada para sedulur paguyuban sikil telu kami himbau untuk tetap tertib, menjaga kerukunan dengan masyarakat sebagaimana biasa dan melanjutkan aktifitas menarik becak esok hari dengan penuh semangat, keyakinan dan tanpa kekawatiran.”

Acara sidang akhirnya ditutup dengan sesi hiburan dan ramah tamah dengan menghadirkan band akustik pimpinan Giman Pales, artis kere bersuara blero yang malam ini menyanyikan lagu-lagu Kantata Takwa. Sebagai pembuka ia membawakan sebuah lagu tentang perjuangan rakyat yang diinspirasi dari syair WS Rendra berjudul “Kesaksian

Aku mendengar suara, jerit makhluk terluka
Luka, luka, hidupnya luka
Orang memanah rembulan, burung sirna sarangnya
Sirna, sirna, hidup redup, alam semesta luka

Banyak orang hilang nafkahnya, aku bernyanyi menjadi saksi
Banyak orang dirampas haknya, aku bernyanyi menjadi saksi

Mereka dihinakan, tanpa daya
Ya, tanpa daya, terbiasa hidup sangsi

Orang-orang harus dibangunkan, aku bernyanyi menjadi saksi
Kenyataan harus dikabarkan, aku bernyanyi menjadi saksi

Lagu ini jeritan jiwa, hidup bersama harus dijaga
Lagu ini harapan sukma, hidup yang layak harus dibela

Begitulah Jikun telah memutuskan apa yang akan dilakukan oleh paguyuban. Apa yang akan terjadi dengan becakers di hari-hari berikutnya? Apakah intimidasi juga dialami oleh becakers lainnya? Apa yang dilakukan Tim Pencari Fakta a.k.a. Slamet Bodong dan Kasno Paing untuk mengungkap dalang sabotase ini? Dengan kerendahan hati dan segala hormat kami mohon kesediaan saudara kami, untuk melanjutkan kisah perjuangan becakers mempertahankan eksistensi paguyubannya dalam lanjutan kisah ini di atmokanjeng.wordpress.com

–0)I(0–

Kisah ini adalah bagian pertama dari Trilogi Sikil Telu yang ditulis secara bersambung pada sedjatee.wordpress.com ; atmokanjeng.wordpress.com ; dan curusetra.wordpress.com. inspirasi untuk menulis cerita bersambung ini adalah lagu berjudul Kesaksian yang dinyanyikan oleh Kantata Takwa (Iwan Fals, Setiawan Djodi, WS Rendra, Sawung Djabo, Djockie Soerjoprajogo) pada 1990. Kisah bersambung ini ditulis sebagai partisipasi dalam kontes menulis Kecubung Tiga Warna yang digelar oleh Pakdhe Cholik pada newblogcamp.com.

sumber gambar: travelpod.com
lirik lagu : kesaksian – kantata takwa, 1990

92 thoughts on “Mozaik Asa Diatas Tiga Roda

  1. Masbro mengatakan:

    Saya biasa melihat makmur tidaknya seorang becaker’s dari batang rokoknya. Kalo yang disedot gudang garam, berarti udah lumayan Mas, hehe..

    cerita yang realis n humanis, saya menunggu kelanjutannya di blog yg dimaksud. Semoga sukses Mas..

    Salam hangat;

  2. alamendah mengatakan:

    (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Komentar pertamax di trilogi sikil telu bagian sikil pertamax

  3. bundamahes mengatakan:

    sukses buat kontesnya Om!
    wish u all de best!

  4. ysalma mengatakan:

    sepertinya para becaker’s akan menggalang bantuan dari sedulur blogger untuk mengecek kebenaran wikileaks😀
    berjaya kontesnya Pak..

  5. melly mengatakan:

    ceritanya panjang sekali mas🙂
    semoga menang yah..

  6. HALAMAN PUTIH mengatakan:

    Becak merupakan salah satu sarana transportasi di yogyakarta yang keberadaannya menarik para turis untuk memanfaatkannya. Jangan lupa para becakers ini sedikit banyak juga punya kemampuan ngomong pake Inggris, terutama di sekitar Prawirotaman dan sosrowijayan.

    Semoga sukses bang…

  7. tomi mengatakan:

    panjang banget kang.. saya tak baca dl.. harus dihayati nih daripada ntr gak mudeng😀

  8. kang ian dot com mengatakan:

    wah harus baca ketiga ceritanya neh.. semoga menang mas🙂

  9. deewahjoedi mengatakan:

    sepertinya akan ada pembentukan grup “1.000.000 facebookers mendukung eksistensi becak”
    😀

  10. wits mengatakan:

    waduh, becaker smpe nyambung ke wikileak y mas, keren y itu para becakers, modern

  11. Sukadi mengatakan:

    Kadang suka kadang sebel juga sama tukang becak, tergantung sikon…😀

    Rupanya sedang berlomba ya Kang? semoga menang ya… saya ikut pengen saja, mau bentuk trio macan, selain nggak ada yang diajak trio, nanti ndak dikira goyang dangdut, makanya jadi penyemangat aja…😀

  12. Usup Supriyadi mengatakan:

    di bogor becak masa ada, di sekitaran LP Paledang, St. Bogor dan pasar anyar biasanya, tapi itu dia, mereka harus saling bersinggungan dengan para angkot yang di bogor ini luar biasa banyaknya. well, ceritanya amat membumi, pak. saya senang, ini mengangkat realita yang memang adanya begitu. semoga berhasil!

    salaam

  13. Wandi Sukoharjo mengatakan:

    Semoga menang mas.

  14. TUKANG CoLoNG mengatakan:

    tiga roda jadi ngingetin saya ama produk tertentu yang isi cap “tiga roda”..😀

  15. Suke Semarang mengatakan:

    Postingnya panjang banget nih, klo di seputar semarang bisa jadi 50 posting inih…😀

  16. fitr4y mengatakan:

    wuihhh ,, becak-becak bersatulah, semoga paguyuban becak ini mampu mengalahkan seluruh saingannya di kecubung nanti,, ayo suarakan jeritan jiwaa…

    heheh qu semangat bgt nh mas 🙂

  17. jumialely mengatakan:

    saya menangis, jika membaca puisi itu. karena begitulah kehidupan…..

    saya terluka akan adu domba yang memecah

    semoga sukses ya mas sed…..

    menuju arena brikutnya

  18. jumialely mengatakan:

    oh ya.. lupa ngetik yang ini, jangan sering-sering ngisap gudang garamnya yo.. nanti perjuangan belum selesai kita kudu ga sempet berjuang

    hihihih

  19. Arif Bayu mengatakan:

    cerita yang penuh inspirasi mas…. semoga berhasil kontesnya……….. salam hangat Berger(jember blogger)

  20. Dangstars mengatakan:

    Luar biasa nih Mas postingnya 😀

  21. Dangstars mengatakan:

    Didukung moga terus bersambung

  22. Dangstars mengatakan:

    Sukses pokoknya ..

  23. Bang Aswi mengatakan:

    Wah, dalem banget nih. Saingannya berat euy! Lanjutkan, Gan … ^_^

  24. joko santoso mengatakan:

    ingat malioboro, saya ingat waktu kuliah dulu, malem minggu nongkrong di perempatan kantor pos sampe menjelang pagi, setelah mata mulai memerah lalu memanggil kang suto tukang becak langgananku, dan mengantar saya dan teman-teman di kost-an kawasan gunung ketur. Mudah2an info dari wikileak tidak benar adanya, biar nanti kalo saya ke jogja masih bisa menikmati ayunan pedal para becakers jogja

  25. apikecil mengatakan:

    Wah, kalau yg dimaksud turis ndeso ya saya ini mas..hehehe
    ceritanya sangat menarik, ditambah lagi lagunya top banget…
    semoga sukses di kontesnya Pak de..

  26. sensor mengatakan:

    Sip semoga Anda termasuk salah satu pemenangnya!

  27. aura pelupa mengatakan:

    Sip semoga Anda termasuk salah satu pemenangnya!

  28. ratansolomj9 mengatakan:

    Simbiosis mutualisma yang menarik, antara becakers dan pengusaha diseputaran Malioboro. Nice Story kang …🙂

  29. Ifan Jayadi mengatakan:

    Sayang sekali keberadaan becak2 ini di kota2 besar sdh semakin terpinggirkan. Tidak ada lagi penghidupan yang layak dari becaker karena kadang kalah bersaing dengan transportasi massal yang lebih modern. Tetapi untuk para becaker yang tinggal di daerah wisata seperti yogya, ini merupakan peluang emas karena banyak turis asing yang menjadi penumpangnya shg mau tidak mau mereka meskipun sedikit telah mampu menguasai bhs asing tsb

  30. dedekusn mengatakan:

    DUh… Malioboro… salah satu tempat yg tak bisa dilupakan di Jogja, salah satu langganan liburan anak2 disekolahan.
    eh….

    Salut aja dengan perjuangan Jikun…,
    Ditunggu cerita kedua & etiganya mas…
    Salam sukses!

  31. masyhury mengatakan:

    Waduh, mumet tenan baca ini. saya baca serius banget karena tulisannya bawa-bawa nama wikilaeaks..
    Sampai keujung, yaelah ada banner kecubung 3 warna… hahaha.. cerbung!
    maaf mas,😀

  32. Abi Sabila mengatakan:

    Wah, K3W makin seru neh dengan munculnya peserta-peserta kawakan. Ternyata, kayak di pelem-pelem,jagoannya keluarnya agak belakangan. Sukses ya Kang.

  33. Sugeng mengatakan:

    Kunjungan malam😉
    Wah keren tentang pengambaran Jikun, Jadi ingat dengan Jogja dan bakpianya. Btw kontesnya pakdhe semakin seru meskipun aku tidak berpartisipasi di KTW namun membaca postingan pesertanya, aku terpukau dengan keanekaragaman ceritanya.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  34. PuteriAmirillis mengatakan:

    sedih saya jika becak jogja ampe digusur jg,,becak di jkt digvusur aja saya udah ngerasa nelongso,,,masalahnya becak jogja itu uda trade mark bgt sih…sore2 keliling malioboro naik becak weh enak tenan pak,,,
    sukses menang ceritanya ya pak…
    salam

  35. Kelabang's Blog mengatakan:

    Di awal2 tulisan masih bingung, fiksi apa non fiksi, rupanya fiksi untuk sayembara. Semoga menang dan sukses.

  36. atmokanjeng mengatakan:

    silakan dituntaskan rasa kepenasaran kisah ini.. agar tidur anda nyenyak, agar makan enak, agar duit anda banyak (mungkin saja)..di :
    http://atmokanjeng.wordpress.com/2011/03/19/duo-detektif-memburu-fakta/

  37. orang2 harus dibangunkan..
    saya suka banget mas dengan lagu kesaksian ini..
    pengen euy jalan2 di malioboro dengan naik becak keliling sambil nyanyi ‘kesaksian’😀

  38. Alif mengatakan:

    thanks ceritanya ya Mas..

  39. lozz akbar mengatakan:

    Apik Kaaangg…..

  40. menone mengatakan:

    wekekekekekekek hebat juga si jikun…… becakers baru denger bozzz hahahahahahahahah….. mantapppp

    salam persahbatan dr MENONE

  41. Kakaakin mengatakan:

    Oo… ternyata tiga roda itu becak ya… Kirain semen, hehe…
    Keren juga persidangan para becakers ini…
    Segera menyaksikan kelanjutan aksi becakers ini ke sebelah…😀

  42. kamal mengatakan:

    sukses buat kontesnya ea ommm.. mantappppppp:)

  43. aryna mengatakan:

    o..o…o…cerita fiksi untuk lomba toh? kukira cerita benar2. baiklah….semoga sukses selalu. salam

  44. monda mengatakan:

    Wah, para juri nambah bingung. Ceritanya keren2. Melangkah ke sikil number two.

  45. julianusginting mengatakan:

    oh..ternyata ikutan kontes sob…hehe…mantaff…semoga menang ya..

  46. sang lazuardi mengatakan:

    pekerjaan yang mulia dan penuh dengan olahraga keras…

  47. Miftahgeek mengatakan:

    Untung bukan saya yang ngelanjutin, bakal berat tuh ngelanjutin nya😀

  48. Eyangkung mengatakan:

    Salam kenal untuk mas Sedjatee,

    Saya Eyangkung blogger laki2 lansia yang ikut2an merambah dunia maya. Ini kunjungan saya yang pertama sebagai kunjungan balasan mas Sedjatee diblog saya. Terima kasih atas kunjungan dan komentar mas Sedjatee diblog saya.

    Mohon maaf saya langsung panggil “mas” karena menurut saya panggilan itu sangat akrab, tidak formal tetapi masih mencerminkan penghormatan.

    Setelah saya baca2 artikel2 diblog ini saya tertarik dan ingin bergabung secara aktif, maksudnya ikut menulis komentar pada posting di artikel2. Maka saya minta ijin untuk menulis komentar: “komentar gaya Eyangkung” Terima kasih. Ijinnya sya tunggu

    Salam persaudaraan blogger

  49. ummurizka mengatakan:

    ikut berdoa aja semoga menang ikut kontesnya…biar kebagian hadiah lagi he….🙂

  50. kopral cepot mengatakan:

    asik menggelitik …..

    sajian sore hari yg menyenangkan, hatur tangkyu😉

  51. popi mengatakan:

    seandainya udara di Jakarta bersih dan sejuk, saya lebih suka naik becak keliling kota! Rindu banget naik becak keliling malioboro ! kapan ya kesana lagi?

  52. tunsa mengatakan:

    hahaha…sukses bikin ketawa ketiwi pertamanya.
    baru tau ada becakers..hihi
    moga berhasil bang

  53. elmoudy mengatakan:

    mozaik tiga roda..yg sudah jarang ditemui di Jakarta…

    kangen ama becak hehe…..trasa damai dan bersahaja ya🙂

  54. mamah Aline mengatakan:

    jadi pingin naik becak keliling yogya lagi, disana mas becakernya ramah dan baik… keliling lama cuma bayar 5 ribu. 5ribu? raanya sangat murah, sepanjang malioboro sampai toko bakpia, balik ke malioboro trus kepenginapan.. jadi gak tega. di tempat saya soalnya naik becak mahal sekali.
    sukses untuk kontesnya pakdhe ya🙂

  55. mas-tony mengatakan:

    Baru nengok, ceritanya panjang pisan harus diulang….

  56. mamung mengatakan:

    ooh istilahnya becaker ya..?
    di ambon sini juga banyak banget becak mas..
    konflik2 seperti itu kayaknya kerap terjadi jg.

    sukses untuk kontesnya yaaa🙂

  57. wien mengatakan:

    bagus nih mas ceritanya…beda dari yg laen…semoga sukses kontesnya🙂

  58. Krisna Shop mengatakan:

    tulisannya keren mas😛
    cuman saya ga ngerti semuanya:mrgreen:

    btw… ngomong2 becak,

    dulu saya sempet naek becak di Bandung dan di Berebes..
    ternyata becaknya beda-beda yah jenisnya😛

  59. Yan'shu mengatakan:

    waduh kang sedj…
    hebat yak becakers udh pke Direktur Jenderal Intelijen,,,hehehe…
    pke sudut pandang yang laen bgt.
    oia, aq ada kado buat sampean di blog-ku.
    mampir yak…

  60. […] cerita sebelumnya: Mozaik Asa Diatas Tiga Roda (bag. I) dan Duo Detektif Memburu Fakta (bag. […]

  61. ¤ HILAL ALIFI mengatakan:

    episede ke 3 sudah meluncur di KURUSETRA, kang.
    silahken ditindaklanjuti…
    😀

  62. Terima kasih atas partisipasi sahabat.
    Saya akan melanjutkan perjalanan ke kisah selanjutnya
    Daftar seluruh peserta dapat dilihat di page Daftar Peserta Kecubung 3 Warna
    di newblogcamp.com
    Salam hangat dari Markas BlogCamp Group – Surabaya

  63. hitech mengatakan:

    ulasan yang gamblang…..

    terimakasih mas….

    salam hangat

  64. nia/mama ina mengatakan:

    wahh ceritanya bagus nech…pantes waktu adikku ke jogja, mau beli bakpia sama tukang becak dianter kesalah satu tempat yang agak jauh dr jalan raya…rupanya dia dapat komisi yachh…..lanjut ke TKP berikutnya…..

  65. mauna mengatakan:

    masih mengangkat cerita rakyat, tumben mas g pake perumpamaan wayang. padahal saya sdh penasaran wayang apa yang cocok dg cerita becak…. hihihi
    sukses mas kecubungnya……….

  66. singkepdotcom mengatakan:

    Mohon sarannya untuk weblog baruku,
    sebagai anak putra daerah Dabo Singkep
    Kepulauan Riau hanya itu yang bisa
    aku persembahkan buat kampungku yang tercinta…

  67. r10 mengatakan:

    tukang becak jago bahasa inggris, mantap😀

  68. Devi Yudhistira mengatakan:

    halah, kowe to is….bar liat fotone ndek pakdhe, nembe engeh nek iku konco dewe….qiqiqi,

    ceritoku kudu direvisi kiy, hehehe

  69. orange float mengatakan:

    sudah lama sekali ngak naik becak. ceritanya oke🙂

  70. Detiker mengatakan:

    Lagi Ikut Kontes ya…!

  71. adipras mengatakan:

    ya…..
    cerita ini menjadi sebuah inspirasi bagi kita semua….terkadang sebuah kemajuan zaman itu cukup bagus, tapi harus kita fikirkan juga akibat atau dampaknya….salah satu contohnya mulai di geser atau di gusurnya becak….
    postingnya mantab bang sedjati

  72. JURI KECUP 1 mengatakan:

    Semangat dan perjuangan wong cilik, yang selalu terjegal kepentingan golongan, ckckck,,, sangat memprihatinkan..
    semoga nasib mereka dapat lebih baik, merdeka dan sejahtera.. cerita yang layak dijadikan renungan,, sip, meluncur ke bagian dua..🙂

    walaupun agak terlambat, Juri Kecub datang,, untuk mengecup karya para peserta,, mencatat di buku besar,, semoga dapat mengambil hikmah setiap karya dan menyebarkannya pada semua…

    sukses peserta kecubung 3 warna..🙂

  73. Kolev mengatakan:

    Dulu kata gubernur DKI, “becak itu bikin macet, simbol keterbelakangan bangsa”.
    Sekarang kata saya, “mobil-mobil itu yang bikin macet, simbol keterpurukan bangsa, gara-gara banyak mobil sekolah pada gak khusyu karena macet. akhirnya banyak lulusan sekolah yang kagak beres. kerja nyampe kantor juga udah lemes sebelum bertanding, gara-gara macet. akhirnya, kinerja kurang optimal. Jadi??? mendingan pake becak aja kali ya… hehehehehe

  74. Juri kecub 2 mengatakan:

    Memotret kehidupan orang kecil di kota yang padat ramai selalu ada yang diceritakan, becaker sikil telu. Imajinasi yang luar biasa, mengalir logis, saya suka sekali.
    Cerita sudah dicatat dalam buku besar juri, terima kasih

  75. Juri Kecub 3 mengatakan:

    Yogya, khususnya Malioboro tanpa becak akan kehilangan daya tariknya. Sumpah!

    Kisah telah disimpan dalam memori untuk dinilai.
    Salam hangat selalu.

  76. segokrawu mengatakan:

    saya suka cerita ini, lucu, menghibur, dan bikin penasaran. triloginya pas (kompak nih ber3), bahasanya enak, semoga sukses lombanya😀
    salam hangat😀

  77. Fiyaa mengatakan:

    hmm,
    saya suka ceritanya..

  78. lyna riyanto mengatakan:

    wah pak maaf baru mampir
    Ceritanya menarik sekali
    Sangat aptudet dg kondisi sekarang
    Sy jd penasaran kelanjutannya…
    Langsung ke tekape..🙂

  79. […] Judul Artikel : Mozaik asa diatas tiga roda […]

  80. dewifatma mengatakan:

    Selamat atas kemenangannya, Mas.

    Trilogi Sikil Telu, top markotop!

  81. […] Blogger. Itulah ending saga Jikun dan paguyubannya. Pada mulanya saya menghadirkan Jikun sebagai Presiden Paguyuban yang eksistensinya sedang diganggu […]

  82. […] Peserta  yang  artikelnya berjudul Mozaik asa diatas tiga roda memperoleh total nilai […]

  83. grind2013.com mengatakan:

    Hi, I discovered your page on and even though the
    material seems reliable, I wonder if your website could be going through some internet browser compatibility issues.
    If I use Firefox, it comes up okay, but if I use Chrome, it pulls
    up seeming overlapped and off-kilter. Just so you know.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: