Kuantum Poligami

28

April 5, 2011 oleh sedjatee

Seseorang membincangkan kisruh sebuah partai. Ia tak habis pikir mengapa orang-orang partai yang santun dan relijius itu saling bertikai, menyebut poligami penuh kata cela dan ancaman. Saya tak mau menanggapi ocehannya, sampai akhirnya ia menyimpulkan sendiri bahwa memasuki ranah politik harus siap melupakan kata ukhuwah, etika, termasuk akhlak.

Judul tulisan ini menggunakan kata kuantum, terminologi yang lazimnya dipakai dalam ilmu-ilmu sains. Setelah fisika kuantum yang sedang berkembang pesat, dunia mengenal kimia kuantum dan mekanika kuantum. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kuantum berarti banyaknya (jumlah) sesuatu ; bagian dari energi yang tidak dapat dibagi lagi. Selaras dengan itu, ketika memperkenalkan Quantum Learning, Bobby dePorter berpandangan bahwa istilah pembelajaran kuantum bermakna “interaksi-teraksi yang mengubah energi menjadi cahaya karena semua kehidupan adalah energi”.

Kali ini konflik partai itu menyentuh domain paling privasi yaitu masalah libido. Meski jauh berbeda dengan makna selingkuh atau kumpul kebo, orang abangan tetap mengatakan bahwa poligami adalah sama-sama urusan kelamin. Saya bukanlah orang yang memahami pandangan agama tentang hikmah poligami maupun mudaratnya, maka saya tak tertarik mengikuti konflik yang salah satunya disulut oleh perangai kurang terpuji dalam berpoligami.

Tak dipungkiri bahwa sejak partai itu menambah satu kata pada namanya, kehidupan para elite partai menjadi lebih sejahtera. Opini mantan petinggi partai menyebut bahwa syahwat kekuasaan yang terlalu dominan membuat elite partai mereka tak beda dengan parpol lain yang telah ada. Mereka bersinonim dalam urusan menghimpun duit alias kekayaan, bahkan dalam urusan paling sakral dalam agama, pernikahan. Energi sengketa panjang ini mengerucut pada substansi poligami yang memang berada di wilayah paling privat. Secara mengejutkan pendiri partai ini menempuh langkah hukum dengan melaporkan petinggi eks partainya kepada polisi, institusi pemberantasan korupsi dan badan kehormatan di lembaga legislatif.

Ini bukan april mop. Sengketa itu mencapai titik didih ketika sang sesepuh partai, yang merasa telah mendidik para juniornya di partai hingga menjadi elite negara, melaporkan adanya teror dan ancaman yang membahayakan keselamatan diri dan keluarganya, termasuk tuduhan dan kata-kata tak pantas dari mantan anak didiknya melalui pesan singkat telefon selular. Disebuah media ulama sepuh itu bahkan berkata “semoga saya tidak dibunuh”. Mencemaskan, masalah poligami menjadi urusan hidup-mati. Tetapi, kisruh politik adalah hal biasa, ancam-mengancam juga biasa, saling cela dan buka aib juga hal biasa. Sejarah politik penuh dengan catatan serupa.

Revolusi Oktober di Rusia tak akan sukses tanpa peran Trotsky. Bersama Lenin, Lev Davidovitch Trotsky memimpin kaum buruh Rusia menggerakkan Revolusi Bolshevik pada 1917 kemudian membentuk suatu pemerintahan baru yang dikenal sebagai Soviet. Sejarah dunia mencatatnya sebagai revolusioner nomor dua setelah Lenin. Trotsky juga dikenal sebagai pendiri tentara merah dan penggagas terbentuknya Politbiro Soviet yang disegani dunia.

Tetapi Trotsky tak beruntung. Josef Stalin, Sekjen Partai Komunis Soviet yang berkuasa di Politbiro, menendang Trotsky yang tak lain adalah pendiri Politbiro itu. Setelah itu Stalin merajalela. Sang lalim diindikasikan bertanggungjawab atas terbunuhnya 30juta rakyat Soviet selama ia berkuasa. Stalin adalah satu dari 23 orang yang menjadi cikal bakal Politbiro Soviet dimasa Lenin, namun dialah yang menyingkirkan anggota lain dengan modus khas seorang tiran: tewas, hilang, bunuh diri atau diculik.

Bukan karena poligami, Trotsky terusir lalu mencari suaka ke Meksiko. Pada Mei 1940 ia diteror sekelompok orang misterius, namun ia selamat dari kematian. Tetapi pada Agustus 1940 seseorang datang ke rumahnya lalu mengayunkan sebuah kapak salju ke kepala Trotsky. Ia melawan, namun luka itu membawa kepada ajalnya esok harinya. Siapakah orang yang merancang teror dan memerintahkan pembunuhan sang pendiri Politbiro itu? Stalin.

sumber gambar: muxlimo.blogspot.com dan bbc.co.uk

28 thoughts on “Kuantum Poligami

  1. bundamahes mengatakan:

    lendir.. yieksssss!
    tapi gapapa Om! justru disinilah ciri khas tulisan seorang blogger Sedjati:mrgreen:

  2. ysalma mengatakan:

    Hmmm,,, politik membawa syariat dan libido😕
    engga paham saya Pak,, jadi penonton aja,, tapi bukanny menutup aib saudara itu sebuah kebaikan..

  3. Batavusqu mengatakan:

    Salam Takzim
    Poligami wow keren
    Salam Takzim Batavusqu

  4. ahsanfile mengatakan:

    pusing aku melihat hal ini… seperti ada yang mengadu domba dengan memanfaatkan hal-hal yang sepele dan privasi sekali…

  5. Edi Psw mengatakan:

    Poligami boleh-boleh saja asalkan manfaatnya lebih banyak dibandingkan mudarotnya.

  6. awandragon mengatakan:

    Poligami boleh asal harus adil…………..

  7. IklanKeren mengatakan:

    Uang banyak, akhirnya pingin nambah istri…

  8. lozz akbar mengatakan:

    Assalamualaikum.. wah rasane lama juga enggak ketemu dulur lawasku iki rek… ketemu-ketemu eh malah mau poligami hehehe

    kalau disuruh milih poligami atau politik.. jelas aku milih poligami Kang hehe, alasannya mungkin saja poligami akan menyakiti seorang individu, tapi kalau politik wuih berapa orang yang nanti tersakiti

  9. […] Karya Anak Bangsa, Download Film @linimas(s)a,Facebook Friend Bomber ,Stapler Untuk Masak Dingin ,Kuantum Poligami , RANCANG, CCleaner 305 free,Aktor “Polisi Gorontalo Menggila” Briptu Norman Kamaru Terancam […]

  10. volverhank mengatakan:

    waduh bahasanya berat
    nice artikel aja deh hehe

  11. Asop mengatakan:

    *angguk-angguk kepala*😮
    Begitu ya ternyata….😐

  12. monda mengatakan:

    Mengikuti berita asal tau aja, pusing ah kalau ikutan mikir juga.

  13. masyhury mengatakan:

    Waduh, ceritanya di bawa kesana kemari, mumet..!
    pake Quantum segala lagi, hihi…😀

  14. sikapsamin mengatakan:

    Memang…MIRIS/MENGERIKAN
    Konflik-Poligami yang puncaknya ancaman-pembunuhan…

    Jadi ingar nasihat simbah tentang SEJARAH-PANJANG Konflik-Poligami yang telah terjadi sejak lahirnya keturunan Siti-Hajar(Hagar) dan keturunan Siti-Sarah…
    Konflik berkepanjangan yang makin mengerikan serta mengglobal…
    Nasihat Simbah : “Kita2 ini yang berada diluar kedua-trah tsb, sebaiknya jangan ikut2an”.

  15. ummurizka mengatakan:

    mungkin itulah politik katanya yang ada kepentingan yang abadi…berharap semoga konflik internal partai itu tdk berlarut-larut dan dpt diselesaikan dengan baik.

  16. nia/mama ina mengatakan:

    kata mama saya politik itu jahat. Jadi kalo bisa nanti jangan jadi orang politik heheh….serem juga yach kalo sampai ancam mengancam bgitu, kasihan keluarganya.

  17. Sampurna mengatakan:

    Sebuah pertanyaan besar bagi saya…

    Setelah mengumbar tuduhan begini begitu, ke sono ke sini, ini itu. Kemudian, kok ga jelas kelanjutannya. Padahal tidak cuman satu institusi khan yang dilapori?

    Jujur saya sering merenungkan, sebenarnya ini TENTANG APA sich?

    Kok isunya acak sekali, satu sama lain tidak jelas relevansinya. Bahkan jelas-jelas tidak relevan (misal: apa untungnya coba, mbawa nama bapaknya segala bahwa si fulan anaknya si fulan yang dulunya tokoh ini dst). Apalagi bicara urgensi, semakin tidak jelas benang merahnya.

    Jadi, sebenarnya ini tentang APA?

    Satu hal yang jelas, media semakin laku. Tak peduli, masyarakat diperkosa untuk mengkonsumsi ‘mariyuana’. Betapapun sesungguhnya tahu, memabukkan itu sebenarnya adalah dosa.

    Tak peduli kuantum energi masyarakat habis sekedar menjadi sampah duga menduga… Apalagi kemudian, banyak yang merasa dirinya tahu ini TENTANG APA…

    Oh… negeri yang ga jelas!

    • sedjatee mengatakan:

      tenang aja bos…
      semua berjalan rapi
      yang benar pasti terbukti
      yang salah pasti kalah

      lebih baik kita mencatatnya dalam sejarah
      sebagai referensi kedepan
      sejarah akan terus berulang

      kita ini semua rakyat kecil
      alias penonton
      ambil baiknya
      tinggalkan yang buruk
      namun satu hal: yang aneh pasti sulit dilupakan

      sedj

      • sampurna mengatakan:

        setujuh bos,
        Lha wong nulisnya juga sambil nyengar-nyengir je…:)

        Postingan di atas itu, sejatinya refleksi ala bilung versi saya. Yang terheran-heran dengan fenomena yang tidak jelas, ga perlu didiskusikan tho siapa benar siapa salah. Lha maqom dan kepemilikan informasinya juga cuman seupil. Itu pun versi si anu atau si ani.

        Cuman, bagian terakhir itu yang sejatinya saya ga rela. Kuantum energinya kok disalurkan untuk urusan sampah. Lha wong ga ada hubungan dengan rakyat kecil kok rakyat kecil disuruh mikirin sampai harus dibawa ke warung kopi segala. Apalagi harus ngomongin soal lendir…yiekssss!

  18. sedjatee mengatakan:

    lho justru itu obrolan khas warung kopi
    yang nyleneh, yang sumir, yang saru
    orang-orang warungan itu: kagetan, bingungan, gumunan
    yang biasa jadi kelihatan heboh

    padahal biasa saja
    konflik itu biasa, senewen juga biasa
    seharusnya: gak usah gumun
    wong contoh sejarah saja banyak

    trotsky saja sampai dibunuh oleh stalin
    tan malaka nasibnya juga sama

  19. antokoe mengatakan:

    agama di bawa ke politik, cemar, bukan karena agamanya tapi karena politiknya yang kotor

  20. wits mengatakan:

    poligami?memang selalu pro dan kontra.
    politik?juga begitu, pro dan kontra selalu ada

  21. masih adakah yang bisa adil di jaman materialisme seperti ini

  22. r10 mengatakan:

    mana yg lebih baik suami poligami atau pacar poligami?:mrgreen:

  23. Ade Truna mengatakan:

    poligami yg baik..poligami yg rukun adil, terbuka, dan tidak gampang.

  24. dheeasy mengatakan:

    poligami… politik, dua buah poli yang sering buat orang menduga, menerka…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: