Sugih Tanpa Banda

78

Mei 31, 2011 oleh sedjatee

 

Dapatkah seorang dikatakan kaya jika ia tidak berharta? Kaum materialis jelas pasti menjawab tidak. Paradigma masyarakat hari ini pun jelas, ukuran kekayaan – juga kehormatan dan kesuksesan – adalah harta. Tak ada yang rancu dari pola piker itu. Menjadi kaya adalah sesuatu yang lumrah, sangat manusiawi. Menjadi kaya adalah hal terpuji. Banyak ibadah dan kemuliaan yang hanya bisa dilakukan ketika kaya. Agama pun memandang status kaya sebagai satu kekuatan. Lantas kaya yang seperti apa? Itulah perlunya satu redefinisi, pemaknaan kembali, terhadap frasa kaya.

Kita telah lama mengenal idiom sugih tanpa banda, kaya tanpa harta. Ini bukan paradoks tentang kekayaan. Orang bijak mengatakan, hakikat kaya bukanlah terletak pada seberapa banyak harta yang digenggam, melainkan seberapa banyak sanggup berbagi. Sugih tanpa banda adalah spirit untuk hidup sabar penuh rasa syukur, berjiwa besar dalam kesederhanaan. Ia juga ajaran untuk tidak cengeng ketika sempit namun murah hati ketika lapang.

Hidup sederhana bukanlah kutukan. Dalam perjuangannya, Mohandas Karamchand Gandhi mengajarkan empat hal salah satunya swadeshi. Swadeshi acapkali dimaknai sebagai hidup sederhana dan kemandirian. Gandhi mengajarkan hidup sederhana yang bermartabat, tidak gampang mengeluh. Ia tak sudi bangsanya yang terjajah itu lemah hanya karena situasi hidup penuh keterbatasan. Lalu Gandhi membangun karakter bangsanya untuk bangsa yang besar, tangguh dan mandiri.

Di jagad pakeliran, Ki Lurah Petruk menularkan ajaran sugih tanpa banda melalui namanya, Kantong Bolong. Bagi Petruk, kantongnya selalu bolong alias berlobang, selalu mengalir untuk berderma pada orang lain. Karena Petruk tahu, dalam kematian orang tak akan membawa harta apapun. Petruk menolak bila ukuran kekayaan dan kebesaran jiwa adalah harta. Petruk meyakini bahwa hakikat kaya adalah seberapa banyak ia sanggup berbagi, orang yang kaya adalah orang yang siap menjadi tangan diatas baik ketika lapang maupun sempit.

Dalam konteks reliji, konsep sugih tanpa banda punya irisan makna dengan terminologi zuhud. Pada artikel ke-31 dari hadits arbain, Imam Nawawi menyitir sebuah kisah bahwa sseorang mendatangi Kanjeng Nabi untuk bertanya: wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku sebuah amalan yang jika aku kerjakan, Allah dan manusia akan mencintaiku. Lalu Nabi bersabda: zuhudlah terhadap dunia maka engkau akan dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia maka engkau akan dicintai manusia.

Zuhud dalam terminologi syar’i bermakna mengambil sesuatu yang halal hanya sebatas keperluan. Zuhud merupakan sifat mulia orang beriman karena tidak tertipu oleh dunia dengan segala kelezatannya. Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia akan tetapi sebagaimana dikatakan Ibnu Taimiyyah “zuhud adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat di akhirat nanti, sedangkan wara’ adalah meninggalkan sesuatu yang ditakuti bahayanya di akhirat nanti.”

Kanjeng Nabi pernah mengingatkan kita semua “Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takuti atas kalian, tetapi aku takut pada kalian dibukakannya dunia bagi kalian sebagaimana telah dibuka bagi umat sebelum kalian. Kemudian kalian berlomba-lomba sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan menghancurkan kalian sebagaimana telah menghancurkan mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Jadi, hakikat kaya bukanlah pada seberapa banyak harta yang dihimpun, karena harta akan menemukan nilainya ketika berada di tangan yang membutuhkan, bukan yang hanya sekadar menghimpun. Ada banyak orang yang kebesaran jiwanya tertulis indah dibuku sejarah, meski mereka bukan orang yang dekat dengan harta, Abu Dzar al Ghiffari salah satunya.

Sebuah padang pasir, Dzulhijjah 32 Hijriyah, hanya ada tenda itu sendiri, tiada jiran tetangga, jauh dari keramaian manusia. Di tenda renta itu, seorang wanita menangis dihadapan suaminya yang tengah menghadapi ajal. Sang suami bertanya kepada sang isteri “Apa yang membuat engkau menangis, padahal kematian adalah haq?”. Sang istri menjawab dengan berurai air mata, “Aku menangis karena sangat sedih. Engkau akan meninggal, sementara aku tidak punya selembar kain pun untuk dijadikan kafanmu.” Sang suami memberi jawaban “jangan bersedih, aku pernah mendengar Rasulullah SAW. bersabda, “Suatu saat salah seorang di antara kalian akan ada yang meninggal di suatu padang sahara dan sekelompok orang Mukmin akan melihatnya. Dan Rasulullah juga pernah bersabda Allah amat menyayangi Abu Dzar. Ia berjalan seorang diri, meninggal seorang diri, dan akan dibangkitkan di akhirat seorang diri.” Akhirnya sosok berjiwa besar yang berprinsip hidup sederhana itu, Abu Dzar al Ghiffari, mengakhiri hayatnya dalam keadaan yang diucapkan Sang Nabi, ia berpulang dalam sepi, sederhana, seorang diri.

sumber gambar: lonelyplanet.com

78 thoughts on “Sugih Tanpa Banda

  1. chocoVanilla mengatakan:

    Bahkan kadang orang kaya pun masih merasa miskin karena tak bisa beli Ferrari😦

    Setuju Om Is, bahkan fakir miskin pun berkesempatan menjadi kaya tanpa lembar merah di tangannya🙂

  2. giewahyudi mengatakan:

    merasa cukup adalah kekayaan yang sesungguhnya..

    tapi yang namanya manusia selalu punya nafsu yang tak terbatas..

  3. Wandi Sukoharjo mengatakan:

    Sugih banda marakke mumet ra mas? Mendingan sugih bojo😆

  4. BERNAS mengatakan:

    Kalau saya suka kaya hati daripada kaya harta. Betul?

    • isna mengatakan:

      Kalau saya suka dua-duanya Mas… wkkk Kaya harta juga dan kaya hati jadi jalan selaras, penting u/ hubungan ke sesama manusia dan hubungan ke Allah SWT..

  5. 'Ariefmas mengatakan:

    Sugih tanpo bondo, menang tanpo ngalahake. Masih absurd Pak buat maqom pemahaman saya.
    Yg penting tidak nikah tanpa istri, jelas gak bisa.

    • isna mengatakan:

      Ini kan punya Ronggowarsito
      Ngluruk tanpa bala, Sugih tanpa banda; Sakti tanpa Aji; Menang tanpa ngasorake … kalau bisa njalani ini semua hebat euy ….. sejatinya hidup sdh digemgam… tapi kan manusia msh penuh nafsu yoo … perlu pernungan memahami hakekat hidup ini… mumet yaaa

  6. Mabruri Sirampog mengatakan:

    kalau menurut saya, kekayaan itu ada pada bagaimana cara kita pandai mensyukuri atas apa yang Allah berikan kepada kita…

  7. Uda Riki mengatakan:

    fuhhhh….
    taushiyah di paragraph trakhir..
    uda merinding dibuatnya Om…

    salam hangat sahabat – uda riki

  8. alamendah mengatakan:

    kekayaan itu bukan soal berapa banyak harta yang dipunyai tetapi seberapa banyak harta yang disyukuri

  9. kangmartho.com mengatakan:

    sing penting SUGIH PANGAPURO AE… he..he

  10. isnuansa mengatakan:

    hakikat kaya bukanlah terletak pada seberapa banyak harta yang digenggam, melainkan seberapa banyak sanggup berbagi. *noted*

  11. mauna mengatakan:

    Mensyukuri apa yang ada karena harta kita sejatinya adalah apa yang melekat pada tubuh kita… . Dan kekayaan tak selalu dari segi lahiriah/materi saja.

  12. ¤ HILAL ALIFI mengatakan:

    saya rasa, dinegeri ini
    konsep zuhud adalah kritik sosial,
    mengamalkannya berarti melawan arus,
    mengajarkannya berarti revolusi budaya.

  13. aryna mengatakan:

    pelajaran hidup yang bijaksana…
    sugih tanpa banda, jika tepatri dalam hati, adem ayemlah…..

  14. 'Ne mengatakan:

    sugih tanpa banda, bisa juga kaya hati meski miskin harta ya.. membantu tidak selalu dalam bentuk materi kan? jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak membantu sesama ya mas hehe..

  15. riez mengatakan:

    Pingin Sugih?wani piro? hehehe* Kalo kekayaan emang identik dilihat dari materi ya

  16. ysalma mengatakan:

    kaya itu, berapa banyak “harta” yang bisa memakmurkan orang lain🙂

  17. Sugeng mengatakan:

    Tapi sayang kang, orang sekarang banyak yang tidak mengerti dengan apa yang sampean paparkan diatas. Mereka selalu berlomba-lomba mencari penghidupan di dunia hanya untuk saat ini. Dan hal ini bisa saya lihat dengan gamblang pada orang2 disekelilingku.
    Semoga diriku tidak melupakan inti ajaran Nabi yang ini.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  18. bundadontworry mengatakan:

    Alhamdulillah,telah mendapat pencerahan bathin melalui tulisan ini ,
    semoga kita semua bisa menjadi orang yg bersyukur walau tak harus banyak harta, bersyukur krn masih diberikan kesempatan utk berbagi, walau tak harus dlm bentuk materi .
    terimakasih Mas krn telah mengingatkan .
    salam

  19. Kita harus selalu bersyukur🙂

  20. Masbro mengatakan:

    Perbedaan antara manusia dan hewan. Bila hewan, seringkali merasa puas tapi tidak pernah bahagia. Sebaliknya, manusia seringkali merasakan kebahagiaan tapi tidak pernah puas.

    Mas Sedjatee, saya suka dengan tulisan ini, suka dengan penggalan cerita kantong bolongnya. Di bahas tersendiri (tentang kantong bolong) kayaknya asyik juga mas..

    Salam Ronda…

  21. Muhammad mengatakan:

    Assalamualaikum Wr Wb.

    Kita boleh kaya asal dengan cara yang halal, dan kekayaan hati lebih utama tentunya.

  22. Muhammad mengatakan:

    Kita boleh kaya asal dengan cara yang halal, dan kekayaan hati lebih utama tentunya.

  23. saptriyawati mengatakan:

    Membaca judul nya Banda, sama seperti nama kota di Aceh :Banda Aceh, kirain iya tadi ternyata bukan😀

    memang harta, tahta, dan wanita, 3 hal inilah yang membuat manusia jauh dari TUHAN nya, sungguh keridhaan dna kemulian TUHAN lah yang patut kita harap sekarang

  24. dmilano mengatakan:

    Saleum,
    kaya gak ada duitnya? apa kata dunia…..😀
    ungkapan diatas kadang masih sering kita dengar disekitar kita bang, padahal kaya itu gak mesti harus banyak duit dan harta. Banyak yg lupa bahwa kekayaan hati adalah yang terbaik… dimata Allah dan juga dimata manusia yang beriman.
    kalau diaceh ada tuh ungkapan ” Hana Peng hana Inong = gak ada duit jgn harap dapat cewek.. )😀 semua nya gak mesti harus dengan harta.
    saleum dmilano

  25. TuSuda mengatakan:

    Menghayati dan mengamalkan kesederhanaan diri merupakan nilai sejati dari kehidupan pribadi.

    SALAM hangat dari Kendari. 8)

  26. Arief Bayu Saputra mengatakan:

    Semoga masih ada sebagian besar orang yang masih berpegangan pedoman ini……amin matur nuwun kang inspirasine………:)

  27. melly mengatakan:

    aku mo ngomentarin potonya dulu😀
    kalau main prosot2an di situ enak kali yah😀

    — lanjut baca.

  28. mamung mengatakan:

    renungan yang membuat kita tersadar kalo ternyata harta bukan segala-galanya..

    makasih kang🙂

  29. Suke Semarang mengatakan:

    Menurut definisinya, kan kaya itu berarti punya banyak hal, dan hal itu khan bukan uang saja,
    *ploktepokjidat…

  30. Kaget mengatakan:

    Sugih itu kan bagaiman cara kita bersyukur. Orang yang punya banyak kekayaan tapi belum bersyukur rasanya belum pantas di sebut sugih😦

  31. sikapsamin mengatakan:

    Kita sudah membuktikan (sadar atau tidak) tentang “sugih tanpå båndå” dan “seberapa banyak mampu berbagi”…

    BLBI dan Bank Century…adalah utang privat yg dinasionalisasi…

  32. aryna mengatakan:

    sugih tanpa banda
    menang tanpa bala
    donyo akhirat mulyo

  33. @helgaindra mengatakan:

    wah saya mau dong jadi tipe orang yang “sugih tanpa banda”
    biar nambah pahalaa
    hehehe

  34. Triiz mengatakan:

    yg jelas harta bkn ukurang kekayaan
    Percuma kan orang yang susah payah mencari harta tapi mengorbankan keluarga(berantakan),lingkungan sosial (ga kenal tetangga kanan kiri gara2 sibuk cari harta),dll..

  35. fitr4y mengatakan:

    pengen sugih mas,, biar bisa naik haji dan mengajak teman2 sekampung mas, biar bisa bikin panti asuhan tanpa meminta2 sumbangan di jalanan mas, juga mendirikan mesjid juga tanpa meminta2 sumbangan di atas bis ..🙂

  36. personal health care mengatakan:

    hidup sederhana penuh syukur dan ikhlas,, itu lebih baik dari pada karya harta tapi hatinya hampa .. hehe

    salam 🙂

  37. Ha…..x9 mantapz mas. sing penting syukur. Sukses selalu.

    Salam

    Ejawantah’s Blog

  38. pakde sulas mengatakan:

    ada saudara pakde yang menganut paham ini, yaitu dia punya banyak istri tapi dia secara materi dia tidak punya harta untuk nafkahnya, tapi para istrinya tidak ada yang komplain (menurut pandangan saya)

  39. Lidya mengatakan:

    patokan menjadi sugih itu apa ya pak?:)

  40. Alris mengatakan:

    Saya merasa kaya setelah baca posting ini. Betapa bersyukurnya saya ditengah hutan masih bisa baca posting mencerahkan ini.

  41. kamal mengatakan:

    mendapat perenungan yang dalam .. saat membaca tulisan ini.. hmmm.. thanks for inspirasinya.. semangat berbagi mas sedjatee:)

  42. Orin mengatakan:

    Kisah Abu Dzar itu mengharukan mas Sedj.. terima kasih, renungan indah di hari Jum’at yg syahdu

  43. atmokanjeng mengatakan:

    Kegagahan dalam kemiskinan..😀

  44. arif mengatakan:

    sugih atau kaya hati karena mensyukuri diri, sedang belajar utk itu🙂

  45. Agung Rangga mengatakan:

    walau tanpa uang, kita bisa tetap kaya, dengan mengisi hati kita penuh dengan kebaikan…😆

  46. r10 mengatakan:

    mati seorang diri bagus ga yah?

  47. Merliza mengatakan:

    yang penting kan kita masih bisa terus memperkaya hati kita kan mas🙂

  48. Bambang HS mengatakan:

    Trims Kang, diingatkan kembali tentang ajaran Mahatma Gandhi …

  49. Bambang HS mengatakan:

    Berusaha hidup dengan mensyukuri …

  50. Goda-Gado mengatakan:

    sy dulu sering mbaca kisah2 jenaka Petruk di sebuah komik lawas mas…

    tp wktu kecil
    skrg mas dah ngingetin2 lagi filosofi2 jawa yg luhur

    mbok sy dishare woconan2 seperti itu mas..🙂

  51. akhnayzz mengatakan:

    bersyukur dalam keadaan seperti apapun..
    alhamdulillah<<<

  52. Batavusqu mengatakan:

    Salam Takzim
    Dapat ilmu Zuhud disini makasih kang
    Salam Takzim Batavusqu

  53. hindari sikap hedonisme ….. itu yg penting

  54. Gorgeous Angel mengatakan:

    I seemed to be aware of this already, nevertheless there were several beneficial pieces which concluded the picture to me, thanks a ton!

  55. Caroline mengatakan:

    I really liked reading your post!. Quallity content. With such a valuable blog i believe you deserve to be ranking even higher in the search engines🙂

  56. seokali blog mengatakan:

    Hidup sederhana saja, hehehe😀

  57. baju wanita mengatakan:

    nice post…thanx for share…

  58. muslimshares mengatakan:

    nice blog gan
    kalo berkenan mampir ke blog ane yuk sekalian tukeran link.

    salam,
    muslimshares
    http://muslimshares.wordpress.com

  59. pembunuhkanker mengatakan:

    Sugih boleh asal letaknya di tangan bukan di hati.. ya gak pak

  60. simunnell mengatakan:

    Kami menawarkan obat alternatif untuk berbagai jenis penyakit kronis yang terbukti ampuh dan mujarab, serta bekerja cepat dalam membantu penyembuhan juga tanpa efek samping yang membuat tubuh anda menjadi lemah.

    *info lengkap :

    http://goo.gl/KJhcA5
    http://goo.gl/pnRkfI
    http://goo.gl/lPhAod
    http://goo.gl/06mhRJ
    http://goo.gl/7l8gW1

  61. masah mengatakan:

    Sangat bagus, mohon diperbarui lagi aja, untuk bacaan yang bermakna, untuk versi 2014, sukses kang se

  62. sugeng mengatakan:

    tulisan yang menginspirasi, keren bang… salut, terus berkarya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: