The Heavenly Wedding

“Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak“.
[Kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab 4]

Pada banyak undangan pernikahan selalu muncul kutipan diatas yang diyakini sebagai Doa Nabi Muhammad Shalallahu A’laihi Wa Sallam pada pernikahan Fatimah Az-Zahra dengan Ali bin Abi Thalib. Kendati hal itu masih dipolemikkan tentang keshahihannya, harus diakui bahwa pasangan Ali – Fatimah tetap dianggap sebagai salah satu pasangan paling dikagumi.

Sebuah tulisan mengutip As-Suyuthi pada kitab Tadhirul Khawas yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersada: “Jibril AS mengabarkan kepadaku bahwa: Allah SWT telah menikahkan Fatimah dengan Ali di langit, disaksikan 40.000 Malaikat dan bidadari menghiasi Fatimah dengan gaun pengantin dari permata dan memerintahkan kepadaku agar segera menikahkannya di bumi.”

Inilah pernikahan penuh berkah itu. Pernikahan yang mas kawinnya hanyalah sebuah baju besi. Inilah rumah tangga yang tinggal pada sebuah rumah teramat sederhana. Sebuah bangunan kecil yang ketika akan ditempati Ali harus meratakan batu-batu kasar yang menjadi lantainya, lalu menimbunnya dengan pasir. Yang dindingnya dipancangkan sebatang kayu untuk menggantungkan pakaian. Rumah yang didalamnya terdapat beberapa lembar kulit kambing sebagai alas duduk dan penghuninya tidur diatas bantal kulit berisi ijuk kurma.

Inilah keluarga yang mengisi rumah kehidupannya dengan dua buah kasur terbuat dari kain kasar Mesir; kain tabir tipis terbuat dari bulu; sebuah gilingan tepung; kantong kulit tempat air minum; sebuah wadah air untuk bersuci; sebuah kuali tembikar dan beberapa barang sederhana lainnya. Keluarga yang suami-isteri saling bahu-membahu dalam pekerjaan sehari-hari, mengisi rumah mereka dengan ibadah, tetap sabar dan tawakal ketika menghadapi kesulitan bersama.

Sebagaimana dikisahkan oleh Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah, inilah pernikahan yang kepala rumah tangganya adalah salah satu shahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga, sedangkan ibu rumah tangganya adalah salah satu wanita penghuni surga paling utama. Inilah pernikahan hanya dapat dipisahkan oleh kematian ketika Fatimah menghadap Allah enam bulan setelah wafatnya Rasulullah. Inilah pernikahan yang melahirkan dua orang pemuda hebat yang oleh Rasulullah dijuluki sebagai penghulu para pemuda penghuni surga.

Ada banyak pernikahan bertajuk the royal wedding, pernikahan abad ini, mariage of the year dan sebagainya. Julukan yang muncul disebabkan pernikahan itu karena alasan trah, alasan popularitas dan bahkan ada pernikahan yang oleh sebagian media disebut sebagai besanan politik. Bolehlah. Namun pernikahan Ali dan Fatimah tak sekadar pernikahan abad ini, mungkin inilah heavenly wedding, pernikahan surgawi, terminologi yang pantas terkonotasi pada mereka.

Satu riwayat mengisahkan bahwa pada suatu hari setelah pernikahan mereka Fatimah berkata kepada Ali, “wahai suamiku, sebelum menikah denganmu aku pernah mengagumi seorang pemuda, dan aku ingin sekali ia menjadi suamiku.”
Ali terkejut dan berkata, “Kalau demikian mengapa engkau tidak menikah dengannya?” Sambil tersenyum Fatimah berkata, “Hari ini aku telah memilikinya, karena pemuda itu adalah Engkau”

sumber gambar : blogpsot.com

Iklan

76 pemikiran pada “The Heavenly Wedding

  1. pernikahan dgn biaya berjuta2,milyar bahkan akan sia2 kl ga harmonis, apa lagi sampai meninggal gara2 di kejar paparazi, percuma kan ngehabisin uang milyaran 😦

  2. yang ini: “Satu riwayat mengisahkan bahwa pada suatu hari setelah pernikahan mereka Fatimah berkata kepada Ali, “wahai suamiku, sebelum menikah denganmu aku pernah mengagumi seorang pemuda, dan aku ingin sekali ia menjadi suamiku.”
    Ali terkejut dan berkata, “Kalau demikian mengapa engkau tidak menikah dengannya?” Sambil tersenyum Fatimah berkata, “Hari ini aku telah memilikinya, karena pemuda itu adalah Engkau”

    Romantis banget, Kang…

  3. ora melu walimahan di pernikahane pangeran William Kang? hehehe. iku kan akal-akalane infotainment Kang, membesar-besarkan pernikahan orang. Padahal sih kalau dipikir opo sih bedane William ma Sedjatee.. podo mangan tempen kan hahaha.

    Yupz sepakat pernikahan paling spektakuler dan legend adalah pernikahan antar Ali dan Fatimah..

    Kang matur nuwun E-booknya yo

  4. Pernikahan surgawi yang dialami oleh Fatimah dan Ali yang mulia, sebagai teladan bagi kita yg telah berumah tangga.
    betapa kasih sayang, saling caring dan sharing,mengutamakan pengabdian pd Allah swt semata, adalah pernikahan yg membahagiakan di dunia dan akhirat .
    Terimakasih banyak Mas utk tulisan indah yg sangat menyentuh dan bermanfaat ini.
    salam

  5. Salam Takzim
    Aku sudah menikah kang tapi gak pakai undangan hehehe
    Tafsir ibnu katsir bagus kang kupasannya bisa dicerna
    Makasih ya kang sudah menshare, kunjungannya juga makasih
    Salam Takzim Batavusqu

  6. Pernikahan yang barakah. Smoga juga dengan pernikahan kita. Pastinya kita juga menginginkan menjadi pasangan dunia akhirat dalam rangka ketakwaan, kan?

  7. Assalaamu’alaikum. Salam kenal Mbak. Wah, baca tulisannya embak, saya langsung jatuh cinta Mbak walaupun masih beberapa aja saya baca. Maaf nih belum kenal udah lihat2 fotonya he..he..Anaknya lucu2 kayak keponakanku juga. Umurnya juga sepantaran kali…he..he..Jazakillah, tulisannya banyak memberikan hikmah dan motivasi buat saya.

  8. Saya juga pernah mendengar riwayat pernikahan antara Ali dan Fatimah. Memang merekalah yang pantas menyandang pernikahan paling abadi tidak seperti yang banyak di perbincangkan akhir-akhir ini. Mungkin mereka memang tidak pernah mendengar riwayat ini Kang ❓

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  9. Terima kasih share nya Mas, motivasi untuk yg baru memulai biduk rumah tangga seperti saya ini, pernikahan Fatimah Az-Zahra dengan Ali bin Abi Thalib bisa menjadi contoh buat kita bersama.

    Salam

  10. Wah kata-kata terakhir akan aku praktekan…

    kayaknya bisa membuat wajahnya seperti udah rebus… pertama merah karena marah, kemudian akhirnya merona karena malu…

    hi hi hi…

  11. Tanpa mengurangi suasana romantis, ada paragraf terakhir versi Srimulat.
    Kira2 begini…

    Suatu hari saat makan malam bersama, sang istri nyeletuk : Aku sebenarnya menyesal nikah denganmu kok mas…Sang suami sampai tersedak dan menghentikan makannya…”huk huk lha terus kita bubaran aja apa gimana maumu” setengah membentak…Jawab sang istri kalem sambil senyum.., maksudku menyesal kok nggak dari dulu nikah denganmu…
    Sang suami…oh gitu to maksudmu. Ya sudah… kalau begitu saat ini juga kita bubar aja makan malamnya…terus berdua masuk kamar…

    *aku kok yo terus merasa ngantuk…ya?!?*

  12. Iya…baru ingat, apakah mungkin..sekali lagi mungkin prosesi ‘pernikahan-surgawi ini yang menimbulkan rasa benci/dendam kelompok diantara sahabaf Rasulullah saw terhadap Sayidina Ali r.a., …yang akhirnya terjadilah “TRAGEDI-KARBALA” pd 10 Muharam 61H… Dan Sayidina Ali r.a. …TERBUNUH dalam Tragedi tsb…

  13. paragraph terakhir romantissssssssssss abis

    jadi pengen nikah bun 😀

    aku ga terlalu heboh menyaksikan royal wedding itu, hihihihih, jadi tetap aja sibuk memasak di dapur

    Love you bun

  14. mantappp brother.. postingan gw suka banget dah.. sedang gw baru denger ceritanya kaya gini hehehe:) hihihi tadi semepet liat komen ada juga yg manggil mba mba hehehe sdh berganti kelamin kah sejati?”:)

  15. waktu nikah, suaminya engga mau pake wedding ring,
    jadi weh polos aja jemarinya sampe sekarang.
    sederhana itu lebih khidmat deh buat kami 🙂

  16. ini bener-bener postingan paling menyentuh, bang. ouwh, betapa ironisnya membayangkan di jaman sekarang orang-orang berlomba saling mewah-mewahan dalam hajatan pernikahan, menghabiskan dana sampai ratusan juta, belum tentu juga pasangannya setia.

  17. pada saat pernikahan itu, Kanjeng Nabi mendoakan mereka begini:

    “Semoga Allah SWT menghimpun yang terserak dari keduanya,
    memberkati mereka berdua,
    meningkatkan kualitas keturunannya sebagai pembuka pintu rakhmat, sumber ilmu
    dan hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat.”

  18. wah…. klo membaca kisah romantisnya memang gak habis2
    tp kalo membaca perjuangannya, juga lebih berkobar2…

    dahsyat!

    sesungguhnya para shahabat adalah sebaik2 generasi.

  19. kalimat romantis dari seorang fatimah… penuh makna dari rasa syukur tak terhingga.. 🙂 Subhanallah… harapan semua wanita dlm sebuah tali perkawinan…
    entah kalo pria.. hehe

  20. huhuuhu jadi terharu 😦
    emang yang pantes jadi idola itu cuma Rasulullah dan sahabat2nya. mudah2an saya cepet nikah. amiiiinn *ngarep. hahahahahahahaha 😆

    *eh ternyata saya baru pertama kali komen di sini, salam om sedj 😀

  21. Seiap membaca ucapan Bunda Fatimah di paragraf terakhir itu selalu merinding mas Sedj.. Dan saya sepakat sekali dengan istilah “The heavenly wedding” itu untuk beliau berdua 🙂

  22. saya pernah mendapat keterangan kalau Fatimah RA (tidak) tertarik dengan Ali RA karena melihat perut Ali yang gendut… akan tetapi kemudian Fatimah setelah menikah dengan Ali merasa menjadi wanita paling bersyukur..

    namun sejarah mencatat bahwa Ali RA adalah sosok ideal dari semua lelaki di muka bumi ini :).. dan Ali RA adalah satunya menantu nabi yang memberi keturunan…

    semoga saja kita dan saya terutama bisa belajar dari mereka… menikah bukan untuk sekedar royall wedding tapi menikah karena Allah dan sunah nabiNya. amin..
    (minta do’anya biar segera menemukan yang dicari selama ini… hehe he..)

    (wallahu ‘alam bishshowab)

  23. saya cuma nonton sebentar royal wedding… dan ga lihat kiss nya he he

    habis malu kalau lihat orang cium istri di pernikahan gitu 😀

  24. subhanallah…barakallah 🙂
    luarbiasa ya, sebuah pernikahan terindah sepanjang masa…
    semoga kelak bisa membangun sebuah pernikahan yang berkah, keluarga yang dirahmati, aamiin…

    oh ya mas Sedjatee…mohon do’anya ya, hehe… :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s