Bius Itu Adalah May

51

Maret 25, 2011 oleh sedjatee

Menurut artikata.com makna kata bius adalah membuat orang lain tidak sadar akan keadaan dirinya atau keadaan yg sebenarnya. Dan saya merasakan itu ketika membaca karya-karya Karl May. Ketika May bertutur tentang Winnetou, saya merasa seakan melihat Old Shatterhand membawa senapan pembunuh beruang menunggang kuda Hatatitla (berarti Kilat) membelah padang prairie bersama Winnetou yang menyandang senapan perak dan menunggang Iltschi (berarti Angin), lalu keduanya menuju perkampungan Indian di tepi Rio Pecos atau berburu bison dan memanggangnya di hamparan rerumputan. Kalau saya tidak salah.

Tentang karya May yang masyhur itu, fisikawan Albert Einstein mengatakan testimoni penuh apresiasi “My whole adolescence stood under his sign”. Testimoni itu adalah satu diantara ulasan tentang karya May yang diyakini sebagai salah satu tulisan fiksi terbaik yang digemari oleh banyak insan di bumi. Maka disini hanyalah kesan saya saja, sebagai penguat bahwa tak salah jika Prof Emil Salim mengatakan “benang merah yang ditonjolkan dalam buku-buku Karl May adalah kedamaian, keikhlasan, keadilan, kebenaran dan ketuhanan.”

Sudah pasti, tetralogi Winnetou adalah fiksi fenomenal yang meninggalkan kesan dalam bagi pembacanya, termasuk saya. Pertemuan Old Shatterhand dan Winnetou melalui rangkaian cerita pendahuluan yang sangat dramatis, sehingga tumbuhlah persahabatan kekal antara mereka berdua, dan keduanya menjadi saudara sedarah adalah sebuah sifat egaliter yang ditonjolkan May dalam menginspirasi kesetaraan segala ras, suku dan bangsa manusia di bumi. Saya terkesan pada bagaimana May, yang notabene seorang kulitputih, menuliskan semangat kesetaraan ras, sedikit bertentangan dengan arus pada masa yang terkadang sering memunculkan penindasan dan diskriminasi.

Nilai kemanusiaan yang kental pada karya May adalah semangat perdamaian dan saling menghormati. Pada era 1800 akhir, suku Indian yang mendiami daerah Amerika sebelum kedatangan bangsa Eropa, tergeser kedudukannya menjadi masyarakat marjinal. Mereka diburu, wilayah kekuasaan adat mereka direndahkan dan disepelekan oleh “mukapucat” yang menjadi pendatang di wilayah “kulitmerah”. Tetapi Old Shatterhand adalah pengecualian. Ia memasuki kawasan kulitmerah dengan sikap penuh persaudaraan. Ia membela hak-hak kulitmerah, termasuk mengubah pandangan mukapucat terhadap kulitmerah.

Lahir dan besar di negeri bangsa Aria tak membuat May menjadi seorang yang merasa superior daripada bangsa lainnya. Bila filsuf Freidrich Nietzsche yang hidup sezaman dengannya mengecam agama sebagai sumber dekadensi dan tragedi manusia, maka May adalah orang yang teguh kepada agama namun bukan seorang yang fanatik pada agama. Seruan Howgh! yang sering diucapkan oleh Winnetou ketika mengambil kebijakan penting atau memutuskan sesuatu yang menyangkut kepentingan bersama, adalah pesan May agar manusia lebih dulu berfikir sebelum berkata, dan bertindak konsekuen atas kata-kata yang diucapkan.

Rasanya tak pula kita perlu ragu pada konten sastra di setiap karya May. Ia menulis detil setting ceritanya seakan ia berada di lokasi penuturan, padahal tidak. May baru berkesempatan mengunjungi negeri Paman Sam yang dikenal sebagai Wild West, justru setelah ia merampungkan novel-novelnya. Pun kunjungannya ke Afrika dan Timur Tengah, kawasan yang menjadi tempat petualangan tokohnya yang lain, Kara Ben Namsi. Persahabatan tokoh lintas ras dalam fiksi May adalah simbol egalitarian yang menghapus fanatisme kesukuan. Disini, tentu saja dalam pengertian lebih luas. Kepentingan egoisme kelompok atau individu dialihkan menjadi penghargaan humanisme.

Generasi sekarang mungkin tak begitu faham dengan novel-novel May. Tetapi bukan tak mungkin kekuatan cerita itu membius orang yang mencoba membacanya. Saya merasa melihat Old Shatterhand mengisap pipa perdamaian dari calumet Winnetou. Sebuah pesan bahwa manusia, pada hakikatnya, dilahirkan dalam kodrat dan kedudukan yang sama. Manusia dilahirkan untuk saling berkerabat, bersaudara satu dengan lainnya. Tetapi ambisi dan egoisme telah menjadikan saling bermusuhan, saling menindas. Karl May menyisipkan pesan kemanusiaan itu pada novelnya yang legendaris. Kini, lebih seratus tahun setelah novel itu ditulis, saya bisa dengan jelas membayangkan Old Shatterhand dan Winnetou berlalu dengan kedua kuda mereka di padang prairie, sejelas saya bisa menangkap pesan kemanusiaan yang dibisikkan May melalui pilihan kata-katanya. Howgh!

sumber gambar: flickr.com

51 thoughts on “Bius Itu Adalah May

  1. ahsanfile mengatakan:

    Wow… seru sekali perjalanan orang ini… bisa eksis di kala masalah ras sangat sensitif waktu itu…

    btw ada nggak contoh judul novel-novelnya, mo cari di internet😀

  2. julianusginting mengatakan:

    waduh….novelnya ini berapa halaman ya sob.. ?

  3. Krisna Shop mengatakan:

    wahh reviewnya bagus banget, bikin penasaran…
    selama ini paling baca buku-bukunya Michael Crichton aja (dapet di internet:mrgreen: )

    Nyari bukunya Karl May ahh, Thanks infonya😛

  4. joe mengatakan:

    dulu sewaktu masih kecil saya sudah mengenal suku-suku indian di amerika berkat karl may

    • sedjatee mengatakan:

      tul..
      hebatnyam dia menulis itu dari mempelajari peta dan ensiklopedi
      hebat dah..

      sedj

      • atmokanjeng mengatakan:

        dan dia melakukannya dari dalam penjara… saya pernah membaca kalau semua tokoh dalam novel itu adalah karakter sang pengarang sendiri yang mempunyai ‘keganjilan terbelah kepribadiannya menjadi sosok yang berbeda-beda’…
        reviewnya mantap😀

  5. Masbro mengatakan:

    Saya juga penyuka karya karya karl may..

  6. masyhury mengatakan:

    ini Novel? oalah…
    Saya dulu pencinta novel karangan Jhon Grisham, yang novelnya berlatar belakang kehidupan petani amerika.. Bagus sekali ceritanya..

    Kalau May? Saya belum pernah dengar..😀

  7. ysalma mengatakan:

    saya termasuk yang ikut serach di gugel,,
    nyari ahhh,, penasaran..

  8. Online Shop mengatakan:

    seperti halnya karl marx, karl may juga luar biasa fenomenal ya mas.. apa yg bernama awal karl itu emang keren2 ya.. hehe.. kidding…
    yup. buku2 seperti ini memang penting untuk dibaca terutama untuk mengasah nalar

  9. popi mengatakan:

    Jujur sebelumnya saya belum tau banyak ttg Karl May! saya cuma kenal nama tanpa tau ceritanya. Nama itu pun pertama saya kenal karena bos menyebut nama itu! Saya masih inget, waktu bos cerita Karl May ke saya, saya malah menganggap yg sedang dia ceritakan Karl Max ! Jelas beda kan? walhasil obrolan jadi ga nyambung !😀

  10. tunsa mengatakan:

    hehe…saya salah satunya yang nggak paham

  11. alamendah mengatakan:

    Saya termasuk yang gak terlalu mengenal karya2 Karl May. Jadi gak bisa komenpanjang lebar deh

  12. Bang Aswi mengatakan:

    Ulasan yang menarik dan kembali membetot saya untuk membaca karya Karl Maya ^_^

  13. Buku ini masuk ke daftar belanjaku sejak beberapa tahun lalu. tapi tiap kali ke toko buku pasti lapar mata beli buku lain😀 Jadi pengen nyari pinjeman, penasaran sebagus apa seh.

  14. TUKANG CoLoNG mengatakan:

    kalo emang udah bakat penulis, akan dengan sangat gampangnya membawa pembaca masuk ke dunia buku tersebut dan membuat pembaca seakan merasakan langsung apa yang terjadi disana..

  15. deewahjoedi mengatakan:

    wah…jadi penasaran pengen baca

  16. giewahyudi mengatakan:

    Karl May memang keren, beberapa waktu lalu di Goethe Institute diputar film biografi Karl May..
    Menginspirasi..

  17. nia/mama ina mengatakan:

    wah kalo punya bakat menulis, pinter juga me-review yachh…..salut dech…

  18. bundadontworry mengatakan:

    duh, jadi ingat masa2 remaja , suka banget dgn karya2nya Karl May
    dan, paling sedih ketika membaca bukunya yg berjudul Winnetou gugur.
    akh, benar2 persahabatan ”sedarah’ yg mengharukan .
    salam

  19. joko santoso mengatakan:

    Saya pingin ada orang Indonesia yang bisa sejajar sama Karl May, yaa.. paling tidak satu strip di bawahnya lah…, ada nggak ya?

  20. achi mengatakan:

    thankz infonya, jdi begitu penasaran dgn karl may.

    ijin nge-link sitenya.😀

  21. Wandi Sukoharjo mengatakan:

    Aku nggak pernah baca novelnya mas, baru baca namanya.

  22. riez mengatakan:

    jadi pengen baca….

  23. Ade Truna mengatakan:

    penulis yg berbakat (Karl May )direview oleh pengulas yg berbakat (Kang Sedj), jdnya ya dahsyat.
    Yg menarik membaca ulasan di atas, cara May memengaruhi pembaca mengetengahkan stigma tokoh kemudian mengubahnya menjadi paradigma nyata utk pembaca…

  24. Dangstars mengatakan:

    Wah bius nih jadi teller bisa juga Mas😀

  25. Dangstars mengatakan:

    Saya cari nih novelnya :p

  26. Dangstars mengatakan:

    Salam hangat dan sukses selalu Buat sobatku Pisssssss

  27. menone mengatakan:

    menone jg ga paham nich novel2 may heheheheheheh….. malah br denger sekarang sob, ato emang menone nich katrok bgt yow hahahahahahahaha……….

    salam persahabatan selalu dr MENONE

  28. lozz akbar mengatakan:

    cuma mengunjungi sampean Kang.. lagi kangen soale mampir kesini.. enggak komen deh, saya ora mudeng sastra.. ora opo2 ya Kang

  29. Edoh mengatakan:

    Wah, kayaknya bagus nih…,

    mau dong ebooknya mas…,
    xD

  30. ayomendidik mengatakan:

    tertegun kadang saat melihat film atau membaca kisa-kisa orang hebat. dibalik itu sebenarnya ada juga orang yang lebih hebat. siapa itu? penyaji cerita / penulis / sutradara.
    mas sejadti punya banyak waktu ya baca-baca buku seprti karya may …… enak dong banyak ilmunya
    …………………………
    tentang dik fika bisa di baca di
    http://bchree.wordpress.com/2011/03/24/duacare-bantu-dik-fika/
    terima kasih mas, mungkin bisa disebarkan ke sahabat yang lain

  31. Sugeng mengatakan:

    Jadi teringat bacaan kesukaan ku pada saat SMP dulu😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  32. Meidhy Aja mengatakan:

    Jalan-Jalan sore ngeluyur kesini..
    mohon diterima…
    salam kenal…

  33. situsonline mengatakan:

    Novel skrang pada ketinggalan,yang maju skrang adalah pergaulan bebas.

  34. detiker mengatakan:

    Kl dulu mash tahun 90an aku suka bacanya novel,cerita orng pacaran bangatlah,tapi skrng sukanya gue liat film biru.!

  35. Salesman Jogja mengatakan:

    Baru denger sekarang Kalau Bius Itu May..

  36. sawali tuhusetya mengatakan:

    jujur saja, saya belum klar baca karya2 karl may, mas sedj. namun, dari berbagai ulasan yang saya baca, hampir semua pengulas menyatakan bahwa karya2 fiksi karl may memang bukan fiksi biasa. salam kreatif.

  37. wits mengatakan:

    membaca ulasan cerita di atas menarik y mas, aku tak terlalu kenal dengan nama penulisnya. cuma aku pernah baca buku karyanya Marry Higgin Clark, keren pokonya, tentang kepribadian ganda..

  38. Batavusqu mengatakan:

    Salam Takzim
    Yang hebat mah menurut saya kang Sedjatee karena dari akang lah saya tau informasi ini semua akang adalah guru yang patut ditiru
    Maap kang baru aktif lagi nih karena sakit
    Salam Takzim Batavusqu

  39. jangkrik blog mengatakan:

    seneng baca tulisan yang kek gini,kalau dibaca semakin pingin mbacanya terus😀

    sorykawan,baru bisa berkunjung😀

  40. archer mengatakan:

    reviewnya aja udah mantepbanget nih apalagi novelnya.. cari ah..

  41. ratansolomj9 mengatakan:

    Sungguh indah jika kesetaraan antar ras dapat terjalin seperti kisah di atas, seiring sejalan antara si kulit putih dan kulit merah. Mangstab fren …

  42. kamal mengatakan:

    wah review novelnya mantap juga nich…. ntar tak cari ah.. penasarannn nich sama isinya… cowww”

  43. david mengatakan:

    kayaknya bagus novel, coba ah…

  44. argo mengatakan:

    nice,,,,
    kunjungi juga blog kami, di
    http://uhooi.blogspot.com/

  45. sikapsamin mengatakan:

    Mudah2an nyambung dan…jawaban kita atas multiple-choice dibawah ini dapat mendeteksi ‘seberapa-parah’ kita terkena pengaruh BIUS yg dimaksud mas Sedj. diatas…
    Multiple-Choice nya begini :

    Siapakah diantara ketiga orang dibawah ini, yang benar2 bangsa/orang Amerika ?-
    1. Ronald Reagan ;
    2. Arnold Schwarzeneiger ;
    3. Winnetou.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: