Ketagihan Film “Blue…”

Miles Logan (Martin Lawrence) dan geng maling perhiasannya, berhasil mencuri sebuah permata besar yang bernilai 17 juta dolar. Walau pencurian itu berhasil, salah satu rekan Miles, Deacon (Peter Greene) berkhianat dengan membunuh seorang anggota geng. Anggota geng lainnya, Tulley (David Chapelle) kabur sedangkan Miles terkepung oleh polisi. Sebelum ditangkap, Miles berhasil menyembunyikan permata curiannya di dalam lorong jaringan AC sebuah bangunan yang belum selesai dibangun. Selama dua tahun berikutnya Miles menjalani hukuman penjara sampai akhirnya bebas. Alangkah kagetnya Miles ketika hendak mengambil permata, karena bangunan tempat permata itu berada ternyata sudah selesai dibangun dan menjadi kantor LAPD. Terpaksa Miles memutar otaknya agar bisa masuk ke lantai tiga karena di situlah permatanya disembunyikan.

Mula-mula ia menyamar sebagai pengantar pizza, namun gagal. Setelah mencuri lencana polisi, Miles Logan berhasil membuat kartu ID dan lencana untuk memasuki Markas LAPD. Mengaku sebagai detektif bernama Malone pindahan dari kantor polisi West Covina, Miles langsung dipasangkan dengan seorang detektif Carlson (Luke Wilson) yang baru pindah dari bagian lalulintas. Lalu keduanya segera beraksi sebagai duet detektif yang membuat decak kagum dengan kinerjanya mengungkap kasus-kasus kriminal besar.

Miles Logan yang menyaru polisi untuk mencari berliannya, akhirnya menemukan barang yang dicarinya itu. Tetapi di saat yang sama Miles harus mempertahankan permata itu dari rekan geng lamanya yang dahulu bersama-sama melakukan aksi pencurian.Dalam suatu aksi kejar-kejaran yang memukau Malone alias Miles Logan menyudahi perlawanan sindikat narkoba dan rekan geng lamanya. Namun disaat itulah penyamarannya sebagai polisi terbongkar.

Entah sudah berapa kali saya menonton film itu, tetapi saya belum merasa bosan untuk memelototinya lagi. Akhirnya setelah sekian lama mencari film itu, saya mendapatkannya meski berupa file dvd.rip bukan kepingan DVD sebagaimana yang saya cari. Martin Fitzgerald Lawrence adalah sebuah jaminan kekonyolan tingkat tinggi. Pria kelahiran Jerman tahun 1965 adalah seorang yang punya kecerdasan tinggi dalam hal melawak. Selain tampangnya yang mengundang tawa, gestur dan kalimat-kalimatnya benar-benar menghibur. Seperti halnya aksi duetnya dengan Will Smith di Bad Boys maupun gaya kocaknya di Black Knight, Lawrence identik dengan film komedi, meski tak bisa ditampik bahwa ia lihai juga sebagai produser dan sutradara. Bagi penyuka film aksi komedi, saya sangat merekomendasikan sinema ini untuk menjadi pilihan utama.

Saya bukanlah maniak sinema, tetapi saya mengingat beberapa lakon yang tertanam begitu dalam di benak saya. Boleh dicatat bahwa saya akan selalu tertarik pada nama Tom Hanks, oleh karenanya saya pasti suka pada Sleepless in Seattle (1993), Forrest Gump (1994), Saving Private Ryan (1998), Youโ€™ve Got Mail (1999), Cast Away (2000) dan The Terminal (2004). Juga aksi Mel Gibson utamanya pada Lethal Weapon (1987), Maverick (1994), Braveheart (1995), Payback (1999), The Patriot (2000) dan We Were Soldier (2002). Pun beberapa film hebat semisal James Bond, Vertical Limit, Cliffhanger, MI, Die Hard, Life is Beautiful, Speed, dan lainnya.

Judul provokatif tulisan ini menggarisbawahi bahwa filem Blue Streak adalah salah satu lakon yang paling berkesan sebagaimana beberapa judul diatas. Yang perlu ditegaskan adalah, saya bukan penonton filem parno atau filem blue alias filem bokep. Pekerjaan saya tidak memungkinkan saya menonton filem pada saat bekerja, apalagi nonton filem parno. Saya sepakat ketika pada Shalat Jumat kemarin, khotib dengan gagah berani menyanjung seorang legislator negeri ini yang mundur akibat menonton adegan parno pada saat sidang pariparno dewan yang terhormat. Namun ada beberapa orang yang menyesalkan keputusan mundur itu. Setidaknya seorang penulis pada sebuah milis yang mengatakan keberatannya: Pak Ar******, Tegarlah… saya dan jutaan rakyat lain mendukung Anda untuk tetap di DPR… Anda sudah benar mewakili saya dan pengguna internet di Indonesia yg doyan film parno. Penggemar film parno butuh wakil di DPR… heheheโ€ฆ yang jelas itu bukan suara hati saya, bagaimana dengan Anda?

Iklan

63 pemikiran pada “Ketagihan Film “Blue…”

  1. Jiaaahhh…. kirain film blue yang isinya malah dominasi warna coklat :mrgreen: bener-bener provokatif…. ๐Ÿ™„

    Kalu pendapatku pak… rasanya ada yang aneh dalam kasus film parno itu… aku memiliki pemikiran pak ar**I*** tidak melakukannya, dia hanya difitnah

    1. sepakat banget…
      saya menduga ada konspirasi untuk mendepak beliau
      namun begitulah,, menjadi politikus harus siap dengan konspirasi paling jahat
      ending tulisan itu hanya gambaran saja
      bahwa masih banyak orang menyukai hal-hal sumir, hehehe..

  2. Ow judulnya serem Mas hehe. Saya juga suka pilem itu.

    Untuk paragraf yang terkhir, saya nggak ada masukan Mas, soalnya emang nggak update beritanya. Selamat berhari minggu ya Mas Sedjatee..

  3. Say juga penggemar Martin Lawrence dan Bad Boy Pak, seru2 kocak yg nggila ๐Ÿ™‚
    Soal yang terakhir, saya cuma dengar dari TV jadi ga tau kebenarannya,,

  4. “Sawshank Redemption”

    ini dia film yang amat saya gemari, kang. Saya sangat merekomendasikan film ini (semoga pean belum nonton :p)

    Morgan Freeman: aktor yang sangat memukau. film-filmnya hampir semua sudah saya tonton. dan bagus-bagus…

    anggota depeer nonton film parno. Sekalian bikin gedung baru yang menyediakan film-film kayak gituan bagi para penggemarnya di sana… ๐Ÿ˜€

  5. Ah mas Sedj, judulnya menjebak ๐Ÿ˜›
    Tapi saya sependapat mas, sepertinya ada konspirasi tertentu untuk menjatuhkan Pak A dan partainya ya..

  6. martin item bener2 oke di film yang sudah saya tonton berkali-kali ini, tapi gayanya gak beda dengan di bedboy. dan soal film parno saya sudah lama tidak bertemu lagi dengan mereka, walau sering kangen tapi masih tahan untuk tidak mendekat.

  7. hehehe..apalagi saya, jelas bukan sekali suara hati saya.

    klo dipasaran kira2 msh ada gak ya yg jual DVD itu film. baca sinopsisnya, jd pengen nonton:)

  8. Sama, kalau film itu muncul di tipi, saya nggak bosan nontonnya. Lucu…

    Soal film, kalo donlot aja katanya nggak kena UU ITE lho, selama kita nggak nyebarin. ๐Ÿ˜†

  9. ga tahan ketawa baca paragraf terakhir! Iya kali ya? kan DPR tuh wakil rakyat..so segala macam tipikal rakyat harus ada wakilnya di dewan! hihi…

  10. Judul yang seperti ini membuat libido ku naik dua tingkat ๐Ÿ˜† sukses mas semoga semakin banyak sahabat blogger membuat tulisan yang berakibat libido naik tapi nyasar.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  11. saya juga bukan penggemar blue film kok mas, tapi dulu pernah layar tvny biru semua, jadilah film blue berjudul donald bebek

    memang judul yang memprovokasi

    hahahahahaaa

  12. saya juga bukan penikmat film sejati, namun hampir tiap film yg dibintangi Martin Lawrence saya tonton, karena film nya bertema serius namun selalu ada komedinya disana .
    ttg paragraf terakhir…..no comment , krn gak mengikuti juga apa yg terjadi disana, malas menonton tv ๐Ÿ˜ฆ
    salam

  13. kalau gak salah sudah berulang kali diputar di tv ya. dan di antara judul2 filmnya tom hank yang disebutkan di atas saya sudah menonton semua he he…

  14. Mas Djatee,

    Saya juga terjebak membaca artikel ini tentang film blue. Karena saya tergolong mania nonton film, tetapi bukan yg blue dulu juga pernah ikut arus untuk sekedar tahu apa motivenya BF diproduksi. Setelah sampai pada kesimpulan dan seiring dengan meningkatnya umur maka mantaplah. BF? NO!!!
    bintang2 yang dulu jadi idola saya al Jack Pallance, Kirk Douglas, Charlton H, Charles Bronson, Jerry Levis
    Bintang India Shakila, Mahipal! Ini jaman saya belum 17 tahun. Tahun 80-an kalau nonton film video sampai semalaman.

    Mas sudah kirim beberapa file lewat email yang dulu gagal sending. Kalau sudah diterima utuh mohon konfirmasi. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s