Semerah Rambut Drupadi

78

Mei 8, 2011 oleh sedjatee

“Masihkah engkau mengingat sumpahku dahulu, wahai Bima?”
“Tentu saja Kakanda. Sumpahmu adalah sumpahku jua. Aku telah menantang Dursasana. Tak akan kubiarkan keparat itu lolos dari tanganku. Bersiaplah, esok hari adalah saat penebusan sumpahmu, juga sumpahku.” Demi mendengar jawaban Bima langit bergemuruh, halilintar berkumandang. Wajah Bima merona, giginya bergemetak, kedua matanya memerah. Drupadi mengucurkan airmata.

***

Alunan orkestra membuai suasana perjamuan agung Kerajaan Astina, kala itu. Krisna hadir, Kunti hadir, Bisma hadir, Widura hadir, Durna hadir, Salya hadir. Pandawa datang memenuhi undangan sepupu mereka, Duryudana, tanpa sedikitpun sempat menduga apa yang bakal terjadi. Malam ini mereka menjawab tantangan bermain dadu, dan Yudhistira telah duduk satu meja bertatap wajah dengan Sengkuni.

Permainan ini adalah siasat licik Sengkuni untuk menjauhkan Pandawa dari tahta Astina yang menjadi hak mereka. Destarasta telah mengizinkan anak-anaknya menggelar permainan terkutuk itu atas usul Sengkuni. ”Melarang kami bermain dadu sama artinya dengan mencegah kami untuk merasakan kebahagiaan” kata-kata dari lisan Duryudana itu mencabik-cabik hati Destarasta. Tak kuasa ia mencegahnya, kendati Widura telah menasihati.

Bisma dengan hati sedih bergumam, ”permainan ini adalah awal pertumpahan darah keturunan Bharata”. Widura menyesalkan permainan dadu yangmana harus menghadapkan seorang Yudhistira yang lugu melawan seorang Sengkuni yang penuh tipu muslihat. Akankah ini menambah sejarah panjang kesedihan para putera Pandu? Kresna dan Kunti berusaha mencegah pada Pandawa, namun sepertinya takdir tengah menggiring mereka kedalam perangkap Sengkuni.

Musik terus mengalun. Bangsal agung Astina ramai oleh sorak sorai para Kurawa. Mereka tertawa ketika dadu bergulir seperti harapan mereka. Yudhistira mempertaruhkan satu-persatu kekayaannya, maka perlahan pula ia merasakan kekalahan. Yudhistira mempertaruhkan Istana Inderaprasta, ia kemudian kalah. Lalu dipertaruhkannya Nakula dan Sadewa, ia pun kalah. Lalu dipertaruhkannya Bima dan Arjuna, ia pun kalah. Lalu ia mempertaruhkan Drupadi, ia pun kalah. Bahkan ketika Yudhistira mempertaruhkan dirinya sendiri, ia pun kalah.

Pandawa kini menjadi pecundang. Drupadi menangis dirinya dipertaruhkan. Lalu terjadilah peristiwa yang memilukan hati. Drupadi berlarian dan dipermainkan oleh Dursasana, gelung Drupadi terlepas dan rambutnya terurai. Dursasana menarik kain di tubuh Drupadi diiringi oleh tertawaan para Kurawa. Namun setiap sehelai kain terlepas, selalu ada kain lain menutupi badan Drupadi. Kresna terdiam menahan amarah, Bima dan Arjuna tertunduk malu. Lalu sumpah Drupadi membelah langit “Ingatlah Dursasana, aku tidak terima dengan perlakuanmu dan aku bersumpah bahwa aku tidak akan pernah bergelung lagi kalau belum berkeramas dengan darahmu” orang-orang memalingkan wajah, Kunti berurai air mata.

***

Senja temaran di Kurusetra. Gugurnya Abimanyu oleh Jayadatra dan Gatotkaca di tangan Adipati Karna melengkapi kemurkaan Bima yang tiba-tiba terkenang sumpah Drupadi pada permainan dadu di masa lalu. Dursasana menyembunyikan diri tetapi Bima terus mencari. Akhirnya pertemuan keduanya tak terhindarkan. Bima menarik tangan Dursasana hingga putus, lalu ia merobek dada Dursasana, melipat tubuh bersimbah darah itu, dan mengucurkan darah Dursasana kedalam sebuah wadah, untuk akhirnya mempersembahkan wadah penuh darah itu kepada Drupadi untuk mengakhiri sumpahnya, berkeramas dengan darah Dursasana.

Riung kematian terdengar menyayat hati. Bima memekik, kesumat yang membatu kini terlampiaskan sudah. Kurusetra di ambang malam. Langit memerah, semerah rambut Drupadi.

sedjatee – bandung, mei 2011
gambar dian sastrowardoyo sebagai drupadi dalam film DRUPADI diambil dari blog.diansastrowardoyo.net

78 thoughts on “Semerah Rambut Drupadi

  1. TuSuda mengatakan:

    Sebuah kisah pertarungan antara sumpah dan kesetiaan akan janji hati yang selalu terpatri.
    SALAM… 8)

  2. eiklil mengatakan:

    wah sy baca ceritanya kok langsung bisa terbawa ya… kayak bnran… bahsanya bagus kang…. saya usul anda bikin buku cerita semacam novel… yang terdapat pesan2 penting… gmn???

  3. monda mengatakan:

    main curang kayaknya ya si Dursasana itu kok menang terus

  4. Asop mengatakan:

    Eeeeeeh DIa Sastro punya blog toh?
    Ke sanaaa aaah!😀😀

  5. zhanaz45 mengatakan:

    Yang curang akan dapet balasannya nanti kemudian..

    nais posting sobb..

  6. ¤ HILAL ALIFI mengatakan:

    nah, ini kang,
    saya pengen tanya.

    sebetulnya,
    scene drupadi mandi darah dursasana itu simbol apaan sih?
    sepertinya akhir dari sebuah balas dendam,
    tapi kok kayaknya ndak sesederhana itu ya?

  7. akhnayzz mengatakan:

    nice post..
    ceritanya oke,,
    maaf, ini kunjungan pertamax gan..
    salam senal untuk blogger indonesia—>>

  8. Lidya mengatakan:

    ceritanya bagus mas

  9. fizer0 mengatakan:

    wah,, bagus kang ceritanya,, mantabs dah…

  10. niQue mengatakan:

    ceritanya bagus,
    tapi pesan moralnya kok gimana yaaa
    bukankah membalaskan dendam itu ora ilok?🙂

  11. Triiz mengatakan:

    wuih keren,ceritanya bagus bgt kang,.

  12. dhila13 mengatakan:

    oh drupadi…😦

  13. achoey el haris mengatakan:

    ehm, adai aku bima
    kan ku ..😀

  14. sikapsamin mengatakan:

    BAGONG :
    ” camkanlah wahai saudara2.., bahwa semua yang termasuk genre-DUR, apakah Durbala, Durjana, Durmala, Duratmaka, Dursila dan Dur2 yg sejenisnya…HALAL-DARAHNYA”…zzz..krr…

    Samin: ” GONG, BAGONG…bangun GONG, kamu mimpi apa GONG?”

    • sedjatee mengatakan:

      hayo Kang samin mau nyebut nama siapa..
      kok kalimat Bagongnya gak dituntaskan kang?
      hehehe….

      sedj

      • sikapsamin mengatakan:

        He he he,

        Lha ini kan ceritanya ‘BAGONG’ mengikuti lakon Pandawa-Dadu yang digelar di Bandung oleh ‘ki dalang’ Sedjatee, dg tokoh sentral Drupadi Sastrowardoyo dan Dursasana…
        Akhirnya terhanyut oleh rasa geram & amarah oleh pertingkah Dursasana yg melewati batas etika kesusilaan serta miris dan prihatin atas sang kurban Drupadi Sastrowardoyo, namun sadar bahwa ‘BAGONG’ sdh tinitah sebagai punakawan, jadi kliyengan dan ndleming seperti diatas tadi…

        Eh…omong2 ini kayaknya lakon wayang lintas millenium ya mas Sedj?

  15. masyhury mengatakan:

    Dian sastro punya blog juga ya?
    ke TKP dulu ah..😀

  16. Orin mengatakan:

    Ah, mas Sedj emang keren banget kalo bikin cerita.. Saluuut

  17. harestyafamily mengatakan:

    mantap…produk bandung euy…

    btw, gambar ilustrasi rambutnya kok gak merah om?? hehe gak penting…

  18. bundadontworry mengatakan:

    pasti deh Dursasana curang mainnya😦
    kayaknya Mas Sedjatee cocok nih menerbitkan buku, baca kisahnya disini bagus2, kapan Mas?
    salam

    • sedjatee mengatakan:

      ah… sanjungan bunda membuatku terkapar
      ide yang belum terbersit dalam benak
      tapi masih mengeksplorasi ide-ide liar di kepala
      doanya aja Bund…

      sedj

  19. oedi mengatakan:

    Maaf, karena melihat banyaknya pengunjung/komentar di tulisan ini saya numpang pasang iklan, kalau tidak berkenan silahkan hapus. terima kasih.
    Kesempatan dapat jutaan rupiah dengan mudah di internet, baca link ini yah: http://www.penasaran.net/?ref=ff3k3c

  20. eiklil mengatakan:

    sy udah k0mentar di atas,,,, kang nerbitkan novel,,,sy daftar buat layout gpp deh… hehehehe sing penting niatin nyamapiakn pesan sosialnya kang

  21. Goyang Karawang mengatakan:

    kesatria sejati si Mas Bima itu.. menepati sumpah adalah tanda kesatria sejati🙂

  22. SQ mengatakan:

    Sayangnya, andai Pandawa menolak permainan dadu, jadi tidak ada dendam, tidak ada pertumpahan darah😦

  23. lozz akbar mengatakan:

    hoiiii.. minggir ono Bima lewat hehahahah

  24. Dangstars mengatakan:

    Bagus tenan ceritanya Mas

  25. gadisjeruk mengatakan:

    ah, saya selalu kagum dengan cerita epik pandawa lima.🙂

  26. Mabruri Sirampog mengatakan:

    salaam…
    wah, harus diperbanyak ni cerita2 yang kaya ginian pak,,, karena cerita2 semacam ini punya banyak makna buat kehidupan kita…
    lanjutkan pak..🙂
    salaam

  27. chocoVanilla mengatakan:

    Naah, itulah sebab Bang Haji Roma menciptakan lagu tentang judi:mrgreen: haraaaammmm😛

    Bagus, Om. Saya dulu mbaca kisahnya dari karangan RA Kosasih. Penggemar berat dulu, saiki wis lali kabeh😀

  28. dmilano mengatakan:

    Saleum
    bagus alur ceritanya bang sedj,….
    kapan diterbitkan ni?🙂
    saleum dmilano

  29. Anugrha13 mengatakan:

    drupadi…rambutnya merah ya???
    suka maen layangan tuh pasti wkwkwk
    maaf OOT🙂

  30. r10 mengatakan:

    saya ga paham mitologi wayang…😦

  31. sumarno wec mengatakan:

    wahhhhhhh….mapir kesini lagi…..

  32. popi mengatakan:

    minggu lalu saya lihat foto mirip sampeyan di suatu instansi dengan ukuran segede gambreng!! (pas lewat, saya bilang ke temen: rasanya saya kenal orang ini! sapa ya? O’iya…Sedjatee wordpress..hiks)

  33. kang ian dot com mengatakan:

    eh ajiib ni cerita bikin pilu😀 dulu pernah baca tapi versi basa sunda nya hehe

  34. Bang Iwan mengatakan:

    Meskipun saya hanya kenal cerita seperti ini melalui buku. Tapi banyak pembelajaran berharga yang bisa dipetik.

    mampir pertama disini kang…..

  35. Goda-Gado mengatakan:

    jagad pawayangan….😀

    terima kasih telah berbagi sedikit cerita pewayangan
    jd tertarik membaca kisah2 pewayangan nih…😀

    • Goda-Gado mengatakan:

      kemaren aku nonton presentasi kang Budi Rahardja…
      kayaknya asyik tuh klo wayang didgitalisasi…
      biar lebih bs diterima oleh generasi zaman sekarang

  36. Kaget mengatakan:

    Sayangnya, saya tak dicekoki cerita2 seperti ini saat kecil. Legenda kebanyakan tahu saat sudah mengenal internet. Itu juga saya bersyukur bisa tahu ceritnya

  37. goldotcom mengatakan:

    waduh…
    jadi luamayan suka wayang
    setelah menuntaskan buku “Sang Jelata”
    pekan kemarin
    cerita yang ini keren juga..
    sudah patut dibukukan sebagaimana buku diatas..😀

    sukses – Om…

  38. Sugeng mengatakan:

    Semua sudah ada karmanya. Bagaimana pun kebajikan akan tetap akan terpilih untuk menag meski harus menunggu sekian lama. Kalau keburukan akan tetap buruk meskipun ditutupi oleh sangkar emas.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  39. giewahyudi mengatakan:

    Drupadi itu siapa ya sama tokoh jaman sekarang?

  40. alamendah mengatakan:

    Saya yang acap kali bingung dengan cerita Bharatayudha jadi tertarik untuk membaca artikel ini dari huruf pertama hingga huruf terakhir. kang sedjatee lihai bener meliuk-liukkan kalimat…

  41. Wandi Sukoharjo mengatakan:

    Apa sampean dosen Sastra Jawa di ITB mas?🙄

  42. tunsa mengatakan:

    drupadi, duryudana, dursasana, jadi inget pelajaran kawruh bahasa jawi pas SMP dulu..
    ngomong-ngomong, kisanak ini siapanya mereka ya?😀

  43. aryna mengatakan:

    eh, pertanyaan penting nih, tolong dijawab ya ? kok saya jadi keblinger ?
    sudah kulekat-lekatkan dalam kepala, kalau cerita wayang ini hanya dongeng fiksi. Tapi kenapa saat mengulang membacanya, dipahami betul-betul, ini seperti kisah nyata ya ? sebenarnya fiksi atau nyata ????

  44. situsonline mengatakan:

    Biasanya yang saya tau penulis seperti mas sedjatee adalah orang orang sastra.mantap mas,aku suka ceritanya belum selendang merah diatas panjangnya sampai membentang gunung.

  45. kamal mengatakan:

    hmmm keeeeeeeeeeernnn 3 kata dech ,,, mantap ajibb yahuddd .. ceritanya… next post🙂

  46. Sriyono Semarang mengatakan:

    Kangen sama Dian…

  47. tutorial blogging mengatakan:

    perasaan saya tau deh fotonya dmn, jogja bukan??

  48. Zippy mengatakan:

    Ceritanya mengalir gitu aja ya, kayak kisah nyata deh jadinya😀
    Punya bakat nulis ni mas😀
    Soal cerita, yang diajarkan tentang balas dendam yah?
    Waduw..berarti mulai besok saya mau balas dendam ah ke teman2 yang udah menyakiti hati saya, wkwkwkw…😆

  49. ratansolomj9 mengatakan:

    Ikut nunggu terbit novel, karya Kang Sedjatee, ah …

  50. Salesman Jogjakarta mengatakan:

    Kalau Saya Berkunjung Di Blog Ini Rasanya Hati Ini Tersentuh dan Tidak karua karuan

  51. Nchie mengatakan:

    terbawa suasana membacanya,ahh serasa aku di kerajaan juga mas..
    menunggu antrian mas sedjatee nerbitin novel halah..

  52. fitrimelinda mengatakan:

    segala sesuatu pasti ada balasannya ya mas..🙂

  53. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    kisah ini sarat dengan intrik, dendam, dan nafsu kekuasaan, mas sedj. saya selalu tak bosan membaca kisahnya. begitulah ketika terjadi pertaruhan antara harga diri dan kehormatan. kisahnya benar2 kontekstual.

  54. archer mengatakan:

    salut sama bahasa penyampaian om sedj hehe, trus emang filmnya ada ya om?

  55. Pendar Bintang mengatakan:

    Mas Sedjatee sellau bisa memaparkan sebuah cerita dengan indah dan uar biasa,….saya pernah baca cerita ini, tapi di sini saya juga tuntas membacanya…..

  56. 'Ne mengatakan:

    Drupadi itu tokoh dalam wayang yang saya suka, seorang perempuan yang bersahaja, sederhana, berwatak kuat dan keras. Dalam versi Jawa, Drupadi hanya menikah dengan prabu Puntadewa atau Yudhistira. Tapi dalam versi India Drupadi adalah istri dari Pandawa 5
    sangat tragis memang ketika dia dipermalukan di depan umum, dan sangat tidak menghargai perempuan ketika suaminya mempertaruhkan dirinya dalam meja judi..
    *saya suka cerita wayang mas🙂

  57. lgybjdhwfs mengatakan:

    ujutrczuvpkrcobpixii, lemzhtkwky , [url=http://www.zyenmiwxmn.com]rcbbdqyltq[/url], http://www.poxdkriixt.com lemzhtkwky

  58. xwuhsnxeii mengatakan:

    cdwpruodmzosqhkwkgms, lfubewoedg , [url=http://www.imjyrmnyte.com]rqenpgkxxi[/url], http://www.xjayioptlb.com lfubewoedg

  59. Bogy TAN mengatakan:

    kangen dengan cerita2 wayang Mahabarata & Ramayana…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: